Home / Romansa / Cinta Yang Sesungguhnya / Chapter 121 - Chapter 130

All Chapters of Cinta Yang Sesungguhnya: Chapter 121 - Chapter 130

291 Chapters

121. Gak Ada Yang Bisa Dipelukin

Hari ini Aya kembali pulang ke rumahnya dan akan tinggal kembali bersama kedua orang tuanya, dan juga kedua adiknya, Meta dan Esa.Tentu saja Elvan menyempatkan dirinya untuk mengantar Aya secara langsung. Barang yang Aya bawa dari apartement hanyalah pakaiannya saja. Karena Elvan melarang Aya untuk membawa semua barangnya, termasuk beberapa pakaian. Semalam tentu saja Elvan merengek ingin tidur di peluk oleh Aya, karena seminggu ke depan Elvan tidak akan tidur di temani oleh Aya lagi, mungkin sampai mereka menikah. Tapi, akal bulus Elvan sudah memikirkan beberapa cara agar membawa Aya untuk menginap di apartement.Elvan hanya sebentar berada di rumah Aya, dan kebetulan Aji sedang berada di kantor jadi hanya ada ibunya Aya saja. Dan Elvan sempat berbincang dengannya sejenak hingga ia berpamitan kembali untuk ke kantor.“Saya pamit dulu,” ujar Elvan pada Hilda.Hilda tersenyum dan mengangguk, “Hati-hati di jalan ya, Elvan.”Elvan mengangguk, kemudian menatap Aya. Rasanya sungguh berat
last updateLast Updated : 2024-10-22
Read more

122. Kamu Modus Aja

“Mau kemana?” tanya Hilda pada Aya siang ini, terlihat Aya sudah cantik dengan riasan make up tipisnya, di padukan dengan dress selutut yang bagian atasnya tertutup. Aya sengaja menggerai rambut panjangnya.“Hmm, Elvan bentar lagi jemput. Mau makan siang,” jawab Aya kemudian ikut duduk di sofa dengan ibunya di ruang keluarga.“Oh, gak makan di sini aja?” tanya Hilda.Aya menggeleng pelan, “Gimana Elvan aja.”“Mama ngerti, kencan gitu ya maksudnya?” Hilda tersenyum hangat.Wajah Aya sedikit merona, tapi kemudian mengangguk.“Kayanya Elvan tuh sayang banget ya sama kamu,” ujar Hilda kemudian.Wajah Aya sedikit mendongak, “Mama tau dari mana?” tanyanya.“Dari cara dia natap kamu, hangat, dalam meski ada rasa kekhwatiran di dalamnya,” ujar Hilda seraya menatap Aya lekat-lekat.“Elvan memang baik, Ma. Dan Aya merasa sangat nyaman saat di dekatnya, ia selalu melindungi Aya selama ini. Jika tidak bertemu dengan dokter Fera kemudian bertemu dengan Elvan dan Ryan, entahlah. Aya tidak tahu nasi
last updateLast Updated : 2024-10-22
Read more

123. Daddy Gak Akan Gigit Kok

“Kamu udah pulang, Aya? Elvannya mana?” tanya Hilda yang berpapasan dengan putrinya yang baru saja masuk ke dalam rumah, tapi ia tak menemukan Elvan bersama putrinya.Aya yang merasa sangat panas di pipinya hingga menundukkan wajahnya sejak tadi terpaksa menengadahkan kembali wajahnya dan menatap ibunya, bisa di pastikan wajahnya sangat memerah.“Oh… Elvan langsung pergi lagi, Ma. Ada pertemuan dengan klien, dia hampir terlambat, tadi sudah minta maaf padaku untuk di sampaikan pada Mama, katanya tidak bisa mampir.” jelas Aya sedikit terbata-bata.“Ohh begitu rupanya, ya gak apa-apa, Mama tahu Elvan pasti sangat sibuk,” ujar Hilda.Aya mengangguk.Hilda sejak tadi mencermati wajah putrinya tersebut yang begitu merah, ”Kamu kenapa? Gak enak badan? Demam?” tanya Hilda pada Aya dan berusaha mendekat untuk memeriksa suhu tubuh Aya dengan menempelkan punggung telapak tangannya ke dahi Aya.Aya sempat membulatkan matanya sebentar dan perlahan menghindar dari sentuhan tangan ibunya, “Gak apa-
last updateLast Updated : 2024-10-23
Read more

124. Sangat Berbeda

Aya mengikuti langkah Elvan yang kini menuju masuk ke dalam rumahnya, “Mamih masak sendiri loh, untuk makan malam kita,” ujar Elvan menjelas pada Aya.“Oh ya?” Elvan mengangguk, “Tadinya aku pengen kita semua makan malam di luar aja, tapi Mamih bilang di rumah aja, biar suasananya lebih hangat,” jelas Elvan.“Aku mengerti,” sahut Aya kemudian. Ia masih menelisik seluruh keadaan rumah kedua orang tua Elvan yang terlihat begitu luas dan nyaman.Kedatangan mereka di sambut oleh pelayan yang kemudian mengantar mereka masuk ke dalam.“Jangan ruang tamu ya, kita langsung ke ruang keluarga aja, kayanya Daddy ada di sana,” ujar Elvan.Aya hanya mengangguk mengikuti ucapan Elvan, meski hatinya masih merasa cemas. Elvan menarik pinggang Aya agar lebih mendekat padanya, kemudian merangkul bahunya. Saat sudah berada di ruang keluarga Elvan da
last updateLast Updated : 2024-10-23
Read more

125. Aduhhh Kenapa Gak Bilang Dari Tadi

Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semuanya, apalagi Aya dan Elvan. Sejak pagi rumah kediaman kedua orang tua Aya sudah terlihat begitu sibuk untuk mempersiapkan tempat dan jamuan menyambut kedatangan kedua orang tua Elvan dan Elvan sendiri yang akan melamar Aya.Meski acara berlangsung nanti malam, tapi Hilda selaku tuan rumah mencoba untuk menyambut calon besan mereka dengan baik dan sempurna. Bagaimanapun sebuah pernikahan bukanlah hubungan yang terikat secara resmi di antara kedua anak mereka saja, tapi menyatukan dua keluarga. Dan mereka sudah berpengalaman sebelumnya terhadap hal tersebut, atas kegagalan penikahan anak mereka, meski untuk Elvan, semua orang tahu jika ia dipisahkan oleh maut dengan istrinya terdahulu. Berita kecelakaan tragis itu masuk di televisi dan surat kabar.Acara lamaran akan berlangsung santai tapi tetap sakral. Hilda mengeluarkan baju terbaiknya yang di sesuaikan dengan seluruh anggota keluarganya. Ruang tamu di bersihk
last updateLast Updated : 2024-10-24
Read more

126. Aku Janji Akan Setia Sama Kamu

Saat Aya masuk ke tempat acara, terlihat kedua orang tuanya dan orang tua Elvan sedang mengobrol santai. Sebagai sesama pengusaha, Aji dan Mahanta sudah sering bertemu di berbagai acara bisnis, meski jarang bercakap-cakap. Demikian pula Hilda dan Soraya. Di sana pula terlihat Elvan yang sudah duduk di antara kedua orang tuanya.Kedatangan Aya langsung di sambut dengan baik. Ia kemudian di bantu oleh Hilda untuk duduk di antara Hilda dan Aji.“Karena Aya sudah bergabung bersama kita, bagaimana kalau kita mulai saja, agar tidak terlalu malam,” ujar Mahanta.“Saya setuju dengan Anda,” sahut Aji.Mahanta mengangguk pelan, “Seperti yang kita ketahui jika, putra-putri kita sudah menjalin hubungan dan mereka memiliki niatan untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu saya selaku ayah dari Elvan mewakili keluarga kami dan Elvan sendiri. Kami datang untuk melamar putri Anda yang bernama Dayana,” ujar Mahanta dengan tegas dan sangat berwibawa.Tentu saja seperti yang sudah
last updateLast Updated : 2024-10-24
Read more

127. Gue Udah Duga!Gue Udah Kira!

Elvan dan Andrew sedang makan siang bersama di cafe yang tak jauh dari kantor. “Abis ini gue balik ya, gak balik ke kantor!” ujar Elvan di sela makannya.“Mau ke mana Lu?” tanya Andrew setelah menelan makanannya.“Mau jemput Aya terus ke rumah sakit,” jawab Elvan dengan santai.Mata Andrew membelalak, “Pacar masa depan gue sakit? Kok Lu gak ngasih tau gue sih? Sakit apa? Parah gak? Dia suka apa? Entar gue bawain pas jenguk!” cerocos Andrew.Elvan memutar bola matanya. “Gak ada yang sakit, kita berdua emang mau Premarital check up, dan gue udah janjian sama dokternya jam 3 sore ini,” jelas Elvan.“Ohh… cuma Premarital check doang ternyata…” gumam Andrew pada akhirnya. Tapi sesaat kemudian ia kembali membelalakkan matanya kemudian setengah berteriak. “Apaaaa?? Premarital check up??” tanyanya tak percaya.Elvan mengangguk, “Jangan teriak Lu, malu-maluin aja, liat orang keganggu sama teriakan Lu!” tegur Elvan seraya melirik pada beberapa orang yang dekat dengan meja yang kini mereka temp
last updateLast Updated : 2024-10-25
Read more

128. Aku Masih Muda Jadi Gak Mau Terbebani

Saat Elvan keluar dari toilet ia melihat Aya yang sedang menatap ke arah koridor sebelah kanan. Ia mencoba mengikuti arah pandangan Aya, di sana ia bisa melihat seorang wanita berpakaian mini yang ditemani oleh seorang pengasuh. Awalnya Elvan berpikir, mungkin Aya sedih karena menginginkan kehidupan seperti wanita itu yang sudah memiliki anak."Ada apa?" tanya Elvan lembut berusaha untuk menghibur Aya.Aya tersentak kaget, dengan cepat ia menoleh pada Elvan."Ehh... Kamu bikin kaget aja!" seru Aya. Aya segera berdiri untuk mensejajarkan dirinya dengan Elvan."Apa yang kau lihat?" tanya Elvan kemudian.Aya menggeleng. Awalnya Aya tak ingin mengatakannya pada Elvan. Tapi kemudian ia berpikir ia tak mau menyembunyikan apapun ada Elvan, meskipun itu hal yang sangat kecil. "Tadi aku bertemu dengan Shella," cicit Aya pelan.Mata Elvan membulat, "Apa dia melihatmu? Menghinamu? Atau yang lainnya?" tanya Elvan khawatir. Karena ia tahu Shella adalah wanita jahat. Ia yakin Shella sanggup mela
last updateLast Updated : 2024-10-25
Read more

129. Biar Kaya Pengantin Lagi

“Mama gak ikut ya,” ujar Hilda pada Aya, “Mama ada perlu dengan teman Mama hari ini.”Aya mengangguk, “Gak apa-apa, Ma. Lagikan Aya pergi sama Mamih, jadi tenang aja,” balas Aya.“Soraya nanti jemput ke sini atau kalian ketemu di salon?” tanya Hilda.“Mamih bilang, Mamih mau jemput aja. Sekalian ketemu sama Mama kalau Mama belum sempet pergi,” jawab Aya.Hilda mengangguk, “Ya udah, Mama mending nunggu Soraya aja sampai ke sini, baru Mama pergi.”Hari ini Soraya mengajak aya untuk ke salon bersama. Sekitar 2 minggu lagi Aya dan Elvan akan menikah, maka dari itu Soraya mengajak Aya untuk melakukan perawatan di salon. Soraya mengambil perawatan khusus untuk pengantin bagi Aya.Soraya merasa senang, hasil pemeriksaan Aya dan Elvan minggu lalu sudah keluar beberapa hari yang lalu. Dan hasil pemeriksaan tersebut menyatakan, baik Elvan maupun Aya dalam keadaan yang sehat dan semuanya normal.Soraya berharap, Aya segera hamil tak lama setelah mereka menikah. Elvan sudah cukup umur untuk memil
last updateLast Updated : 2024-10-26
Read more

130. Yang Tidak Pantas Itu Kalian!

“Liat Ma, wanita murahan ini bener-bener gak tau diri. Masih berani panggil Mama setelah apa yang dia lakuin ke Mama. Jangan-jangan dia nyesel dan ngarep kembali ke rumah Mama,” ujar Shella mengompori.Seketika emosi Martina naik sampai ke ubun-ubun. Rasanya Martina ingin menampar dan menjambak Aya, tapi ia sadar jika kini statusnya masih tahanan kota dan harus bisa menjaga sikap. Jika sampai ia ketahuan kembali melakukan tindak kekerasan pada Aya. Sudah jelas ia akan diseret masuk ke dalam penjara.“Dasar kamu tidak tahu diri! Sundal gila, masih punya muka kamu ya keluar dan tampil di muka umum?” sindir Martina.Rasanya Aya sudah tidak tahan, semakin di pendam akan semakin pedas omongan mereka berdua.“Kenapa harus malu, aku tidak melakukan kesalahan. Apa Anda lupa Nyonya Martina? Jika status Anda saat ini masih tahanan kota? Jadi pertanyaan itu harusnya ditujukan pada Anda sendiri,” jawab Aya dengan santai seraya berdiri dan memberikan tatapan tajam pada keduanya.Shella tertawa, “W
last updateLast Updated : 2024-10-26
Read more
PREV
1
...
1112131415
...
30
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status