แชร์

65. Ini Bukan Kencan

ผู้เขียน: Inura Lubyanka
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-31 18:56:14

“K-kau bilang apa?” tukas Annelies yang berniat bangkit.

Namun, Dan Theo langsung menahan seraya berkata, “ehei! Kau mau ke mana? Aku belum selesai mencuci rambutmu.”

Annelies melirik ke atas, tapi Dan Theo malah menaikkan sebelah alis seraya menggoda. “Apa kau sekarang bersemangat untuk mandi bersama?”

“A-apa?!” sahut Annelies mengerutkan keningnya. “Siapa yang bilang setuju mandi bersama? Sudahlah, minggir. Kau sudah cukup mencucinya.”

Wanita itu ingin bangun, tapi lagi-lagi Dan Theo menahan pundaknya. Bahkan sekarang pria tersebut membungkuk hingga wajah mereka nyaris bertumbukan. Dari jarak sedekat itu, Dan Theo bisa melihat jelas pipi Annelies yang bersemu.

Dan Theo menyipitkan mata sembari mengejek. “Kau bilang tidak setuju, tapi kenapa wajahmu merah?”

Annelies berkedip. Sensasi tegang tiba-tiba merayapi perutnya saat tangan Dan Theo bergerak nakal di sekitar tali bathrope.

“Dan Theo, apa yang kau lakukan?!” Wanita itu menodong tanya seraya mencekal tangan sang suami.

Sorot mata
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Inura Lubyanka
Selamat membaca kakak-kakak
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   66. Ternyata Dia Seorang Gay?

    “Miracle Night? Apa kau bercanda?!” Annelies menodong tanya dengan tatapan tajam.Ya, itu klub malam tempat Annelies pertama kali bertemu Dan Theo. Tapi apa tujuan Dan Theo membawanya?Alih-alih langsung menjawab, sang pria justru berpaling dan menjulurkan tubuh hingga tepat berhadapan wajah dengan Annelies. Tanpa bicara apapun, Dan Theo malah melepas pengait sabuk pengaman sang istri.‘Aish, kaget!’ batin Annelies mengerjap tegang.“A-apa yang kita lakukan di sini?” tanya wanita itu menghilangkan canggung.“Ada seseorang yang harus kau temui.” Dan Theo menyahut dan lantas keluar dari mobil lebih dulu.Dia mengancingkan jas yang semula tidak terkait seraya membatin, ‘ekspresinya imut.’Benar, entah mengapa akhir-akhir ini dia senang menggoda Annelies. Terlebih saat wanita itu menampilkan wajah tegangnya.Namun, saat Annelies keluar setelah sang suami membuka pintu, matanya malah tertuju pada rumah sakit jiwa yang dulu menahannya. Hanya menatapnya dari luar, sudah membuat Annelies meri

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-01
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   67. Aku Khawatir Kau Akan Jatuh Cinta Padaku!

    *** “Aku baru tahu cara kerjamu seperti ini, Dan Theo!” tutur Annelies begitu masuk lift bersama sang suami. Dan Theo yang berdiri di sebelahnya pun menjawab, “istriku, kau boleh memakai cara apapun jika lawanmu orang licik!” Dia meraih alat perekam dari balik jasnya, lalu menyerahkan pada sang wanita. “Apa ini? Jangan bilang … kau merekam semua ucapan CEO The Golden? Termasuk pengakuannya tentang Kak Logan?!” tanya Annelies mengernyit. “Bingo!” Dan Theo menaikkan sebelah alisnya. Annelies meliriknya sambil menggenggam alat perekam itu erat. ‘Aku tidak menyangka, ternyata orang yang aku nikahi sangat cerdas!’ batinnya yang tanpa sadar tersenyum tipis. Dalam sunyi, Dan Theo tiba-tiba bertanya, “jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Annelies sadar dari lamunan dan langsung mengubah ekspresi kembali datar. “Yah … rekaman ini memang bagus untukku, tapi aku tidak akan menggunakannya sekarang untuk menjatuhkan Kak Logan. Aku ingin menyerangnya bersamaan dengan kasus penggela

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-01
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   68. Kenapa Dia Terus Bersikap Manis?

    “Ya, aku cemburu! Jadi jangan melihat pria lain seperti itu, karena aku tidak menyukainya!” Dan Theo berkata dengan tatapan tegas. Wajahnya tak menunjukan candaan. Dan itu membuat Annelies heran. Memang kenapa dia harus cemburu? Apa dia benar-benar jatuh cinta padanya? “Hei, Dan Theo—” “Kau sudah memberiku hak untuk cemburu, istriku. Jangan bilang kau melupakan itu?!” sambar Dan Theo sebelum ucapan Annelies tuntas. Ya, Annelies ingat saat insiden penusukan dirinya di mansion Langford. Mereka memang membicarakan hal serupa, bahkan dia sengaja memancing Dan Theo. Tak disangka kini malah menjadi boomerang yang menyudutkan diri Annelies sendiri. Wanita itu berdehem, tapi belum sempat menyahut, Dan Theo malah mengulurkan steak dengan garpu ke depan mulut Annelies. ‘Apa ini? Kenapa dia terus bersikap manis?!’ Annelies membatin waspada. Dia tak kunjung melahap steak tersebut, hingga memicu alis Dan Theo terangkat sebelah. Tatapannya seolah meminta Annelies agar memakannya. Sang wanita

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-02
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   69. Tukarlah dengan Nyawa

    ‘Astaga!’ batin Annelies saat melihat berita terkini dari tab. Dirinya beralih menatap pemilik Yayasan Narrow seraya bertanya, “Tuan, apa Anda tahu kalau saat ini putri Tuan Thesion hilang?” “Apa?” sahut pemilik Yayasan itu terkejut. Rupanya dia belum tahu. Begitu Annelies menyerahkan tab-nya, dia tampak prihatin. Meski beritanya baru keluar hari ini, tapi diduga putri Thesion itu sudah menghilang nyaris satu pekan. “Astaga, Tuan Thesion sangat menyayangi putrinya. Beliau pasti sedang hancur sekarang,” tutur Narrow iba. “Apa saja yang dilakukan Polisi? Kenapa sampai seminggu belum juga menemukannya, padahal orang yang hilang dari keluarga Thesion?!” Ya, Annelies pun merasa aneh. Melihat pengaruh keluarga Thesion yang cukup besar, harusnya mereka lebih cepat menemukan putrinya. ‘Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ini kasus orang hilang biasa? Atau … ada konspirasi di baliknya?!’ batin Annelies menerka dalam hati. Karena insiden ini, Annelies mungkin akan sulit meminta Thesion mendu

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-03
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   70. Adikku Terlalu Mudah Ditebak ‘Kan?

    “A-apa?!” Manik Thesion berubah selebar cakram.Sensasi tegang merayapi tubuhnya saat berkata, “A-anda bilang, saya harus menukar nyawa untuk keselamatan Secil?!”Logan langsung mencengkeram rahang Thesion. Dia menekannya hingga sang lawan bincang gemetaran.“Saya senang telinga Anda masih berfungsi, Tuan Thesion!” decaknya sinis.Baru kali ini Thesion melihat ekspresi iblis di wajah Logan. Dia pikir, orang nomor satu di keluarga Langford itu, sosok pebisnis sempurna yang tak punya cela. Tapi ternyata Logan tidak lebih dari bajingan gila!“Tuan Logan, mengapa Anda melakukan ini? Sebenarnya apa salah saya sampai Anda harus—”“Jadi Anda lebih suka putri Anda yang bisu itu mati?!” Logan segera menyambar sebelum ucapan Thesion tuntas.Thesion tercengang. Dia buru-buru menggeleng seraya berkata, “ti-tidak! Jangan bunuh Secil! Sa-saya mohon maaf, saya ceroboh, Tuan! Jangan sakiti putri saya!”“Kalau begitu Anda tahu apa yang harus Anda lakukan, bukan?” sahut Logan penuh ancaman.Tangan Thes

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-03
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   71. Kami Akan Menghabisi Orang-Orang yang Membantumu

    ***“Mohon maaf, Tuan Thesion sedang keluar,” tutur seorang Kepala Pelayan saat Annelies dan Cloe mengunjungi kediamannya.Ya, mengetahui berita tentang putri Thesion, setidaknya Annelies harus berkunjung meski sekali, untuk menunjukan simpatinya.“Apa mungkin beliau pergi ke kantor?” tanya Annelies menerka.Kepala Pelayan tadi mengerutkan keningnya, lalu menjawab, “sepertinya tidak. Saya dengar dari Sopirnya, beliau akan berkunjung ke panti asuhan? Benar, sepertinya begitu, Nona.”Seketika itu Annelies merasa iba.‘Apa mungkin Tuan Thesion sangat merindukan putrinya yang hilang, jadi beliau ingin melihat anak-anak?’ batinnya.“Baiklah, kalau begitu kami pergi. Terima kasih,” ujar Annelies memberi salam hormat.Diikuti Cloe, keduanya pun mangkir dari kediaman Thesion.Saat sampai di dekat mobil, Cloe pun bertanya, “apa Anda akan mengunjungi beliau ke panti asuhan, Direktur?”“Kabarnya Tuan Thesion sangat frustasi dengan insiden putrinya. Jika beliau keluar rumah, maka artinya kondisin

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-04
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   72. Saya Tidak Pernah Ingkar Janji

    “Sesuai janji, kami melepaskanmu dan Kakek tua itu!” Pria bermasker hitam mendecak sinis.Tubuh Annelies membeku melihat Narrow tergeletak dengan leher terpasang tali, bahkan perutnya berlumuran darah. Agaknya para antek Logan telah menusuknya puluhan kali, sebab kemeja putihnya berubah merah!“Ti-tidak, apa yang kalian lakukan padanya?!” Annelies memberang dengan manik gematar.“Jalang sialan! Bukankah kau sendiri yang membuat Kakek ini jatuh?” sahut antek Logan lainnya sambil menyeringai.Ya, tali yang menggantung Narrow adalah tali yang mengikat Annelies juga. Karena Annelies memotong tali itu, otomatis Narrow yang tergantung di atas langsung terjatuh.“Mustahil! I-ini … ini tidak mungkin!” Annelies berkata dengan nada bergetar.Maniknya pun berubah selebar piring saat menyadari pisau yang dipegangnya berlumuran darah.“Hah!” Annelies seketika menjatuhkan benda tajam itu.Tenggorokannya seolah penuh empedu. Apalagi saat dia beralih menatap Narrow yang terkapar dengan kondisi mengen

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-04
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   73. Dia Memang Pembunuh!

    ***‘Pembunuhan? Itu tidak mungkin. Mustahil Annelies terlibat pembunuhan, apalagi itu Tuan Narrow!’ batin Dan Theo tak percaya.Dia mengabaikan penyelidikan Logan, dan langsung naik taksi meluncur ke kantor polisi metropolitan Linberg usai mendapat kabar dari Cloe. Di tengah perjalanan, Dan Theo sudah tidak bisa menghubungi ponsel Annelies. Mungkin karena polisi menyita ponselnya. Sebab itu, dirinya membuka aplikasi pelacak dan terlihat bahwa ponsel sang istri memang berada di kantor polisi.‘Sebenarnya apa yang terjadi pada Annelies sampai terlibat masalah ini? Aku yakin, pasti Annelies dijebak!’ Dan Theo menerka dalam benak.Ya, dia tahu benar musuh wanita itu dan seberapa liciknya dia. Logan, dia tak segan mengirim pembunuh bayaran untuk Annelies, maka dia juga tak ragu mengirim adiknya ke penjara!Begitu tiba di kantor polisi metropolita

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-08-05

บทล่าสุด

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   330. Extra Part: Kenapa Kau Mirip Denganku?

    “Aku yang akan membawa keranjang ini untuk Bibi Cloe!” Gadis kecil itu berujar tegas. Dia berbalik, bermaksud pergi. Tapi Ditrian langsung menahan bahunya, hingga anak perempuan tadi berhenti. “Aku yang melihatnya lebih dulu. Jadi berikan padaku!” tukas Ditrian dengan tekanan di akhir katanya. Lawan bincangnya menoleh dan lantas membantah, “kau tidak dengar? Keranjang bunga untuk anak perempuan. Memang kau perempuan?!”Tangannya menepis pegangan Ditrian, lalu mengamati anak laki-laki itu sambil tersenyum miring. “Yah … karena kau merengek terus, kau memang mirip anak perempuan,” ujarnya yang lantas menyodorkan keranjang bunga itu. “Ambillah kalau kau mau!”Alih-alih meraihnya, Ditrian justru bungkam seraya memasukkan kedua tangan ke saku celana. Ya, dia pernah melihat Dan Theo melakukan itu saat bicara dengan bodyguardnya.“Anak kecil, siapa namamu?” Ditrian bertanya penasaran.“Hah! Anak kecil?!” Gadis tadi menyahut sambil merapatkan alis. “Aku saja lebih tinggi darimu. Beraninya

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   329. Extra Part: Pendamping Pengantin

    “Hah!” Annelies bergegas mendorong Dan Theo agar menjauh darinya. Meski gerakan itu tiba-tiba, tapi Dan Theo bisa menjaga keseimbangan tubuhnya hingga tak sampai terhuyung. ‘Aish!’ Pria tersebut mendesis dalam batin sambil mengusap dagunya. “Ada apa dengan wajah Mommy? Apa Mommy sakit?” Ditrian bertanya dengan polosnya saat mengamati ekspresi buncah sang ibu. Annelies seketika mengubah iras mukanya. Dia tersenyum, sambil membenarkan posisi dasi kupu-kupu kecil yang berada di kerah putranya. “Mommy tidak apa-apa, Ian,” tukas Annelies yang kini berjongkok setinggi putranya. “Oho … putra Mommy sangat tampan dengan pakaian ini!” Ya, bocah lima tahun itu memang tampak menawan. Terlebih caranya melirik dan berucap sangat mirip Dan Theo. Sungguh menggemaskan. Tangan mungil Ditrian menjulur, coba memeriksa kening Annelies di hadapannya. “Tubuh Mommy tidak panas. Mommy tidak demam,” katanya. Sial, tindakan anak laki-laki itu benar-benar di luar bayangan Dan Theo. Dia yang sejak tadi me

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   328. Extra Part: Gaun Biru Sialan

    ***San Carlo, musim semi.“Dan Theo, lihat aku. Apa gaun ini cocok untukku?” Annelies bertanya sambil menyelipkan anakan rambut ke telinga.Sang suami yang tengah menata dasi di depan cermin, lantas mengangkat pandangan. Dari pantulan kaca, jelas sekali istrinya tampak memesona. Tapi perhatian pria itu seketika terganggu, saat mengamati belahan dada Annelies yang terpampang jelas.“Ini gaun karya Fashion Designer terkenal Jenny Shu. Aku beruntung bisa mendapatkan edisi terbatas dari koleksi ‘Cinta Musim Panas’ ini!” sambung Annelies masih menantikan pendapat suaminya.Dan Theo menarik seringai tipis, lalu menimpali pelan. “Jenny Shu, ya? Sepertinya aku harus mendatangi Fashion Designer itu dan mengajarinya cara membuat pakaian dengan benar!”“Heuh? Kau bilang apa?” Annelies mengernyit karena tak mendengar kata-kata Dan Theo dengan jelas.Sang suami kini berbalik. Dia mendekati Annelies dengan raut wajah datar. Irisnya mengamati Annelies dari atas sampai bawah dengan serius.“Gaunnya

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   327. Ending: Aku Sangat Mencintaimu

    Dan Theo meraih tangan Annelies sembari berujar, “kau akan tau setelah melihatnya, istriku.”Dia pun menarik Annelies mangkir dari belakang vila Serena itu. Annelies jadi kian penasaran sebab Dan Theo membawanya keluar area vila.“Dan Theo, sebenarnya kita mau ke mana?” Annelies bertanya sambil membenarkan cardigannya yang melorot.Sang suami yang melihatnya jadi menghentikan langkah. Dia membantu wanita itu merapikan pakaiannya yang tipis. Dia menilik sampai ke kaki istrinya dan menyadari bahwa Annelies hanya mengenakan sandal rumah.Tanpa menjelaskan tempat tujuannya, Dan Theo malah berbalik lalu berjongkok di depan Annelies.“Naiklah, istriku,” katanya yang bermaksud menggendong Annelies ke punggungnya.“Aku bukan anak kecil!” sahut sang wanita tersenyum miring.Akan tetapi Dan Theo tetap mempertahankan posisi itu, hingga membuat Annelies naik ke punggungnya.“Jangan bilang aku berat!” Annelies mendecak sebelum suaminya tersebut protes.Dan Theo tersenyum miring, lalu menimpali, “si

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   326. Apa Kau Ingin Berciuman Sekarang?

    “Istriku.” Dan Theo memanggil selaras dengan langkahnya yang kini mendekati Annelies.Tangannya merengkuh pinggang wanita itu, lalu bertanya, “kau menyukainya? Karena waktunya singkat, kami hanya menata lampu-lampu yang sudah ada.”Annelies memindai sekitar, sepasang manik hazelnya berbinar melihat beberapa lampion berbentuk panjang khas Ceko yang terpajang di beberapa pagar. Ada juga yang menggantung di dekat taman. Sungguh, tempat itu semakin memukau dan suasana pun berubah hangat.“Sangat indah, suamiku.” Annelies membalas saat menoleh pada Dan Theo.“Setiap akhir musim panas, ada festival delle Lanterne. Orang-orang Ceko akan menerbangkan lampion seperti itu di pinggir pantai.” Serena yang berada di belakang, kini buka suara.Annelies beralih menatapnya, sembari bertanya, “benarkah? Aku baru mendengarnya, Ibu.”“Ya, sebab itu Ibu selalu menyiapkan banyak lampion saat mendekati hari festival. Kalian beruntung datang sebelum akhir musim panas. Nanti kita semua bisa datang ke festiv

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   325. Dia Benar-Benar Replika Ayahnya

    “Kaelus? Apa yang terjadi pada wajahnya?” Cloe berujar dengan alis bertaut. Annelies yang mengerti kecemasannya pun mundur, seraya berkata, “kalian bicaralah, kami akan masuk dulu.”Begitu lawan bincangnya mengangguk, Annelies dan yang lainnya beranjak ke dalam vila. Serena berjalan di depan sambil menggendong Ditrian.Tapi saat tiba di dekat pintu, dia lantas bicara pada anak buahnya, “tambah penjagaan di vila ini, terutama malam hari!”“Baik, Ketua!” balas anteknya sigap. Sementara di luar, Cloe menghampiri Kaelus dengan iras muka cemasnya. “Kau terluka?” katanya saat berhenti di hadapan pria tersebut.Bukannya menimpali dengan ucapan, Kaelus justru memeluk Cloe dengan hangat. Dekapannya semakin erat seakan menyalurkan seluruh rindu yang tertahan berbulan-bulan.“Kaelus, kau dengar aku? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa wajahmu jadi seperti ini?” tukas Cloe lagi.“Ehei … kita baru bertemu, tapi kau sudah mengomeliku?” sahut pria itu protes.Cloe mengembuskan napas panjang, tang

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   324. Aku Benar-Benar Menemukan Ibu

    “Dan Theo ….” Annelies berpaling pada sang suami.Maniknya yang gemetar seakan meminta kepastian pria itu bahwa dirinya tidak salah lihat.“Ya, istriku. Bukankah kau merindukan beliau?” tutur Dan Theo menaikkan kedua alisnya.Annelies mengerjap. Dia nyaris tak percaya, tapi pengelihatan dan ucapan Dan Theo benar-benar nyata.“Mari kita temui Ibu mertua!” Pria itu melanjutkan katanya sambil memandu sang istri melangkah ke depan.Mereka pun berjalan mendekati Serena yang kini berada di antara antek-antek geng Ceko. Wanita itu berdiri dengan suit putih tulang dan syal elegan yang melingkari lehernya.Benar, setelah berbulan-bulan menghilang akibat insiden penembakan di dermaga De Forte, akhirnya Serena kembali. Semua orang berpikir dirinya sudah tiada, tapi anak buah Velos berhasil menemukannya. Dan selama Annelies di Sociolla, Serena telah menerima perawatan hingga berhasil pulih.Serena menarik sudut bibirnya tipis begitu Annelies dan sang suami berhenti di hadapannya.“Lama tidak bert

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   323. Aku Sangat Merindukan San Carlo!

    “Menurutlah selagi aku belum berubah pikiran, Theodore!” Anthony berujar dengan tatapan tegas.Dan Theo tahu, mustahil jika melawan. Bahkan mungkin akan membuat posisinya dan Annelies dalam bahaya karena hal ini memang perjanjian awal.Dengan rahang berubah ketat, Dan Theo pun berujar, “baiklah, aku akan pergi bersama Annelies. Tapi Ayah harus menepati janji. Jangan pernah mengganggu kami lagi!”“Apa kau pernah melihatku berkhianat?!” sambar Anthony yang lantas meraih cerutunya.Tangan Dan Theo mengepal geram, sampai kapan pun dia tak rela meninggalkan satu putranya bersama Anthony.‘Tunggu Daddy, Dylan. Suatu hari, Daddy pasti menjemputmu!’ batin pria itu penuh tekad. Dirinya lantas menunduk hormat di hadapan sang ayah. Tanpa bertukar suara lagi, Dan Theo pun mangkir dari ruangan tersebut.Sialnya, Eugen masih menunggu di luar. Rasanya Dan Theo ingin menghajarnya, tapi Annelies pasti sudah menunggu. Dia tak akan membuang waktu untuk hal yang sia-sia.Namun, bukannya membiarkan Dan T

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   322. Perintahku yang Paling Mutlak!

    “Mohon maaf, Tuan Theodore. Tuan Eugen sudah membawa pergi bayi pertama Anda!” tukas sang Perawat menunduk.Dan Theo yang mendengarnya pun mengernyit geram. Belum juga Annelies dan dirinya menggendong bayi itu, tapi sang ayah sudah buru-buru mengambilnya. Bukankah bayi itu butuh Annelies untuk menyusu?‘Sial! Kenapa Ayah sampai bertindak seperti ini? Anak itu masih bayi dan butuh ibunya!’ batin Dan Theo meradang dalam dada.Dirinya tak sanggup menyampaikan perkara ini pada sang istri. Terlebih kondisi Annelies masih lemas. Dia tak mau wanita itu cemas, bahkan kesehatannya menurun jika memikirkan bayi pertamanya.‘Sebaiknya aku tidak membahas bayi dulu,’ geming Dan Theo dengan alis berkedut.Dia akhirnya kembali mendekati Annelies dan berupaya mengalihkan perhatian.“Istriku, para Perawat akan memandikan bayi-bayi kita dulu. Kau tenang saja, bayi-bayi kita sangat tampan dan memiliki mata yang indah sepertimu,” tutur Dan Theo merengkuh tangan Annelies.Sang wanita tersenyum binar, semba

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status