Chapter: 319. Jadi Menurutmu Dia Memang Seksi?Dan Theo yang menyadari amukan di wajah istrinya, langsung mengangkat tangan kirinya sebagai tanda penolakan pada wanita seksi tadi.“Are you serious, Sir?” tukas wanita itu seakan memberi kesempatan lagi.Entah mengapa dirinya menonjolkan payudara padat di balik bikini merahnya.Itu membuat Annelies semakin risih. Bahkan di manik hazelnya sudah menggantung amarah yang membara. Dan Theo mungkin akan sulit memadamkannya.Hingga dengan tegas, pria itu pun berkata, “sorry!”Sorot matanya yang tajam, seketika membuat wanita seksi tadi melepas pagutan. Dia lantas berlalu tanpa merasa bersalah.“Hah! Aku harus memberi pelajaran Eugen! Dia tidak bilang jika di tempat ini ada wanita seperti itu,” ujar Dan Theo tiba-tiba.Ya, dia inisiatif menjelaskan sebelum Annelies merajuk dan kesal. Terlebih suasana hati istrinya lebih sensitive akhir-akhir ini. Hanya dia yang Annelies punya. Jadi Dan Theo tak mau membuatnya sedih.Tapi bukannya menjawab, Annelies justru menggenggam garpu amat erat. Dia be
Last Updated: 2025-03-27
Chapter: 318. Tequila, Tuan?*** Di persimpangan jalan Etnea tiba-tiba pengemudi motor sport bermantel hitam mengejar Dan Theo. Dia melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan menyalip beberapa mobil yang ada di depannya. “Lebih cepat! Kita harus hentikan motor sport hitam di depan!” tukas P7 yang baru menerima perintah Eugen dari earpiece-nya.“Baiklah!” sahut K4-rekannya yang tengah mengemudi. K4 menginjak pedal gas amat dalam, memicu mobilnya melesat cepat menembus jalanan malam. Sementara P7, kini menekan tombol earpicenya, lalu berkata pada rekannya di mobil lain, “kejar bajingan itu dari berbagai sisi. Prioritas kita melindungi Big Boss dan Nyonya!”Di depan sana, pengemudi misterius tadi sudah lebih dulu mendekati Dan Theo. Dari jarak beberapa meter, dia mengeluarkan belati lipat dari sakunya dan terus memutar gas. ‘Tamatlah riwayat kalian!’ cecarnya dalam batin. Tangannya pun membelokkan setir agar lebih mepet motor Dan Theo, lalu bersiap menusuk Annelies yang duduk di jok belakang motor Harley itu. Nam
Last Updated: 2025-03-26
Chapter: 317. Ini Kencan Pertama Kita di Sociolla“Kau mau dengar?” Annelies berujar sambil tersenyum tipis. Dan Theo berkedip tak mengerti. Saat itulah Annelies merengkuh wajanya, lalu mengarahkan kembali ke perutnya. “Dia berbisik ‘kan? Aku tidak bohong,” sambung Annelies melebarkan sepasang manik hazelnya. Dan Theo menyeringai samar. Baru kali ini dia mendapati tingkah Annelies di luar kebiasaannya. Dan itu sungguh lucu. ‘Apa dia seperti ini karena bawaan bayi dalam kandungan? Hem … apa ya istilahnya?’ batin Dan Theo bertanya-tanya.“Dan Theo, kau tidak ingin bayi kita merajuk di perutku ‘kan?” tutur Annelies tiba-tiba manja. Sang suami mendongak dengan tatapan binar. Sungguh, wajah memohon istrinya benar-benar menggemaskan. Rasanya dia ingin memanggul wanita itu dan merebahkannya di ranjang. Tapi kewarasan masih menahannya. Tangan Dan Theo membelai pipi Annelies seraya berujar, “apapun keinginanmu, istriku.”Malam itu juga, Dan Theo meminta Eugen menyiapkan motor Harley yang selalu dia gunakan saat masih remaja. Ya, selain
Last Updated: 2025-03-25
Chapter: 316. Jatuhkan Senjata Anda!“Kau lihat? Ayahku tidak akan membiarkan Caligo begitu saja!” dengus Jesslyn yang diakhiri tawa ejekan. Eugen yang berada di hadapannya kembali menyelipkan pistol ke belakang pinggang. Dia tak menyangka Howard bergerak secepat itu. “Di mana dia sekarang?” tanya Eugen menyidik. “Ada di ruang tunggu mansion. Beliau ingin bertemu Big Boss, tapi saya rasa lebih baik memanggil Anda dulu,” tukas Bodyguard tadi.Eugen mengangguk paham. Dia pun beranjak dan berniat menemui orang yang dimaksud bawahannya tersebut. Namun, tiba-tiba saja Jesslyn memekik, “hei, Eugen! Jangan pergi sebelum kau melepaskanku. Hei, dasar sialan. Kau sengaja tidak mendengarku?!”Mau sekeras apapun Jesslyn menjerit, Eugen tetap tak peduli. Jika Dan Theo atau Anthony belum menurunkan perintah, Jesslyn tak akan dilepaskan. Begitu tiba di sana, rupanya Dan Theo sudah menemui orang suruhan dari Howard tersebut. ‘Hah! Ternyata yang datang Jackson Howard?!’ batin Eugen mengerjap tegang. Ya, tak disangka kakak angkat J
Last Updated: 2025-03-24
Chapter: 315. Lebih Baik Kalian Menyiapkan Pemakaman KaelusAnnelies menarik napas cekat, lalu berkata, “Ayah mertua memintaku melahirkan bayi kita di mansion Caligo. Beliau menginginkan bayi laki-laki sebagai penerus Organisasi Caligo, Dan Theo!”Mendengar itu, wajah Dan Theo langsung membeku. Tak heran, sebab Anthony bukan orang yang murah hati. Tapi ini sama halnya dengan Dan Theo melimpahkan tanggung jawab pada putranya. Akankah dia setega itu? Padahal Dan Theo sendiri sudah mengalami beragam penyiksaan yang hampir membuatnya mati.Namun, demi menjalani hidup bersama Annelies, dia harus membuat sang putra berdiri di tempatnya yang bagaikan neraka!“Saat masih di rumah sakit De Forte, Dokter sempat memeriksa kandunganku. Katanya aku mengandung dua bayi kembar, tapi Dokter belum bisa menentukan jenis kelaminnya karena saat itu usia kandungan baru masuk minggu keenam. Ayah mertua hanya mau anak laki-laki. Be-beliau bilang … akan melenyapkan bayinya jika itu perempuan, Dan Theo!” sambung Annelies dengan nada gemetar.Sebelah tangan Dan Theo ya
Last Updated: 2025-03-23
Chapter: 314. Siapa yang Mengijinkanmu Terluka?“Mari bicara setelah aku mengganti perbanmu,” tutur Annelies membujuk.Dia menggenggam tangan Dan Theo. Meski diam, tapi pria itu bisa merasakan gemetar yang istrinya sembunyikan. Jelas sekali Anthony menindasnya.Dan Theo pun mengangguk, dia ingin membuat Annelies tenang.“Baiklah, mari ke kamarku,” balas pria tersebut lembut.Mereka lantas beranjak ke tempat yang dimaksud. Begitu tiba di sana, Annelies memindai sekitar untuk beberapa saat. Rupanya design interior kamar ini tak jauh berbeda dengan tempat tinggal Dan Theo di San Carlo. Ya, Theodore Caligo memang pria yang konsisten.“Duduklah,” ujar Annelies memandu suaminya ke sofa tengah ruangan.Begitu suaminya patuh, Annelies pun meraih kotak obat dari nakas. Dia lantas membuka perban di kaki Dan Theo pelan-pelan.“Jangan dilihat, lukanya menjijikkan!” Dan Theo berujar sambil membuang pandangan ke samping.Dia memang tak ingin istrinya melihat hal-hal yang mengerikan. Akan tetapi, Annelies justru tak peduli. Dirinya bahkan menyent
Last Updated: 2025-03-23
Chapter: 127. Apa Anda Menyukai Saya?“Ah?!” Giselle sontak terkejut saat pintu mobil Lucas terbuka.Dia mengerjap dengan tatapan lebar melihat pria itu dengan penampilan berantakan. Padahal Lucas Baratheon adalah sosok yang terobsesi dengan kesempurnaan. Kini sangat aneh karena dasinya tak karuan, tapi Lucas diam saja.“Apa yang terjadi padamu, Luke?” tanya Giselle mulai menyelidik.Alih-alih menjawab, sang pria malah menutup pintu mobil belakang itu amat kasar. Benar, belum sampai Giselle membukanya tadi, Lucas lebih dulu keluar. Sorot manik elangnya memancar dingin begitu melirik Damien di sebelah Giselle. Jelas sekali tatapan seorang rival.“Oh, kau jangan salah paham. Aku dan Tuan Damien Rudwick tidak sengaja bertemu. Beliau ingin membantuku mencarimu karena kau tiba-tiba menghilang di acara dansa,” tukas Giselle menjelaskan tanpa diminta.Ya, dia takut Lucas cemburu, padahal pria itu sama sekali tak peduli.“Tuan Lucas, Anda tahu di mana Ariella?” Damien langsung menginterupsi, memicu alis Lucas berkedut sengit.“Ke
Last Updated: 2025-03-27
Chapter: 126. Jangan Pikir Bisa Berhenti Setelah Membuatku Sekacau Ini!‘Kau yang memulai ini. Jangan harap bisa mengakhirinya, tanpa kehendakku!’ batin Lucas bertekad dalam hati. Tangannya merayap ke pinggang Ariella seiring bibirnya yang mulai membalas ciuman wanita tersebut. Bahkan tiba-tiba saja, Lucas langsung mengangkat pinggul Ariella ke pangkuannya tanpa melepas pagutan. “Uhh!” Ariella tersentak kaget hingga membelalakkan mata. Namun, Lucas dengan sigap merengkuh belakang lehernya agar Ariella tak bisa menjauh. Memang sial, Ariella yang semula hanya ingin mengalihkan perhatian Lucas agar tidak memanggil Damien, malah terjebak sekarang. Wanita bergaun hitam itu menekan dada Lucas, berupaya melepas cumbuan. Buruknya, Damien kini berdiri beberapa inci di luar mobil Lucas. Dia coba menelepon Ariella, tapi panggilan itu tak kunjung diangkat. ‘Sebenarnya kau di mana, Ariella? Apa terjadi sesuatu?’ geming Damien amat cemas. Pria itu menoleh ke arah mobil Lucas, tanpa tahu wanita yang dicarinya ada di sana. Lucas jadi kesal saat tak sengaja melirik
Last Updated: 2025-03-26
Chapter: 125. Aku Ingin Membuatmu Mengingatku!‘Sial! Aku harus segera keluar!’ batin Ariella berniat membuka pintu di sebelahnya.Namun, dengan sigap Lucas menariknya lebih cepat hingga pintu itu tertutup lagi. Sebelah tangan yang menahan pintu mobil, membuat posisi pria tersebut mengungkung Ariella amat dekat. Bahkan wajahnya yang kini tepat berada di samping telinga Ariella, berubah lebih dingin.“Kali ini aku tidak akan membiarkanmu kabur.” Lucas berbisik pelan, tapi nadanya mengandung gertakan.Ariella sampai kesulitan menelan saliva dengan leher tegangnya. Akan tetapi dia tak bisa pasrah begitu saja. Dia hendak mendorong Lucas menjauh, sialnya pria bersetelan jas hitam itu tatap kukuh, bahkan sengaja merapatkan diri pada Ariella.Sang wanita tak tahan lagi, hingga langsung berbalik menghadap belakang. Sungguh sial, karena gerakan itu nyaris saja membuat wajah mereka bertumbukan.Dengan dada bergemuruh penuh amukan, Ariella lantas mendengus, “sebenarnya apa yang Anda inginkan?!”“Aku ingin membuatmu mengingatku!” sahut Lucas
Last Updated: 2025-03-25
Chapter: 124. Untuk Siapa Kau Memakai Lipstick Semerah Ini, Hem?“Mari lihat, sehebat apa kau berdansa!” Lucas berujar dengan sorot mata dinginnya. Dan itu memicu ekspresi Ariella semakin membeku. Terlebih saat tangan Lucas menyusup ke belakang pinggang Ariella, lalu menarik cepat agar lebih rapat padanya. Ariella berupaya mundur, tapi sialnya Lucas malah mendekapnya lebih erat hingga dia tak bisa bergerak. “Hah! A-apa yang Anda lakukan?!” tukas Ariella memicing tegas. Alih-alih menyahut dengan ucapan, Lucas justru menjulurkan wajah sampai tepat berada di sebelah telinga wanita itu. “Teruslah berpura-pura. Aku ingin melihat, sampai kapan kau bersandiwara, Ariella!” bisiknya pelan, tapi mengandung ancaman. Mendengar namanya terlucut dari mulut pria itu, sungguh membuat Ariella merasa aneh. Padahal dulu tak pernah sekalipun Lucas mengatakannya. Di tengah ketegangan itu, Ariella tambah tertegun saat ibu jari Lucas tiba-tiba mengusap bibirnya yang merah merona. “Ahh!” Ariella sontak melengos ke samping. Namun, gerakan mendadak tersebut malah me
Last Updated: 2025-03-24
Chapter: 123. Kami Memang Pasangan Kekasih!“Damien? Ka-kapan kau masuk?” Ariella bertanya dengan kikuk.Damien Rudwick yang berdiri tepat di belakangnya, kini melirik cermin di hadapan Ariella. Sengaja melihat penampilan Ariella yang sempurna dari pantulan kaca.“Aku sejak tadi memanggilmu, tapi kau tidak dengar,” bisik Damien selaras dengan tangannya yang menarik resleting Ariella ke atas. “Harusnya kau memanggilku jika kesulitan.”Ariella hanya bungkam sembari membuang pandangan ke depan lagi. Dia berupaya menata wajah tetap tenang, sebab Damien bisa melihatnya dari cermin. Tapi sialnya, wanita itu malah mengerjap tegang saat jari Damien tak sengaja menyentuh kulit punggungnya yang mulus. Pria itu pasti juga melihat bra hitamnya. Sungguh, Ariella benar-benar ingin kabur.‘Aku salah. Harusnya aku memanggil Jane lebih cepat!’ batinnya dengan dada berdebar was-was.Tapi detik berikutnya, Damien malah berkata, “aku tidak melihat apapun. Aku hanya ingin membantumu, Ariella.”Dia tau Ariella tidak nyaman, sebab itu dirinya mundur
Last Updated: 2025-03-23
Chapter: 122. Kalian Bisa Berkencan Dengan Tenang“Dia Paman tampan yang Ava temui di galeri seni kemarin, Mommy!” tutur Ava dengan manik berbinar cerah.Ariella pun mempersempit jarak alisnya. Dia memang mendengar bahwa wali kelas taman kanak-kanak Dalin Court membawa muridnya mengunjungi galeri. Di sekitar area tersebut, hanya Dalin Art Museum-lah galeri yang paling dekat. Ariella pikir wali kelas membawa semua murid ke sana.Namun, Ariella langsung mengernyit saat Ava menarik laci dan menunjukkan pin yang didapatnya kemarin.Dengan riangnya, Ava berkata, “ini hadiah dari Bibi yang bekerja di galeri kemarin, Mommy!”Manik Ariella kian menegang begitu menyadari logo di pin tersebut.‘Hah! Ternyata Ava datang ke Baratheon Gallery?!’ batin Ariella begitu meraih pin tadi. ‘Lalu, Paman rambut hitam yang Ava maksud … ti-tidak! Itu mustahil. Lucas Baratheon tidak pernah mengunjungi Baratheon Gallery. Bahkan ketika ibunya meninggal pun, dia tidak berbuat apa-apa! Jadi itu tidak mungkin!’Tapi semakin Ariella menyangkal, pikirannya malah di
Last Updated: 2025-03-23
Chapter: 279. S2: Ending***Malam itu River dan Adeline menghadiri pesta kemenangan di I&S Hotel. Presiden baru San Pedro itu mengundang keluarga Herakles secara khusus, sebab berhasil memenangkan pemilihan berkat andil besar River.Sebuah limosin hitam mewah berhenti di depan I&S Hotel. Dan itu menarik perhatian banyak tamu di sana. Terlebih saat River muncul menawan dengan balutan jas hitamnya. Meski mulai berumur, tapi ketampanan pria itu tetap paripurna.Dia menjulurkan tangan pada Adeline yang baru keluar dari limosinnya. Semua pasang mata juga tertuju pada wanita itu, yang tampil anggun dengan dress hitam elegan.“Astaga, mereka pasti pasangan paling serasi sepanjang abad. Meski sudah memiliki tiga anak remaja, tapi Tuan River dan Nyonya Adeline tetap bersinar!” bisik seorang perempuan yang memegang gelas wine.Teman di sebelahnya pun membalas pelan. “Kau benar. Aku benar-benar iri melihat mereka. Kapan aku punya suami seperti Tuan River? Aku sudah lelah dengan status lajang bertahun-tahun.”“Ehei! Kau
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: 278. S2: Aku Lebih Mencintaimu“Saya mohon maaf, Tuan. Saya bersalah karena menempatkan Tuan Muda Johan dalam bahaya,” tukas Siegran dengan leher tegang.Dia bersiap menerima hukuman dari River. Padahal Siegran sendiri tahu seberapa cemasnya River dengan putranya yang satu itu.Namun, alih-alih menyahut dengan kata-kata, River malah bangkit dan menatap Siegran yang diserang tegang sejak tadi.“Baguslah!” katanya yang sontak memicu Siegran mengernyit.“Ma-maaf?” Siegeran menyahut bingung.Dia mengira telinganya salah dengar, tapi saat melihat raut wajah River, agaknya tuannya tersebut memang memujinya.“Aku percaya pada penilaianmu,” tukas River yang lantas memasukan kedua tangan ke saku celananya. “Johan memang berbeda dengan Jenson. Sejak kecil, dia tumbuh di dunia yang keras, penuh darah dan beragam senjata mematikan untuk bertahan hidup. Karena itu aku tak heran kalau dia tidak bisa diam saja saat ada situasi genting.”Siegran terdiam, tapi alisnya berangsur mendapuk saat melihat seringai tipis di bibir River.
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: 277. S2: Dia Harus Merasakan Akibatnya Karena Berani Menantangku!***Berita kematian Sabrina Daniester sampai ke telinga Sebastian sehari sebelum pemilihan. Seorang asisten yang baru melaporkan berita itu, malah dilempar asbak oleh calon presiden tersebut.“Apa maksudmu, hah? Tidak mungkin Nyonya ma … tidak! Kau tidak tahu Sabrina Daniester orang seperti apa. Di wanita hebat yang punya segalanya. Ada banyak pengawal berkemampuan tinggi yang mengurusnya. Dan aku baru saja menemui Nyonya beberapa hari lalu. Mana mungkin? Mana mungkin sekarang dia mati?!” Sebastian mendengus tak percaya.Memang tak ada berita yang tersebar ke media, sebab secara resmi Sabrina Daniester masihlah tawanan yang ada di penjara.“Mo-mohon maaf, Tuan. Laporan dari penjaga yang tersisa, ada seorang pria yang menyerang Rather Hall kemarin malam,” tutur Asisten Sebastian ragu-ragu.Lawan bincangnya memicing kian berang dan lantas menimpali. “Apa kau bilang? Seorang pria? Maksudmu satu orang?!”“Be-benar, Tuan. Orang itu datang membawa jasad Tuan Frederick, lalu menghabisi beber
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: 276. S2: Aku Tidak Perlu Mengotori TangankuAlih-alih kembali ke mansion Devante, River malah membawa mayat Frederick ke mobilnya. Dia memacu kendaraan itu amat kencang menembus jalanan malam yang sepi.‘Sekarang aku akan mengakhiri semuanya. Dendam masa lalu itu harus selesai, demi Adeline dan anak-anakku!’ batin pria tersebut menatap tajam.Maniknya melirik Frederick yang tergeletak di kursi belakang.‘Dia pasti sudah lama merencanakan pembalasan dendam. Kali ini aku yang akan menyelesaikan segalanya!’ sambung River yang lantas menginjak gas kian dalam.Hingga setelah lama mengemudi, River bisa melihat bangunan megah yang dikelilingi tembok besar. Di pintu masuknya ada gerbang yang tertutup. Akan tetapi River tak peduli. Dia terus melesatkan mobilnya dan menabrak gerbang yang ada di depan. Suara gubrakan keras terdengar saat bemper mobil River menghantam gerbang itu. Hal ini membuat beberapa penjaga di sana tersentak kaget.“Sial! Orang gila mana yang berani masuk sembarangan?!” tukas salah satu penjaga di sana.Rekannya yang
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: 275. S2: Aku Terlalu Meremehkanmu“Hah, sial!” Fredercik mengumpat tajam.Alisnya mendapuk dengan seringai miring saat River menahan mata tajam belatinya dengan sebelah tangan. Ya, tanpa peduli telapak tangannya berlumuran darah, River tetap mencengkeramnya seolah itu bukanlah apa-apa.“Aku tidak akan mengampunimu!” cecarnya yang lantas memutar tangan Frederick hingga belatinya berbalik arah.Tanpa ragu, River semakin menekannya hingga benda tajam itu menusuk dada Frederick. Namun, sialnya sang sepupu dengan keras mendorongnya menjauh, hingga River tak sampai menekan belatinya terlalu dalam.“Argh, brengsek!” Frederick mengumpat keras sambil mencabut belati itu dari dadanya.Akan tetapi dirinya tak menduga bahwa di depan sana River sudah mengeluarkan pistol dan mengacungkan padanya.“Hah … aku terlalu meremehkanmu. Rupanya kau masih gesit meskipun sudah tua!” Frederick mencecar geram.Tapi tanpa menjawab apapun, River langsung melesatkan peluru pada paha Frederick. Lelaki tersebut mengernyit sambil berdiri dengan tump
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: 274. S2: Kau Akan Lenyap di Tanganku!‘Sial! Bajingan yang membawa Adeline benar-benar Frederick!’ batin River dengan amukan membengkak.Tanpa ragu, dia langsung menginjak gas dan membanting setir untuk memotong jalan. Nyaris saja mobil dari arah depan menghantamnya, tapi sang pengemudi mati-matian menginjak rem sebelum menabrak mobil River.“Dasar, bajingan sialan! Jika tidak bisa menyetir, jangan bawa mobil!” cecar pengemudi itu mengeluarkan kepala dari jendela.River tak meggubris. Di kepalanya hanya ada Adeline. Ya, River tahu seberapa gilanya Frederick. Dia sudah menyaksikan Jenson yang tergantung di atap, lantas apa yang akan dilakukan pria itu pada istrinya sekarang?“Brengsek! Aku akan membunuhnya jika menyentuh Adeline seujung rambut saja!” tukas River menatap amat tajam.Sial sekali mobil Frederick melaju amat cepat, hingga dia ketinggalan jauh. Namun, itu bukan masalah. River menginjak gas amat dalam, melaju kencang menyalip beberapa mobil yang menghalangi jalannya.‘Aish, sial! Dia pasti mau membawa Adeline k
Last Updated: 2024-12-05
Chapter: Extra Part 2: River Reiner Herakles“Putramu sangat menggemaskan. Lebih baik kau bergabung bersama mereka,” tutur Hans tersenyum saat melihat Jade menggandeng anaknya. “Jade sudah menemaninya, aku akan di sini bersama Kakek.” Anais membalas selaras dengan bibirnya yang tertarik ke atas. Meski dia bilang seperti itu, tapi Hans tahu benar bahwa cicitnya lebih membutuhkan Anais. “Bukankah Kakek sudah bilang, Jade tidak ingin putranya berakhir seperti dirinya. Jadi, kau harus membantu suamimu agar dia bisa memberikan kasih sayang yang berlimpah pada anaknya.” Mendengar nasihat Hans, kali ini Anais tak bisa bersikeras. Usai pamit pada kakek mertuanya, wanita itu pun menghampiri Jade dan sang putra yang sudah rapi dengan pakaian berkuda. “Reins!” tukas Anais menyeru. Ya, River Reiner Herakles-yang akrab disapa Reins oleh Anais itu adalah bocah lelaki kecil yang menawan dan energik. Semakin dia tumbuh besar, rupa wajahnya semakin mirip dengan Jade. “Lihat aku, Mommy! Apa aku sudah mirip Daddy?” tukas River memamerkan pen
Last Updated: 2023-10-23
Chapter: Extra Part 1: Karma***“Sebaiknya Anda berhenti minum, Tuan,” tukas seorang lelaki yang merupakan Asisten Pribadi Denver selama di Asia.“Singkirkan tanganmu, sialan!”Alih-alih menurut, Denver malah menampik tangan asistennya seraya mengumpat geram. Dia justru mengisi gelasnya dengan vodka karena pikirannya sangat semrawut. Akan tetapi, lagi-lagi asistennya menahan saat dirinya hendak meneguk minumannya.“Mengapa? Apa kau akan mengadu pada Kakek?!” decak Cucu kedua Hans tersebut.Dia merengkuh kerah sang asisten hingga wajah mereka lebih dekat. “Katakan pada Kakek, bahwa aku hanya bermain-main di sini. Laporkan saja kerjaku tidak becus dan hanya membuang waktu dengan para wanita penghibur. Bukankah itu sudah cukup untuk memenuhi laporanmu tentangku?!”“Tuan, Anda tidak boleh—”“Berisik!” Denver kembali menyambar dan lantas melepas cekalan tangan dari kerah asistennya.Dia menyabit gelas vodkanya, lantas meneguk minumannya hingga tandas. Begitu cairan memabukkan itu mengaliri tenggorokannya, pria itu m
Last Updated: 2023-10-22
Chapter: Ending: Mari Hidup Bersama Dalam Waktu Yang Lama“Dokter, bicaralah dengan jujur. Istri saya sedang dalam bahaya, tapi bagaimana bisa Anda mengatakan sesuatu yang konyol?!” Jade memberang seiring amarah perih menjalari raganya. “Mohon maaf, Tuan. Kami tidak ada pilihan lain, sebab jika kami memaksa melakukan operasi untuk mengeluarkan pelurunya, bayi dalam kandungan istri Anda bisa dalam bahaya. Namun, apabila peluru itu tidak segera dikeluarkan, nyawa istri Anda bisa terancam,” balas Dokter itu dengan raut wajah gelisah. Memang, dirinya seperti menemui jalan buntu. Dia pun tidak bisa mengambil risiko sebab ini menyangkut hidup dan mati seseorang. “Se-sebab itu, kami menyerahkan keputusan pada Anda, selaku suaminya. Apapun pilihan—” “Pilihan?!” Jade lantas menyahut sebelum ucapan tenaga medis itu tuntas. “Apa yang Anda maksud dengan pilihan, Dokter? Anda sama saja meminta saya untuk membunuh salah satu dari mereka!” Manik abu pria tersebut tampak membesar dengan getir. Dirinya sungguh tak bisa mengambil keputusan mengenai perkar
Last Updated: 2023-10-21
Chapter: Ambang Kematian: Anaisku, Istriku.Netra abu Jade membelalak selebar cakram begitu melihat peluru melesat ke dada kiri Anais. Sensasi terbakar bercampur perih, kini seolah menyobek jantung pria itu.“Tidak, Anais!” Dirinya buru-buru menuju istrinya, tapi tanpa dia tahu, Aretha malah mengarahkan pistol padanya.‘Dasar pasangan sialan! Lebih baik kalian ke neraka bersama!’ decak Adik angkat Anais itu dalam batin.Tangannya bersiap menarik pelatuk senjata apinya, tapi Carlein yang berada di belakang Jade, lebih dulu melesatkan tembakan hingga tepat mengenai lengan Aretha. Suara desingan peluru Cerlein sontak membuat semua orang tertegun, tapi Jade tanpa peduli hanya berlari pada Anais.Pria tersebut merengkuh sang istri yang masih terikat di kursi. Gelenyar merah pun merembes dari balik dress putih gading yang wanita itu kenakan. Dan begitu menyadari sang suami tiba, manik Anais pun bergetar seolah menemukan muaranya.“Jade … a-aku tahu kau akan datang. Kau pasti menemukanku di mana pun aku berada.” Anais bertutur dengan
Last Updated: 2023-10-20
Chapter: Jadi Kau Lebih Memilih Mati?***Nyaris satu jam, akhirnya Jade baru membuka ponselnya. Dan saat itu juga, keningnya mengernyit sebab ada beberapa panggilan tak terjawab dari sang istri. Dirinya yang kini berangkat menuju mansion Herakles, berupaya menelepon Anais kembali, tapi hasilnya nihil sebab istrinya tak mengangkat.“Mengapa dia tidak menerima panggilanku?” gumam Jade terserang bingung.“Mungkin saja Nyonya Anais saat ini sedang berbincang dengan Pimpinan, Tuan. Jadi Nyonya tidak sempat melihat ponselnya.” Carlein pun menyahut untuk menenangkan.Jika dipikir jernih, bisa saja itu benar, sehingga Jade pun membalas, “ya, mungkin. Terlebih lagi, Kakek sangat menantikan kelahiran bayi kami. Pasti Kakek mengajak Anais bicara banyak hal.”Jade menghela napas sembari merebahkan kepalanya di badan kursi mobilnya.‘Walau begitu, aku sangat cemas karena membiarkan Anais be
Last Updated: 2023-10-20
Chapter: Lama Tidak Berjumpa, Anais.*** “Hei, mengapa di sini tidak ada minuman?!” Cedric membanting pintu lemari pendingin dengan emosi. Sepasang matanya yang cekung tampak mengerikan di wajahnya yang berang. Dia lantas menendang kursi, sampai membuat Aretha yang sedari tadi melihat sesuatu di laptopnya menjadi terusik. “Hah, sialan! Rumah macam apa ini?! Benar-benar memuakkan!” Cedric kembali mengumpat kasar. Sang adik yang sudah tidak tahan dengan tabiat kakaknya pun menyambar, “apa Kak Cedric buta? Di sana banyak air, apa susahnya minum air itu?!” “Aku tidak butuh air, berengsek! Tapi alkohol, alkohol, sialan! Aku benar-benar stress, jadi setidaknya berikan aku bir!” Putra sulung Tigris Devante itu kembali mendengus dengan amukan berapi-api. Dia yang merupakan seorang pecandu narkotika sudah kesulitan mendapat obat terlarangnya, hingga setiap hari hanya melampiaskannya pada minuman. “Aish, sial! Ini bukan bar. Jika Kakak ingin bir, pergilah ke bar atau club malam. Jadi berhentilah mengeluh dan mengumpat, karen
Last Updated: 2023-10-18