Beranda / Romansa / Istri Pengganti Tuan CEO / Bab 2. Dimana Alina?

Share

Bab 2. Dimana Alina?

Penulis: Whitetuberose
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-20 19:49:11

Alia masih belum siap untuk menghadapi situasi seperti ini, ia betul-betul tidak menyangka, Adrian bisa mengetahuinya secepat itu,

Alia merasa malu mendengar pertanyaan Adrian, ia sangat bingung apakah Alia harus mengakui bahwa sebenarnya dirinya bukanlah Alina, namun jika ia mengakuinya maka Adrian akan mengetahui bahwa Keluarga Bratakusuma telah membohonginya, dan Alia yakin Adrian pasti akan melakukan sesuatu terhadap Keluarga Bratakusuma

Sementara Alia memikirkan bagaimana untuk menghadapi situasi ini, Adrian mengencangkan cengkeramannya di dagunya, seolah-olah ingin meremukkan semua tulangnya,

"Jawab aku" ucap Adrian dengan tatapan tajam

Alia menciut dan merasa ketakutan saat melihat tatapan membunuh di kedua mata Adrian,

"Pak... Pak Adrian, aku adalah Kakak dari Alina, kami adalah Saudara kembar, Namaku Alia Bratakusuma" ucap Alia dengan tergagap, dan hampir tidak bisa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.

Adrian akhirnya melepaskan cengkeraman tangannya pada dagu Alina, kemudian ia mengangkat tangannya untuk memijat ruang di antara kedua alisnya,

"Dimana Alina" ucap Adrian dengan suaranya yang dingin,

Alia tanpa sadar membawa lututnya ke dadanya dan menyilangkan tangannya di sekitar lututnya, ia tampak seperti mangsa yang telah terpojok, setelah mengambil napas dalam-dalam, Alia menatap Pria tampan di hadapannya lalu berbisik dengan lirih "Alina... Alina.. maaf, dia sudah kabur dari Rumah"

Adrian memicingkan matanya, lalu ia berkata "Kenapa?"

"Maaf, saya tidak tahu" jawab Alia

Alia ragu apakah ia harus memberi tahu Adrian tentang pesan yang ditinggalkan oleh Alina,

Tiba-tiba, Adrian berbalik dan duduk di kursi, lalu ia mengeluarkan sebatang rokok dari dalam sakunya kemudian menyalakannya, ia menghisap rokoknya hingga asap rokok itu mengelilinginya,

"Siapa yang memberimu keberanian untuk berpura-pura menjadi Alina, dan menggantikan Alina untuk menikah denganku?" ucap Adrian dengan mendominasi sambil melirik Alia yang masih duduk di ranjang

Alia menelan ludahnya karena merasa ketakutan dan mengepalkan tinjunnya lagi, ia berharap bahwa ia bisa menghilang begitu saja dari Ruangan ini, tapi Alia tidak memiliki pilihan lain, selain menghadapi orang yang sekarang di hadapannya dan telah menjadi Suaminya, oh salah Suami Alina.

Alia mengerahkan semua keberaniannya dan mulai menjelaskan dengan nada lembut namun tegas,

"Pak Adrian, seluruh Indonesia, bahkan beberapa negara tetangga yang merupakan kolega dari DW Holding dan BK Corp telah mengetahui mengenai rencana pernikahan antara kedua Keluarga Denaswara dan Bratakusuma, meskipun pengantinnya bukanlah Alina, namun aku juga merupakan salah satu anggota dari Keluarga Bratakusuma" ucap Alia

"Hubungan di antara dua Keluarga kita masih ada, dan saya harap Pak Adrian tetap membantu Keluarga Bratakusuma melewati krisis sesuai dengan persyaratan yang ada, jika tidak maka kedua keluarga kita akan kehilangan muka, ketika kebenaran akan pernikahan ini terungkap ke publik" lanjut Alia

"Bayangkan, jika berita ini masuk ke Headline news pada esok hari, mengabarkan tentang Tunangan Pak Adrian yang melarikan diri dari pernikahannya tersebar, kedua Keluarga kita akan menjadi bahan tertawaan seluruh Indonesia, bahkan Asia" ucap Alia lagi

Alia tahu betul bahwa ia hanya sedang mencoba peruntungannya, mungkin dengan begitu Alia bisa meyakinkan Adrian untuk tetap terus menyelamatkan BK Corp Group.

Namun ketika Adrian mendengar ucapan Alia itu, ia tidak menanggapinya, tidak ada kata ejekan, sarkasme, ataupun cibiran yang keluar dari mulutnya, sebaliknya Adrian hanya terus merokok perlahan, sambil terus menatap Wanita asing yang ada di atas ranjang.

Alia merasa sangat tidak nyaman dibawah tatapan Adrian, sehingga ia hampir tidak bisa mempertahankan kontak mata dengannya, tepat ketika ia hendak memalingkan wajahnya,

"Apa kamu bersedia menikah dengan Pria yang belum pernah kamu lihat hanya demi BK Corp Group" tanya Adrian

Alia tertegun mendengar pertanyaan Adrian, lalu ia mengencangkan cengkeramannya di seprai, seandainya saja Adrian mengetahui bahwa Alia pertama kali melihatnya ketika ia berusia tujuh tahun,

Alasan utama Alia bersedia menikah dengan Adrian menggantikan Alina adalah karena sejak saat itu Alia telah jatuh cinta pada Adrian,

Akan tetapi, Alia tahu bahwa itu hanya akan memperburuk keadaan jika ia mengungkapkan kebenaran itu pada Adrian sekarang, Alia menatap Adrian sejenak, lalu ia memilih kata-kata yang akan ia katakan selanjutnya dengan hati-hati.

"Orang tuaku telah menghabiskan separuh hidup mereka untuk membangun BK Corp Group, akan tetapi Perusahaan akan hancur dalam sekejap jika pernikahan antara dua keluarga kita menjadi gagal, dan Aku tidak bisa hanya duduk diam menonton menyaksikan hal itu terjadi" ucap Alia

Adrian mendengus "Lalu? apa kamu mengatakan bahwa aku harus menerima penipuan yang dilakukan oleh Keluargamu? apa kamu berpikir bahwa aku adalah seseorang Pria yang bisa dengan mudah ditipu?" ucap Adrian

"DW Holding akan mendapatkan keuntungan di seluruh Indonesia bahkan Asia jika Pak Adrian bersedia membantu BK Corp Group melewati krisis ini, Saat nanti Alina kembali, aku bisa bertukar tempat dengannya, dan dia akan tetap menjadi Istrimu yang sah" ucap Alia sambil mencuri pandang pada Adrian, ia mencoba mengatakan ini dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya.

Sambil menghisap rokok diantara bibirnya, Adrian menyipitkan kedua matanya untuk berpikir, bahkan kerutan di wajahnya tidak dapat mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya.

Alia melirik mata Adrian sejenak, tapi intensitas tatapan Adrian mengejutkan Alia, lalu Alia dengan cepat menundukkan kepalanya lagi.

"Apa aku terlihat seperti Pria yang akan membiarkan diriku dimanipulasi?" ucap Adrian dengan suara yang serak

Alia menggelengkan kepalanya dengan pelan

"Aku akan melakukan apa saja untukmu selama kamu tidak mengungkapkan rahasia ini" ucap Alia

"Benarkah" ucap Adrian sambil menatap Alia,

"Ya" ucap Alia dengan tegas, ketika tatapan mata Alia bertemu dengan tatapan mata Adrian

"Baiklha, apa yang bisa kamu lakukan?" ucap Adrian mencibir, nada suaranya meremehkan, namun ada tatapan penasaran di kedua matanya.

"Aku bisa memasak dan membersihkan rumah" ucap Alia

"Jika kamu tidak buta, kamu dapat melihat bahwa ada banyak pelayan di Rumah ini" ucap Adrian dengan suara yang datar

Alia terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa lagi, akhirnya, Adrian memotong kesunyian Ruangan dengan satu kata "Kemarilah"

Alia merasa sedikit tercengang, tapi ia bangkit dari tempat tidur dan perlahan berjalan menuju ke arah Adrian, semakin dekat Alia dengan Adrian, Alia menjadi semakin merasa bingung, karena Pria yang ia dekati selangkah demi selangkah ini adalah orang yang membuatnya jatuh cinta selama tujuh belas tahun

Alia berhenti di hadapan Adrian, dan bertanya dengan ragu "Pak Adrian, ada apa?"

"Aku tidak pernah mengetahui bahwa Keluarga Bratakusuma memiliki dua anak perempuan" ucap Adrian, sambil menyandarkan dirinya di kursi, lalu mengangkat dagunya dan menatap ke arahnya

"Aku tersesat ketika aku berusia tujuh tahun, jadi sepasang suami istri membawaku pulang dan membesarkanku, belakangan ini, aku baru saja bertemu kembali dengan Keluarga kandungku, jadi tidak banyak orang yang mengetahuinya" ucap Alia menjelaskan, sambil meremas jari jemarinya, Alia merasa gelisah, namun ia berusaha sebaik mungkin agar tidak terlihat gelisah.

"Kenapa mereka tidak mengumumkan identitasmu setelah kamu kembali?" tanya Adrian sambil mengangkat kedua alisnya

Alia tidak tahu bagaimana caranya ia menjelaskan kepada Adrian mengenai situasi di Keluarganya, bahwa selama tujuh belas tahun, Alina telah menjadi satu-satunya Putri dan permata dari Keluarga Bratakusuma, jadi Alina tidak terima kalau tiba-tiba saja ia memiliki seorang Kakak, namun Alia tidak mungkin bisa mengatakan hal ini, akhirnya Alia tidak menjawab pertanyaan Adrian.

 

 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 3. Kewajiban Sebagai Seorang Istri

    Adrian menggoda Alia saat melihat ekspresi rumit di wajah Alia,"Sepertinya Putri sulung dari Keluarga Bratakusuma mengalami kesulitan setelah kembali ke Rumah" ucap Adrian, Namun Alia tidak menanggapinyaAdrian tenggelam dalam pikirannya sendiri, lalu Adrian menyalakan sebatang rokok lagi, setelah itu ia menghisap rokok itu, kemudian ia meniupkan asap rokok ke wajah Alia.Alia tidak bisa menahan batuk, tapi ia berusaha untuk mengecilkan suaranya, karena ruangan itu sangatlah sunyi, tingkah laku Alia yang gugup tiba-tiba menarik perhatian Adrian, kemudian Adrian bangkit dari kursi sambil mengangkat dagu Alia, dengan sebatang rokok yang masih terselip di sela jari-jarinya"Alia" ucap Adrian kemudian"Hmm" jawab Alia dengan lembut, Alia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Adrian,"Karena kamu bersedia menikah denganku, apa kamu juga bersedia melakukan apa pun kewajiban sebagai seorang Istri?" ucap Adrian, Kedua mata Adrian seolah-olah menembus kulit Alia ketika ia berbicara.Alia suda

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-20
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 4. Bagaimana Dengan Masalah BK Corp.

    Alia mengepalkan tangannya dengan erat, ia tidak bisa membantah ucapan Adrian, lalu Alia memelototkan matanya dalam diam,Adrian melambaikan tangannya, lalu memberi isyarat pada para Pelayan untuk pergi.Semua orang membubarkan diri, meninggalkan Adrian dan Alia di Ruang Keluarga Mansion Adrian Denaswara."Kamu benar, aku memang hanyalah seorang pengganti dan barang imitasi, kamu dapat menghinaku semaumu, tapi kenapa kamu meminta pada Pelayan untuk menghinaku juga? Apa ini caramu untuk melampiaskan amarahmu?" ucap AliaAdrian memainkan korek api di tangannya dalam diam, tanpa mengalihkan tatapannya kepada Alia,"Tadi malam, aku telah memberimu kesempatan untuk menjadi Nyonya muda Denaswara yang sesungguhnya, namun kamu melewatkannya, jadi di mataku, kamu tidak lebih dari seorang Pelayan" ucap Adrian dengan ambigu, membuat Alia terkejut mendengar kata-kata Adrian."Kesempatan?.." ucap Alia, ia tidak bisa mempercayai apa yang telah didengarnya"Sebenarnya, tidak adil jika berkata demiki

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-20
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 5. Jangan memancing emosiku

    Kepala Pelayan membawanya ke Taman yang ada di Mansion itu,Sebelum si Kepala Pelayan menyuruh Alia untuk merawat tanaman, seorang Pelayan berjalan dengan membawa beberapa Pot Bunga Mawar, kemudian meletakkannya di hadapan Alia, Alia merasa senang ketika ia mengetahui bahwa ia tidak diberi pekerjaan yang terlalu sulit."Bersihkan semua mawar dalam waktu satu jam, dan pastikan semua kelopak, daun, serta batang bersih, sehingga tidak ada debu yang menempel di atasnya" ucap Kepala Pelayan sambil menunjuk ke Pot Bunga ituAlia melihat pemandangan di hadapannya dengan perasaan cemas, Ada sekitar selusin pot bunga mawar, yang membutuhkan waktu setidaknya setengah hari untuk dibersihkan secara menyeluruh, terlebih lagi semua mawar itu memiliki duri.Namun, Kepala Pelayan hanya memberinya waktu satu jam untuk menyelesaikan semua pekerjaan itu, jelas bahwa Kepala Pelayan itu sengaja membuatnya kesulitan.Namun, apa yang bisa ia lakukan? batin Alia, ia tidak memiliki pilihan selain mencoba sece

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-20
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 6. Makan siang

    Raut wajah Adrian menjadi suram, kemudian ia bangkit berdiri dan berjalan ke arah Wanita yang mirip dengan Alina itu,"Apa itu terasa sakit" tanya Adrian sambil mengangkat dagu Alia dengan jarinya yang panjangMungkin karena kelembutan suaranya, air mata seketika langsung mengalir di pipi Alia, seperti pintu air yang telah dibuka, hati Adrian mencelos ketika ia merasakan air mata yang hangat di jari-jarinya"Lambungku sakit, aku memiliki penyakit lambung kronis" ucap Alia di antara isak tangisnyaAdrian mengangkatnya ke dalam gendongannya,"Pergi dan panggil Dokter" ucap Adrian kepada Pelayan itu"Baik, Tuan" sang Pelayan itupun segera pergiAdrian berjalan ke arah meja makan dengan Alia di dalam gendongannya, dia duduk kembali di kursinya, lalu meletakkan Alia di atas pahanya seperti seorang gadis kecil, setelah menyeka wajah Alia dengan selembar tisu, Adrian mengambil beberapa makanan dengan sendok dan mendekatkannya ke bibirnya"Makanlah sesuatu" ucap Adrian.Kedua Pelayan yang ber

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 7. Adrian Denaswara Aku Mencintaimu

    Bibir Alia menganga dengan tidak percaya mendengar pertanyaan Adrian, mulutnya terasa sangat kering, ia tidak bermaksud untuk memasang pertanyaan jebakan untuk dirinya sendiri.Tanpa menunggu jawaban, Adrian terus berjalan ke depan. Untuk setiap langkah yang dia ambil ke arahnya, Alia mundur selangkah dengan perasaan cemas.Adrian mengulurkan tangannya saat melihat bagian belakang pinggang Alia yang hendak mengenai meja, lalu ia meraih pinggang ramping Alia sebelum menariknya mendekat, Adrian menundukkan kepalanya sambil menatap Alia"Jawab aku" ucap AdrianAlia hampir tidak bisa bernapas, ia bisa merasakan napas Adrian di dahinya dan membuatnya gemetaran, Alia perlahan mendongak untuk bertemu dengan tatapan mata Adrian, lalu Alia menyadari bahwa jarak di antara mata mereka hanya berjarak beberapa inci.Alia dengan cepat memalingkan wajahnya karena merasa terkejut dengan jarak mereka yang begitu dekat, Adrian memandangnya yang panik tanpa mengedipkan mata,"Aku suka berkomunikasi seca

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 8. Permintaan Maaf Endah

    "Aku tidak sedang mengatakan omong kosong, asal kamu tahu, aku adalah wanita yang dinikahi oleh Pak Adrian di hadapan penghulu, jika kamu menindasku dan memandang rendah diriku, itu berarti kamu juga memandang rendah Pak Adrian, tidakkah menurutmu dia harus menghukum seorang Pelayan yang memiliki sikap kurang ajar sepertimu?" ucap Alia dengan nada acuh tak acuh sambil melengkungkan bibirnya,Kedua mata Endah membelalak lebar, dia beralih menatap ke arah Adrian, lalu berkata dengan tergagap, "Tu... Tuan...""Minta maaf padanya" ucap Adrian dengan santai tanpa memandang EndahUntuk sesaat, Endah bertanya-tanya apa dia salah dengar, tapi kemudian dia mendengar suara dingin dan tegas itu lagi,"Jangan membuatku mengulang perkataanku sendiri" ucap AdrianMendengar kata-kata ini, Endah membuka dan menutup kedua mulutnya seperti seekor ikan mas, dia menatap majikannya dengan tatapan tidak percaya untuk jeda waktu yang cukup lama sebelum berbalik untuk menatap ke arah Alia lagi, dia dengan en

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 9. Kronologis Hilangnya Alina

    Adrian memasukkan tangannya ke dalam saku celananya kemudian mengangkat dagunya ke arah Alia, meskipun ia berdiri jauh, namun posturnya masih merendahkan,"Tidak mungkin Alina pergi begitu saja, aku akan memberimu satu kesempatan terakhir untuk mengatakan yang sebenarnya" ucap Adrian menatap tajam AliaAlia mengepalkan tangannya agar tidak gemetar, "Kenapa Adrian tiba-tiba bisa menanyakan hal ini lagi? apa dia menemukan sesuatu? Atau dia baru saja mencapai kejelasan setelah merasa tenang" batin AliaTerganggu oleh diamnya Alia, Adrian berjalan ke arah Alia dengan tatapan mata yang tajam,"Alia, apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu sedang mencoba menebak reaksiku setelah mendengar kebenaran? Atau kamu bertanya-tanya apa berbohong akan lebih baik untuk nasib keluarga Bratakusuma? Huh?" ucap Adrian dengan kesalAlia tanpa sadar menggelengkan kepalanya,"Tidak, bukan itu," ucap Alia langsung menyangkalSebenarnya, Alia sedang berpikir apakah Adrian sudah sedikit merasa tenang sejak tad

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 10. Kalian Berdua Sangat Agresif

    Alia melihat Adrian duduk sendirian dengan dua set peralatan makan di atas meja, begitu dia memasuki Ruang makan, namun Alia tidak berani berjalan ke sana dan duduk sendiriAdrian melirik wanita yang berdiri tidak jauh di belakangnya dari sudut matanya,"Duduk dan Makanlah" ucap Adrian"Oke, terima kasih" ucap Alia menjawab dengan suara yang lemah lembut sambil berjalan mendekat dan duduk bersama dengan Adrian.Suasana makan malam berlangsung dengan tenang dan hanya diselingi oleh suara mengunyah yang lembut, setelah selesai makan malam, Adrian meletakkan peralatan makannya dan bangkit untuk pergi"Pak Adrian" ucap Alia tiba-tiba, Pria itu menghentikan langkahnya, namun tidak membalikkan badannya"Aku.. aku ada janji temu dengan Temanku besok, bolehkah aku keluar untuk menemuinya" tanya Alia dengan gugup"Terserah" jawab Adrian, sambil berjalan keluar dari Ruang makan setelah memberi tanggapan yang sederhana."Pak Adrian menyuruh kami untuk mengatur sebuah Kamar di sebelah Kamar tidur

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 116. Ya, Dia Adalah Suami Yang Baik

    "Tanggalnya belum di konfirmasi" ucap Adrian menjawab dengan cepat"Meta, aku pikir mereka akan mengumumkan hubungan resmi pada hari pertunangan itu, tapi sekarang Ray masih seorang Pria single jadi jangan bersedih dulu, bukan tidak mungkin kalau terjadi sesuatu di antara mereka sebelum pertunangan itu berlangsung yang akan membuat mereka tidak jadi bertunangan bukan?" ucap Alia mencoba untuk membuat Meta tenang"Tapi kejadian apa yang mungkin akan terjadi untuk mengubah kejadian itu" ucap Meta dengan murung"Mungkin hal-hal seperti Putri dari Keluarga Limandara ternyata tidak ingin bertunangan dengannya" ucap Alia, ia tidak menyadari kalau Adrian sudah menatapnya dengan curiga ketika mendengar ucapan Istrinya itu, namun Adrian masih memperlihatkan ekspresi tenangAlia mengumpulkan keberaniannya lalu berbisik di telinga Meta "Sama seperti Alina, jika bukan karena dia melarikan diri, aku juga tidak akan menikah dengan Adrian, bukankah begitu?" ucap Alia sambil menggeserkan badannya set

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 115. Ya, Dia Akan Bertunangan

    "Yah, um... Adrian mentraktirku, jadi cepatlah kesini sekarang" ucap Alia sambil melirik Adrian sebentar lalu ia menutup mulutnya sambil berbisik di telepon "Mungkin kita bisa menanyakan sesuatu tentang Ray kepada Adrian, cepat kesini"Mendengar apa yang Alia katakan Meta langsung heboh "Oke, aku segera ke sana sekarang" ucap MetaSetelah menutup telepon, Alia meletakkan ponselnya di sudut meja, bersamaan dengan Pelayan yang mulai menyajikan hidangan yang mereka pesan, semua hidangan itu tampak sangat mewah dan lezat, menunjukkan bahwa kokinya mengerahkan semua kemampuan terbaiknya,Alia merasa kagum, tapi dia tidak menatap hidangan tersebut terlalu lama untuk menghindari rasa malu, tanpa ia sadari Adrian terus menatap Alia dari tadi lalu dia bertanya "Kamu ingin memesankan makanan untuk Temanmu atau dia pesan sendiri saja nanti?"Setelah berpikir beberapa saat Alia menjawab "Dia bisa memesan sendiri nanti ketika dia datang""Baiklah" ucap Adrian sambil menganggukkan kepalanya dengan

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 114. Meta Frustasi

    Alia melihat sekeliling interior Restaurant, tapi tidak menjawab pertanyaan Adrian, dia memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan"Aku lapar, bukankah kamu bilang kamu akan mentraktirku makan malam? apa kamu akan membiarkanku makan hanya jika aku jatuh sakit karena kelaparan?" ucap Alia sambil tersenyumSenyum Alia seolah-olah membuyarkan amarah Adrian, tapi ada beberapa kata yang tidak bisa diabaikan, Adrian melirik tangan Alia yang menggenggam tangannya, dan menemukan dia tidak mengenakan cincin kawin.Seorang Wanita yang sudah menikah tanpa cincin kawin di jarinya, membuat Adrian menjadi merasa bersalah melihatnya,Alia mengikuti arah pandangannya dan bertanya, "Apa yang sedang kamu lihat?""Kita sudah menikah, tapi kita tidak punya cincin kawin" ucap Adrian"Itu bukan masalah, aku sama sekali tidak peduli dengan hal-hal seperti itu" ucap Alia sambil mengepalkan jari-jarinya"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini padaku?" ucap Alia lagi"Kamu menginginkannya atau tidak" ucap A

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 113. Kamu Akan Menceraikanku

    Di dalam perjalanan Alia menatap Adrian yang diam sambil terkekeh pada dirinya sendiri, membuat Alia menatapnya dengan bingung"Ada apa?" ucap Alia"Kamu menganggapku sebagai Sopirmu?" ucap Adrian meliriknya sekilas dan mengutarakan pikirannya"Hah? tidak" ucap Alia mengerutkan kening ketika dia menatapnya, Alia tidak mengerti kenapa Adrian berpikir seperti itu"Lalu, mengapa kamu tidak menyapaku? kamu hanya mengencangkan sabuk pengamanmu sebelum memberitahuku bahwa kita bisa pergi sekarang, jika perilaku seperti itu tidak mengartikan bahwa kamu menganggapku sebagai Sopir, lalu apa?" ucap Adrian melanjutkan dengan tenang"Kalau begitu, bagaimana kalau aku yang mengemudikan mobil? jadi kamu tidak akan berpikir bahwa kamu adalah Sopirnya" ucap Alia"Kamu tahu aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu" ucap Alia lagi melihat Adrian tetap diamLalu Alia memandangnya dalam-dalam dan bertanya "Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu percaya bahwa aku sama sekali tidak menganggapmu sebaga

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 112. Asisten Baru

    Namun akhirnya Alia menarik napas dalam-dalam setelah Adrian benar-benar pergi, matanya tanpa sadar jatuh ke sofa tempat Adrian memeluknya barusan, pada saat itu, dia merasa sangat gugup karena dia dipaksa untuk duduk di atas kakinya untuk waktu yang lama, belum lagi pipinya memanas karena dia bahkan bisa merasakan suhu tubuh Pria itu.Bagaimana mungkin dia tidak merasa linglung ketika dia mengalami situasi seperti itu?Alia memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan adegan itu dari dalam benaknya agar imajinasinya tidak lepas kendali,Dia mulai bekerja untuk mengalihkan apa yang ada di pikirannya,Lalu ia melihat email dari departemen HRD, email itu berisi mengenai daftar CV dari beberapa kandidat yang harus dia pilih untuk menjadi Asistennya.Manager HRD, juga menanyakan apakah dia lebih suka mempromosikan Karyawan yang sudah bekerja di dalam Perusahaan atau merekrut kandidat baru, ia telah mensortir beberapa CV, baik dari internal maupun eksternal.Ta

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 111. Kamu Tidak Perlu Meminta Maaf Padaku

    Alia masih memegang dokumen itu, dan melihat bagian yang ditandatangani oleh Adrian, tapi lalu dia tersadar lalu menutup dokumen itu dan meletakkannya di hadapan Adrian, kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan berbalik, berniat untuk berjalan menuju mejaNamun, dia sangat kebingungan sampai-sampai dia secara tidak sengaja menabrak sudut meja, dan menyebabkan dirinya kehilangan keseimbangan, untungnya Adrian dengan cepat mengulurkan tangan dan menariknya ke dalam pelukannya"Mengapa kamu terlihat begitu linglung?" ucap Adrian sambil menatap Alia"Aku tidak linglung" ucap Alia mengelak sambil menatap wajah Adrian"Benarkah? lalu mengapa kamu terlihat seperti itu?" ucap Adrian sambil mengangkat alisnya"Lepaskan aku" ucap Alia sambil mendorongnya menjauhAdrian mengangkat bibirnya menjadi senyuman, lalu semakin mempererat genggamannya "Tidak" membuat Alia menjadi kesal mendengar jawaban Adrian sambil memelototinyaTidak bisa dipungkiri, memang kekuatan Pria lebih kuat daripada Wani

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 110. Penandatanganan Kontrak Kerja Sama

    "Apakah ada masalah dengan proposalnya?" ucap Alia sambil menatap Adrian dengan bingung"Duduklah di sini" ucap Adrian sambil menyuruh Alia untuk duduk di atas pangkuannya, membuat Alia membelalakkan matanya dan menatap Adrian dengan curiga, namun ketika dia hendak mengatakan sesuatu Adrian menambahkan "Ayo kita baca bersama""Apa kamu benar-benar sangat menyukaiku? sampai kamu ingin kita membaca dokumen itu bersama" ucap Alia sambil tersenyum"Hmm, mungkin ya" ucap Adrian dengan santai, membuat senyum di wajah Alia menghilang ketika mendengar jawaban yang keluar dari mulut Adrian"Bercandamu sangat tidak lucu" ucap Alia, tapi dia tetap bangkit dari tempat duduknya lalu duduk di sofa yang ada di depan meja kerjanya"Ini adalah Proposal yang telah kami buat sebelumnya, meskipun aku sendiri belum membacanya, tapi aku tahu bagaimana pentingnya kerja sama ini bagi Grup Bratakusuma, jadi Tim kami pasti akan mengerahkan yang terbaik untuk kerjasama antara Grup Bratakusuma dan Grup Denaswara

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 109. Membuat Heboh Grup Bratakusuma

    "Bukankah hal yang wajar jika aku ikut karena kita akan bekerja sama? sepertinya aku juga akan menunggu proposalmu langsung di BK Corp? jadi kita bisa langsung membahasnya nanti" ucap Adrian membuat Alia merasa tercengang Memang benar bahwa mereka akan saling bekerja sama, tapi meskipun demikian dia tidak perlu menunggu proposal itu di BK Corpkan? pikir Alia dalam hatinya Alia merasa semakin lama Adrian semakin aneh seiring waktu, dia benar-benar tidak bisa memahami Pria itu, tapi meskipun demikian, Alia tidak bisa menolaknya jika ia ingin melakukan sesuatu, dan secara naluriah akan mematuhi apapun yang diucapkan oleh Adrian Bagaimanapun juga Adrian adalah Klien penting dari Grup Bratakusuma sekarang,

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 108. Kenapa Matamu Bengkak?

    Bibir pink Alia bergerak sedikit ketika dia menggumamkan sesuatu tentang Adrian yang bersikap kekanak-kanakkan dan menyebalkan, kemudian dia juga berbaring dan melingkarkan lengannya di pinggang Pria itu sambil bersandar di dadanyaAdrian sama sekali tidak menyangka dia akan melakukan hal ini, dan bertanya-tanya mengapa dia tiba-tiba menjadi sangat antusias, lalu Alia meletakkan wajahnya di dada bidang Adrian"Adrian, aku menyukaimu, aku benar-benar menyukaimu, tapi aku tahu bahwa kamu tidak memiliki perasaan yang sama untukku" ucap Alia dengan suara lirih"Terlebih lagi, aku sangat menyadari bahwa posisi Nyonya Denaswara seharusnya bukan milikku, aku ingin mengendalikan diriku, karena aku sangat menyadarinya, aku terus menerus mengatakan kepada diriku sendiri untuk tidak terikat atau apapun itu, tapi mengapa kamu bersikap begitu baik padaku? Mengapa kamu memberikan hadiah itu padaku?" ucap Alia lagi"Aku tahu kamu akan bekerja sama dengan Grup Bratakusuma karena aku, tapi mengapa? ke

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status