Share

Bab 6. Makan siang

Penulis: Whitetuberose
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-21 18:32:42

Raut wajah Adrian menjadi suram, kemudian ia bangkit berdiri dan berjalan ke arah Wanita yang mirip dengan Alina itu,

"Apa itu terasa sakit" tanya Adrian sambil mengangkat dagu Alia dengan jarinya yang panjang

Mungkin karena kelembutan suaranya, air mata seketika langsung mengalir di pipi Alia, seperti pintu air yang telah dibuka, hati Adrian mencelos ketika ia merasakan air mata yang hangat di jari-jarinya

"Lambungku sakit, aku memiliki penyakit lambung kronis" ucap Alia di antara isak tangisnya

Adrian mengangkatnya ke dalam gendongannya,

"Pergi dan panggil Dokter" ucap Adrian kepada Pelayan itu

"Baik, Tuan" sang Pelayan itupun segera pergi

Adrian berjalan ke arah meja makan dengan Alia di dalam gendongannya, dia duduk kembali di kursinya, lalu meletakkan Alia di atas pahanya seperti seorang gadis kecil, setelah menyeka wajah Alia dengan selembar tisu, Adrian mengambil beberapa makanan dengan sendok dan mendekatkannya ke bibirnya

"Makanlah sesuatu" ucap Adrian.

Kedua Pelayan yang berdiri di samping, saling memandang dengan perasaan kaget, semua orang di Mansion itu mengetahui bahwa Adrian terobsesi dengan kebersihan ia mengidap germophobia,

Tidak ada yang diizinkan menyentuh barang-barangnya, dan dua set peralatan makan Adrian adalah produk yang dipesan khusus untuknya, satu set diletakkan di atas meja untuknya, sementara set cadangan lainnya diletakkan di Ruang penyimpanan, dan peralatan itu belum pernah di buka sebelumnya

Alia menatap tak percaya pada makanan di hadapannya, melihat betapa lembutnya Adrian, dia tidak bisa menahan air mata yang keluar dari matanya.

Alia merasa tersentuh hingga ia bahkan lupa untuk membuka mulutnya,

"Makanlah sesuatu, kamu akan merasa lebih baik" ucap Adrian dengan lembut

Mendengar ucapannya, Alia dengan patuh membuka mulutnya dan menatap Pria yang memberinya makan, setelah menelan makanan, lalu Alia mengatakan "Terima kasih, Pak Adrian" dengan tulus

Ketika mendengar Alia mengatakan itu, Adrian menegang dan raut wajahnya tiba-tiba menjadi dingin lagi, itu mengingatkan dirinya bahwa gadis dihadapannya bukanlah Alina, Alina tidak pernah berterima kasih padanya untuk apa pun.

***

"Obati lukanya, jangan sampai meninggalkan bekas luka" ucap Adrian kepada para Pelayan sambil menurunkan Alia ke lantai, kebetulan saat itu Dokterpun telah tiba

"Baik Tuan" ucap Para Pelayan itu berbarengan.

Para Pelayan membersihkan luka Alia dan membantunya untuk mandi, kemudian Dokter meresepkan beberapa obat untuknya, beberapa di antaranya adalah obat untuk dioleskan dan beberapa obat untuk diminum.

Setelah semua ini selesai, Alia berjalan tertatih-tatih ke Ruang makan, dan menatap Adrian dengan tatapan ragu,

"Pak Adrian, Kata Dokter saya harus makan tepat waktu, bolehkah saya makan siang sekarang?" ucap Alia

Raut wajah Adrian masih dingin, tetapi dia menjawab "Duduklah"

"Terima kasih" ucap Alia dengan suara yang lemah lembut

Menyadari bahwa sendok yang ia gunakan untuk makan sebelumnya masih ada di tangan Adrian, Alia mengulurkan tangan dan mengambilnya, sebelumnya ia menjelaskannya dengan malu-malu, "Aku sudah makan menggunakan sendok ini, jadi aku akan menggunakannya dibanding mengotori sendok yang lain"

Para Pelayan terperangah melihat tindakan Alia, namun Alia duduk di ujung meja yang lain dengan bahagia, dan mulai untuk makan, sama sekali tidak menyadari tatapan Pelayan lain yang sedang menghakiminya,

Alia kesulitan untuk makan sendiri, karena rasa sakit di tangannya, meski ia merasa sangat lapar, tapi ia tidak punya pilihan selain makan dengan lambat.

Adrian menatapnya dengan tenang sebelum meminta seorang Pelayan untuk membawakan peralatan makan cadangannya, kemudian, ia memakan makanannya sendiri.

Setelah makan siang, Alia bangkit berdiri lalu berkata "Aku yang akan mencuci piring"

"Apa tanganmu tidak sakit?' ucap Adrian sambil mengerutkan keningnya

"Tanganku sakit, tetapi jika aku tidak mencuci piring, aku harus melakukan pekerjaan lain yang mungkin akan lebih menyulitkan aku" ucap Alia,

Adrian hanya bisa mendengus mendengar ucapan Alia, dan itu membuat Alia tercengang, ia tidak tahu apa harus melanjutkan atau menunggu.

Untungnya, Adrian segera berbicara lagi "Karena Keluargamu telah diberi waktu dua hari, jadi kamu seharusnya beristirahat dan pulih untuk saat ini, Pada hari ketiga, aku akan mengantarmu kembali ke Rumahmu, saat itu nasibmu akan ditentukan oleh apa Alina akan muncul di hadapanku atau tidak"

Alia menggigit bibirnya dan merasa bingung harus bersikap seperti apa, "Haruskah aku berharap Alina kembali? atau tidak?" pikir Alia, ia mencuri pandang ke arah Adrian yang berwajah tampan namun terlihat dingin dan tidak memiliki ekspresi

Adrian merasa Alia sedang menatapnya, dan itu membuatnya tiba-tiba mendongakkan badannya.

Alia sangat malu ketika Adrian mendongakkan badannya, sehingga ia segera menundukkan kepalanya dan melihat ke sekeliling dengan sesantai mungkin,

Alia tidak tahu bahwa tidak ada tatapan lain selain penghinaan di kedua mata Adrian saat menatapnya.

"Alia, kamu tidak menikah denganku hanya karena Keluarga Bratakusuma, bukan?" tanya Adrian

Jantung Alia berdegup kencang, ia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Adrian,

"Apa dia sudah mencari tahu kebenarannya?" batin Alia, kemudian tanpa mengkhawatirkan lebih jauh, Alia mendongak dan bertemu dengan tatapan Adrian yang sedang menatapnya

"Tidak peduli apa alasannya, namun sepertinya itu tidak akan mengubah keputusanmu" ucap Alia dengan suara yang datar

"Itu memang benar" ucap Adrian

Alia mengatupkan bibirnya dengan erat, saat mendengarkan ucapan itu, ia berpikir sejenak,

"Pak Adrian, bolehkah aku bertanya bagaimana kamu bisa mengetahui bahwa aku bukanlah Alina?" tanya Alia

"Apa itu penting bagimu?" Adrian mencondongkan tubuh ke depan, dengan siku di atas meja, dan menyipitkan kedua matanya ke arahnya

"Ya, karena aku terlibat di dalamnya" jawab Alia

"Kalian berdua mungkin terlihat sama persis, tapi Alina memiliki tahi lalat coklat di belakang telinganya, sedangkan kamu tidak memilikinya" ucap Adrian sambil mengambil selembar tisu, Adrian menyeka tangannya dengan perlahan

Alia menyadari betapa tajamnya mata Adrian saat mendengar ucapan ini, "Apa itu karena Adrian sangat mencintai Alina, sehingga ia mengingat bahkan tanda terkecil yang ada ditubuh Alina" pikir Alia,

Alia menganggukkan kepalanya sambil menyembunyikan kekecewaan yang dia rasakan,

"Baiklah, Aku mengerti" ucap Alia

Adrian sudah bangkit berdiri saat Alia berbicara, ketika Adrian berjalan melewatinya, ia dengan tajam mengingatkan Alia "Jika Alina tidak muncul di hadapanku dalam waktu dua hari, aku tidak akan duduk dan berbicara denganmu seperti ini"

"Pak Adrian, kamu adalah seorang Pria lajang yang paling memenuhi syarat di seluruh Indonesia dan Asia, kamu tidak kalah dari siapapun, dalam hal bakat, penampilan, dan kekayaanmu, lalu kenapa kamu begitu ingin menikahi seorang wanita yang tidak ingin menikahimu?" ucap Alia dengan berani, tepat ketika Adrian meninggalkan Ruang makan

Adrian tiba-tiba berhenti saat mendengar ucapan Alia, tapi dia tidak berbalik, tanpa diketahui oleh Alia, kedua matanya berkilat tidak senang,

"Seorang wanita yang tidak ingin menikah denganku? Huh!" Adrian mengejek dirinya sendiri

Ketegangan menyelimuti seisi ruangan itu karena perdebatan Adrian dan Alia,

Setelah lima detik, Adrian berbalik dan menatap Alia, tatapan matanya kembali terlihat acuh tak acuh seperti biasanya,

"Kenapa? karena sejak aku lahir, aku selalu mendapatkan semua yang kuinginkan, tidak peduli apa, hal-hal yang kuinginkan akan menjadi milikku" ucap Adrian dengan seringai di wajahnya

Alia merasa terkejut, ia yang tidak pernah memiliki kepercayaan diri yang besar selama ini, jadi ia tidak bisa menerima atau memahami tekad kuat yang ada dalam diri Adrian.

Bulu matanya bergetar, saat Alia berjuang untuk menemukan kata-kata untuk diucapkan, Adrian mengambil dua langkah ke depan, dan mengubah topik pembicaraan

"Tapi..."

Alia melangkah mundur, karena merasa takut dengan sikap Adrian

"Apa..., apa yang salah?" tanya Alia dengan suara yang gemetar

"Alina tidak mau menikah denganku, apa kamu mengatakan bahwa kamu adalah orang yang bersedia menikah denganku?" tanya Adrian, dan pertanyaannya menusuk Alia dengan tatapan matanya yang tajam

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 7. Adrian Denaswara Aku Mencintaimu

    Bibir Alia menganga dengan tidak percaya mendengar pertanyaan Adrian, mulutnya terasa sangat kering, ia tidak bermaksud untuk memasang pertanyaan jebakan untuk dirinya sendiri.Tanpa menunggu jawaban, Adrian terus berjalan ke depan. Untuk setiap langkah yang dia ambil ke arahnya, Alia mundur selangkah dengan perasaan cemas.Adrian mengulurkan tangannya saat melihat bagian belakang pinggang Alia yang hendak mengenai meja, lalu ia meraih pinggang ramping Alia sebelum menariknya mendekat, Adrian menundukkan kepalanya sambil menatap Alia"Jawab aku" ucap AdrianAlia hampir tidak bisa bernapas, ia bisa merasakan napas Adrian di dahinya dan membuatnya gemetaran, Alia perlahan mendongak untuk bertemu dengan tatapan mata Adrian, lalu Alia menyadari bahwa jarak di antara mata mereka hanya berjarak beberapa inci.Alia dengan cepat memalingkan wajahnya karena merasa terkejut dengan jarak mereka yang begitu dekat, Adrian memandangnya yang panik tanpa mengedipkan mata,"Aku suka berkomunikasi seca

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 8. Permintaan Maaf Endah

    "Aku tidak sedang mengatakan omong kosong, asal kamu tahu, aku adalah wanita yang dinikahi oleh Pak Adrian di hadapan penghulu, jika kamu menindasku dan memandang rendah diriku, itu berarti kamu juga memandang rendah Pak Adrian, tidakkah menurutmu dia harus menghukum seorang Pelayan yang memiliki sikap kurang ajar sepertimu?" ucap Alia dengan nada acuh tak acuh sambil melengkungkan bibirnya,Kedua mata Endah membelalak lebar, dia beralih menatap ke arah Adrian, lalu berkata dengan tergagap, "Tu... Tuan...""Minta maaf padanya" ucap Adrian dengan santai tanpa memandang EndahUntuk sesaat, Endah bertanya-tanya apa dia salah dengar, tapi kemudian dia mendengar suara dingin dan tegas itu lagi,"Jangan membuatku mengulang perkataanku sendiri" ucap AdrianMendengar kata-kata ini, Endah membuka dan menutup kedua mulutnya seperti seekor ikan mas, dia menatap majikannya dengan tatapan tidak percaya untuk jeda waktu yang cukup lama sebelum berbalik untuk menatap ke arah Alia lagi, dia dengan en

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 9. Kronologis Hilangnya Alina

    Adrian memasukkan tangannya ke dalam saku celananya kemudian mengangkat dagunya ke arah Alia, meskipun ia berdiri jauh, namun posturnya masih merendahkan,"Tidak mungkin Alina pergi begitu saja, aku akan memberimu satu kesempatan terakhir untuk mengatakan yang sebenarnya" ucap Adrian menatap tajam AliaAlia mengepalkan tangannya agar tidak gemetar, "Kenapa Adrian tiba-tiba bisa menanyakan hal ini lagi? apa dia menemukan sesuatu? Atau dia baru saja mencapai kejelasan setelah merasa tenang" batin AliaTerganggu oleh diamnya Alia, Adrian berjalan ke arah Alia dengan tatapan mata yang tajam,"Alia, apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu sedang mencoba menebak reaksiku setelah mendengar kebenaran? Atau kamu bertanya-tanya apa berbohong akan lebih baik untuk nasib keluarga Bratakusuma? Huh?" ucap Adrian dengan kesalAlia tanpa sadar menggelengkan kepalanya,"Tidak, bukan itu," ucap Alia langsung menyangkalSebenarnya, Alia sedang berpikir apakah Adrian sudah sedikit merasa tenang sejak tad

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 10. Kalian Berdua Sangat Agresif

    Alia melihat Adrian duduk sendirian dengan dua set peralatan makan di atas meja, begitu dia memasuki Ruang makan, namun Alia tidak berani berjalan ke sana dan duduk sendiriAdrian melirik wanita yang berdiri tidak jauh di belakangnya dari sudut matanya,"Duduk dan Makanlah" ucap Adrian"Oke, terima kasih" ucap Alia menjawab dengan suara yang lemah lembut sambil berjalan mendekat dan duduk bersama dengan Adrian.Suasana makan malam berlangsung dengan tenang dan hanya diselingi oleh suara mengunyah yang lembut, setelah selesai makan malam, Adrian meletakkan peralatan makannya dan bangkit untuk pergi"Pak Adrian" ucap Alia tiba-tiba, Pria itu menghentikan langkahnya, namun tidak membalikkan badannya"Aku.. aku ada janji temu dengan Temanku besok, bolehkah aku keluar untuk menemuinya" tanya Alia dengan gugup"Terserah" jawab Adrian, sambil berjalan keluar dari Ruang makan setelah memberi tanggapan yang sederhana."Pak Adrian menyuruh kami untuk mengatur sebuah Kamar di sebelah Kamar tidur

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-21
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 11. Ambil Kesempatan ini

    Rahang Meta ternganga karena merasa kaget, dia langsung berdiri tegak dan menatap kedua mata Alia"Kamu, apa yang sedang kamu bicarakan? Bagaimana kamu bisa menikahi Adrian Denaswara?" tanya Meta"Ceritanya sangat panjang, ayo cari tempat makan terlebih dahulu, jadi kita bisa mengobrol disana" ajak Alia sambil menarik Meta untuk menelusuri jalan."Aku tidak percaya bahwa kamu bisa menyembunyikan berita yang begitu menarik seperti ini dariku!, kamu harus menceritakan semuanya padaku" ucap Meta sambil menatap Alia dengan tatapan tajamAkhirnya, mereka berdua berjalan ke sebuah Restaurant biasa yang sanggup mereka bayar untuk makan disana setelah menghabiskan waktu berjalan di jalan selama beberapa menit, kemudian mereka duduk dengan santai, Alia memberi tahu Meta kisah tentang bagaimana dia bisa menikahi Adrian dari awal hingga akhir, termasuk bagian tentang bertemu dengan Orang Tua kandungnya.Meta dengan patuh mendengarkan seluruh cerita dalam diam sebelum menatap Alia dengan tatapan

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-22
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 12. Rencana Adrian

    Alia melihat Adrian berdiri tidak jauh darinya begitu dia berbalik, dan Adrian sedang menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan di raut wajah Adrian, kedua mata Adrian yang tajam menusuk ke dalam diri Alia, seolah mencoba untuk membaca apa yang ada dalam pikirannya.Alia tanpa sadar mempererat genggamannya pada ponselnya, dia mengambil napas dalam-dalam lalu berjalan ke arah Adrian dan berpura-pura untuk bersikap tenang,"Pak Adrian, sudah berapa lama Anda berdiri di sini?" tanya Alia"Apa aku perlu memberitahumu?" ucap Adrian dengan sedikit mengangkat alisnya"Menguping pembicaraan orang lain bukanlah kebiasaan yang baik Pak Adrian" ucap Alia dengan lemah lembut"Bagaimana kamu tahu bahwa aku sedang menguping?" ucap Adrian sambil mencibir, kemudian ia maju selangkah dengan senyum sarkastiknyaSenyum sinis di wajah Adrian membuat Alia tiba-tiba menyadari bahwa Pria itu telah menatapnya dengan ejekan dan penuh penghinaan di matanya seperti sejak Adrian mengetahui bahwa dia

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-22
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 13. Apa Dia Masih Merupakan Istri Pengganti

    Malam itu, Adrian dan Alia duduk berhadapan di meja makan, kali ini Adrian tidak mengatakan apa-apa untuk mempermalukan Alia, dan dia hanya menyantap makanannya dalam diam.Adrian adalah orang yang makan dengan cepat, ketika dia sudah selesai makan malam kemudian ia berdiri,"Ekhem" Adrian berdeham untuk mendapatkan perhatian Alia yang tampak sedang melamun sambil mengaduk makanan yang ada di piringnya"Menurutmu, apakah Alina akan kembali besok?" tanya Adrian sambil menatap Alia,Alia mengencangkan cengkeramannya pada sendok yang ada di tangannya, dia ingin tetap diam, tapi Alia menyadari bahwa Pria ini memiliki banyak cara untuk membuatnya berbicara, jadi dia hanya menjawab dengan satu kata "Tidak""Jika dia tidak akan kembali, maka bawa KTP-mu dan datang ke Kantor Urusan Agama bersamaku untuk membuat Akta Nikah" ucap AdrianAlia tersentak kaget, kemudian mendongakkan kepalanya"Apa.. apa maksud dari ucapanmu barusan?" Alia menjawab dengan tergagap, jantungnya berpacu dengan kencang

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-22
  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 14. Apa Kamu Tidak Senang Menikah Denganku

    Setelah Asisten Adrian yang bernama Joni masuk bersama dengan penghulu, Adrian yang duduk di sofa berhadapan dengan Bimo mengulurkan tangannya kapada Bimo Bratakusuma untuk bersalaman, Bimo langsung menyambut uluran tangan Adrian itu namun ia masih tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Adrian"Om Bimo, mulai saat ini, saya kembalikan Alina Bratakusuma binti Bimo Bratakusuma kepada Anda, saya talak Alina Bratakusuma dengan sadar sesadar-sadarnya" ucap Adrian, kemudian ia meminta penghulu untuk maju sambil melepaskan tangannya, dan berbicara lagiBimo Bratakusuma dan Istrinya termasuk Alia kaget dengan apa yang dilakukan oleh Adrian, apa maksud Adrian untuk mentalak Alina seperti ini, apakah ia sudah membatalkan pernikahannya dengan Alina, dan jika itu benar berarti pernikahan antara Keluarga Denaswara dan Bratukusuma menjadi batal, yang berarti dia juga harus mengembalikan dana yang sudah ditransfer oleh Perusahaan Adrian pikir Bimo dan IstrinyaSampai kemudian, Adrian berbicar

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-22

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 116. Ya, Dia Adalah Suami Yang Baik

    "Tanggalnya belum di konfirmasi" ucap Adrian menjawab dengan cepat"Meta, aku pikir mereka akan mengumumkan hubungan resmi pada hari pertunangan itu, tapi sekarang Ray masih seorang Pria single jadi jangan bersedih dulu, bukan tidak mungkin kalau terjadi sesuatu di antara mereka sebelum pertunangan itu berlangsung yang akan membuat mereka tidak jadi bertunangan bukan?" ucap Alia mencoba untuk membuat Meta tenang"Tapi kejadian apa yang mungkin akan terjadi untuk mengubah kejadian itu" ucap Meta dengan murung"Mungkin hal-hal seperti Putri dari Keluarga Limandara ternyata tidak ingin bertunangan dengannya" ucap Alia, ia tidak menyadari kalau Adrian sudah menatapnya dengan curiga ketika mendengar ucapan Istrinya itu, namun Adrian masih memperlihatkan ekspresi tenangAlia mengumpulkan keberaniannya lalu berbisik di telinga Meta "Sama seperti Alina, jika bukan karena dia melarikan diri, aku juga tidak akan menikah dengan Adrian, bukankah begitu?" ucap Alia sambil menggeserkan badannya set

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 115. Ya, Dia Akan Bertunangan

    "Yah, um... Adrian mentraktirku, jadi cepatlah kesini sekarang" ucap Alia sambil melirik Adrian sebentar lalu ia menutup mulutnya sambil berbisik di telepon "Mungkin kita bisa menanyakan sesuatu tentang Ray kepada Adrian, cepat kesini"Mendengar apa yang Alia katakan Meta langsung heboh "Oke, aku segera ke sana sekarang" ucap MetaSetelah menutup telepon, Alia meletakkan ponselnya di sudut meja, bersamaan dengan Pelayan yang mulai menyajikan hidangan yang mereka pesan, semua hidangan itu tampak sangat mewah dan lezat, menunjukkan bahwa kokinya mengerahkan semua kemampuan terbaiknya,Alia merasa kagum, tapi dia tidak menatap hidangan tersebut terlalu lama untuk menghindari rasa malu, tanpa ia sadari Adrian terus menatap Alia dari tadi lalu dia bertanya "Kamu ingin memesankan makanan untuk Temanmu atau dia pesan sendiri saja nanti?"Setelah berpikir beberapa saat Alia menjawab "Dia bisa memesan sendiri nanti ketika dia datang""Baiklah" ucap Adrian sambil menganggukkan kepalanya dengan

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 114. Meta Frustasi

    Alia melihat sekeliling interior Restaurant, tapi tidak menjawab pertanyaan Adrian, dia memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan"Aku lapar, bukankah kamu bilang kamu akan mentraktirku makan malam? apa kamu akan membiarkanku makan hanya jika aku jatuh sakit karena kelaparan?" ucap Alia sambil tersenyumSenyum Alia seolah-olah membuyarkan amarah Adrian, tapi ada beberapa kata yang tidak bisa diabaikan, Adrian melirik tangan Alia yang menggenggam tangannya, dan menemukan dia tidak mengenakan cincin kawin.Seorang Wanita yang sudah menikah tanpa cincin kawin di jarinya, membuat Adrian menjadi merasa bersalah melihatnya,Alia mengikuti arah pandangannya dan bertanya, "Apa yang sedang kamu lihat?""Kita sudah menikah, tapi kita tidak punya cincin kawin" ucap Adrian"Itu bukan masalah, aku sama sekali tidak peduli dengan hal-hal seperti itu" ucap Alia sambil mengepalkan jari-jarinya"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini padaku?" ucap Alia lagi"Kamu menginginkannya atau tidak" ucap A

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 113. Kamu Akan Menceraikanku

    Di dalam perjalanan Alia menatap Adrian yang diam sambil terkekeh pada dirinya sendiri, membuat Alia menatapnya dengan bingung"Ada apa?" ucap Alia"Kamu menganggapku sebagai Sopirmu?" ucap Adrian meliriknya sekilas dan mengutarakan pikirannya"Hah? tidak" ucap Alia mengerutkan kening ketika dia menatapnya, Alia tidak mengerti kenapa Adrian berpikir seperti itu"Lalu, mengapa kamu tidak menyapaku? kamu hanya mengencangkan sabuk pengamanmu sebelum memberitahuku bahwa kita bisa pergi sekarang, jika perilaku seperti itu tidak mengartikan bahwa kamu menganggapku sebagai Sopir, lalu apa?" ucap Adrian melanjutkan dengan tenang"Kalau begitu, bagaimana kalau aku yang mengemudikan mobil? jadi kamu tidak akan berpikir bahwa kamu adalah Sopirnya" ucap Alia"Kamu tahu aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu" ucap Alia lagi melihat Adrian tetap diamLalu Alia memandangnya dalam-dalam dan bertanya "Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu percaya bahwa aku sama sekali tidak menganggapmu sebaga

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 112. Asisten Baru

    Namun akhirnya Alia menarik napas dalam-dalam setelah Adrian benar-benar pergi, matanya tanpa sadar jatuh ke sofa tempat Adrian memeluknya barusan, pada saat itu, dia merasa sangat gugup karena dia dipaksa untuk duduk di atas kakinya untuk waktu yang lama, belum lagi pipinya memanas karena dia bahkan bisa merasakan suhu tubuh Pria itu.Bagaimana mungkin dia tidak merasa linglung ketika dia mengalami situasi seperti itu?Alia memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan adegan itu dari dalam benaknya agar imajinasinya tidak lepas kendali,Dia mulai bekerja untuk mengalihkan apa yang ada di pikirannya,Lalu ia melihat email dari departemen HRD, email itu berisi mengenai daftar CV dari beberapa kandidat yang harus dia pilih untuk menjadi Asistennya.Manager HRD, juga menanyakan apakah dia lebih suka mempromosikan Karyawan yang sudah bekerja di dalam Perusahaan atau merekrut kandidat baru, ia telah mensortir beberapa CV, baik dari internal maupun eksternal.Ta

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 111. Kamu Tidak Perlu Meminta Maaf Padaku

    Alia masih memegang dokumen itu, dan melihat bagian yang ditandatangani oleh Adrian, tapi lalu dia tersadar lalu menutup dokumen itu dan meletakkannya di hadapan Adrian, kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan berbalik, berniat untuk berjalan menuju mejaNamun, dia sangat kebingungan sampai-sampai dia secara tidak sengaja menabrak sudut meja, dan menyebabkan dirinya kehilangan keseimbangan, untungnya Adrian dengan cepat mengulurkan tangan dan menariknya ke dalam pelukannya"Mengapa kamu terlihat begitu linglung?" ucap Adrian sambil menatap Alia"Aku tidak linglung" ucap Alia mengelak sambil menatap wajah Adrian"Benarkah? lalu mengapa kamu terlihat seperti itu?" ucap Adrian sambil mengangkat alisnya"Lepaskan aku" ucap Alia sambil mendorongnya menjauhAdrian mengangkat bibirnya menjadi senyuman, lalu semakin mempererat genggamannya "Tidak" membuat Alia menjadi kesal mendengar jawaban Adrian sambil memelototinyaTidak bisa dipungkiri, memang kekuatan Pria lebih kuat daripada Wani

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 110. Penandatanganan Kontrak Kerja Sama

    "Apakah ada masalah dengan proposalnya?" ucap Alia sambil menatap Adrian dengan bingung"Duduklah di sini" ucap Adrian sambil menyuruh Alia untuk duduk di atas pangkuannya, membuat Alia membelalakkan matanya dan menatap Adrian dengan curiga, namun ketika dia hendak mengatakan sesuatu Adrian menambahkan "Ayo kita baca bersama""Apa kamu benar-benar sangat menyukaiku? sampai kamu ingin kita membaca dokumen itu bersama" ucap Alia sambil tersenyum"Hmm, mungkin ya" ucap Adrian dengan santai, membuat senyum di wajah Alia menghilang ketika mendengar jawaban yang keluar dari mulut Adrian"Bercandamu sangat tidak lucu" ucap Alia, tapi dia tetap bangkit dari tempat duduknya lalu duduk di sofa yang ada di depan meja kerjanya"Ini adalah Proposal yang telah kami buat sebelumnya, meskipun aku sendiri belum membacanya, tapi aku tahu bagaimana pentingnya kerja sama ini bagi Grup Bratakusuma, jadi Tim kami pasti akan mengerahkan yang terbaik untuk kerjasama antara Grup Bratakusuma dan Grup Denaswara

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 109. Membuat Heboh Grup Bratakusuma

    "Bukankah hal yang wajar jika aku ikut karena kita akan bekerja sama? sepertinya aku juga akan menunggu proposalmu langsung di BK Corp? jadi kita bisa langsung membahasnya nanti" ucap Adrian membuat Alia merasa tercengang Memang benar bahwa mereka akan saling bekerja sama, tapi meskipun demikian dia tidak perlu menunggu proposal itu di BK Corpkan? pikir Alia dalam hatinya Alia merasa semakin lama Adrian semakin aneh seiring waktu, dia benar-benar tidak bisa memahami Pria itu, tapi meskipun demikian, Alia tidak bisa menolaknya jika ia ingin melakukan sesuatu, dan secara naluriah akan mematuhi apapun yang diucapkan oleh Adrian Bagaimanapun juga Adrian adalah Klien penting dari Grup Bratakusuma sekarang,

  • Istri Pengganti Tuan CEO   Bab 108. Kenapa Matamu Bengkak?

    Bibir pink Alia bergerak sedikit ketika dia menggumamkan sesuatu tentang Adrian yang bersikap kekanak-kanakkan dan menyebalkan, kemudian dia juga berbaring dan melingkarkan lengannya di pinggang Pria itu sambil bersandar di dadanyaAdrian sama sekali tidak menyangka dia akan melakukan hal ini, dan bertanya-tanya mengapa dia tiba-tiba menjadi sangat antusias, lalu Alia meletakkan wajahnya di dada bidang Adrian"Adrian, aku menyukaimu, aku benar-benar menyukaimu, tapi aku tahu bahwa kamu tidak memiliki perasaan yang sama untukku" ucap Alia dengan suara lirih"Terlebih lagi, aku sangat menyadari bahwa posisi Nyonya Denaswara seharusnya bukan milikku, aku ingin mengendalikan diriku, karena aku sangat menyadarinya, aku terus menerus mengatakan kepada diriku sendiri untuk tidak terikat atau apapun itu, tapi mengapa kamu bersikap begitu baik padaku? Mengapa kamu memberikan hadiah itu padaku?" ucap Alia lagi"Aku tahu kamu akan bekerja sama dengan Grup Bratakusuma karena aku, tapi mengapa? ke

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status