Beranda / Romansa / Dicintai Dengan Ugal-ugalan / Bab 1. Ternyata Telah Menyelamatkan Seorang Iblis

Share

Dicintai Dengan Ugal-ugalan
Dicintai Dengan Ugal-ugalan
Penulis: Any Anthika

Bab 1. Ternyata Telah Menyelamatkan Seorang Iblis

Penulis: Any Anthika
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-27 00:27:04

Lirea melangkah masuk dengan malas setelah seorang pengawal membukakan pintu kamar. Dia hanya menghela nafas saat melihat pengawal itu menutup pintu dan menguncinya dari luar.

Dia duduk di sudut ruangan dengan wajah frustasi.

Lalu pintu kamar terbuka perlahan. Shaka, dengan tubuh tinggi dan pesona yang tak bisa disangkal, berdiri di sana dengan senyuman penuh arti. Dia membawa nampan berisi makanan.

Lirea memalingkan wajahnya dan enggan untuk menatapnya.

“Makan dulu,” suara Shaka terdengar tenang tapi penuh kontrol. “Kamu pasti belum makan kan, setelah hampir seharian lari di jalanan? Nanti kamu sakit.”

Lirea mendengus pelan. “Apa pedulimu? Bukannya kamu hanya ingin aku tetap di sini, bagaimanapun keadaanku?”

Shaka mengangkat alis, sedikit tersenyum miring. “Hem.. Tepat sekali. Aku memang ingin kamu tetap di sini.”

Shaka meletakkan nampan di atas meja dengan gerakan penuh perhitungan. Lalu dia mendekat perlahan, membuat Lirea refleks menggeser duduknya. “Aku tidak mengerti kenapa kamu terus melawanku. Bukankah, lebih mudah kalau kamu menerima kenyataan?”

“Kenapa kamu melakukan ini?” Lirea akhirnya bertanya, suaranya sedikit bergetar. “Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku, Shaka?”

Shaka berjongkok di depannya, menyamakan tinggi badan mereka. Tatapannya yang gelap menelusuri wajah Lirea, seolah ingin mencari jawaban yang hanya dia sendiri yang memahami. “Aku ingin kamu menikah denganku.”

“Kamu gila!” Lirea langsung berdiri, tapi baru saja dia ingin menjauh, dia langsung ditarik oleh pria itu dan jatuh di pangkuannya.

Shaka tersenyum tipis, senyumannya itu mampmembutakan mata yang melihatnya. Tapi itu tidak bagi Lirea. Dia malah merasa muak.

“Baru seminggu aku membawamu kesini, tapi sudah berapa kali kamu kabur, hah?”

Lirea memiringkan kepalanya.

Sudah kabur berapa kali ya? Dia mengingat-ingat.

Saat pria itu berada di dekatnya, Lirea benar-benar tidak bisa memikirkan cara untuk kabur. Tapi saat pria itu tidak ada, dia akan kabur diam-diam, dan selama ini dia sudah berusaha kabur sebanyak tiga kali, tapi akhirnya usahanya lagi-lagi gagal.

Día lalu teringat perkataan Shaka, jika tanpa persetujuan darinya, maka dia tidak akan mungkin bisa pergi meninggalkan ibu kota ini, meskipun itu hanya satu langkah saja.

Melihat Lirea yang termenung dan tenggelam dalam pikirannya sendiri, Shaka menjadi kesal. Tangan besarnya itu lalu mencengkram dagu Lirea hingga membuat gadis itu hampir menangis karena kesakitan.

“Kamu sudah mencoba kabur sebanyak tiga kali, dan aku tidak ingin ini terjadi lagi untuk yang keempat kalinya," kata Shaka dengan tegas.

Lirea berusaha melepaskan tangan Shaka, tapi baru saja dia bergerak, cengkraman itu semakin kuat.

Dia kesakitan dan menatapnya sambil berkata dengan tidak jelas, "Aku tahu!! Lepaskan aku dulu. Sakit!"

Mendengar ucapan Lirea dan melihat gadis itu kesakitan, Shaka tidak menghiraukan. Dia tahu jika gadis ini sangat keras kepala. "Kamu baru ingat kalau sudah sakit ya? Kalau begitu, aku ingin kamu kesakitan saja terus!"

Lirea begitu kesal. Kalau saja dia tahu akan menjadi seperti sekarang ini, sebulan yang lalu dia tidak akan menarik Shaka yang nyaris mati karena hampir tertabrak Truk.

Seharusnya, dia membiarkan saja pria itu mati tertabrak dan hancur lebur. Siapa yang bisa menduga, kalau ternyata dia telah menyelamatkan iblis.

Shaka mendengus dan dari sudut mulutnya muncul sebuah senyuman kejam. Suaranya yang seperti setan itu pun menggema di telinga, "Kamu menyesal ya, sudah menolongku saat itu?”

“Mungkin sekarang kamu berpikir, kalau kamu membiarkan aku mati saja, kamu tidak akan terkurung begini?”

Ada ekspresi kecewa dan frustasi di raut wajah Lirea, tatapan matanya tampak kosong seperti kehilangan semangat.

"Tidak mungkin seperti itu. Meskipun tahu kalau akan jadi seperti ini, aku tetap tidak bisa membiarkan orang lain mati tanpa menolongnya.”

Lirea memang tidak pernah menganggap kalau dirinya adalah orang yang baik, tapi dia juga tidak bisa membiarkan nyawa seseorang melayang begitu saja tepat di hadapannya. Apalagi nyawa orang itu hanya bisa diselamatkan oleh uluran tangannya.

Wajah Lirea begitu cantik terlihat bersinar, seperti memancarkan sinarnya pada sekujur tubuh Shaka hingga membuat pria itu hampir gila setiap saat memikirkannya.

“Kalau begitu, hidupmu memang harus terus terikat denganku.” Kata Shaka.

Lirea tersenyum pahit, bukankah seharusnya Shaka mengucapkan kata terima kasih atau semacamnya? Memikirkan hal itu Lirea kesal dan memelototinya, “Kamu itu tidak tahu terima kasih! Sudah ditolong, tapi malah memperlakukan aku seperti ini!”

Shaka justru tertawa mendengarnya, sudut mulutnya melengkung dengan nakal. Dia tiba-tiba memeluk Lirea dan menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. Itu benar-benar membuat Lirea semakin muak.

“Kamu bilang aku tidak tahu terima kasih? Apa kamu tahu, di ibu kota ini ada banyak wanita yang ingin menikah dengan Tuan Muda Shaka ini. Begitu banyak wanita yang memujaku, tergila-gila padaku, bahkan mereka sanggup melakukan apapun hanya untuk mendapatkan cintaku. Dari sekian banyak wanita, aku hanya memilihmu untuk menjadi Nyonya Brahmana. Seharusnya ini menjadi sebuah kehormatan yang begitu besar untukmu. Aku membalas semua kebaikanmu dengan seluruh hati dan hidupku.”

Lirea menjadi semakin murung.

Apa yang dikatakan oleh Shaka memang tidak salah. Sebelumnya, saat berada di masih kota X, dia sudah mendengar sedikit tentang Keluarga Brahmana yang sangat dikenal. Tentu saja, dia hanya mendengar tentang itu sambil berlalu.

Mereka memang begitu dikenal, dikejar dan dipuja-puja oleh begitu banyak orang.

Tapi kan, yang seperti itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan dunianya?

Dulu, saat mendengar pengaruh Keluarga Brahmana, dia tidak pernah merasakan dan mengetahui secara langsung. Namun sekarang akhirnya dia merasakannya sendiri. Hanya dengan dia menelpon saja, bisa membuat seluruh sambungan telepon di ibu kota menjadi nada sibuk. Dan saat naik taksi pun, dia tiba-tiba bisa diblokir di tengah jalan tol. Dua hal itu sudah cukup untuk membuat rakyat biasa seperti dirinya menjadi ketakutan.

Lirea menghela nafasnya dan menatap Shaka dengan tajam lalu berkata, "Kamu bilang, banyak para wanita yang menyukaimu dan ingin menikah denganmu, mereka juga rela melakukan apapun. Kenapa tidak mencari mereka saja? Kenapa kamu malah menahanku? Aku itu tidak mau menikah denganmu! Tidak mau!”

Shaka hanya mengedip-ngedipkan matanya tanpa dosa setelah mendengarkan perkataan Lirea itu.

"Justru karena kamu tidak mau, makanya aku mencarimu! Aku sudah sedewasa ini. Sejak aku nasih kecil, sudah ada gadis kecil yang berisik untuk meminta dinikahkan denganku. Pokoknya, setiap kali ada wanita yang melihatku, semuanya selalu meneteskan air liurnya. Mereka begitu berharap untuk segera menelanjangi Tuan Muda ini dan menyenangkannya! Hanya kamu saja yang menghinaku! Hanya kamu yang selalu membentakku dan menolakku!”

Lirea merasa sekujur tubuhnya menjadi lemas. Apa kalau dia orang normal akan berkata seperti itu?

"Jadi, kamu mau menikah denganku, karena aku tidak menyukaimu?"

“Ya, tapi bukan hanya itu. Karena aku sangat menyukaimu. Tidak peduli kamu suka atau tidak padaku, yang penting aku suka," jawab Shaka.

________

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 2. Kamu Hanya Anak Haram!

    Sampai di usianya yang sekarang, Shaka belum pernah mendapati wanita yang tidak tertarik padanya. Hanya Lirea inilah yang menolaknya dan tidak sedikit pun tertarik pada statusnya. Ditambah lagi, gadis ini sudah menyelamatkan nyawanya. Jadi dia berpikir jika dirinya harus menjadi milik Lirea seorang. Lirea benar-benar linglung dibuat Shaka. Dia berpikir kalau Tuan Muda Shaka ini memang tidak waras. Padahal, banyak wanita yang menyukainya tetapi dia tidak menerimanya, malah memaksanya yang jelas-jelas tidak menyukainya. Apa ada masalah di otaknya? Dia merasa kalau seharusnya caranya tidak seperti ini. Melihat kelakuan Shaka, dia semakin tidak suka. Akhirnya, Lirea mengangkat kepalanya ke atas dan menatapnya, "Mana ponselku. Tolong kembalikan. Aku janji tidak akan kabur lagi. Aku hanya ingin menghubungi ibuku." Melihat Lirea yang tiba-tiba patuh begitu padanya, Shaka terlihat senang, “Kamu sendiri yang bilang kalau tidak akan kabur lagi. Kalau kamu kabur lagi, kamu tidak akan sanggup

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-27
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 3. Yang Anak Haram Itu, Aku Atau Kamu?

    "Sebutan 'anak haram' itu, pantasnya untuk aku atau untuk kamu? Kamu sudah tahu kebenarannya, kan? Tentang ayah yang mau atau tidak untuk mengakuiku, aku sudah punya cara untuk membuatnya mengakuiku. Percaya atau tidak, aku juga punya cara untuk membuat ayah bersedia memberiku uang! Karena kebetulan hari ini kita bertemu, aku akan memperingatkanmu. Tunggu saja aku dengan manis di rumah keluarga Juwanda, dalam dua hari ini aku akan pergi ke rumah itu untuk bertemu ayah dan meminta uang!”Lirea melempar tatapan arogan pada Rania. Dia lalu memalingkan kepalanya dengan percaya diri, membalikkan badannya dan kemudian melenggang pergi."Kamu tidak punya malu, Lirea! Tidak punya malu!” Rania menghentak-hentakkan kakinya dengan marah. Dia kini benar-benar kehilangan sikap elegan sebagai seorang gadis kaya raya.Lirea segera naik ke mobil dengan ekspresi yang sedikit muram. Tangan kecilnya yang putih dan indah itu mengepal dengan pupil mata hitamnya terlihat menderita dan suram.Shaka menatap

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-29
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 4. Masih Punya Anak Perempuan Satu Lagi

    Putrinya bisa menikah dengan keluarga Brahmana? Pasti setelah ini, posisinya di ibu kota ini bisa naik beberapa tingkat.Pria itu lalu segera memanggil kedua anak gadisnya dan Laras istrinya.Tomi terlihat sangat bersemangat dengan senyum lebar di hadapan Laras dan kedua anak gadisnya. Dia lalu berkata, "Nyonya Brahmana baru saja menelponku, dia bilang dua hari lagi akan datang ke rumah kita untuk melamar putri kita.""Melamar putri kita?" tanya Laras agak kebingungan. "Melamar siapa? Terus , Nyonya Brahmana itu siapa?”Laras terlihat berpikir, lalu setelah ingat sesuatu dia berkata setengah berteriak karena kaget. “Nyonya Brahmana, maksudmu, keluarga kaya raya itu?”"Iya, ya yang itu, lah! Nyonya Brahmana! Dia bilang, Tuan muda Shaka sangat menyukai anak gadis kita. Sekarang ini, dia itu sedang ada di luar negeri dan akan segera terbang kembali ke sini. Setelah dia tiba di tanah air, dia akan datang ke rumah kita untuk mengatur perjodohan dengan anak kita.""Apa?" Mendengar berita it

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-31
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 5. Ditelpon Tomi Juwanda

    "Apa maksudmu?""Kamu ternyata selama ini tinggal dengan seorang pria, ya?!"Sekarang sudah pukul sebelas malam, seorang laki-laki dan perempuan sedang berduaan. Baru saja Tomi juga mendengar dengan jelas suara pria itu. Kalau bukan tinggal bersama, lalu apalagi? Batinnya.“Tidak perlu ikut campur. Kalau memang tidak ada apa-apa, aku akan menutup teleponnya. Jangan menelponku lagi!""Lirea, tunggu sebentar!" Tomi yang ada di seberang sana segera teringat kalau ada hal penting yang perlu dibicarakan dengan Lieea, lalu segera melembutkan suaranya."Kalau ada urusan bilang saja, jangan terlalu banyak omong kosong!" Lirea berkata lagi."Aku tahu kamu sekarang ada di ibu kota. Ayo keluar besok, akú akan mengajakmu makan.""Tunggu sebentar!” Lirea buru-buru menutupi telepon dan membalikkan tubuhnya.Lirea bertanya pada Shaka yang ada di dalam kamar, "Apa kamu sudah memberitahu ibumu kalau ingin pergi ke rumah keluarga Juwanda untuk mengatur soal perjodohan?"Bukannya menjawab, Shaka hanya t

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-31
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 6. Kenapa Kamu Masih Kecil?

    Sebenarnya, Shaka orang yang lumayan baik dan asyik. Dia juga orang yang masih sangat lumayan. Menjadi pacar atau suami, semuanya merupakan pilihan yang lumayan. Tidak heran kalau banyak wanita yang tergila-gila padanya.Tiba-tiba, Shaka melempar tablet yang ada di tangannya. Tablet itu terlontar dan terbang di udara membentuk lintasan di udara parabola yang sempurna, lalu mendarat dengan mantap di atas sofa. Bersamaan setelah itu, sosok manusia yang berbadan tinggi dan besar menyelimuti Lirea dalam sekejap mata dan menekannya di atas kasur.Lirea menutup kedua matanya tanpa sedikit pun merasa gugup. Akan tetapi, Shaka menaikkan sudut mulutnya dan berkata dengan begitu arogan, "Tadi waktu melihatku, kamu seperti terpesona. Apa kamu merasa penampilanku yang menjagamu tadi terlihat sangat tampan?"Lirea memutar matanya dan menatap balik Shaka. "Soal kamu yang sangat tampan ini, seharusnya sudah ada banyak wanita yang mengatakan itu, kan? Ini adalah sebuah fakta, jadi tidak perlu untuk k

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-01
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 7. Lari Pagi Yang Menyebalkan

    Lirea tahu kalau Shaka memikirkan sesuatu yang menjijikkan tapi dia juga tidak bisa untuk protes. Dia pun cepat-cepat bangkit dan kabur masuk ke dalam kamar mandiShaka sekarang benar-benar menahan diri untuk menunggu selama 2 bulan. Dan setelah Lirea resmi berumur 18 tahun, pria itu akan memakannya. Memikirkan hal itu, Lirea jadi gemetaran. ۱Sebenarnya, Lirea bukanlah orang yang terlalu polos dan bisa menerimanya jika terjadi hubungan yang semacam itu. Hanya saja, entah bagaimana mengatakannya, menurutnya hubungan begituan harus berdasarkan perasaan sama-sama suka.Dia tidak menyukai Shaka dan itu adalah fakta. Dia bersama dengan bersama pria itu karena dipaksa. Pria itu membuatnya memasang status kalau kalau dirinya adalah gadis miliknya, padahal sejak awal dia sudah tidak bersedia. Dia juga tidak bersedia menjadi tunangannya, bahkan juga tidak bersedia untuk datang ke kota ini.Akan tetapi, keseluruhan rasa tidak bersedia yang digabung menjadi satu itu masih belum bisa sebanding

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-02
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 8. Ternyata Kencan Buta

    Saat bangun di pagi hari, Shaka akan menggoda Lirea. Dia juga bisa menonton kelakuan dan sifat keras kepala gadis itu yang tidak ingin mengakui kekalahannya dalam berlari. Hal itu benar-benar sangat membuatnya senang.Dan saat malam hari sebelum tidur pun dia akan menggoda-goda Lirea. Dia berpikir kalau sepertinya dari pagi hingga malam, dirinya benar-benar bisa memiliki mood yang bagus.Setelah jogging, kedua orang itu kembali ke rumah dan masing-masing pergi mandi.Saat sedang sarapan Shaka berkata pada Lirea, "Karena hari ini kamu ada janji bertemu dengan Tomi Juwanda, aku akan memberimu waktu satu hari untuk mempersiapkannya sendiri. Pergi berkeliling keluar juga hal yang bagus, apalagi seminggu lagi kamu akan mulai sekolah, jadi butuh mengakrabkan diri dengan ibu kota.""Oke," jawab Lirea sambil mengangguk.Setelah selesai memakan sarapan, Shaka lalu mengendarai mobilnya dan pergi keluar. Belakangan ini, dia selalu mengurus Lirea hingga tidak memiliki waktu untuk pergi ke perusah

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-02
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 9. Aku Bukan Anak Kandung Nyonya Laras!

    Tomi pun memutar kepalanya, lalu berkata pada Tuan Lesmana dan istrinya, "Sejak kecil, Lirea tidak tumbuh besar di sisiku hingga karakternya jadi sedikit suka seenaknya. Di pertemuan yang selanjutnya tidak akan begini.”Tuan Lesmana dan Istrinya, keduanya sama-sama tidak menyukai Lirea. Namun, anak mereka, Rega menyukainya. Di matanya, semua yang dilakukan oleh gadis itu begitu unik. Dia sudah dibuat kagum oleh karakter gadis itu.Rega pun duduk bersama dengan Lirea dan segera menyerahkan menu padanya sambil berkata, "Apa pun yang ingin kamu makan, pesan saja."Lirea menyapukan pandangannya pada menu dan wajah menunjukkan keceriaan. Dia lalu menatap Rega dengan bahagia dan berkata, "Di menu ini ada begitu banyak makanan yang sebelumnya belum pernah aku makan dan semuanya berharga mahal. Apa aku benar-benar bisa memesan sesukaku?"Melihat Lirea yang tersenyum, hati Rega meleleh. "Tentu saja, pesanlah sesukamu!"Senyum manis Lirea pun terlukis di wajahnya, dia terkesima karena Rega begi

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03

Bab terbaru

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 60. Deklarasi Perang Antara Lirea dan Mereka

    Saat itu juga, Lirea langsung berlari ke pelukan Shaka dan memeluknya dengan sangat erat, bahkan dia tidak ingin melepaskannya barang sejenak.Air mata masih menggantung di bulu matanya yang lentik. Kali ini, mata besar itu menunjukkan kepanikan luar biasa dengan jantung yang berdebar keras. Sejauh ini, dia sama sekali belum bisa tenang.Sementara Shaka memeluknya dengan perasaan sakit hati. Meskipun dia menikmati penampilan lembut dan imut dari ketergantungan Lirea padanya saat ini, tapi dia juga merasa tertekan.Dari sudut matanya, dia melihat Dani dan Rendra yang berbaring di tanah dengan ekspresi gembira, membuat amarahnya sedikit tersulut.Melihat gadis kecilnya menangis ketakutan, bagaimana bisa mereka justru tampak bahagia?Meskipun sebenarnya... dia sendiri juga merasa seperti itu!Tapi dia sama sekali tidak bisa membiarkan kekasihnya tahu. Jika tidak, entah bagaimana gadis itu akan membuat perhitungan padanya."Tenanglah, tenanglah. Tidak apa-apa. Alex tidak akan menggigit,

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 59. Panik!

    Shaka melirik mata kekasihnya yang tampak cerah, "Yah, setiap tahun kami akan datang untuk bermain-main."Mendengar itu, mata Lirea menjadi lebih cerah, "Tolong bawa aku, ajaklah aku! Ajaklah aku saat bermain-main yaaa!"Dia paling suka bermain dengan Shaka. Terakhir kali saat menyelamatkan Shaka di Kota X, Shaka memberinya banyak hadiah tetapi Lirea tidak menginginkannya. Alhasil, dia menghentikannya di depan pintunya setiap hari, menyeretnya ke dalam mobil dan membawanya terbang ke luar negeri selama beberapa hari.Bungee jumping, terjun payung, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Permainan yang benar-benar memicu adrenalin.Oleh karena itu, meskipun dia tidak berdaya untuk semua jenis perlakuan tirani Shaka, tapi dia bersemangat setiap kali Shaka membawanya keluar untuk bermain.Mendaki gunung mungkin dianggap pekerjaan berat di mata orang lain, tapi bagi Lirea ini sangat menarik.Tidak bisa dipungkiri jika dia paling suka saat diajak bermain dengan Shaka.Tak lama, Shaka me

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 58. Mulai Mendaki

    Marah!Murka!Saking marahnya, dia bahkan memiliki dorongan untuk menguliti seseorang!Shaka pasti sangat murah hati untuk mengakui jika dia cemburu!Gunung biša terbalik dan bumi berguncang!Dia marah!Marah setengah mati!Namun, Shaka tidak akan menanyakan apa pun pada Lirea. Dia bukan orang bodoh. Pukul berapa sekarang? Bukankah mempertanyakannya sama saja dengan mengungkit keberadaan pria di hadapannya lagi?Dia juga tidak memiliki masalah mental! Selain itu, Shaka dapat melihat jika Lirea telah berusaha untuk melupakannya. Dalam hal ini, kenapa dia harus menyebut pria di depan gadis itu untuk kepentingan dirinya sendiri?Tak bisa dipungkiri jika biasanya Shaka terlihat sombong dan angkuh, tidak bisa menyembunyikan sesuatu, dan tidak ada yang bisa ditutupi darinya. Namun, jika dipikir-pikir dengan hati-hati, Shaka dapat berdiri tegak di ibu kota dan memiliki gelar "Tuan Muda", jelas itu bukan hanya karena latar belakang keluarganya, tetapi juga sarana, keberanian, dan otaknya send

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 57. Masa Lalu

    Rendra hanya merasa, ketika dia mendengar penegasan dari Shaka ini, sesuatu di hatinya seperti tiba-tiba terkoyak.Kenapa Lirea?Kenapa harus Lirea?Sebenarnya pemikiran itu hanya terlintas di benaknya, tetapi tiba-tiba dia menanyakannya begitu saja, bahkan dia sendiri sama sekali tidak menyadarinya.Sementara Shaka juga sempat terhenyak dengan pertanyaan yang diajukan Rendra, namun setelahnya dia tersenyum tanpa daya. Ya, hanya senyuman. Senyuman yang bahkan lebih cerah dan murni daripada sinar bulan di langit."Aku sendiri juga tidak yakin kenapa harus dia. Yah... ini seperti setiap kali kamu mendesain game baru, kamu selalu harus membuat NPC terpenting untuk Peri Bungamu. Sebelumnya, aku juga bertanya kenapa kamu harus memilihnya, tapi saat itu kamu juga sangat keras kepala dan mengatakan kalau pengisi suara itu Harus dirinya. Hanya dia yang cocok. Sekarang, tiba-tiba aku dapat memahami perasaanmu. Begitulah aku sekarang."Diam.Rendra hanya bisa terdiam.Betapa pentingnya Peri Bun

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 56. Sangat Sesuai Seleraku

    Lirea hanya bergumam dalam pelukan Shaka, suaranya lembut dan imut.Shaka menyukai suaranya saat dia sedang bingung. Suaranya terdengar renyah dan indah, bahkan terdengar tajam dan murni di saat yang bersamaan. Ini berbeda dari yang biasa dia lakukan, yang mampu meluluhkan hati Shaka.Bahkan Shaka masih bisa memikirkan.Ketika mereka benar-benar mulai melakukan malam pertama nanti, betapa indah suara erangannya Lirea. Itu akan sulit untuk dihentikan, bukan?Saat memikirkan ini, Shaka merasakan bagian bawah perutnya menegang. Seketika itu juga dia mengutuk dirinya sendiri.Tapi melihat gadis itu dalam pelukannya dengan napas teratur dan tak berdaya, ini benar-benar menggemaskan. Shaka merasa dirinya begitu menderita dan tersiksa melihat ini semua!"Sayangku, kapan kamu bisa tumbuh dewasa…?" Shaka hanya bisa mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja tanpa biša protes.Dia benar-benar tersiksa setengah mati!Faktanya, dia benar-benar merasakan itu. Apa yang terjadi dua bulan sebelumnya atau d

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 55. Malam Ulang Tahun

    Shaka berbalik menatapnya dengan tatapan yang tak kalah lembut. Lampu di ruangan itu telah padam, hanya cahaya lilin hati merah bertanda "22" di kue yang menerangi ruangan itu.Lalu Shaka menyentuh kepala Lirea dengan tatapan penuh kasih yang tak berujung."Bukan tugas laki-laki untuk membuat permohonan."Karena sebenarnya perayaan dengan kue hari ini hanya untuk membuat Lirea bahagia.Lirea tertegun sejenak, "Lilin sudah dinyalakan. Ayo buatlah permohonan.""Kalau begitu, bantu aku membuatnya.""Ini hari ulang tahunmu, bukan ulang tahunku. Bagaimana bisa aku membuatnya untukmu?""Kamu akan menjadi istriku nantinya dan keinginanmu adalah keinginanku juga. Ayo, buatlah permohonan!"Akhirnya, Lirea hanya duduk dengan tangan menengadah dan benar-benar mulai membuat permohonan. Segera setelah membuka matanya, dia menatap Shaka, "Kita tiup sama-sama."Mata Shaka tetap menunjukkan kelembutan yang dalam, "Oke."Saat lilin padam, ruangan menjadi gelap. Seketika, Lirea ditarik dari kursinya da

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 54. Dikalahkan Lirea

    Melihat ruam merah di wajahnya malam itu, sebenarnya Shaka juga ketakutan. Tapi sekarang dia dapat melihat bahwa gadis itu sangat manis. Wajahnya sangat putih dan lembut, dan tidak ada cacat sama sekali.Tapi ruam di wajahnya, meski mengejutkan, sebenarnya juga cukup indah.Mungkin setelah ini, dia bisa menumbuhkan beberapa bintik merah di wajahnya, dan yang pasti akan terlihat sangat menarik.Jika saja Lirea tahu apa yang sedang dipikirkan Shaka saat ini, dia yakin dirinya pasti akan muntah darah. Mana ada pria yang menyukai bintik-bintik di wajah kekasihnya?Sepertinya hanya Shaka saja yang benar-benar memiliki pemikiran aneh seperti itu!Untuk beberapa saat, Shaka terus memeluk Lirea dan berusaha keras untuk membujuknya. Dia juga mengoleskan salep di tubuh Lirea, lalu meraih tangannya, "Sudah hampir jam sebelas. Ayo kita main game dan potong kue tepat di jam dua belas."Mendengar itu, Lirea mengerutkan bibirnya, "Oh."Ketika turun, dia tidak lagi menutupi wajahnya karena penampilan

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 53. Diolok-olok

    Seketika itu juga Lirea memelototi Dani. Jika dipikir-pikir, ini juga salah Dani.Jika dia tidak mengeluh dan mengadu pada Shaka, Lirea tidak akan berpura-pura menderita dan menangis dengan getir, dan dia tidak akan mengatakan tentang keinginannya makan kepiting.Jika dia tidak mengatakannya, tentu saja Shaka tidak akan mengajaknya makan kepiting.Tidak akan ada tumis kepiting, tidak akan ada kacang, yang terpenting tidak akan ada alergi! Itu tidak akan merusak wajahnya!Semua ini disebabkan oleh Dani.Ketika Lirea menatapnya, di balik lapisan kacamata hitam itu, Dani bisa merasakan bagian belakangnya dingin!"Aahh..."Tiba-tiba, Lirea berteriak karena syal di kepalanya ditarik oleh Shaka yang ada di belakangnya, dan dia mengerutkan dahi, "Anak manis, Dokter Lia mengatakan kalau kulitmu perlu bernapas. Tidak ada orang luar di sini, jadi kamu bisa membukanya!""Aaah, tidak mau!"Namun, sudah terlambat. Tidak hanya syalnya yang ditarik oleh Shaka, kacamata hitamnya juga dilepas oleh pri

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 52. Seperti Nenek Sihir Penipu!

    Setelah Shaka menelepon, Rendra berdiskusi dengan Dani, "Shaka benar-benar ingin bermain-main dengan kita. Jelas, dia ingin mendamaikan hubungan antara kita dan wanitanya. Dia sengaja melakukannya. Dia sengaja memberikan penekanan pada kita arti penting Lirea bagi dirinya!"Rendra mengatakannya dengan tatapan yang dalam."Katakan pada Shaka kita akan pergi ke gunung barat. Dani, kali ini bawa Alex bersamamu."Awalnya, Dani masih biasa saja mendengar lokasi yang disebut Rendra, namun begitu Rendra mengatakan membawa-bawa Alex, seketika itu juga hatinya bergetar.Rendra pasti ingin melakukan sesuatu!Dengan hati-hati Dani berkata, "Apa kamu akan bertindak kejam? Alex, aku khawatir dia tidak tahan...""Dia," Orang itu adalah musuh wanita! Saat itu mereka akan menunjukkan bagaimana wajah asli Lirea, lalu akan melihat apa Shaka akan berpaling darinya atau tidak?"Beri dia pelajaran, dan lihat apa dia masih berani membuat masalah di depan Shaka," cibir Rendra sembari menyeringai samar.Dani

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status