Home / Romansa / Dicintai Dengan Ugal-ugalan / Bab 4. Masih Punya Anak Perempuan Satu Lagi

Share

Bab 4. Masih Punya Anak Perempuan Satu Lagi

Author: Any Anthika
last update Last Updated: 2025-01-31 09:14:49

Putrinya bisa menikah dengan keluarga Brahmana? Pasti setelah ini, posisinya di ibu kota ini bisa naik beberapa tingkat.

Pria itu lalu segera memanggil kedua anak gadisnya dan Laras istrinya.

Tomi terlihat sangat bersemangat dengan senyum lebar di hadapan Laras dan kedua anak gadisnya. Dia lalu berkata, "Nyonya Brahmana baru saja menelponku, dia bilang dua hari lagi akan datang ke rumah kita untuk melamar putri kita."

"Melamar putri kita?" tanya Laras agak kebingungan. "Melamar siapa? Terus , Nyonya Brahmana itu siapa?”

Laras terlihat berpikir, lalu setelah ingat sesuatu dia berkata setengah berteriak karena kaget. “Nyonya Brahmana, maksudmu, keluarga kaya raya itu?”

"Iya, ya yang itu, lah! Nyonya Brahmana! Dia bilang, Tuan muda Shaka sangat menyukai anak gadis kita. Sekarang ini, dia itu sedang ada di luar negeri dan akan segera terbang kembali ke sini. Setelah dia tiba di tanah air, dia akan datang ke rumah kita untuk mengatur perjodohan dengan anak kita."

"Apa?" Mendengar berita itu, Laras juga berubah jadi sangat antusias. Dia menoleh, menatap kedua anak gadisnya yang tampak bengong karena ketinggalan berita.

"Rania , Lisa? Siapa di antara kalian? Ini benar-benar membuatku bangga… haha! Semua orang tahu kalau Tuan Muda Shaka memang ingin menikah, tapi tidak tahu siapa gadis yang akan dipilihnya. Dan ternyata itu adalah anak gadisku! Tuan Muda Shaka benar-benar punya pandangan yang baik! Dia tahu barang yang bermutu!”

Lisa menundukkan kepalanya dan bergumam, "Bukan aku..."

Dia menatap kakak perempuannya Rania, yang duduk di sebelahnya dengan sedikit iri dan juga kesal. Tanpa diduga-duga, kakaknya itu ternyata adalah tunangan Tuan Muda Shaka dan tidak memberitahunya. Padahal dia adalah adik kandungnya sendiri, benar-benar kelewatan!

Rania juga merasa aneh. Lalu, dia teringat sesuatu, dia kemudian menepuk jidatnya dan berteriak kaget, "Ah, iya! Aku ingat! Malam ini tadi saat aku pergi ke toko obat, aku memang melihat mobil Tuan muda Shaka terparkir di sana. Pantas saja, aku melihatnya menatap ke arahku terus. Aku berdiri beberapa saat, tapi mobil itu tidak kunjung pergi. Dan setelah aku pergi, aku menoleh lagi untuk melihat, tapi mobil itu sudah tidak ada."

"Kalau begitu, memang benar! Tidak salah lagi!" kata Tomi menepuk pahanya dengan semangat. "Pasti itu kamu."

"Ah anak gadisku, kamu benar-benar kebanggaan ibu! Bisa menikah dengan Tuan Muda Shaka, berapa banyak orang di ibukota ini yang bakal iri denganmu!" Ucap Laras sambil memeluk Rania.

Rania merasa kalau dirinya seperti kejatuhan durian runtuh dan hampir pingsan saking senangnya.

Ditengah kebahagiaan seisi orang rumah yang tidak karu-karuan itu, Lisa pun berkata dengan suara yang terdengar lemah, "Tapi.. Bukannya pernikahanmu dengan Rega baru saja dirundingkan?"

Dan satu kalimat itu mampu membuat semangat seluruh orang di satu ruangan itu menghilang.

Tomi memang sudah membuat janji kesepakatan kerjasama dengan keluarga Lesmana. Dan untuk menjalankan kerja sama itu, mereka juga memutuskan melakukan pernikahan antara Rania dengan Rega anak lelaki yang terhormat dari keluarga Lesmana.

Ditambah lagi, hal itu sudah ditentukan dan keduanya akan dipertemukan besok.

"Bagaimana ini? Di satu sisi ada keluarga Lesmana, disisi lain ada keluarga Brahmana?" kata Laras dengan panik.

Tomi pun berkata tanpa perasaan, "Tentu saja keluarga Brahmana, lah! Apa keluarga Lesmana bisa dibandingkan dengan keluarga Brahmana?"

"Tapi keluarga Lesmana juga lumayan, ditambah lagi rencana kerja sama itu sudah mencapai persetujuan. Dalam satu tahun, sedikitnya bisa menghasilkan beberapa puluh milyar..."

Mendengar hal itu, perasaan Tomi menjadi bimbang.

Laras tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa. Soal ini gampang untuk dipecahkan. Kita kan bukan hanya punya seorang anak perempuan, bukannya masih ada Lisa? Biar dia yang bertemu dengan Rega dan Rania dinikahkan dengan Tuan muda Shaka."

"Itu tidak mungkin!" bentak Tomi sambil mengernyitkan alisnya dengan kesal. "Lisa masih di bawah umur, jadi tidak bisa. Sepertinya, kita cuma bisa mengesampingkan rencana perjodohan dengan keluarga Lesmana. Setelah menikahkan Rania dengar Tuan muda Shaka, maka akan ada banyak orang yang lebih baik nantinya datang untuk memperistri Lisa. Janganlah kita merasa sayang dengan sesuatu yang kecil sampai-sampai membuat kita kehilangan sesuatu yang besar."

Keputusan Tomi memang tepat, namun kalau dipikir-pikir, memang ada kemungkinan keluarga Lesmana akan memusuhi mereka dan menjadi tidak kooperatif jika mengesampingkan pernikahan itu. Mereka akan kehilangan beberapa puluh milyar setiap tahunnya dengan sia-sia dan hal itu juga cukup menyakitkan hati.

Tiba-tiba Rania mendapatkan sebuah ide cemerlang. Dia langsung berjalan ke hadapan Tomi, memegang lengan ayahnya dan berkata dengan bahagia, "Ayah, kita masih bisa bekerja sama dengan keluarga Lesmana."

Tomi sedikit terkejut dan bertanya, "Apa kamu ingin dinikahkan dengan Rega?"

"Tidak, kok!"

"Adikmu masih belum cukup umur, tidak bisa kalau dijodohkan dengan keluarga Lesmana," kata Tomi.

"Bukan!" ucap Rania. "Ayah, kamu lupa ya, kalau masih punya satu anak perempuan lagi? Ayah bisa membuatnya untuk menikah dengan Rega!"

"Aku masih punya satu anak? Ah…” Tomi tiba-tiba berteriak keras, "Benar juga! Bagaimana bisa aku melupakannya. Aku masih punya satu anak perempuan lagi dan bisa membuatnya menikahi Rega Lesmana! Benar, benar, ini ide yang sangat bagus! Aku akan meneleponnya dan memintanya untuk datang ke ibu kota."

***

Sementara itu, selama satu minggu di ibukota, Lirea sama sekali tidak mengaktifkan ponselnya. Baru hari ini dia mengaktifkan ponselnya untuk beberapa jam, tapi bukan telepon dari ibunya yang masuk, melainkan malah telepon dari orang itu.

Lirea melirik jam untuk melihat waktu, rupanya sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Orang itu meneleponnya pada jam seperti ini, apa mungkin Rania sudah mengadu padanya?

Apa pria itu akan menyuruhku agar jangan berkhayal? Jangan berkhayal perkara apa? Jangan berkhayal untuk memanggilnya ayah atau jangan berkhayal untuk meminta uang darinya? Sepertinya, aku memang tidak pernah berkhayal soal itu semua…

Lirea meletakkan ponselnya di atas kasur. Dia membiarkan benda itu berdering dan tidak mempedulikannya.

Saat itu, Shaka muncul dari kamar mandi dengan kepulan uap putih yang menyembur kemana-mana, membawa aura yang begitu menggoda. Tubuhnya yang cukup seksi itu hanya ditutup dengan sehelai handuk pada bagian bawah. Dia lalu menggosok-gosok rambut pendeknya yang basah dengan gaya yang seolah menggoda.

Shaka melirik Lirea yang sedang bermain game di atas kasur. Dia berkata, "Ponselmu bunyi, tuh!"

"Ya, aku dengar. Biarkan saja. Aku tidak ingin mengangkatnya."

"Siapa?"

Tiba-tiba, Shaka mengulurkan tangannya, mengambil ponsel itu dan langsung memencet tombol untuk menjawab telepon, "Halo.."

Lirea seketika melempar tabletnya dan berteriak keras, "Kenapa kamu menjawab telepon milik orang lain, sembarangan?!"

Shaka sama sekali tidak memikirkan kalau hal ini bisa menyebabkan Lirea marah sampai seperti itu. Dia malah merasa kalau ini adalah hal yang wajar.

"Kamu calon istriku, kenapa aku tidak boleh menjawab teleponmu? Atau mungkin kamu takut kalau ini adalah pria selingkuhanmu?"

Lirea membelalakkan mata pada Shaka sambil bangkit dari kasur lalu berjalan ke arah balkon. "Kamu memang gila!"

Sesampainya di balkon, Lirea lalu menempelkan ponselnya di telinganya dan berkata, "Ada urusan apa?"

Lirea tidak menegur pria yang menelepon itu dengan sopan. Tapi dia berpikir kalau pria itu benar-benar suka pamer karena keempat angka paling belakang di nomornya, semuanya adalah angka lima.

"Pria yang mengangkat telpon tadi siapa?" tanya Tomi di seberang telepon dengan suara yang sedikit mendingin.

____

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 5. Ditelpon Tomi Juwanda

    "Apa maksudmu?""Kamu ternyata selama ini tinggal dengan seorang pria, ya?!"Sekarang sudah pukul sebelas malam, seorang laki-laki dan perempuan sedang berduaan. Baru saja Tomi juga mendengar dengan jelas suara pria itu. Kalau bukan tinggal bersama, lalu apalagi? Batinnya.“Tidak perlu ikut campur. Kalau memang tidak ada apa-apa, aku akan menutup teleponnya. Jangan menelponku lagi!""Lirea, tunggu sebentar!" Tomi yang ada di seberang sana segera teringat kalau ada hal penting yang perlu dibicarakan dengan Lieea, lalu segera melembutkan suaranya."Kalau ada urusan bilang saja, jangan terlalu banyak omong kosong!" Lirea berkata lagi."Aku tahu kamu sekarang ada di ibu kota. Ayo keluar besok, akú akan mengajakmu makan.""Tunggu sebentar!” Lirea buru-buru menutupi telepon dan membalikkan tubuhnya.Lirea bertanya pada Shaka yang ada di dalam kamar, "Apa kamu sudah memberitahu ibumu kalau ingin pergi ke rumah keluarga Juwanda untuk mengatur soal perjodohan?"Bukannya menjawab, Shaka hanya t

    Last Updated : 2025-01-31
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 6. Kenapa Kamu Masih Kecil?

    Sebenarnya, Shaka orang yang lumayan baik dan asyik. Dia juga orang yang masih sangat lumayan. Menjadi pacar atau suami, semuanya merupakan pilihan yang lumayan. Tidak heran kalau banyak wanita yang tergila-gila padanya.Tiba-tiba, Shaka melempar tablet yang ada di tangannya. Tablet itu terlontar dan terbang di udara membentuk lintasan di udara parabola yang sempurna, lalu mendarat dengan mantap di atas sofa. Bersamaan setelah itu, sosok manusia yang berbadan tinggi dan besar menyelimuti Lirea dalam sekejap mata dan menekannya di atas kasur.Lirea menutup kedua matanya tanpa sedikit pun merasa gugup. Akan tetapi, Shaka menaikkan sudut mulutnya dan berkata dengan begitu arogan, "Tadi waktu melihatku, kamu seperti terpesona. Apa kamu merasa penampilanku yang menjagamu tadi terlihat sangat tampan?"Lirea memutar matanya dan menatap balik Shaka. "Soal kamu yang sangat tampan ini, seharusnya sudah ada banyak wanita yang mengatakan itu, kan? Ini adalah sebuah fakta, jadi tidak perlu untuk k

    Last Updated : 2025-02-01
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 7. Lari Pagi Yang Menyebalkan

    Lirea tahu kalau Shaka memikirkan sesuatu yang menjijikkan tapi dia juga tidak bisa untuk protes. Dia pun cepat-cepat bangkit dan kabur masuk ke dalam kamar mandiShaka sekarang benar-benar menahan diri untuk menunggu selama 2 bulan. Dan setelah Lirea resmi berumur 18 tahun, pria itu akan memakannya. Memikirkan hal itu, Lirea jadi gemetaran. ۱Sebenarnya, Lirea bukanlah orang yang terlalu polos dan bisa menerimanya jika terjadi hubungan yang semacam itu. Hanya saja, entah bagaimana mengatakannya, menurutnya hubungan begituan harus berdasarkan perasaan sama-sama suka.Dia tidak menyukai Shaka dan itu adalah fakta. Dia bersama dengan bersama pria itu karena dipaksa. Pria itu membuatnya memasang status kalau kalau dirinya adalah gadis miliknya, padahal sejak awal dia sudah tidak bersedia. Dia juga tidak bersedia menjadi tunangannya, bahkan juga tidak bersedia untuk datang ke kota ini.Akan tetapi, keseluruhan rasa tidak bersedia yang digabung menjadi satu itu masih belum bisa sebanding

    Last Updated : 2025-02-02
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 8. Ternyata Kencan Buta

    Saat bangun di pagi hari, Shaka akan menggoda Lirea. Dia juga bisa menonton kelakuan dan sifat keras kepala gadis itu yang tidak ingin mengakui kekalahannya dalam berlari. Hal itu benar-benar sangat membuatnya senang.Dan saat malam hari sebelum tidur pun dia akan menggoda-goda Lirea. Dia berpikir kalau sepertinya dari pagi hingga malam, dirinya benar-benar bisa memiliki mood yang bagus.Setelah jogging, kedua orang itu kembali ke rumah dan masing-masing pergi mandi.Saat sedang sarapan Shaka berkata pada Lirea, "Karena hari ini kamu ada janji bertemu dengan Tomi Juwanda, aku akan memberimu waktu satu hari untuk mempersiapkannya sendiri. Pergi berkeliling keluar juga hal yang bagus, apalagi seminggu lagi kamu akan mulai sekolah, jadi butuh mengakrabkan diri dengan ibu kota.""Oke," jawab Lirea sambil mengangguk.Setelah selesai memakan sarapan, Shaka lalu mengendarai mobilnya dan pergi keluar. Belakangan ini, dia selalu mengurus Lirea hingga tidak memiliki waktu untuk pergi ke perusah

    Last Updated : 2025-02-02
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 9. Aku Bukan Anak Kandung Nyonya Laras!

    Tomi pun memutar kepalanya, lalu berkata pada Tuan Lesmana dan istrinya, "Sejak kecil, Lirea tidak tumbuh besar di sisiku hingga karakternya jadi sedikit suka seenaknya. Di pertemuan yang selanjutnya tidak akan begini.”Tuan Lesmana dan Istrinya, keduanya sama-sama tidak menyukai Lirea. Namun, anak mereka, Rega menyukainya. Di matanya, semua yang dilakukan oleh gadis itu begitu unik. Dia sudah dibuat kagum oleh karakter gadis itu.Rega pun duduk bersama dengan Lirea dan segera menyerahkan menu padanya sambil berkata, "Apa pun yang ingin kamu makan, pesan saja."Lirea menyapukan pandangannya pada menu dan wajah menunjukkan keceriaan. Dia lalu menatap Rega dengan bahagia dan berkata, "Di menu ini ada begitu banyak makanan yang sebelumnya belum pernah aku makan dan semuanya berharga mahal. Apa aku benar-benar bisa memesan sesukaku?"Melihat Lirea yang tersenyum, hati Rega meleleh. "Tentu saja, pesanlah sesukamu!"Senyum manis Lirea pun terlukis di wajahnya, dia terkesima karena Rega begi

    Last Updated : 2025-02-03
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 10. Aku Juga Belum Cukup Umur

    Mendengar ucapan Lirea, raut wajah Tomi langsung berubah menjadi hijau. Anaknya itu seperti mengangkat batu dan menjatuhkannya ke kaki ayahnya sendiri. Padahal, dia berniat baik dengan membantu merencanakan urusan perjodohan untuk gadis itu. Keluarga Lesmana adalah ambang awal yang begitu bagus, tapi tanpa diduga-duga anaknya malah mengatakan hal yang seperti itu.Bagaimanapun, setelah perkataan itu keluar dari mulut Lirea, ekspresi wajah Nyonya Lesmana dan Suaminya langsung menggelap.Tuan Lesmana menatap Tomi dan berkata, "Direktur Tomi, apa sebenarnya maksudmu? Tanpa diduga-duga anda memungut seorang anak haram yang bahkan belum pernah mengerti soal bisnis untuk mencurangi keluargaku? Hmm, bagus, bagus sekali! Karena Direktur Tomi begitu tidak jujur, maka kerjasama di dalam lahan bagian selatan lebih baik dihentikan.” Tuan Lesmana juga merasa sangat marah. Tidak heran saat dia melihat Lirea, gadis itu terlihat membutuhkan pelajaran sopan santun. Ternyata dia adalah seorang anak har

    Last Updated : 2025-02-03
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 11. Sayangnya, Aku Tidak Menyukaimu

    Rona wajah Tomi menjadi pucat ketika mendengar perkataan Lirea. Sementara rona wajah Tuan Lesmana dan istrinya pun juga tidak lebih baik. Mereka berpikir jika kelihatannya, di mata Tomi anak itu tidak berharga sedikit pun."Ini..." ucap Tomi tergagap."Mungkinkah Direktur Tomi merasa bahkan meskipun Anda tidak bisa mengingat usia anak ini, aku bisa berharap di masa depan Anda bisa mengurusnya?""..." Tomi hanya terdiam. Dia jadi sangat khawatir.Saat itu, tiba-tiba Rega bangkit berdiri dan berteriak, "Tidak, aku menginginkan Lirea! Aku jatuh cinta dengannya. Aku ingin bertunangan dengan Lirea dan aku ingin menikahi Lirea!”Setelah mengatakan itu, dia lalu berlari keluar untuk mengejar Lirea dengan tergesa-gesą. Mulutnya juga masih memanggil-manggil nama gadis itu.Hati Tomi begitu bahagia, dia tidak menyangka kalau seorang Rega adalah sebuah bantuan yang dikirimkan oleh Tuhan padanya. Dia lalu berkata dengan sedikit canggung, "Kelihatannya anak Anda, Tuan Muda Rega, sangat menyukai Li

    Last Updated : 2025-02-03
  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 12. Diberi Hadiah Kartu Emas

    Tiga tahun lalu Tomi memanggil Lirea untuk datang ke kota ini. Saat itu, Lirea masih kecil dan masih sangat mendambakan kasih sayang dari ayahnya. Dia berharap ayahnya mau mengakuinya. Saat itu, dia pergi ke rumah keluarga Juwanda dan menemui kakeknya untuk terakhir kalinya. Dan setelah bertemu, kakeknya menghembuskan napas terakhir dengan kelegaan.Dan setelah itu?Setelah kejadian itu, keluarga Juwanda menghujaninya dengan sumpah serapah dan menyebutnya anak pembawa sial karena setelah bertemu dengannya, tidak lama kemudian Kakek Juwanda meninggal. Wajah orang-orang yang 'dipanggil' sebagai kerabatnya itu masih diingatnya dengan jelas hingga hari ini.Saat hal itu terjadi, Tomi hanya berdiri di sebelahnya dan melihatnya menerima seluruh caci maki itu. Dia tidak mengatakan satu kalimat pun, bahkan bersikap dingin dan tidak peduli seperti orang asing padanya.Tomi memang tidak peduli terhadapnya, tapi begitu peduli terhadap dua anak perempuannya, Rania dan Lisa.Kejadian itu membuat

    Last Updated : 2025-02-04

Latest chapter

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 60. Deklarasi Perang Antara Lirea dan Mereka

    Saat itu juga, Lirea langsung berlari ke pelukan Shaka dan memeluknya dengan sangat erat, bahkan dia tidak ingin melepaskannya barang sejenak.Air mata masih menggantung di bulu matanya yang lentik. Kali ini, mata besar itu menunjukkan kepanikan luar biasa dengan jantung yang berdebar keras. Sejauh ini, dia sama sekali belum bisa tenang.Sementara Shaka memeluknya dengan perasaan sakit hati. Meskipun dia menikmati penampilan lembut dan imut dari ketergantungan Lirea padanya saat ini, tapi dia juga merasa tertekan.Dari sudut matanya, dia melihat Dani dan Rendra yang berbaring di tanah dengan ekspresi gembira, membuat amarahnya sedikit tersulut.Melihat gadis kecilnya menangis ketakutan, bagaimana bisa mereka justru tampak bahagia?Meskipun sebenarnya... dia sendiri juga merasa seperti itu!Tapi dia sama sekali tidak bisa membiarkan kekasihnya tahu. Jika tidak, entah bagaimana gadis itu akan membuat perhitungan padanya."Tenanglah, tenanglah. Tidak apa-apa. Alex tidak akan menggigit,

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 59. Panik!

    Shaka melirik mata kekasihnya yang tampak cerah, "Yah, setiap tahun kami akan datang untuk bermain-main."Mendengar itu, mata Lirea menjadi lebih cerah, "Tolong bawa aku, ajaklah aku! Ajaklah aku saat bermain-main yaaa!"Dia paling suka bermain dengan Shaka. Terakhir kali saat menyelamatkan Shaka di Kota X, Shaka memberinya banyak hadiah tetapi Lirea tidak menginginkannya. Alhasil, dia menghentikannya di depan pintunya setiap hari, menyeretnya ke dalam mobil dan membawanya terbang ke luar negeri selama beberapa hari.Bungee jumping, terjun payung, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Permainan yang benar-benar memicu adrenalin.Oleh karena itu, meskipun dia tidak berdaya untuk semua jenis perlakuan tirani Shaka, tapi dia bersemangat setiap kali Shaka membawanya keluar untuk bermain.Mendaki gunung mungkin dianggap pekerjaan berat di mata orang lain, tapi bagi Lirea ini sangat menarik.Tidak bisa dipungkiri jika dia paling suka saat diajak bermain dengan Shaka.Tak lama, Shaka me

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 58. Mulai Mendaki

    Marah!Murka!Saking marahnya, dia bahkan memiliki dorongan untuk menguliti seseorang!Shaka pasti sangat murah hati untuk mengakui jika dia cemburu!Gunung biša terbalik dan bumi berguncang!Dia marah!Marah setengah mati!Namun, Shaka tidak akan menanyakan apa pun pada Lirea. Dia bukan orang bodoh. Pukul berapa sekarang? Bukankah mempertanyakannya sama saja dengan mengungkit keberadaan pria di hadapannya lagi?Dia juga tidak memiliki masalah mental! Selain itu, Shaka dapat melihat jika Lirea telah berusaha untuk melupakannya. Dalam hal ini, kenapa dia harus menyebut pria di depan gadis itu untuk kepentingan dirinya sendiri?Tak bisa dipungkiri jika biasanya Shaka terlihat sombong dan angkuh, tidak bisa menyembunyikan sesuatu, dan tidak ada yang bisa ditutupi darinya. Namun, jika dipikir-pikir dengan hati-hati, Shaka dapat berdiri tegak di ibu kota dan memiliki gelar "Tuan Muda", jelas itu bukan hanya karena latar belakang keluarganya, tetapi juga sarana, keberanian, dan otaknya send

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 57. Masa Lalu

    Rendra hanya merasa, ketika dia mendengar penegasan dari Shaka ini, sesuatu di hatinya seperti tiba-tiba terkoyak.Kenapa Lirea?Kenapa harus Lirea?Sebenarnya pemikiran itu hanya terlintas di benaknya, tetapi tiba-tiba dia menanyakannya begitu saja, bahkan dia sendiri sama sekali tidak menyadarinya.Sementara Shaka juga sempat terhenyak dengan pertanyaan yang diajukan Rendra, namun setelahnya dia tersenyum tanpa daya. Ya, hanya senyuman. Senyuman yang bahkan lebih cerah dan murni daripada sinar bulan di langit."Aku sendiri juga tidak yakin kenapa harus dia. Yah... ini seperti setiap kali kamu mendesain game baru, kamu selalu harus membuat NPC terpenting untuk Peri Bungamu. Sebelumnya, aku juga bertanya kenapa kamu harus memilihnya, tapi saat itu kamu juga sangat keras kepala dan mengatakan kalau pengisi suara itu Harus dirinya. Hanya dia yang cocok. Sekarang, tiba-tiba aku dapat memahami perasaanmu. Begitulah aku sekarang."Diam.Rendra hanya bisa terdiam.Betapa pentingnya Peri Bun

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 56. Sangat Sesuai Seleraku

    Lirea hanya bergumam dalam pelukan Shaka, suaranya lembut dan imut.Shaka menyukai suaranya saat dia sedang bingung. Suaranya terdengar renyah dan indah, bahkan terdengar tajam dan murni di saat yang bersamaan. Ini berbeda dari yang biasa dia lakukan, yang mampu meluluhkan hati Shaka.Bahkan Shaka masih bisa memikirkan.Ketika mereka benar-benar mulai melakukan malam pertama nanti, betapa indah suara erangannya Lirea. Itu akan sulit untuk dihentikan, bukan?Saat memikirkan ini, Shaka merasakan bagian bawah perutnya menegang. Seketika itu juga dia mengutuk dirinya sendiri.Tapi melihat gadis itu dalam pelukannya dengan napas teratur dan tak berdaya, ini benar-benar menggemaskan. Shaka merasa dirinya begitu menderita dan tersiksa melihat ini semua!"Sayangku, kapan kamu bisa tumbuh dewasa…?" Shaka hanya bisa mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja tanpa biša protes.Dia benar-benar tersiksa setengah mati!Faktanya, dia benar-benar merasakan itu. Apa yang terjadi dua bulan sebelumnya atau d

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 55. Malam Ulang Tahun

    Shaka berbalik menatapnya dengan tatapan yang tak kalah lembut. Lampu di ruangan itu telah padam, hanya cahaya lilin hati merah bertanda "22" di kue yang menerangi ruangan itu.Lalu Shaka menyentuh kepala Lirea dengan tatapan penuh kasih yang tak berujung."Bukan tugas laki-laki untuk membuat permohonan."Karena sebenarnya perayaan dengan kue hari ini hanya untuk membuat Lirea bahagia.Lirea tertegun sejenak, "Lilin sudah dinyalakan. Ayo buatlah permohonan.""Kalau begitu, bantu aku membuatnya.""Ini hari ulang tahunmu, bukan ulang tahunku. Bagaimana bisa aku membuatnya untukmu?""Kamu akan menjadi istriku nantinya dan keinginanmu adalah keinginanku juga. Ayo, buatlah permohonan!"Akhirnya, Lirea hanya duduk dengan tangan menengadah dan benar-benar mulai membuat permohonan. Segera setelah membuka matanya, dia menatap Shaka, "Kita tiup sama-sama."Mata Shaka tetap menunjukkan kelembutan yang dalam, "Oke."Saat lilin padam, ruangan menjadi gelap. Seketika, Lirea ditarik dari kursinya da

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 54. Dikalahkan Lirea

    Melihat ruam merah di wajahnya malam itu, sebenarnya Shaka juga ketakutan. Tapi sekarang dia dapat melihat bahwa gadis itu sangat manis. Wajahnya sangat putih dan lembut, dan tidak ada cacat sama sekali.Tapi ruam di wajahnya, meski mengejutkan, sebenarnya juga cukup indah.Mungkin setelah ini, dia bisa menumbuhkan beberapa bintik merah di wajahnya, dan yang pasti akan terlihat sangat menarik.Jika saja Lirea tahu apa yang sedang dipikirkan Shaka saat ini, dia yakin dirinya pasti akan muntah darah. Mana ada pria yang menyukai bintik-bintik di wajah kekasihnya?Sepertinya hanya Shaka saja yang benar-benar memiliki pemikiran aneh seperti itu!Untuk beberapa saat, Shaka terus memeluk Lirea dan berusaha keras untuk membujuknya. Dia juga mengoleskan salep di tubuh Lirea, lalu meraih tangannya, "Sudah hampir jam sebelas. Ayo kita main game dan potong kue tepat di jam dua belas."Mendengar itu, Lirea mengerutkan bibirnya, "Oh."Ketika turun, dia tidak lagi menutupi wajahnya karena penampilan

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 53. Diolok-olok

    Seketika itu juga Lirea memelototi Dani. Jika dipikir-pikir, ini juga salah Dani.Jika dia tidak mengeluh dan mengadu pada Shaka, Lirea tidak akan berpura-pura menderita dan menangis dengan getir, dan dia tidak akan mengatakan tentang keinginannya makan kepiting.Jika dia tidak mengatakannya, tentu saja Shaka tidak akan mengajaknya makan kepiting.Tidak akan ada tumis kepiting, tidak akan ada kacang, yang terpenting tidak akan ada alergi! Itu tidak akan merusak wajahnya!Semua ini disebabkan oleh Dani.Ketika Lirea menatapnya, di balik lapisan kacamata hitam itu, Dani bisa merasakan bagian belakangnya dingin!"Aahh..."Tiba-tiba, Lirea berteriak karena syal di kepalanya ditarik oleh Shaka yang ada di belakangnya, dan dia mengerutkan dahi, "Anak manis, Dokter Lia mengatakan kalau kulitmu perlu bernapas. Tidak ada orang luar di sini, jadi kamu bisa membukanya!""Aaah, tidak mau!"Namun, sudah terlambat. Tidak hanya syalnya yang ditarik oleh Shaka, kacamata hitamnya juga dilepas oleh pri

  • Dicintai Dengan Ugal-ugalan    Bab 52. Seperti Nenek Sihir Penipu!

    Setelah Shaka menelepon, Rendra berdiskusi dengan Dani, "Shaka benar-benar ingin bermain-main dengan kita. Jelas, dia ingin mendamaikan hubungan antara kita dan wanitanya. Dia sengaja melakukannya. Dia sengaja memberikan penekanan pada kita arti penting Lirea bagi dirinya!"Rendra mengatakannya dengan tatapan yang dalam."Katakan pada Shaka kita akan pergi ke gunung barat. Dani, kali ini bawa Alex bersamamu."Awalnya, Dani masih biasa saja mendengar lokasi yang disebut Rendra, namun begitu Rendra mengatakan membawa-bawa Alex, seketika itu juga hatinya bergetar.Rendra pasti ingin melakukan sesuatu!Dengan hati-hati Dani berkata, "Apa kamu akan bertindak kejam? Alex, aku khawatir dia tidak tahan...""Dia," Orang itu adalah musuh wanita! Saat itu mereka akan menunjukkan bagaimana wajah asli Lirea, lalu akan melihat apa Shaka akan berpaling darinya atau tidak?"Beri dia pelajaran, dan lihat apa dia masih berani membuat masalah di depan Shaka," cibir Rendra sembari menyeringai samar.Dani

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status