Tian Ming menambahkan dengan nada serius, "Kami harus membersihkan sumber air itu setelah masalah warga selesai. Ada kemungkinan ini bukan kejadian alami."Zhao Xueyan segera mengambil peralatan alkimia portabelnya dari ruang dimensi yang hanya diketahui Niuniu. Dengan cekatan, ia mulai meracik ramuan pembersih darah dan pil detoksifikasi, sementara Niuniu membantu memisahkan herbal sesuai kebutuhan.Wu Liang dan Tian Ming berjaga di pintu balai desa, memastikan tidak ada gangguan saat Zhao Xueyan fokus pada pekerjaannya."Aku hanya butuh waktu sebentar," kata Zhao Xueyan penuh percaya diri. "Setelah ini, kita akan lihat senyum para warga kembali."Tian Ming menatap Zhao Xueyan dengan kagum yang diam-diam ia simpan. "Seorang gadis yang tak hanya pandai bertarung, tapi juga menyelamatkan nyawa," gumamnya pelan.Sementara itu, Wu Liang hanya bisa menggeleng pelan melihat perubahan ekspresi Tian Ming yang jarang terjadi.Setelah beberapa saat meramu obat bersama Niuniu, akhirnya ramuan p
Setelah memastikan kondisi warga desa Ruyue semakin membaik, Zhao Xueyan berdiri di hadapan mereka dengan aura penuh kewibawaan. "Semua warga, dengarkan aku," ujarnya dengan nada tegas namun menenangkan.Para warga yang berkumpul langsung memperhatikan penuh rasa hormat."Sumber air desa ini telah tercemar oleh racun yang menjadi penyebab penyakit kalian. Untuk sementara waktu, jangan ada yang mengambil atau menggunakan air dari sungai atau mata air desa ini sebelum aku membersihkannya."Kepala desa yang masih terlihat lemah namun penuh rasa hormat maju ke depan. "Terima kasih, Nona Zhao. Apa yang harus kami lakukan jika kehabisan air?"Zhao Xueyan dengan sigap menjawab, "Aku telah menyiapkan cukup air bersih yang telah dimurnikan untuk kebutuhan sementara. Aku dan rekan-rekanku akan segera menangani masalah ini."Niuniu yang berdiri di samping Zhao Xueyan mengangguk yakin, sementara Tian Ming dan Wu Liang memandang penuh rasa hormat pada keputusan Zhao Xueyan.Setelah memberikan inst
Pria berjubah hitam itu menghunuskan pedang tipis yang bercahaya redup di bawah sinar bulan. Tanpa peringatan, dia melompat dengan kecepatan tinggi, menyerang langsung ke arah Zhao Xueyan."Awas Nona. Hati-hati!" teriak Niuniu dengan cemas.Namun Zhao Xueyan tetap tenang. Dengan satu gerakan cepat, pedang rohnya keluar dari sarungnya, memancarkan aura tajam berwarna biru kehijauan. Benturan pedang mereka menciptakan suara nyaring yang menggema di tengah hutan.Tian Ming dengan ekspresi dingin langsung bergerak untuk menyerang sisi kanan pria itu, sementara Wu Liang menjaga pertahanan Niuniu.Pria berjubah hitam itu tertawa sinis. "Kalian pikir bisa menang melawanku? Kalian tidak tahu siapa yang sedang kalian hadapi!" teriaknya dengan suara lantang.Zhao Xueyan menjawab dengan nada datar, "Kalau kau pikir bisa mengalahkanku, kau terlalu percaya diri."Dengan teknik pedangnya yang elegan namun mematikan, Zhao Xueyan memanfaatkan formasi langkah bayangan untuk mengecoh pria itu. Tian Min
Keesokan paginya, matahari baru saja terbit ketika Zhao Xueyan dan Niuniu yang sudah berpakaian seperti pria keluar dari penginapan kecil di desa Ruyue. Jubah panjang mereka berkibar tertiup angin pagi yang sejuk. Wajah Zhao Xueyan tampak tenang namun penuh tekad, sementara Niuniu seperti biasa memasang ekspresi ceria namun waspada.Di sisi lain, Tian Ming dan Wu Liang sudah menunggu di depan dengan kuda-kuda yang telah dipersiapkan. Tian Ming dengan wajah dinginnya menatap Zhao Xueyan sekilas. "Kita siap bergerak?" tanyanya datar namun penuh otoritas.Zhao Xueyan mengangguk singkat. "Ya. Tujuan kita jelas—Kekaisaran Canghai."Wu Liang menatap guratan semangat di wajah para anggota kelompok itu. "Kita harus waspada. Jika Menteri Li Zhen terlibat, pasti akan ada banyak orang yang mencoba menghalangi kita."Zhao Xueyan hanya tersenyum tipis. "Kalau begitu, biarkan mereka datang. Aku ingin tahu seberapa kuat mereka."Niuniu menepuk pundak Wu Liang sambil terkekeh. "Santai saja, Tuan Wu.
Saat Zhao Xueyan, Niuniu, Tian Ming, dan Wu Liang tiba di pintu Balairung Kekaisaran Canghai, mereka langsung dihadang oleh beberapa prajurit bersenjata lengkap. Suara derap langkah para prajurit menggema di antara tembok-tembok megah istana."Hentikan langkah kalian! Balairung Kekaisaran tidak boleh dimasuki sembarangan!" seru salah satu prajurit dengan nada tegas.Wu Liang hendak bergerak maju, tetapi Tian Ming mengangkat tangannya, memberi isyarat untuk menahan diri. Wajahnya tetap datar namun penuh wibawa."Aku ingin berbicara langsung dengan Kaisar Canghai," kata Tian Ming dengan suara dingin.Para prajurit awalnya ragu, tetapi salah satu dari mereka, yang tampaknya memiliki pangkat lebih tinggi, tiba-tiba berubah pucat ketika melihat sesuatu yang diselipkan Tian Ming dari balik jubahnya—sebuah simbol otoritas yang sangat kuat dan rahasia.Tanpa membuang waktu, prajurit itu langsung berlutut. "Ampun, Tuan! Saya akan segera menyampaikan pesan ini kepada Yang Mulia Kaisar!"Dengan
Pejabat Li Zhen diseret keluar balairung oleh prajurit istana, teriakan marah dan tidak terimanya menggema di sepanjang lorong, tetapi tidak ada yang peduli. Kaisar Jing Hao tetap duduk dengan wibawa penuh di singgasananya, menatap tajam ke arah Zhao Xueyan yang berdiri dengan tenang di hadapannya."Kau cukup berani dan pintar, pemuda," ucap Kaisar Jing Hao dengan suara berat namun penuh rasa ingin tahu. "Entah kenapa aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya."Zhao Xueyan yang sudah terbiasa menjaga rahasia dirinya tidak menunjukkan perubahan ekspresi sedikit pun. Dengan cepat, dia menundukkan kepala hormat. "Yang Mulia, saya rasa Anda keliru. Saya hanyalah seorang tabib pengembara, bukan seseorang yang layak dikenali oleh seorang kaisar agung seperti Anda."Namun, dalam hati Zhao Xueyan tahu bahwa Kaisar Jing Hao tidak sepenuhnya salah. Beberapa bulan lalu, dia memang bertemu dengan kaisar Canghai saat di kekaisaran Zhengtang. Di mana acara itu adalah ulang tahun selir Mei Xiao yan
Keempatnya kembali melanjutkan perjalanan di bawah langit cerah yang membentang luas. Zhao Xueyan yang biasanya tenang, kali ini terlihat sedikit bingung. Sebenarnya, dia ingin tahu ke mana arah tujuan Tian Ming dan Wu Liang setelah semua yang terjadi. Namun rasa penasaran itu akhirnya tak bisa lagi ditahan."Tuan muda Tian Ming," panggil Zhao Xueyan dengan nada santai tapi tegas. "Sebenarnya ke mana tujuanmu dan Wu Liang setelah ini?"Tian Ming yang menunggangi kudanya di samping Zhao Xueyan hanya tersenyum tipis tanpa memperlihatkan banyak ekspresi. "Aku hanya mengikuti ke mana kau pergi."Zhao Xueyan mengernyit, jelas tidak puas dengan jawaban itu. "Aku bukan pemandu wisata," sindirnya. "Setiap orang punya tujuan masing-masing, termasuk kau."“Apa itu pemandu wisata?” tanya Tian Ming dengan wajah bingung. Zhao Xueyan mendengus, dia lupa jika sekarang berada di zaman kuno. Pasti orang-orang tidak akan mengetahui istilah-istilah tersebut.“Tidak perlu dibahas! Yang jelas, tujuan And
Wu Liang menelan ludah, matanya menyiratkan kekhawatiran. "Apa mungkin ada seseorang yang membantu mereka membuka portal ke dimensi ini?"Tian Ming mengangguk pelan. "Entah siapa yang cukup gila untuk bekerja sama dengan bangsa iblis. Tapi ini pertanda buruk."Jejak kabut semakin menipis, membuat mereka berhenti di sebuah celah kecil berbentuk lingkaran yang memancarkan energi gelap samar. Tian Ming menekan tangannya ke udara di depan mereka, dan aliran energi asing terasa jelas."Ini sisa portal dimensi," katanya dengan muram. "Mereka masuk dan keluar melalui celah ini."Wu Liang mengepalkan tinjunya. "Kita harus memberi tahu Nona Zhao Xueyan. Dia pasti punya cara untuk membantu."Tian Ming menghela napas panjang. "Iya, tapi jangan sampai dia tahu lebih banyak tentang keterlibatanku dengan benua ini. Aku punya alasan sendiri."Keduanya kembali ke tempat Zhao Xueyan dan Niuniu dengan hati penuh kewaspadaan. Bahaya yang mengintai tidak lagi sekadar bandit atau roh liar — kini ancaman y
Pertarungan antara Tian Ming dan Fai Zang semakin sengit. Gelombang energi Qi terus meledak, menghancurkan balai desa yang sudah hampir runtuh.Di kejauhan, Wu Liang dan Niuniu sudah membawa warga desa yang tersisa ke tempat yang aman untuk diadili. Teriakan mereka semakin menjauh, menyisakan hanya dua sosok di medan pertempuran yang kini penuh reruntuhan.Zhao Xueyan berdiri di kejauhan, matanya mengamati Tian Ming. Untuk pertama kalinya, dia melihat pemuda itu dalam keadaan penuh amarah. Tian Ming tidak hanya dingin—tapi juga bengis.Pedang berselimut petirnya berkilauan, setiap gerakannya seperti tarian kematian yang tidak bisa dihindari.Fai Zang, yang masih dalam wujud monster, melolong marah. Dia melompat tinggi, cakar tajamnya siap menebas Tian Ming.Fai Zang mengeram, suara berat dan penuh amarah. "Tian Ming! Aku tidak akan kalah! Aku telah mengorbankan segalanya untuk kekuatan ini!"Namun, Tian Ming tidak bereaksi. Matanya tetap dingin.Saat cakar Fai Zang hampir menyentuhnya
Beberapa warga terdiam ketakutan, menyadari kesalahan dan dosa mereka. Tapi sebagian lagi masih mencoba menyerang.Namun, Wu Liang bergerak cepat. Pedangnya yang bersinar dengan energi Qi ungu berkelebat ganas, menebas para pria yang masih melawan. Dalam sekejap, banyak dari mereka terjatuh, terkapar di tanah.Wu Liang menghela napas, matanya menatap tajam ke arah sisa warga yang masih berdiri.Wu Liang dengan suara dingin, penuh kewibawaan. "Kalian bisa memilih. Menyerah atau mati."Seketika, beberapa dari mereka langsung menjatuhkan senjata. Mereka tahu, tak ada harapan lagi.Tapi di tengah kehancuran itu, satu sosok masih berdiri tegak.Fai Zang.Dengan mata merah membara karena amarah, pria itu menatap Zhao Xueyan, Niuniu, dan Wu Liang dengan penuh kebencian. Tubuhnya bergetar, bukan karena takut—tetapi karena keinginan membunuh yang semakin kuat.Tian Ming yang berdiri tak jauh dari sana mengarahkan pedangnya ke Fai Zang.Tian Ming dengan suara dingin, penuh ketegasan. "Kini gili
Fai Zang terbahak-bahak, menikmati kekacauan yang diciptakannya. Pedangnya yang bersinar dengan aura gelap menebas ke arah Tian Ming, mencoba mendesaknya mundur.Fai Zang berkata dengan sinis, mengejek. "Lihat itu, Kaisar Tian Ming! Temanmu akan mati dimakan monster-monsterku! Apa kau tidak mau menolongnya?"Namun, Tian Ming tetap tenang. Ia memutar pedangnya, menangkis serangan Fai Zang dengan presisi sempurna.Tian Ming dengan mata dingin, tatapan tajam. "Omong kosong."Fai Zang mengerutkan kening. Namun, tiba-tiba matanya melebar saat melihat cahaya emas yang menyelimuti Zhao Xueyan. Api suci Bai Long membakar bilah pedangnya, berkobar dengan kekuatan suci yang mematikan.Fai Zang wajahnya berubah, suaranya penuh kepanikan. "Tidak! Api itu …."Fai Zang melompat ke depan, mencoba mencegah Zhao Xueyan sebelum dia bisa menggunakan api itu. Namun—Clang! Pedang Tian Ming menghadang jalannya! Fai Zang terhuyung mundur, wajahnya memerah karena murka.Fai Zang menggeram marah. "Minggir,
Di luar balai desa, dalam bayang-bayang malam yang mencekam, Bai Long berdiri gagah dalam wujud manusia tampan, wajah tampannya berkilauan di bawah sinar rembulan.Di sekelilingnya, anak-anak yang lidahnya telah terpotong duduk gemetar, sebagian bersandar pada para wanita yang menangis tersedu-sedu. Ada yang meratap kehilangan anak mereka selamanya, sementara yang lain memeluk erat buah hati mereka yang masih hidup, meski telah kehilangan suara mereka.Seorang ibu terisak, suaranya pecah. "Apa dosa kami ... kenapa anak-anak kami harus mengalami ini?"Bai Long memandang mereka dengan tatapan tajam namun penuh ketegasan. Ada rasa iba yang juga terlihat. Bai Long dengan suara dalam dan berwibawa, dia berkata, "Tangisan tidak akan mengembalikan yang telah tiada. Tapi kalian masih hidup, dan kalian harus tetap bertahan."Para wanita menghapus air mata mereka, meskipun hati mereka masih dipenuhi duka.Bai Long melanjutkan ucapannya, suaranya dalam dan tegas. "Tetaplah di sini. Jangan men
Tian Ming melompat ringan ke sisi Zhao Xueyan, auranya yang kuat membuat tanah di bawahnya sedikit retak. Mata hitamnya menatap lurus ke arah Fai Zang, pemimpin sekte sesat itu, yang kini tersenyum licik sambil menggenggam belati ritualnya. Zhao Xueyan berkata dengan datar, menatap Tian Ming. "Jadi, kau benar-benar seorang Kaisar?" Tian Ming tersenyum samar, namun tetap tajam. "Aku akan menjelaskannya nanti. Sekarang, biarkan aku yang menangani bajingan itu." Zhao Xueyan menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengangguk dan berbalik. Dalam sepersekian detik, kilatan pedang melesat ke arahnya dari belakang—beberapa anak buah Fai Zang berusaha menyerangnya dengan licik! Zhao Xueyan berbicara pelan, namun tajam. "Bodoh." Crash! Brugh! Dalam satu gerakan cepat, Zhao Xueyan melompat ke udara, tubuhnya berputar ringan, dan pedangnya yang diselimuti Qi emas menebas tanpa ampun! Clang! Suara logam bertabrakan dan teriakan kesakitan menggema. Beberapa anak buah Fai Zang terpental dengan
Niuniu menggerakkan cambuknya sekali lagi, namun kepala desa yang licik menarik seorang warga desa dan menggunakannya sebagai tameng hidup. Srak!Brugh! Kepala Desa tertawa keras menatap Niuniu. "Ha! Ha! Ha! Kau pikir semudah itu membunuhku, bocah?! Aku sudah hidup cukup lama untuk tahu cara bertahan!"Niuniu menyipitkan mata. Dia sudah menduga kepala desa akan melakukan hal semacam ini.Niuniu berkata dengan suara datar. "Kau memang licik … tapi aku lebih pintar."Kepala desa mendadak merasa ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Tangannya yang kuat perlahan mulai melemah, kakinya tiba-tiba kehilangan keseimbangan, dan tubuhnya mulai gemetar.Brugh! Kepala Desa terkejut. "A—apa yang terjadi?!"Niuniu menarik sudut bibirnya dalam senyuman dingin."Sejak kapan kau berpikir bahwa cambukku hanya sekadar senjata biasa?"Tatapan kepala desa membelalak saat menyadari cambuk yang mengenai kulitnya tadi telah dilapisi racun pelumpuh otot.Kepala Desa napasnya mulai terengah-engah, ketakutan.
Duar! Di tengah kekacauan, saat suara benturan senjata dan ledakan energi Qi menggema di balai desa, seseorang tiba-tiba muncul di tengah medan pertempuran.Langkahnya tenang, tetapi auranya begitu kuat hingga udara di sekitarnya terasa menekan.Dia adalah Tian Ming.Pemuda itu berdiri tegak, mengenakan jubah panjang berwarna gelap dengan corak emas membara.Tatapannya dingin dan tajam, memperlihatkan wibawa seorang penguasa sejati.Beberapa pria berjubah hitam yang hanya mengenakan celana itu mulai merasa gentar.Mereka bisa merasakan aura mengerikan yang mengalir dari tubuh Tian Ming.‘Siapa pemuda itu?’ batin mereka bertanya-tanya. Namun, di tengah ketegangan itu, Fai Zang yang baru saja pulih dari luka akibat serangan Zhao Xueyan, berdiri dengan penuh amarah.Darah masih mengalir dari sudut bibirnya, tetapi senyum liciknya tidak luntur.Fai Zang menyeringai lebar. "Jadi, kau akhirnya menampakkan diri, Kaisar Muda Tian Ming."Tian Ming tidak menjawab, hanya menatapnya dengan ding
Saat belati hitam itu hampir menusuk Zhao Xueyan, teriakan keras terdengar dari sisi lain altar."Jangan!!"Itu suara Niuniu, penuh ketakutan.Namun, sebelum belati itu benar-benar menyentuh kulit Zhao Xueyan, sebuah batu kecil melesat cepat, menghantam belati dengan tepat, membuatnya terlepas dari genggaman Fai Zang dan terpental ke tanah.Clang!Bunyi logam menghantam batu bergema di udara yang sunyi.Seisi balai desa membeku sejenak.Mata Fai Zang membelalak, raut wajahnya berubah dari keterkejutan menjadi kemarahan yang membara.Dia menggeram, lalu berteriak murka, suaranya menggema di antara para pengikutnya."Siapa yang berani mengganggu ritualku?!" teriak Fai Zang murka. Para pria berjubah hitam segera waspada, mata mereka menyapu setiap sudut, mencari si pembuat onar.Beberapa dari mereka mulai bergerak, menyiapkan serangan, tetapi mereka tidak tahu dari mana batu itu berasal.Di tengah hiruk-pikuk itu, Zhao Xueyan melirik Tian Ming.Dan benar saja—pemuda itu berdiri dengan e
Udara di balai desa Yingshi terasa semakin mencekam. Cahaya bulan yang seharusnya menerangi malam kini tertutup kabut hitam, seolah alam pun tak ingin menyaksikan kekejian ini.Para pria desa dan pria berjubah hitam mulai melepas pakaian atas mereka, memperlihatkan tubuh mereka yang penuh dengan tato hitam berliku-liku, lambang dari kultivasi hitam yang mereka jalankan.Dengan senyum puas, mereka mengambil mangkuk kayu berisi dar*h segar—d*rah dari anak-anak yang telah menjadi tumbal sebelumnya—dan menyiramkannya ke tubuh mereka sendiri.Bau anyir darah memenuhi udara.Anak-anak yang masih hidup gemetar, beberapa menutup mata, sementara yang lain hanya bisa mengerang tanpa suara karena lidah mereka telah dipotong.Sementara itu, di alam pikirannya, Zhao Xueyan berbicara dengan Bai Long.‘Nona, ritual ini sudah dimulai. Jika kita tidak segera bertindak, mereka akan mengorbankan anak-anak itu.’ kata Bai Long yang berada di dalam pikiran Zhao Xueyan. "Aku tahu … tapi kita tidak bisa ber