Shin Kui Long alias Dewa Super Sakti alias Dewa Iblis Gerbang Neraka terkepung di puncak pagoda, lambang Kekaisaran Han.
Semua jalan keluar baginya telah dikepung oleh Immortal dari dunia kultivator ini. Mereka memang tidak menyerangnya karena khawatir bernasib sama seperti Immortal lainnya yang tewas, tapi mereka tidak membiarkan Dewa Iblis Gerbang Neraka ini untuk leluasa bergerak dan meloloskan diri. Jadi Shin Kui Long benar-benar terjebak di puncak pagoda ini.
Beruntung Shin Kui Long sudah mencapai tingkatan Dewa Kaisar sehingga dia bisa menahan lapar berhari-hari. Tapi dikepung terus menerus juga membuatnya jenuh dan merasa lelah di tubuhnya. Jika para Immortal ini tidak menyingkir setelah kekuatannya pulih kembali, maka dia akan melumpuhkan semua Immortal dan Kultivator ini. Tidak ada pilihan lagi untuknya selain bertarung habis-habisan dengan para Immortal ini.
"Aku harap kalian menyingkir dari hadapanku! Aku tidak ingin mencelakai kalian, tapi akan kulakukan apabila diperlukan!" ancam Shin Kui Long.
"Mati saja kamu Dewa Iblis Gerbang Neraka! Kami tidak takut lagi dengan ilmu iblismu ini!" seru salah satu Immortal yang mengepungnya.
Blaaassst!
"Kalian memang tidak berguna! Immortal sampah!" seru Shin Kui Long mengirimkan pukulan tapaknya berupa sinar putih yang langsung menembus tubuh Immortal ini yang membuat tubuh Immortal ini langsung hilang tidak berbekas.
Kehebatan Shin Kui Long ini membuat semua Immortal menjauh darinya karena khawatir terkena serangan yang sama, tapi tidak dengan salah satu Immortal yang memendam dendam terhadap dirinya.
"Dasar Iblis! Ilmu kultivasi sesat!" seru Immortal Tang Jin, yang langsung menyerang Kui Long dengan pedang berkilaunya tanpa ampun.
Swing!
Slash!
Saat pedang diayunkan langsung menjadi puluhan pedang yang menebas ke arah Kui Long.
"Kamu yang menggunakan jurus iblis! Dasar maling teriak maling!" seru Kui Long dengan kemarahan besar.
Dewa Iblis Gerbang Neraka ini dengan nekadnya menangkap puluhan pedang berkilau ini dengan tangannya saja.
"Dasar kultivator gila! Beraninya kamu menangkap pedang tajamku dengan hanya menggunakan tanganmu saja! Cari mati!" teriak Immortal Tang Jin.
"Pedang tumpul saja digunakan untuk menyerang!" kata Dewa Iblis Gerbang Neraka sambil mematahkan pedang milik Immortal Tang.
Kraaak!
Pedang Immortal Tang langsung patah menjadi dua oleh kekuatan tangan Kui Long yang menangkap pedang berkilau ini dan mematahkannya begitu saja.
Immortal Tang Jin sampai terdiam membeku melihat pedang saktinya dihancurkan begitu saja oleh Dewa Super Sakti ini.
Dia tidak menyangka kalau Dewa Iblis Gerbang Neraka ini sehebat itu.
"Beruntung aku sedang tidak ingin membunuhmu! Menyingkirlah!" kata Shin Kui Long sambil mengibaskan tangannya.
Kekuatan angin dari kibasan tangan Shin Kui Long langsung memukul mundur Immortal Tang Jin tanpa membuatnya terluka.
Kehebatan Dewa Iblis Gerbang Neraka ini langsung membuat ciut nyali Immortal lainnya yang mulai ketakutan untuk menyerang Kui Long.
"Kenapa kamu tidak membunuhku?" tanya Immortal Tang yang tidak percaya kalau nyawanya diampuni oleh Kui Long.
"Aku tidak punya masalah dengan kalian! Aku sudah jenuh untuk membunuh kalian semua! Biarkan saja aku pergi dari Negeri Han ini, maka aku tidak akan menganggu kalian lagi!" seru Shin Kui Long.
Ratusan Immortal dari Negeri Han ini masih mengepung Pagoda tempat Shin Kui Long terjebak bersama ribuan mayat Kultivator dan Immortal di bawahnya.
Tempat ini bagaikan ladang pembantaian karena banyaknya mayat yang bergelimpangan di bawah Pagoda tanpa ada yang mengurusnya.
"Kami tidak bisa mengampunimu, Dewa Iblis Gerbang Neraka! Kamu telah membunuh teman-teman kami! Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu ini tanpa bisa reinkarnasi lagi!" seru Immortal Qian Ling yang merupakan satu-satunya Immortal wanita di antara kawanan Immortal yang mengepung Shin Kui Long.
"Aku hanya mempertahankan diri! Kalian yang telah menyerangku habis-habisan tanpa sebab sama sekali! Aku tidak pernah berbuat kejahatan sampai saat ini! Kalian semua yang telah membuatku jadi begini!" seru Shin Kui Long penuh kemarahan.
"Kamu tidak boleh lolos, Dewa Iblis!" seru Immortal Qian Ling lagi.
"Jangan membuatku untuk membunuh lagi, Immortal Qian!" ancam Shin Kui Long.
"Lakukan yang seharusnya kamu lakukan! Aku tetap akan melaksanakan tugasku untuk menangkapmu!" seru Immortal Qian Ling.
"Pasukan Pendekar sudah tiba di bawah pagoda ini! Siap menunggu perintah dari Immortal Qian!" seru salah satu Immortal yang berjaga di bawah Pagoda.
"Kamu dengar apa kata Immortal di bawah tadi ... para pendekar dari Dunia Pendekar Negeri Qing sudah tiba di sini! Peluangmu untuk lolos semakin kecil, Dewa Iblis Gerbang Neraka!" seru Immortal Qian Ling.
"Aku tidak takut dengan kumpulan Pendekar itu! Menghadapi Immortal saja aku tidak khawatir, apalagi hanya menghadapi Pendekar saja!" sahut Shin Kui Long.
"Jangan meremehkan kekuatan Pendekar, Dewa Iblis! Belum tentu kamu bisa mengalahkan mereka seperti kamu mengalahkan Immortal!" ujar Immortal Qian.
"Aku tidak meremehkan kekuatan Pendekar, tapi memang kenyataan kalau kemampuan Pendekar masih di bawah Kultivator!" seru Shin Kui Long.
"Sama saja kamu meremehkan mereka dengan ucapanmu ini!"
"Kenapa kalian ingin sekali menghabisiku?" tanya Shin Kui Long yang tidak habis pikir dengan Lima Dunia di Nirvana Surgawi ini.
"Aku tidak ingin menghabisimu! Aku hanya ingin menangkapmu untuk mempertanggung jawabkan pembunuhan Immortal yang kamu lakukan!" seru Immortal Qian Ling.
"Aku tidak percaya padamu! kalian yang mulai semua ini, kenapa meminta pertanggung jawabanku? Aku hanya membela diri melawan Immortal ini! Lagian, Immortal ini tidak mati melainkan reinkarnasi di tubuh dan dunia lain! Aku tidak bersalah!" sahut Shin Kui Long.
"Kamu tetap bersalah, Shin Kui Long!" seru Immortal Qian Ling.
"Kenapa kamu tahu namaku? Siapa sebenarnya dirimu?" tanya Shin Kui Long yang heran dengan kemampuan Immortal Qian Ling menebak namanya.
"Kamu mungkin lupa padaku, Shin Kui Long! Tapi, aku tidak pernah lupa padamu!" sahut Immortal Qian Ling.
"Aku benar-benar tidak ingat ... ada dendam apa di antara kita di masa lalu, Immortal Qian?" tanya Shin Kui Long.
"Bukan dendam, Shin Kui Long! Kamu benar-benar sudah lupa padaku? Apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu? Apa kultivasi kegelapan yang kamu lakukan telah menghapus ingatanmu?" tanya Immortal Qian.
"Kultivasi kegelapan? Kapan aku mempelajari kultivasi kegelapan? Seingatku tidak ada kultivasi kegelapan yang kupelajari!" seru Shin Kui Long.
"Memangnya kamu kira gelar penguasa dunia persilatan dan kultivasi ini kamu dapatkan hanya dengan kultivasi biasa saja? Sebutanmu saja Dewa Iblis Gerbang Neraka ... seharusnya kamu sadar kalau ada unsur kegelapan di dalam dirimu, Shin Kui Long!" seru Immortal Qian Ling.
"Apa aku hilang ingatan? Siapa diriku yang sebenarnya? Kenapa aku tidak ingat apapun mengenai masa laluku?" tanya Shin Kui Long.
"Semua itu resiko dari mempelajari kultivasi kegelapan, Shin Kui Long! Kesadisanmu membantai ratusan bahkan ribuan Immortal juga merupakan pengaruh iblis dari kultivasi kegelapan yang telah kamu lakukan! Hanya saja sekarang kamu sudah lupa, sehingga iblis itu tidak keluar dari dalam dirimu, hanya sifatnya saja yang masih mempengaruhimu!" jelas Immortal Qian Ling.
"Aku harus bagaimana?" tanya Shin Kui Long yang kebingungan dengan dirinya sendiri.
"Menyerah sajalah, Shin Kui Long!" seru Immortal Qian Ling.
Shin Kui Long yang dikeroyok oleh Immortal dan Pendekar akhirnya tidak kuasa bertahan lagi. Betapapun dia berusaha, tetap saja jumlah Immortal dan Pendekar ini tidak berubah. Semakin lama semakin banyak saja yang mengeroyok dirinya. Mati satu tumbuh seribu. Immortal dan Pendekar tiada habisnya terus menggempur dirinya yang sudah kelelahan. Kekuatan Shin Kui Long juga terbatas, yang akhirnya membuat dirinya menderita kelelahan dan tidak sanggup bertahan lagi dari serangan Immortal dan Pendekar. Dewa Super Sakti ini akhirnya tewas di tangan Immortal Lin Feng. Tapi Shin Kui Long sudah mencapai tahap keabadian yaitu Dewa Kaisar, sehingga setelah mati dia akan inkarnasi di dunia kembali, baik dunia yang sama ataupun dunia yang berbeda. Sayangnya, kematian Shin Kui Long ini terjadi bersamaan dengan terbukanya dimensi waktu akibat fenomena alam yang tidak biasanya terjadi di dunia.. Shin Kui Long tidak terlahir baru menjadi manusia dari bayi, tapi memasuki tubuh pendekar dari dunia fan
Pertarungan besar antara Iblis Tanpa Batas dengan Zhang Sing di perbatasan antara dunia tanpa keabadian dengan Nirvana Surgawi membuat Iblis Tanpa Batas berhasil melarikan diri ke Semesta Nirvana Surgawi yang terbuka akibat ledakan besar yang ditimbulkan Zhang Sing ini.Shin Kui Long yang kembali ke Nirvana Surgawi berada di dalam tubuh Pendekar Tanpa Tanding yang sudah meninggal, sehingga kondisi tubuh yang ditempatinya ini tidak maksimal.Hanya saja, Kui Long yang kembali ke Nirvana Surgawi bukanlah dewa yang sakti lagi seperti semula, bahkan mendekati kultivator tingkat bawah juga tidak. Tubuh Kui Long di dalam tubuh Pendekar Tanpa Tanding ini sangat lemah.Seharusnya dia inkarnasi untuk mulai dari awal, bukan menumpang di tubuh manusia fana yang sudah mati.Kesalahan fatal alam semesta ini mengakibatkan dirinya menjadi lemah. Kui Long ingat dengan masa lalunya saat masih menjadi Dewa Iblis Gerbang Neraka, tapi dia tidak mengingat tindakannya yang kejam saat menjadi Iblis Tanpa Bat
"Bagaimana dengan Dewa Iblis Gerbang Neraka, Nona? Apa dia tewas dalam pertempuran akbar ini?" tanya Kui Long."Kamu ini banyak bertanya tentang kejadian di Pagoda ini. Apa kamu ini kerabat dari Dewa Iblis Gerbang Neraka?" tanya Immortal Qian Ling penuh rasa curiga."Aku hanya penasaran dengan Ahli Bela Diri Terhebat ini ... kenapa bisa tewas oleh Immortal dan Pendekar Saja! Begitulah rumor yang kudengar, Nona!' ujar Kui Long."Ribuan Immortal dan Kultivator tewas dalam usaha melenyapkan Dewa Iblis Gerbang Neraka ini, jadi perbuatan dia tidak bisa dibenarkan!""Kenapa Dewa Iblis Gerbang Neraka sampai tega membantai ribuan Immortal dan Kultivator ini?" tanya Kui Long.Sekarang Kui Long bebas bertanya kepada Immortal Qian Ling yang tidak mengenalinya."Dewa Iblis Gerbang Neraka telah dituduh melakukan kejahatan sehingga Kaisar Han memerintahkan seluruh Immortal dan Kultivator melenyapkan dia dari Dunia Kultivator!""Kejahatan seperti apa yang telah dilakukannya?" tanya Kui Long.Qian Li
"Kami tahu kalau kamu di dalam! Keluar sekarang maka kami akan mengampunimu!' seru anak-anak muda ini.Belum pernah Kui Long merasa terpojok seperti ini, apalagi oleh anak-anak muda yang paling tinggi hanya mencapai ranah manusia saja.Sekali kibas saja dia akan merobohkan mereka semua di masa lalu, tapi di masa kini dia hanyalah pecundang yang tidak punya kemampuan apa-apa.'Gembel! Kesabaran kami sudah habis terhadapmu! Keluar sekarang atau kami akan mencarimu sampai dapat!""Aku tidak boleh mati lagi. Aku harus mencari tubuh asliku yang disimpan Kaisar Qing! Kalau masih belum lama, aku bisa hidup kembali menjadi Shin Kui Long dengan kemampuan di atas semua Immortal yang ada."Sekarang, Kui Long harus memeras otak untuk keluar dari tempat persembunyiannya ini tanpa ketahuan oleh anak-anak muda kejam yang hendak memukulinya sampai mati hanya karena penampilannya menyedihkan dan tidak mirip kultivator sama sekali?"Kamu tidak akan bisa bersembunyi dari kami, gembel!" Cepat keluar atau
Pendekar kelas jelata seperti kerasukan setan dab tidak peduli lagi dengan nyawa Kui Long yang sudah di ujung tanduk.Saat tangan salah satu pendekar hendak menghabisi nyawa Kui Long dengan memukul kepalanya, tangannya ditangkap oleh seseorang yang bergerak sangat cepat ke arah dirinya.Sosok yang menangkap tangan pendekar ini dan mendorongnya menjauh dari tubuh Kui Long bukanlah sosok pendekar ideal yang tinggi tegap."Pergi kalian! Beraninya menganggu Pendekar yang lemah!" seru kakek yang bertubuh gempal ini."Pak Tua ... urus saja urusanmu sendiri! Jangan ganggu kami!" sahut Pendekar kelas jelata ini."Aku tidak bisa membiarkan kalian menyiksa pemuda malang ini! Tinggalkan dia, maka aku akan mengampunimu!" seru kakek gempal yang membawa kendi arak di pinggangnya.Salah satu Pendekar kelas rendah ini mengenali sosok Pendekar yang menegur mereka ini."Dia itu Dewa Mabuk! Baiknya kita menyingkir saja! Berbahaya sekali melawannya karena dia merupakan salah satu dari Lima Dewa Pendekar
":Benar, Master! Aku ini Shin Kui Long yang lebih dikenal sebagai Dewa Iblis Gerbang Neraka! Tapi sekarang, aku ini hanyalah manusia biasa saja!' sahut Kui Long yang sudah siap menerima segala akibat perbuatannya di masa silam. HAHAHA ...! Tiba-tiba Dewa Mabuk ini tertawa sekeras-kerasnya. Kui Long menjadi bingung melihat sikap aneh Dewa Mabuk. "Kenapa kamu ini sangat lemah?" tanya Dewa Mabuk kepada Kui Long."Seperti yang kukatakan kalau aku sebenarnya kultivator yang kuat, paman! Aku tewas akibat pengeroyokan Immortal di Dunia Kultivator!" jelas Kui Long."Kamu serius?" tanya Dewa Mabuk yang tidak percaya dengan ucapan Kui Long sedikit pun. "Bukannya tadi paman yang menanyakanku tentang Dewa Iblis Gerbang Neraka?" tanya Kui Long. "Aku hanya mengujimu! Siapa namamu anak muda?" tanya Dewa Mabuk. "Terserah paman saja mau panggil aku apa! tapi kalau tidak keberatan panggil aku Long Shin saja!" ujar Kui Long. "Baiklah, Long Shin! Apa kamu akan ikut menjadi muridku?" tanya Dewa Ma
Shin Kui Long lebih memilih cara lama untuk menempa kondisi tubuhnya yang sangat lemah ini."Aku harus mulai dari awal lagi. Master! Lebih baik aku menggunakan cara lama untuk menempa tubuh lemah ini agar lebih kuat!""Baiklah, kalau keinginanmu seperti itu! Bawa pikulan ini dan ambil air di mata air pegunungan!" perintah Dewa Mabuk.Kui Long langsung mengambil pikulan air dengan dua gentong air besar di kedua sisinya."Ingat! Air tidak boleh jatuh setetes pun atau kamu harus mengulanginya dari awal!" seru Dewa Mabuk.Walaupun tubuh mati ini sudah semakin tegap dengan khasiat mata air, tapi tetap saja tubuh yang ditempati Kui Long ini ada masanya untuk membusuk.Susah payah Kui Long membawa pikulan air yang diwajibkan penuh sampai atas menyentuh tepian gentong tapi air di dalam gentong ini tidak boleh keluar dari gentong untuk menetes ke bawah."Bagaimana cara membawa pikulan air yang terus bergoyang tanpa menjatuhkan air sedikit pun?" pikir Kui Long. "Hal yang sangat mustahil untuk d
"Jangan cari masalah dengan Bandit Pendekar ya, Kui Long!" pesan Dewa Mabuk di sela-sela latihannya."Kenapa, Master? Bukannya kita sebagai pendekar harus memberantas bandit yang berkeliaran di Dunia Pendekar ini?" tanya Kui Long. "Siapa sebenarnya yang memimpin Bandit Pendekar sampai Master melarangku untuk ikut campur?'"Benar katamu! Tapi khusus Bandit Pendekar, jangan cari masalah dengan mereka. Pemimpin Bandit pendekar adalah Dewa Bandit yang ilmu bela dirinya sangat hebat. Aku saja ragu bisa mengalahkannya!' ujar Dewa Mabuk."Kalau bandit lainnya, aku boleh ikut campur, Master?" tanya Kui Long."Boleh saja! Tidak masalah! Hanya Bandit Pendekar yang harus kamu jauhi agar hidupmu aman di Dunia Pendekar ini!" saran Dewa Mabuk."Aku tidak ingin cari masalah, Master ... aku hanya ingin belajar menjadi yang terhebat agar bisa menuju Dunia Atas!' sahut Kui Long."Bagus kalau begitu! Dewa Bandit mempunyai sifat pendendam ... dia akan terus mengincarmu apabila kamu menyusahkan dirinya! U
Langit semakin gelap, awan hitam bergulung seperti naga yang mengamuk, seolah turut meratapi pertarungan yang mengguncang dunia. Petir sesekali menyambar cakrawala, menerangi medan perang yang penuh kehancuran. Di tengah reruntuhan, Lin Feng berdiri tegak, Pedang Surgawi terangkat tinggi, memancarkan cahaya emas yang menembus kelamnya kabut hitam yang menyelimuti Kui Long.Pria berjuluk "Dewa Iblis Gerbang Neraka" itu menyeringai. Bukan tanpa alasan ia mendapatkan nama tersebut—bukan karena ia benar-benar iblis, melainkan karena kultivasi kegelapannya yang telah mencapai tingkat yang hanya bisa ditakuti. Tubuhnya, yang diselubungi energi hitam pekat, tampak semakin kokoh. Udara di sekelilingnya bergetar, dipenuhi aura kematian yang mengerikan."Lin Feng," suara Kui Long terdengar serak namun penuh percaya diri. "Kau sudah menunjukkan segalanya. Kini, biarkan aku menunjukkan kekuatan sejati kultivasi kegelapan!"Dengan satu hentakan kaki, tanah di bawahnya merekah, suara retakan mengge
Kui Long mengerahkan seluruh kekuatan gelapnya, tubuhnya mulai diselimuti oleh kabut pekat yang berdenyut dengan energi iblis. Rantai api neraka yang sebelumnya melesat kini berputar liar di sekelilingnya, membentuk lingkaran kehancuran yang siap melumat apa pun yang mendekat. Matanya berkilat merah menyala, suara tawa penuh amarah bergema di tengah pertempuran yang semakin kacau."Lin Feng! Kau pikir dirimu tak terkalahkan? Aku akan menunjukkan kekuatan sejati seorang dewa iblis!" teriak Kui Long dengan suara bergemuruh.Tiba-tiba, tanah di bawahnya merekah lebih dalam, dan dari celah-celahnya muncul ribuan pedang hitam yang seolah hidup merangkak dari dunia bawah. Pedang-pedang itu bergerak cepat, berputar udara, berusaha mengurung Lin Feng yang melayang di udara. Namun, bukannya mundur, Lin Feng justru melesat maju, menerjang ke arah Kui Long dengan kecepatan yang melampaui pandangan manusia biasa."Jika itu kekuatan terbesarmu, maka ini akhir perjalananmu!" Suara Lin Feng beresona
Lin Feng melayang di udara, tubuhnya berputar dengan kelincahan luar biasa, menghindari rantai api neraka yang melesat cepat, nyaris membakar ujung jubahnya. Udara di sekitarnya mendesis panas, membawa aroma belerang yang menusuk. Matanya berkilat tajam, penuh tekad yang tak tergoyahkan. Dengan satu gerakan cepat, ia mengayunkan Pedang Surgawi, menghunuskan bilahnya ke bawah. Gelombang energi berdesing, membelah udara dengan suara nyaring, lalu menghantam tanah dengan kekuatan dahsyat. Sebuah jurang raksasa tercipta, batu-batu beterbangan ke segala arah.Kui Long melompat ke belakang, matanya membelalak menyaksikan kehancuran yang baru saja terjadi. Namun, Lin Feng tak memberinya kesempatan untuk bernapas. Dalam sekejap, ia sudah berada tepat di hadapan Kui Long, pedangnya berpendar dengan cahaya suci yang berkobar. Ia menebaskan senjatanya dengan kekuatan yang cukup untuk meratakan gunung."Aku tidak perlu percaya diri, Kui Long," suara Lin Feng bergema di tengah pertempuran yang men
Langit di atas Negeri Han berubah menjadi lautan petir dan api, memancarkan gelombang energi yang mengguncang seluruh daratan. Raungan naga, ledakan kekuatan spiritual, serta dentingan senjata bercampur dalam simfoni kehancuran.Di pusat medan perang, Lin Feng dan Kui Long bertarung dengan kecepatan yang bahkan mata manusia biasa tak mampu menangkapnya. Setiap tebasan Pedang Surgawi Lin Feng menciptakan gelombang energi yang bisa membelah gunung, sementara setiap pukulan tinju Kui Long membelah udara dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan kota."Kau terlalu percaya diri, Lin Feng!" Kui Long menggeram, tubuhnya dikelilingi oleh aura hitam yang pekat. Dengan satu gerakan tangan, ia memanggil rantai api neraka yang berputar-putar di sekelilingnya sebelum melesat ke arah Lin Feng.Lin Feng melompat ke udara, menghindari serangan itu dengan kelincahan luar biasa. Ia membalas dengan serangan pedangnya yang berkilauan seperti bintang jatuh. Namun, Kui Long memutar tubuhnya dan menang
Langit di atas Negeri Han berpendar merah keemasan, seolah merasakan ketegangan yang menyelimuti tanah di bawahnya. Angin berhembus kencang, membawa aroma darah dan baja, membelai wajah para kultivator dan prajurit yang berbaris di gerbang besar Negeri Kultivator. Mereka berdiri tegap, napas mereka tertahan, menunggu datangnya kekuatan dahsyat yang akan mengguncang dunia.Di kejauhan, cakrawala mulai menghitam. Awan gelap berputar, menciptakan pusaran energi yang mengancam. Dari dalam pusaran itu, muncul sosok-sosok menakutkan: pasukan Gerbang Neraka yang dipimpin oleh Dewa Iblis, bersatu dengan Dewa Persilatan Negeri Pendekar, Naga, dan Klan Naga dari Dunia Naga. Di langit, Naga Azteca melayang megah, sisiknya berkilau seperti berlian hitam, matanya bersinar merah menyala penuh kebencian. Di sisinya, Rubah Ekor Sembilan Yinyin melangkah anggun di udara, sembilan ekornya melambai-lambai, memancarkan aura memabukkan yang bisa melumpuhkan siapa saja yang menatapnya terlalu lama.Di bela
Matahari perlahan menyingsing di ufuk timur, sinarnya mengiris kabut tipis yang masih bergelayut di antara pepohonan raksasa. Embun berkilauan di dedaunan hijau, mencerminkan cahaya pagi yang merayap masuk ke dalam goa batu. Udara di dalamnya terasa lembap dan dingin, aroma tanah basah bercampur dengan asap samar dari obor yang hampir padam. Di sudut goa, rombongan Shin Kui Long duduk melingkar, wajah mereka menggurat kelelahan, namun di balik itu, tekad mereka tetap menyala.Dewa Pedang Wei Bu berdiri dengan sikap tegap, matanya tajam seperti bilah pedang yang siap menebas kebimbangan. Suaranya berat dan dalam saat berbicara, "Kui Long, dengarlah kebenaran yang pahit." Ia berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya mengendap di udara sebelum melanjutkan. "Pedang Nirwana, yang kau impikan sebagai penentu nasib, kini telah jatuh ke tangan musuh. Immortal Lin Feng—seseorang yang pernah kau panggil sahabat dan membunuhmu di masa lalu—telah menemukannya lebih dahulu. Namun, ia bukan lagi pr
Malam telah larut ...Rombongan Shin Kui Long terpaksa bersembunyi di dalam goa di tengah hutan yang terpencil di Dunia Naga agar Klan Naga tidak berhasil menangkap mereka karena dianggap telah menghancurkan pemimpin mereka, Naga Iblis.Cahaya remang-remang dari obor yang tergantung di dinding gua berkelip pelan, menciptakan bayangan yang menari-nari di wajah Dewa Mabuk. Asap dari guci araknya berputar seperti naga kecil, menguarkan aroma menyengat yang bercampur dengan hawa lembab di dalam gua."Apa kau sudah memikirkannya dengan baik?" Suaranya berat dan dalam, menggema di ruang sempit itu.Shin Kui Long menatap lurus ke mata gurunya. Sorot matanya menyala seperti bara api yang ditiup angin. Rahangnya mengeras, tinjunya mengepal di sisi tubuhnya. "Sudah, Master! Aku akan menghancurkan Kaisar keparat itu agar hidupku tenang!"Dewa Mabuk terdiam sesaat, lalu tersenyum miring. "Kalau tekadmu sudah sekuat baja, aku tidak akan menghalangimu lagi. Bahkan, aku akan membantumu!"Kui Long me
Lin Feng menapaki jalan setapak yang sepi, meninggalkan bayang-bayang kemegahan istana di belakangnya. Udara di luar terasa dingin dan menusuk, seakan meramalkan rintangan berat yang akan ia hadapi. Setiap langkahnya diiringi oleh desiran angin yang membawa aroma tanah basah dan bisikan-bisikan roh masa lalu, seakan alam semesta menguji tekadnya sebelum memasuki Pegunungan Langit Terlarang.Di lereng-lereng gunung, kabut tebal menyelimuti jalan, menciptakan labirin alam yang membingungkan. Lin Feng pun harus menggunakan insting dan pengalaman bertarungnya untuk tidak tersesat. Dalam keheningan malam yang penuh misteri, sesekali ia mendengar suara-suara halus, seperti jeritan para roh yang tersesat di antara pepohonan purba. Namun, setiap tantangan semakin menguatkan tekadnya: ia harus menemukan Pedang Nirwana, senjata sakral yang satu-satunya harapan untuk melukai Shin Kui Long.Di tengah perjalanan, langit mendadak bergemuruh. Petir menyambar tanpa peringatan, menerangi sosok-sosok b
Di tengah aula istana yang megah, di mana langit-langit tinggi dihiasi lukisan mitos dan lampu-lampu gantung berkilauan memantulkan cahaya keemasan di atas lantai marmer, Kaisar Han menatap tajam ke arah Immortal Lin Feng. Tatapan itu bagaikan sinar yang berusaha menembus kabut pikiran, membuat setiap sudut ruangan terasa penuh dengan harapan dan kegelisahan. Suara langkah kaki pejabat yang dulu terpaku ketakutan kini berubah menjadi bisikan pelan yang penuh harapan, seolah mereka percaya bahwa kehadiran Lin Feng—sosok legenda yang pernah menjatuhkan Dewa Iblis Gerbang Neraka—akan menjadi titik balik dalam menghadapi ancaman Shin Kui Long.Lin Feng, dengan wajahnya yang tenang namun matanya menyimpan kilau tekad, tahu dalam lubuk hatinya bahwa pertempuran kali ini bukanlah sekadar pertarungan biasa. Ia sadar bahwa Shin Kui Long adalah entitas yang melampaui batas dunia kultivator, seorang dewa yang menguasai rahasia langit dan bumi. Dengan suara serak yang penuh ketegasan, Lin Feng me