Pertarungan besar antara Iblis Tanpa Batas dengan Zhang Sing di perbatasan antara dunia tanpa keabadian dengan Nirvana Surgawi membuat Iblis Tanpa Batas berhasil melarikan diri ke Semesta Nirvana Surgawi yang terbuka akibat ledakan besar yang ditimbulkan Zhang Sing ini.
Shin Kui Long yang kembali ke Nirvana Surgawi berada di dalam tubuh Pendekar Tanpa Tanding yang sudah meninggal, sehingga kondisi tubuh yang ditempatinya ini tidak maksimal.Hanya saja, Kui Long yang kembali ke Nirvana Surgawi bukanlah dewa yang sakti lagi seperti semula, bahkan mendekati kultivator tingkat bawah juga tidak. Tubuh Kui Long di dalam tubuh Pendekar Tanpa Tanding ini sangat lemah.Seharusnya dia inkarnasi untuk mulai dari awal, bukan menumpang di tubuh manusia fana yang sudah mati.Kesalahan fatal alam semesta ini mengakibatkan dirinya menjadi lemah. Kui Long ingat dengan masa lalunya saat masih menjadi Dewa Iblis Gerbang Neraka, tapi dia tidak mengingat tindakannya yang kejam saat menjadi Iblis Tanpa Batas."Apa yang terjadi pada diriku? Kenapa aku berada di dalam tubuh lemah manusia fana ini?" pikir Kui Long dengan penuh tanda tanya.Pendekar Tanpa Tanding boleh kuat untuk menjadi pendekar yang hebat di Dunia Bawah ... tapi di Dunia Atas, tubuhnya tidaklah sempurna untuk menjadi kultivator karena dantian dan meridian miliknya kurang sempurna."Kenapa aku tidak terlahir kembali saja di Dunia Atas? Lebih baik begitu daripada menumpang di tubuh yang lemah ini!" ujar Kui Long dalam hati.Kui Long benar-benar dibuat sengsara oleh tubuh Pendekar Tanpa Tanding karena di Nirvana Surgawi, tubuh Pendekar Tanpa Tanding hanya menempati ranah manusia, padahal ranah penempaan tubuh merupakan dasar yang bagus untuk melakukan kultivasi.Ranah manusia tidak memiliki kekuatan yang berarti sehingga sering dianggap sebagai kultivator kelas rendahan.Ranah manusia Pendekar Tanpa Tanding baru memasuki tingkatan kedua yang sangat jauh dari tingkatan kultivator."Hufh! bagaimana caranya untuk keluar dari tubuh lemah ini? Tapi, kalau aku keluar begitu saja maka tubuh ini akan hancur dan aku akan terkatung-katung tanpa tubuh," pikir Kui Long.Kui Long tiba kembali di Dunia Kultivator Negeri Han, tempat yang sangat mengerikan baginya karena di dunia inilah dia mengalami kematian yang sangat tragis.Dunia Kultivator tidak terlalu memperhatikan pemuda lemah yang berjalan terseok-seok akibat lemahnya tubuh pemuda ini yang sangat kesulitan untuk melangkah.“Cuih! Manusia rendahan sepertimu tidak pantas berada di Negeri Han! Seharusnya kamu berada di Dunia Pendekar Negeri Qing saja!” hina salah satu kultivator yang berpapasan dengan Kui Long.Bugh!Tubuh Kui Long yang sudah lemah ditendang oleh kultivator kelas bawah ini.“Pergi sana! Jijik aku melihatmu berada di sini!” seru kultivator kelas bawah yang sombong ini.Tindakan kultivator kelas bawah ini juga diikuti kultivator lainnya yang kebetulan berpapasan dengan Kui Long.Bagi mereka, Kui Long yang berada di dalam tubuh Pendekar Tanpa Tanding ini adalah rakyat jelata yang tidak pantas untuk diperhatikan.Ingin rasanya Kui Long membalas perbuatan mereka, tapi dia tidak berdaya karena kondisi tubuhnya yang lemah."Aku harus melihat kondisi Pagoda tempat aku dikepung sebelumnya, apakah mayat-mayat Immortal itu sudah dibersihkan!" ujar Kui Long dalam hati.Shin Kui Long merasa prihatin dengan banyakanya Immortal dan Kultivator yang terbunuh olehnya saat berusaha menyingkirkan dirinya.Pagoda yang menjadi tempat tujuannya sudah bersih dari mayat-mayat yang bergelimpangan sebelumnya.Tidak terlihat lagi tumpukan mayat yang banyak berada di bawah Pagoda ini.Tapi, beberapa kultivator masih tampak membersihkan sisa-sisa darah yang menempel pada Pagoda ini.Kui Long yang dalam kondisi lemah tidak terlalu diperhatikan oleh kultivator yang membersihakn darah kering yang menempel pada Pagoda."Hei ... kalian! Sudah berapa lama Pagoda ini dibersihkan?" tanya Kui Long memberanikan diri bertanya kepada mereka.Para kultivator tingkat rendah yang membersihkan Pagoda tidak mempedulikan pemuda berantakan yang mereka anggap sebagai rakyat jelata saja."Pergi kau dari sini! Cari mati saja!" tegur salah satu kultivator tingkat rendah yang hanya berada di ranah manusia tingkat tiga, tapi angkuhnya luar biasa."Aku hanya ingin tanya kalian sudah berapa lama membersihkan Pagoda ini?" tanya Kui Long Lagi memaksakan kehendaknya.Bugh!Sebuah tendangan dilayangkan salah satu kultivator tingkat rendah ini.Kui Long yang sudah lemah langsung muntah darah terkena tendangan yang mengandung sedikit energi qi ini."Kalau kau tidak mau pergi juga, aku akan membunuhmu! Rakyat jelata sepertimu tidak ada harganya di mata kami!" seru kultivator tingkat rendah lainnya."Kalian sudah mati semua apabila kondisiku masih seperti dahulu saat menjadi Dewa Iblis Gerbang Neraka."Tapi kata-kata itu hanya ada di dalam hati Kui Long saja.Terlalu beresiko menantang kultivator sombong ini, karena mereka tidak akan segan-segan membunuhnya."Kalian semua! Kenapa mengeroyok rakyat jelata yang tidak memiliki kemampuan kultivasi ini?" tanya seorang perempuan yang masih muda yang muncul di haadapan kultivator kelas rendah ini.“Jangan ikut campur Nona! Lebih baik kamu temani kami saja untuk permainana yang menyenangkan! Hahaha!”Kata-kata kotor yang terucap dari mulut kultivator kelas rendahan ini membuat Shin Kui Long merasa jijik terhadap mereka.Samar-samar Kui Long ingat dengan perempuan ini yang tidak lain adalah Immortal Qian Ling.Immortal yang pernah menawarinya untuk menyerah."Immortal ini tidak akan mengenaliku dengan kondisiku yang seperti sekarang ini! Jadi, percuma saja menegurnya! Terlalu berbahaya juga kalau dia mengenaliku sebagai Dewa Iblis Gerbang Neraka!" pikir Kui Long."Kamu tidak apa-apa?" tegur Qian Ling yang ternyata lebih berhati mulia daripada kultivator tingkat rendah yang sombong itu."Tidak apa-apa! Terima kasih, Nona!" ucap Kui Long."Jangan dekat-dekat dengan kultivator tingkat rendah ini. Mereka sangat sombong hanya dengan sedikit kemampuan saja! Kamu bisa tewas tadi seandainya aku tidak datang!" saran Qian Ling."Aku ingin tanya, Nona ... sudah berapa lama kultivator ini membersihkan Pagoda yang kotor ini?" tanya Kui Long."Kamu bukan berasal dari Negeri Han ya?" tanya Qian Ling. "Telah terjadi pertarungan besar di sini, dan banyak Immortal yang gugur dalam melawan Dewa Iblis Gerbang Neraka.""Sudah berapa lama, sejak pertarungan besar itu?" tanya Kui Long."Kamu benar-benar ingin tahu?" tanya Qian Ling yang merasa heran dengan ketertarikan pemuda lemah ini terhadap pertarungan akbar yang mereka jalani.Kui Long mengangukan kepalanya."Baiklah Kalau itu keinginanmu! Sudah sebulan sejak pertarungan besar ittu!" ujar Qian Ling."Sudah selama itu? Berarti telah terjadi perubahan waktu saat celah menuju Nirvana Surgawi ini terbuka!" pikir Kui Long.Shin Kui Long tidak menyangka waktu yang sebentar dialaminya ini sudah berlangsung selama sebulan di dunia nyata."Bagaimana dengan Dewa Iblis Gerbang Neraka, Nona? Apa dia tewas dalam pertempuran akbar ini?" tanya Kui Long."Kamu ini banyak bertanya tentang kejadian di Pagoda ini. Apa kamu ini kerabat dari Dewa Iblis Gerbang Neraka?" tanya Immortal Qian Ling penuh rasa curiga."Aku hanya penasaran dengan Ahli Bela Diri Terhebat ini ... kenapa bisa tewas oleh Immortal dan Pendekar Saja! Begitulah rumor yang kudengar, Nona!' ujar Kui Long."Ribuan Immortal dan Kultivator tewas dalam usaha melenyapkan Dewa Iblis Gerbang Neraka ini, jadi perbuatan dia tidak bisa dibenarkan!""Kenapa Dewa Iblis Gerbang Neraka sampai tega membantai ribuan Immortal dan Kultivator ini?" tanya Kui Long.Sekarang Kui Long bebas bertanya kepada Immortal Qian Ling yang tidak mengenalinya."Dewa Iblis Gerbang Neraka telah dituduh melakukan kejahatan sehingga Kaisar Han memerintahkan seluruh Immortal dan Kultivator melenyapkan dia dari Dunia Kultivator!""Kejahatan seperti apa yang telah dilakukannya?" tanya Kui Long.Qian Li
"Kami tahu kalau kamu di dalam! Keluar sekarang maka kami akan mengampunimu!' seru anak-anak muda ini.Belum pernah Kui Long merasa terpojok seperti ini, apalagi oleh anak-anak muda yang paling tinggi hanya mencapai ranah manusia saja.Sekali kibas saja dia akan merobohkan mereka semua di masa lalu, tapi di masa kini dia hanyalah pecundang yang tidak punya kemampuan apa-apa.'Gembel! Kesabaran kami sudah habis terhadapmu! Keluar sekarang atau kami akan mencarimu sampai dapat!""Aku tidak boleh mati lagi. Aku harus mencari tubuh asliku yang disimpan Kaisar Qing! Kalau masih belum lama, aku bisa hidup kembali menjadi Shin Kui Long dengan kemampuan di atas semua Immortal yang ada."Sekarang, Kui Long harus memeras otak untuk keluar dari tempat persembunyiannya ini tanpa ketahuan oleh anak-anak muda kejam yang hendak memukulinya sampai mati hanya karena penampilannya menyedihkan dan tidak mirip kultivator sama sekali?"Kamu tidak akan bisa bersembunyi dari kami, gembel!" Cepat keluar atau
Pendekar kelas jelata seperti kerasukan setan dab tidak peduli lagi dengan nyawa Kui Long yang sudah di ujung tanduk.Saat tangan salah satu pendekar hendak menghabisi nyawa Kui Long dengan memukul kepalanya, tangannya ditangkap oleh seseorang yang bergerak sangat cepat ke arah dirinya.Sosok yang menangkap tangan pendekar ini dan mendorongnya menjauh dari tubuh Kui Long bukanlah sosok pendekar ideal yang tinggi tegap."Pergi kalian! Beraninya menganggu Pendekar yang lemah!" seru kakek yang bertubuh gempal ini."Pak Tua ... urus saja urusanmu sendiri! Jangan ganggu kami!" sahut Pendekar kelas jelata ini."Aku tidak bisa membiarkan kalian menyiksa pemuda malang ini! Tinggalkan dia, maka aku akan mengampunimu!" seru kakek gempal yang membawa kendi arak di pinggangnya.Salah satu Pendekar kelas rendah ini mengenali sosok Pendekar yang menegur mereka ini."Dia itu Dewa Mabuk! Baiknya kita menyingkir saja! Berbahaya sekali melawannya karena dia merupakan salah satu dari Lima Dewa Pendekar
":Benar, Master! Aku ini Shin Kui Long yang lebih dikenal sebagai Dewa Iblis Gerbang Neraka! Tapi sekarang, aku ini hanyalah manusia biasa saja!' sahut Kui Long yang sudah siap menerima segala akibat perbuatannya di masa silam. HAHAHA ...! Tiba-tiba Dewa Mabuk ini tertawa sekeras-kerasnya. Kui Long menjadi bingung melihat sikap aneh Dewa Mabuk. "Kenapa kamu ini sangat lemah?" tanya Dewa Mabuk kepada Kui Long."Seperti yang kukatakan kalau aku sebenarnya kultivator yang kuat, paman! Aku tewas akibat pengeroyokan Immortal di Dunia Kultivator!" jelas Kui Long."Kamu serius?" tanya Dewa Mabuk yang tidak percaya dengan ucapan Kui Long sedikit pun. "Bukannya tadi paman yang menanyakanku tentang Dewa Iblis Gerbang Neraka?" tanya Kui Long. "Aku hanya mengujimu! Siapa namamu anak muda?" tanya Dewa Mabuk. "Terserah paman saja mau panggil aku apa! tapi kalau tidak keberatan panggil aku Long Shin saja!" ujar Kui Long. "Baiklah, Long Shin! Apa kamu akan ikut menjadi muridku?" tanya Dewa Ma
Shin Kui Long lebih memilih cara lama untuk menempa kondisi tubuhnya yang sangat lemah ini."Aku harus mulai dari awal lagi. Master! Lebih baik aku menggunakan cara lama untuk menempa tubuh lemah ini agar lebih kuat!""Baiklah, kalau keinginanmu seperti itu! Bawa pikulan ini dan ambil air di mata air pegunungan!" perintah Dewa Mabuk.Kui Long langsung mengambil pikulan air dengan dua gentong air besar di kedua sisinya."Ingat! Air tidak boleh jatuh setetes pun atau kamu harus mengulanginya dari awal!" seru Dewa Mabuk.Walaupun tubuh mati ini sudah semakin tegap dengan khasiat mata air, tapi tetap saja tubuh yang ditempati Kui Long ini ada masanya untuk membusuk.Susah payah Kui Long membawa pikulan air yang diwajibkan penuh sampai atas menyentuh tepian gentong tapi air di dalam gentong ini tidak boleh keluar dari gentong untuk menetes ke bawah."Bagaimana cara membawa pikulan air yang terus bergoyang tanpa menjatuhkan air sedikit pun?" pikir Kui Long. "Hal yang sangat mustahil untuk d
"Jangan cari masalah dengan Bandit Pendekar ya, Kui Long!" pesan Dewa Mabuk di sela-sela latihannya."Kenapa, Master? Bukannya kita sebagai pendekar harus memberantas bandit yang berkeliaran di Dunia Pendekar ini?" tanya Kui Long. "Siapa sebenarnya yang memimpin Bandit Pendekar sampai Master melarangku untuk ikut campur?'"Benar katamu! Tapi khusus Bandit Pendekar, jangan cari masalah dengan mereka. Pemimpin Bandit pendekar adalah Dewa Bandit yang ilmu bela dirinya sangat hebat. Aku saja ragu bisa mengalahkannya!' ujar Dewa Mabuk."Kalau bandit lainnya, aku boleh ikut campur, Master?" tanya Kui Long."Boleh saja! Tidak masalah! Hanya Bandit Pendekar yang harus kamu jauhi agar hidupmu aman di Dunia Pendekar ini!" saran Dewa Mabuk."Aku tidak ingin cari masalah, Master ... aku hanya ingin belajar menjadi yang terhebat agar bisa menuju Dunia Atas!' sahut Kui Long."Bagus kalau begitu! Dewa Bandit mempunyai sifat pendendam ... dia akan terus mengincarmu apabila kamu menyusahkan dirinya! U
Shin Kui Long bertemu gadis cantik yang sangat misterius, karena pedagang buah-buahan di Kota pendekar sangat takut terhadap gadis bernama Hong Ling ini."Kamu belum menjawab pertanyaanku ... siapa sebenarnya dirimu, Nona Hong Ling?" tanya Kui Long.Gadis ini tersenyum mendengar pertanyaan Kui Long. "Aku hanya gadis biasa, Long Shin! Aku juga tidaak tahu kenapa paman ini taakut sekali padaku! Paman pasti salah orang!" kata Hong Ling sambil memberi isyarat kepada pemilik toko buah ini agar mengikuti keinginannya."Benar! Aku baru sadar kalau Naona ini bukan Nona yang aku takuti! Maaf, Nona!" ujar pedagang buah ini."Tuh kan, kamu dengar sendiri! Aku hanya gadis biasa yang sedang jalan-jalan di Kota Pendekar dan melihatmu yang sedang kebingungan! Aku menyukaimu, makanya aku datang membantumu ... apa itu salah?" tanya Hong Ling."Tidak! Maafkan aku, Hong Ling!" sahut Long Shin."Hihihi ... kalau kamu mau menjadi sahabatku, maka aku maafkan perbuatanmu tadi!" ujar Hong Ling."Siapa yang t
Kui Long tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempataan yang ditawarkan oleh Hong Ling yang baru dikenalnya ini."Baiklah, aku setuju! Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu!' sahut Kui long."Apa yang hendak kamu tanyakan?""Apa kamu akan mengembalikan tubuh Dewa Iblis Gerbang Neraka ke pemilik aslinya?" tanya Kui Long dengan hati-hati."Tentu saja, Long'ge! Untuk apa aku menyimpan mayat?" sahut Hong Ling."Baiklah, aku pegang janjimu!" ujar Kui Long. "Kapan kita akan mencuri tubuhku ... eh maksudku tubuh Dewa Iblis Gerbang Neraka!' ujar Kui Long."Hihihi! Baru mau mencuri saja sudah gugup begini, bagaiman akalau kamu sudah berada di lingkungan istana?' tanya Hong Ling sambil tertawa geli.Kui Long merasa aneh dengan gadis ini.Mau mencuri sesuatu yang penting di Istana Kerajaan Qing tapi sikapnya biasa-biasa saja ... tidak tampak rasa khawatir, takut, ataupun perasaan lainnya saat seseorang sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya dan sangat penting."Apa kamu sudah punya renca
Langit semakin gelap, awan hitam bergulung seperti naga yang mengamuk, seolah turut meratapi pertarungan yang mengguncang dunia. Petir sesekali menyambar cakrawala, menerangi medan perang yang penuh kehancuran. Di tengah reruntuhan, Lin Feng berdiri tegak, Pedang Surgawi terangkat tinggi, memancarkan cahaya emas yang menembus kelamnya kabut hitam yang menyelimuti Kui Long.Pria berjuluk "Dewa Iblis Gerbang Neraka" itu menyeringai. Bukan tanpa alasan ia mendapatkan nama tersebut—bukan karena ia benar-benar iblis, melainkan karena kultivasi kegelapannya yang telah mencapai tingkat yang hanya bisa ditakuti. Tubuhnya, yang diselubungi energi hitam pekat, tampak semakin kokoh. Udara di sekelilingnya bergetar, dipenuhi aura kematian yang mengerikan."Lin Feng," suara Kui Long terdengar serak namun penuh percaya diri. "Kau sudah menunjukkan segalanya. Kini, biarkan aku menunjukkan kekuatan sejati kultivasi kegelapan!"Dengan satu hentakan kaki, tanah di bawahnya merekah, suara retakan mengge
Kui Long mengerahkan seluruh kekuatan gelapnya, tubuhnya mulai diselimuti oleh kabut pekat yang berdenyut dengan energi iblis. Rantai api neraka yang sebelumnya melesat kini berputar liar di sekelilingnya, membentuk lingkaran kehancuran yang siap melumat apa pun yang mendekat. Matanya berkilat merah menyala, suara tawa penuh amarah bergema di tengah pertempuran yang semakin kacau."Lin Feng! Kau pikir dirimu tak terkalahkan? Aku akan menunjukkan kekuatan sejati seorang dewa iblis!" teriak Kui Long dengan suara bergemuruh.Tiba-tiba, tanah di bawahnya merekah lebih dalam, dan dari celah-celahnya muncul ribuan pedang hitam yang seolah hidup merangkak dari dunia bawah. Pedang-pedang itu bergerak cepat, berputar udara, berusaha mengurung Lin Feng yang melayang di udara. Namun, bukannya mundur, Lin Feng justru melesat maju, menerjang ke arah Kui Long dengan kecepatan yang melampaui pandangan manusia biasa."Jika itu kekuatan terbesarmu, maka ini akhir perjalananmu!" Suara Lin Feng beresona
Lin Feng melayang di udara, tubuhnya berputar dengan kelincahan luar biasa, menghindari rantai api neraka yang melesat cepat, nyaris membakar ujung jubahnya. Udara di sekitarnya mendesis panas, membawa aroma belerang yang menusuk. Matanya berkilat tajam, penuh tekad yang tak tergoyahkan. Dengan satu gerakan cepat, ia mengayunkan Pedang Surgawi, menghunuskan bilahnya ke bawah. Gelombang energi berdesing, membelah udara dengan suara nyaring, lalu menghantam tanah dengan kekuatan dahsyat. Sebuah jurang raksasa tercipta, batu-batu beterbangan ke segala arah.Kui Long melompat ke belakang, matanya membelalak menyaksikan kehancuran yang baru saja terjadi. Namun, Lin Feng tak memberinya kesempatan untuk bernapas. Dalam sekejap, ia sudah berada tepat di hadapan Kui Long, pedangnya berpendar dengan cahaya suci yang berkobar. Ia menebaskan senjatanya dengan kekuatan yang cukup untuk meratakan gunung."Aku tidak perlu percaya diri, Kui Long," suara Lin Feng bergema di tengah pertempuran yang men
Langit di atas Negeri Han berubah menjadi lautan petir dan api, memancarkan gelombang energi yang mengguncang seluruh daratan. Raungan naga, ledakan kekuatan spiritual, serta dentingan senjata bercampur dalam simfoni kehancuran.Di pusat medan perang, Lin Feng dan Kui Long bertarung dengan kecepatan yang bahkan mata manusia biasa tak mampu menangkapnya. Setiap tebasan Pedang Surgawi Lin Feng menciptakan gelombang energi yang bisa membelah gunung, sementara setiap pukulan tinju Kui Long membelah udara dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan kota."Kau terlalu percaya diri, Lin Feng!" Kui Long menggeram, tubuhnya dikelilingi oleh aura hitam yang pekat. Dengan satu gerakan tangan, ia memanggil rantai api neraka yang berputar-putar di sekelilingnya sebelum melesat ke arah Lin Feng.Lin Feng melompat ke udara, menghindari serangan itu dengan kelincahan luar biasa. Ia membalas dengan serangan pedangnya yang berkilauan seperti bintang jatuh. Namun, Kui Long memutar tubuhnya dan menang
Langit di atas Negeri Han berpendar merah keemasan, seolah merasakan ketegangan yang menyelimuti tanah di bawahnya. Angin berhembus kencang, membawa aroma darah dan baja, membelai wajah para kultivator dan prajurit yang berbaris di gerbang besar Negeri Kultivator. Mereka berdiri tegap, napas mereka tertahan, menunggu datangnya kekuatan dahsyat yang akan mengguncang dunia.Di kejauhan, cakrawala mulai menghitam. Awan gelap berputar, menciptakan pusaran energi yang mengancam. Dari dalam pusaran itu, muncul sosok-sosok menakutkan: pasukan Gerbang Neraka yang dipimpin oleh Dewa Iblis, bersatu dengan Dewa Persilatan Negeri Pendekar, Naga, dan Klan Naga dari Dunia Naga. Di langit, Naga Azteca melayang megah, sisiknya berkilau seperti berlian hitam, matanya bersinar merah menyala penuh kebencian. Di sisinya, Rubah Ekor Sembilan Yinyin melangkah anggun di udara, sembilan ekornya melambai-lambai, memancarkan aura memabukkan yang bisa melumpuhkan siapa saja yang menatapnya terlalu lama.Di bela
Matahari perlahan menyingsing di ufuk timur, sinarnya mengiris kabut tipis yang masih bergelayut di antara pepohonan raksasa. Embun berkilauan di dedaunan hijau, mencerminkan cahaya pagi yang merayap masuk ke dalam goa batu. Udara di dalamnya terasa lembap dan dingin, aroma tanah basah bercampur dengan asap samar dari obor yang hampir padam. Di sudut goa, rombongan Shin Kui Long duduk melingkar, wajah mereka menggurat kelelahan, namun di balik itu, tekad mereka tetap menyala.Dewa Pedang Wei Bu berdiri dengan sikap tegap, matanya tajam seperti bilah pedang yang siap menebas kebimbangan. Suaranya berat dan dalam saat berbicara, "Kui Long, dengarlah kebenaran yang pahit." Ia berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya mengendap di udara sebelum melanjutkan. "Pedang Nirwana, yang kau impikan sebagai penentu nasib, kini telah jatuh ke tangan musuh. Immortal Lin Feng—seseorang yang pernah kau panggil sahabat dan membunuhmu di masa lalu—telah menemukannya lebih dahulu. Namun, ia bukan lagi pr
Malam telah larut ...Rombongan Shin Kui Long terpaksa bersembunyi di dalam goa di tengah hutan yang terpencil di Dunia Naga agar Klan Naga tidak berhasil menangkap mereka karena dianggap telah menghancurkan pemimpin mereka, Naga Iblis.Cahaya remang-remang dari obor yang tergantung di dinding gua berkelip pelan, menciptakan bayangan yang menari-nari di wajah Dewa Mabuk. Asap dari guci araknya berputar seperti naga kecil, menguarkan aroma menyengat yang bercampur dengan hawa lembab di dalam gua."Apa kau sudah memikirkannya dengan baik?" Suaranya berat dan dalam, menggema di ruang sempit itu.Shin Kui Long menatap lurus ke mata gurunya. Sorot matanya menyala seperti bara api yang ditiup angin. Rahangnya mengeras, tinjunya mengepal di sisi tubuhnya. "Sudah, Master! Aku akan menghancurkan Kaisar keparat itu agar hidupku tenang!"Dewa Mabuk terdiam sesaat, lalu tersenyum miring. "Kalau tekadmu sudah sekuat baja, aku tidak akan menghalangimu lagi. Bahkan, aku akan membantumu!"Kui Long me
Lin Feng menapaki jalan setapak yang sepi, meninggalkan bayang-bayang kemegahan istana di belakangnya. Udara di luar terasa dingin dan menusuk, seakan meramalkan rintangan berat yang akan ia hadapi. Setiap langkahnya diiringi oleh desiran angin yang membawa aroma tanah basah dan bisikan-bisikan roh masa lalu, seakan alam semesta menguji tekadnya sebelum memasuki Pegunungan Langit Terlarang.Di lereng-lereng gunung, kabut tebal menyelimuti jalan, menciptakan labirin alam yang membingungkan. Lin Feng pun harus menggunakan insting dan pengalaman bertarungnya untuk tidak tersesat. Dalam keheningan malam yang penuh misteri, sesekali ia mendengar suara-suara halus, seperti jeritan para roh yang tersesat di antara pepohonan purba. Namun, setiap tantangan semakin menguatkan tekadnya: ia harus menemukan Pedang Nirwana, senjata sakral yang satu-satunya harapan untuk melukai Shin Kui Long.Di tengah perjalanan, langit mendadak bergemuruh. Petir menyambar tanpa peringatan, menerangi sosok-sosok b
Di tengah aula istana yang megah, di mana langit-langit tinggi dihiasi lukisan mitos dan lampu-lampu gantung berkilauan memantulkan cahaya keemasan di atas lantai marmer, Kaisar Han menatap tajam ke arah Immortal Lin Feng. Tatapan itu bagaikan sinar yang berusaha menembus kabut pikiran, membuat setiap sudut ruangan terasa penuh dengan harapan dan kegelisahan. Suara langkah kaki pejabat yang dulu terpaku ketakutan kini berubah menjadi bisikan pelan yang penuh harapan, seolah mereka percaya bahwa kehadiran Lin Feng—sosok legenda yang pernah menjatuhkan Dewa Iblis Gerbang Neraka—akan menjadi titik balik dalam menghadapi ancaman Shin Kui Long.Lin Feng, dengan wajahnya yang tenang namun matanya menyimpan kilau tekad, tahu dalam lubuk hatinya bahwa pertempuran kali ini bukanlah sekadar pertarungan biasa. Ia sadar bahwa Shin Kui Long adalah entitas yang melampaui batas dunia kultivator, seorang dewa yang menguasai rahasia langit dan bumi. Dengan suara serak yang penuh ketegasan, Lin Feng me