Namun, pintu masuk kantor catatan sipil belum dibuka. Pintunya rusak sehingga staf sedang memperbaikinya. Segerombolan orang yang datang terpaksa menunggu di luar. Orang-orang yang menikah dan bercerai dibagi menjadi 2 barisan.Caden tidak turun dari mobil. Dia berniat menyuruh pengurus Vila Uwana untuk menghubungi istrinya. Tiba-tiba, dia melihat Naomi.Naomi sedang berdiri di barisan sambil memandang ke arah pintu. Jantung Caden berdegup kencang, kenapa Naomi datang ke kantor catatan sipil? Apa dia mau bercerai? Jadi, ini kejutan yang dikatakan Naomi?Caden sangat antusias. Ini memang kejutan besar untuknya! Hanya saja, kebetulan mereka bercerai di hari yang sama.Caden merasa kurang pantas jika dirinya bertemu dengan Naomi sekarang. Dia hanya duduk di mobil sembari diam-diam mengamati Naomi. Caden ingin melihat suami Naomi.Tak lama kemudian, seorang pria yang gerak-geriknya tampak mencurigakan menghampiri Naomi dan berbicara dengannya.Caden mengernyit, apa ini suaminya Naomi? Kena
Caden mengabaikan tatapan orang-orang kepadanya. Dia menghampiri Tony dengan ekspresi muram dan bertanya, "Mana Cynthia?"Tony mengenakan pakaian tradisional. Dia yang duduk di kursi roda sedang berbincang dengan sekelompok senior. Tony tampak bersemangat dan gembira.Melihat Caden yang marah, Tony tersenyum seraya menyahut, "Cynthia lagi istirahat di lantai atas. Dia merasa canggung turun ke lantai bawah karena kamu belum datang. Bagaimanapun, Cynthia nggak kenal orang-orang di sini."Caden tahu Tony yang merencanakan semua ini. Dia melirik Tony seraya berucap dengan dingin, "Setelah hari ini, aku akan menarik kembali semua saham milikmu."Selesai bicara, Caden berjalan ke lift. Mendengar ucapan Caden, ekspresi Tony berubah drastis. Hatinya terasa sakit.Tony paling mengutamakan kekuasaan. Saham yang dimilikinya sekarang adalah modal terakhir. Jika Tony kehilangan semua saham ini, dia pasti celaka.Melvin menghibur, "Pak Tony, jangan khawatir, saham ada di tanganmu. Asalkan kamu nggak
Para tamu terus berkomentar."Astaga, kembar empat! Semuanya sangat tampan! Aku benar-benar iri, pantas saja belakangan ini suamiku terus desak anakku lahirkan cucu untuknya. Aku juga mau cucu.""Tapi, kudengar selain Rayden, 3 anak yang lain dibesarkan Naomi. Dia cuma wanita biasa, tapi dia pandai merawat anak-anaknya sehingga mereka terlihat begitu berkelas.""Harus diakui Naomi memang pandai merawat anak-anaknya."Mendengar ucapan orang-orang itu, anggota Keluarga Pangestu merasa tidak senang. Salah satu dari mereka mengomentari, "Mereka beruntung mewarisi gen Keluarga Pangestu makanya begitu tampan. Apa hubungannya dengan Naomi?"Orang-orang terdiam. Mereka diam-diam membatin, 'Keturunan Keluarga Pangestu sangat banyak. Tapi, nggak semua punya tampang yang menonjol seperti keempat anak ini.'Naomi hanya fokus kepada anak-anaknya. Dia sama sekali tidak mendengarkan komentar orang-orang. Naomi buru-buru menghampiri anak-anaknya.Hayden dan Jayden menghambur ke pelukan Naomi sembari m
Naomi menahan napas. Dia terbelalak. Ternyata pria di depannya ini adalah Caden? Jadi, dia adalah suami yang selama ini ingin diceraikan Naomi?Naomi tidak percaya. Dia bertanya lagi, "Bukannya ... nama kamu Cayden?"Caden merasa bersalah. Dia menyahut, "Maaf, sebelumnya aku membohongimu."Naomi menghela napas dan memastikan, "Kamu ... kamu itu presdir Grup Pangestu, Caden?""Iya," sahut Caden.Naomi terpaku di tempat. Dia memandangi Caden dengan mata membelalak. Naomi sangat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata lagi.Jantung Naomi berdetak kencang. Seketika Naomi tidak tahu harus marah atau senang. Demi bercerai dengan Caden, Naomi terus mencari berbagai cara dan merasa gundah setiap hari. Akan tetapi, Caden malah membohonginya.Hanya saja, sekarang Naomi baru tahu ternyata pria yang disukainya adalah suaminya. Ini kabar gembira! Sebelum Naomi memutuskan untuk menendang Caden atau memeluk Caden sambil menciumnya, tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang. "Istri Pak Caden datang
Keluarga Pangestu sudah memendam amarah begitu lama dan menghabiskan banyak uang untuk Keluarga Tandi. Mereka juga mengeluarkan uang untuk mengadakan acara ini. Tentu saja mereka sangat menantikan momen ini. Anggota Keluarga Pangestu meluapkan amarah mereka."Wanita ini memang nggak tahu statusnya atau sengaja mempermalukan Caden dan Keluarga Pangestu?""Aku rasa dia memang sengaja datang untuk memprovokasi Cynthia! Pelakor zaman sekarang memang makin nggak tahu malu! Istri sah belum buat perhitungan dengan dia, tapi dia sudah cari masalah dulu!""Keluarga kaya nggak kekurangan anak. Jangan harap dia bisa menaikkan statusnya dengan anak haram! Rencananya pasti gagal! Keluarga Pangestu nggak akan mengakui anak haram itu!"Naomi langsung marah begitu mereka menjelek-jelekkan anaknya. Dia menampar wanita yang berbicara tadi dan memarahi, "Beraninya kamu menghina anak-anakku!"Semua orang tertegun. Wanita yang ditampar itu memegang wajahnya dan berkata seraya menangis, "Kalian semua lihat,
Cynthia menangis. Sonia berteriak, "Kamu nggak usah takut pada dia! Semua anggota Keluarga Pangestu menyokongmu! Kamu bilang saja dengan lantang dia itu apa!"Anggota Keluarga Pangestu yang lain menimpali, "Benar, bilang saja!"Cynthia berujar dengan geram sambil berlinang air mata, "Memangnya kenapa kalau kamu itu istrinya Caden? Kamu sudah merebut posisiku! Seharusnya aku yang menikah dengan Caden!"Naomi adalah istri Caden? Anggota Keluarga Pangestu, para tamu, serta Dylan dan teman-temannya sangat terkejut. Apalagi Caden. Keempat anak Naomi dan Caden tersenyum, sudah saatnya mengungkap kebenaran.Naomi mengabaikan Cynthia, dia memandang anggota Keluarga Pangestu sembari berkata, "Kalian sudah dengar, 'kan? Sebenarnya siapa yang jadi pelakor? Kalian bilang mau bela kebenaran, jadi menurut kalian istri sah yang salah dan pelakor yang benar? Aku benar-benar kagum dengan pemikiran kalian!"Naomi menegaskan, "Sekarang aku beri tahu kalian, bukan kalian yang nggak izinkan aku dan anak-an
Itu berarti semua tenaga dan uang yang dihabiskan Keluarga Pangestu untuk mencari Cynthia menjadi sia-sia. Bahkan, mereka membantu Keluarga Tandi membayar utang dalam jumlah yang banyak.Keluarga Pangestu berniat mempermalukan Naomi dengan status istri sah Cynthia. Alhasil, mereka yang dipermalukan.Acara yang megah ini khusus diadakan untuk Caden dan Naomi, tetapi akhirnya Keluarga Pangestu malah menjadi pemeran utama. Mereka menjadi bahan tertawaan orang-orang dari kalangan atas. Mereka benar-benar tolol!"Astaga!" teriak Zaskia. Dia pingsan lagi.Anggota Keluarga Pangestu yang lain juga menyadari nasib mereka yang tragis. Mereka menangis histeris. Tadi mereka masih begitu semangat, sekarang mereka benar-benar lemas. Semua anggota Keluarga Pangestu sadar mereka sangat bodoh.Tony juga terperangah. Bahkan dia ingin mati saat mendengar komentar orang-orang. Tony menegaskan, "Ayo, pergi!"Tony menyuruh Melvin untuk membawanya pergi meninggalkan acara. Dia tidak ingin berlama-lama di tem
Staf dari kantor catatan sipil tiba-tiba datang. Dia tampak buru-buru. Kemarin Caden menyuruh kantor catatan sipil membuat akta nikah secepatnya saat tengah malam.Caden juga meminta akta cerainya harus disiapkan pagi ini. Alhasil, ada sedikit masalah di kantor catatan sipil sehingga akta nikah baru selesai dibuat.Atasan terus menunggu Caden datang untuk mengurus prosedur perceraian, tetapi Caden tidak datang. Dia takut menyinggung Caden, jadi dia mengutus bawahan untuk mengantar akta nikah.Dengan begitu, Caden tidak bisa menyalahkan kantor catatan sipil karena tidak mendapatkan akta cerai. Caden sendiri yang tidak datang.Staf yang datang merupakan pemuda berusia 20-an tahun. Dia terlihat sangat polos. Staf itu berucap, "Pak Caden, akta nikah sudah selesai dibuat. Coba lihat, kamu bisa cerai sesegera mungkin."Caden masih belum menenangkan dirinya. Dia bertanya, "Nama istriku Naomi?"Staf tersebut tertegun sejenak, apa Caden tidak tahu nama istrinya? Dia melihat akta nikah dan menya
“Sudah dipanggil Hayden. Ayo, bangun!”Caden tidak membuka matanya. Dia masih merasa malas. “Tidur sebentar lagi.”Naomi mencubit pipi Caden dengan kuat. “Tidur kepalamu! Anak-anak sudah bangun semuanya. Kita malah masih malas-malasan. Apa kamu nggak merasa malu?”Caden pun tersenyum, tapi dia masih tidak membuka matanya.“Nggak malu. Siapa juga yang menetapkan setelah jadi orang tua, kita mesti bangun lebih pagi daripada anak-anak?”“Dasar nggak tahu malu. Ayo, cepat bangun! Kalau kamu nggak bangun lagi, aku marah, nih!”Caden mengangkat kelopak matanya. Meski dia masih kelihatan mengantuk, dia tetap kelihatan tampan bagai pemeran utama di dalam komik saja. “Ciuman pagi hari!”Naomi menggigit dagu Caden. “Selamat … pagi!”Caden pun tersenyum, lalu mengangkat dagu Naomi dan menciumnya dengan kuat. Tatapan Caden ketika menatap Naomi penuh dengan rasa manja. “Selamat pagi.”Naomi menjulingkan matanya, lalu mengesampingkan selimutnya untuk pergi membasuh tubuhnya.Semalam Caden memang sud
Caden tidak berani mengatakan telah terjadi sesuatu karena Camila mengantar makanan. Sebab, semua itu juga diatur oleh Caden.Reputasi Dylan di luar sana sangat buruk. Sikap Naomi terhadapnya juga sangat jelas. Naomi memang menganggap Dylan sebagai teman. Namun jika membahas soal hubungan asmara, Naomi pun merasa risi.Seandainya Naomi sampai mengetahui Keluarga Hermanto salah paham dengan maksud Camila mengantar makanan untuk Dylan. Sepertinya Naomi akan menyalahkannya?Jadi, alangkah bagusnya Caden berlagak tidak mengetahui masalah Dylan dan Camila.Caden mengalihkan topik pembicaraan. “Kamu nggak usah khawatirin Dylan. Dengar dari Steven, besok kalian mau main ski?”“Emm, anak-anak juga ingin main ski. Papa dan Mama juga tertarik. Jadi, aku berencana untuk pergi main ski besok.”“Nggak ajak aku?” Naomi bertanya kembali, “Bukannya kamu nggak ada waktu?”“Kata siapa aku nggak ada waktu?”Naomi mengedipkan matanya sembari menunjukkan ekspresi terkejut. “Apa kamu ada waktu?”Ketika mel
“Aku sudah baca di internet. Kabar itu sudah viral.”“Ha!” Caden merasa gembira. “Anika itu memang ibu kandungnya Leon!”Pria mana yang akan mengekspos hal memalukan seperti ini? Para pria pasti akan memilih untuk merahasiakannya. Anika malah mengeksposnya!Tanpa perlu berpikir panjang, setelah Leon siuman nanti, dia pasti akan murka!Naomi mengambil ponsel di atas nakas, lalu memperlihatkannya kepada Caden. “Coba kamu lihat, berita Camila dan Leon terus muncul di laman pencarian Instagram-ku. Ada juga berita Dylan!”Setelah Leon diantar ke rumah sakit, Anika mendengar kabar bahwa organ vital putranya sudah hilang. Dia langsung jatuh duduk di koridor rumah sakit dan menangis histeris!Anika mengutuk Camila secara terang-terangan, juga menuduh bahwa Camila telah mengebiri “aset berharga” Leon!Tujuannya adalah untuk mengungkap kejahatan Camila dan mengajak seluruh warganet untuk ikut mengecamnya. Namun, setelah video Anika yang penuh ratapan dan tangisan diunggah ke internet, reaksi war
Caden menggigit bibirnya. Terlintas rasa bangga dan juga benci di dalam tatapannya!Orang tuanya benar-benar telah dikorbankan dalam virus generasi ke-8! Mereka bisa gugur juga demi menyelamatkan orang-orang! Caden pun merasa bangga atas kontribusi mereka!Pada saat yang sama, Caden juga merasa sangat gusar lantaran kekuatan dari luar yang berusaha untuk mencelakai kami!Setelah meninggalkan rumah Wesley, Caden berdiri di depan pintu menatap ke sisi kamera, lalu berkata, “Kalau ada yang menginginkan virus generasi ke-8, cari aku. Kita ngomong secara langsung!”Ucapan itu Caden tujukan kepada orang misterius. Dia tahu orang misterius sedang mengawasi Wesley.Setelah sekian lama bertahan, kini saatnya untuk beraksi!Caden tidak akan membunuh sosok misterius itu, tetapi juga akan menghancurkan markas mereka! Siapa pun yang merugikan negara ini wajib mati!Caden melangkah keluar dari gedung apartemen. Di samping mobil, Andrew sedang bersandar dengan santai.Ketika melihat ekspresinya yang
Caden terdiam.Wesley berkata, “Caden, apa kamu tahu waktu itu kenapa orang tuamu bisa pergi ke Kota Karl? Dia bekerja di sebuah penerbitan di Kota Karl. Dia yang merekomendasi orang tuamu untuk ke sana.”Caden mengernyitkan keningnya. “Nirman ….”“Apa kamu tahu dia?”“Lumayan akrab.” Wesley membalas, “Yang kamu kenal seharusnya adalah ayahnya. Dia nggak terkenal. Tapi, ayahnya adalah spesialis biologis yang sangat terkenal di Negara Amuriko, Ainsten.”Caden merasa kaget. Pantas saja nama itu kedengaran sangat familier. Saat membahas soal virus dengan Nenek di pegunungan, Nenek pernah memberinya daftar nama. Semua itu berisi nama penelitian virus di luar negeri.Nenek juga sempat membahas dirinya, mengatakan dia adalah anggota inti dari tim penelitian.Wesley berkata lagi, “Aku nggak tahu apa yang terjadi waktu itu. Setahuku, Nirman mengundang orang tuamu untuk tinggal di Kota Karl.”“Beberapa tahun kemudian, Nirman mengambil hasil penelitian ayahnya, lalu menyerahkannya kepada orang
Di lantai atas, Wesley masih belum istirahat. Ketika melihat kedatangan Caden, dia tidak merasa kaget sama sekali. Dia mempersilakan Caden masuk ke rumah, lalu menyeduhkan teh untuknya.“Apa kamu datang karena anak haram Zaskia?” Suara Wesley kedengaran lara. Dia juga kelihatan putus asa.Caden membalas, “Aku baru mengetahuinya. Ternyata dia adalah putramu.”Air mata memburamkan pandangan Wesley. “Benar, dia adalah anakku.”“Tapi, aku nggak pernah dengar kabar kamu pernah jadian sama Zaskia.”Wesley menghela napas panjang, kemudian berkata dengan perlahan, “Anak ini murni adalah kecelakaan! Waktu itu, setelah ayahmu memutuskan hubungan dengan Keluarga Pangestu, hanya Zaskia saja yang masih berhubungan dengannya. Dia sering ke luar negeri untuk mengunjungi ayahmu.”“Anak haram ini adalah kejadian di luar negeri. Waktu itu kamu makan bersama, lalu tidur bersama. Kemudian, dia pun hamil. Aku nggak tahu kabar kehamilannya, sampai ada yang mencariku.”“Orang itu mengancamku dengan anak itu.
Apalagi orang tuanya juga mengumumkan pemutusan hubungan dengan sepihak! Dylan memang … kasihan!Saat hampir tiba di Vila Anggara, sopir dari Keluarga Hermanto yang bertugas mengantar Camila pulang tiba-tiba menangis sembari berkata, “Nona Camila, tadi aku baru dapat kabar kalau Tuan Dylan diusir oleh orang tuanya. Mereka nggak menginginkan Tuan Dylan lagi ….”“Nyonya Lyana dan Tuan Kevin juga sudah berpesan, barang siapa yang mengurusnya, dia pun akan memutuskan hubungan dengan orang itu!”“Sekarang Tuan Dylan lagi luka parah. Kalau dia sendirian di luar sana, bagaimana kalau lukanya infeksi lagi. Huhu ….”“Nona Camila, aku tahu kamu orangnya baik. Biarkan aku antar Tuan ke Vila Anggara, ya?”“Kamu jangan salah paham. Aku bukan antar dia ke rumah kamu. Tuan Dylan juga punya vila sendiri di sana.”“Tuan Dylan kasihan sekali. Kalau kamu nggak bersedia untuk mengulurkan bantuan, bagaimana dengan nasibnya?”Camila percaya dengan omongan Dylan. Bagaimanapun, dia adalah anak semata wayang d
Dylan sungguh terbengong!“Papa, Kakek, Kakek Buyut, dan kakek-kakek lainnya lagi melihat. Apa kamu serius?”Sikap Kevin sangat tegas. “Bawa dia keluar!”Dylan menjerit, “Kamu mesti pikir dengan saksama. Keluarga Hermanto hanya punya anak semata wayang saja. Apa kamu serius?”“Kamu itu anak durhaka Keluarga Hermanto!”“Para leluhur akan bangkit dari kubur untuk beri pelajaran sama Papa! Mama juga! Kamu itu pembantu tindak kriminal. Nanti nenek dan nenek buyutku pasti akan mencarimu!”Raut wajah Kevin dan Lyana menjadi muram. Suara mereka terdengar lebih besar.“Yang cepat! Segera bawa pergi anak itu, buang sejauh mungkin! Jangan sampai aku melihatnya lagi!”“Kelak tanpa persetujuanku, jangan biarkan dia menginjak Kediaman Keluarga Hermanto lagi!” Sekujur tubuh para pengawal gemetar. Mereka segera mengangkat Dylan dan melemparnya ke luar! Mereka melempar Dylan sejauh mungkin!Pada jam sembilan malam, Dylan berbaring di atas bangku panjang tepi jalan sembari menjaga setumpukan koper. A
Sikap Lyana sangat tegas.“Jangan panggil aku Mama! Mulai sekarang, kita sudah putus hubungan! Kapan kamu bawa kekasihmu ke rumah untuk bahas soal pernikahan, kamu baru panggil aku Mama lagi! Nanti kita baru pupuk kembali hubungan kita!”Usai berbicara, Lyana menjerit, “Kenapa malah terbengong? Ayo, cepat.”Para pengawal tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang dilakukan Lyana. Hanya saja, mereka juga tidak berani tidak menuruti ucapan Lyana. Mereka terpaksa berjalan ke sisi Dylan. “Maaf, Tuan Dylan. Kami mesti dengar apa kata Nyonya.”“Berhenti!” perintah Kevin.Kevin memang marah, tetapi Dylan adalah satu-satunya penerus Keluarga Hermanto. Sekarang di hadapan para leluhur, Lyana malah ingin mengusir satu-satunya penerus keluarganya. Bukannya dia sedang bikin masalah?Kevin meraih pergelangan tangan Lyana, lalu menariknya keluar. Dia berdiri di halaman, lalu bertanya dengan suara rendah, “Sebenarnya kamu lagi ngapain? Apa yang Camila katakan sama kamu? Kenapa kamu semarah ini?”“Apa