Staf dari kantor catatan sipil tiba-tiba datang. Dia tampak buru-buru. Kemarin Caden menyuruh kantor catatan sipil membuat akta nikah secepatnya saat tengah malam.Caden juga meminta akta cerainya harus disiapkan pagi ini. Alhasil, ada sedikit masalah di kantor catatan sipil sehingga akta nikah baru selesai dibuat.Atasan terus menunggu Caden datang untuk mengurus prosedur perceraian, tetapi Caden tidak datang. Dia takut menyinggung Caden, jadi dia mengutus bawahan untuk mengantar akta nikah.Dengan begitu, Caden tidak bisa menyalahkan kantor catatan sipil karena tidak mendapatkan akta cerai. Caden sendiri yang tidak datang.Staf yang datang merupakan pemuda berusia 20-an tahun. Dia terlihat sangat polos. Staf itu berucap, "Pak Caden, akta nikah sudah selesai dibuat. Coba lihat, kamu bisa cerai sesegera mungkin."Caden masih belum menenangkan dirinya. Dia bertanya, "Nama istriku Naomi?"Staf tersebut tertegun sejenak, apa Caden tidak tahu nama istrinya? Dia melihat akta nikah dan menya
Semua masalah sudah berlalu. Yang penting selanjutnya Caden menyayangi Naomi selamanya. Naomi sudah banyak mengalami penderitaan, jadi dia pantas menikmati kebahagiaan.Jayden yang sensitif menangis. Hayden segera menyeka air matanya dan bertanya, "Jayden, kenapa kamu menangis?"Jayden menyahut sembari terisak-isak, "Nggak tahu. Aku ... ingin menangis lihat Papa senang."Hayden menghela napas, lalu menimpali, "Kalau aku hajar dia sampai menangis, kamu senang, nggak?""Jangan pukul Papa," balas Jayden.Hayden mencebik sambil memandang Caden yang berdiri di bawah layar. Jelas-jelas dia terharu, tetapi dia tetap mengkritik, "Memalukan, dia seperti orang bodoh. Jangan bilang aku kenal dia."Dylan dan lainnya berdiri di sudut seraya merokok. Saat melihat Caden termenung tadi, mereka masih berniat bercanda dengannya. Saat melihat Caden menggila sekarang, mereka tiba-tiba terdiam.Edward menjepit rokok di jarinya seraya berkomentar, "Aku ingat terakhir kali Caden begitu senang waktu Rayden me
Staf dari kantor catatan sipil tidak pernah melihat kejadian seperti ini. Dia juga terlalu gugup sehingga tidak bisa berpikir jernih. Melihat Caden hendak pergi, staf itu mengejarnya dan bertanya, "Pak Caden, apa kamu jadi cerai? Kita sudah mengurus semuanya, jadi kamu bisa cerai kapan saja."Mendengar ucapan staf, Dylan langsung mematikan rokoknya dan menghampiri staf itu. Dia memarahi, "Sialan, kamu bodoh, ya?"Dylan dan teman-temannya menutup mulut staf, lalu menariknya ke sudut dan mengamatinya. Staf itu bertanya dengan gugup, "Ke ... kenapa?"Dylan bertanya seraya menyipitkan matanya, "Kamu pasti baru lulus kuliah, 'kan?"Staf menjawab, "Iya. Aku baru magang 2 bulan. Bagaimana kamu bisa tahu?"Dylan tersenyum dan menyahut, "Tatapanmu menunjukkan kamu sangat bodoh."Staf tersebut kebingungan. Edward menimpali sambil tersenyum, "Dia puji kamu polos. Kamu belum pernah pacaran, ya?"Staf berucap, "Be ... belum.""Pantas saja," balas Edward."Ha?" sahut staf.Edward menambahkan, "Panta
Jayden sangat menyukai Caden. Dia juga ikut mengungkapkan pemikirannya, "Mama, Papa punya banyak uang. Papa itu milik Mama, begitu pula semua uangnya. Itu berarti sekarang Mama punya banyak uang, akhirnya mimpi Mama menjadi wanita kaya terwujud."Naomi sangat menyukai uang. Dia bermimpi jadi wanita kaya. Sekarang Naomi pasti sangat senang setelah mimpinya terwujud. Dengan begitu, seharusnya Naomi tidak akan marah karena Caden menutupi identitasnya.Naomi tersenyum, dia merasa bahagia. Sebelum Naomi sempat bicara, terdengar Steven berkata, "Bu Naomi ... eh ... Kakak Ipar, kamu dan Kak Caden nikmati liburan saja. Serahkan anak-anak padaku."Steven melanjutkan, "Sekarang aku sudah pandai menjaga anak. Aku jamin bisa mengurus mereka dengan baik. Biarpun kalian pergi selama 3 bulan, juga nggak masalah."Wajah Naomi memerah saat mendengar Steven memanggilnya "kakak ipar". Kemudian, Naomi mendengar Edward berseru, "Naomi, dengarkan nasihatku. Kamu harus bersikap tegas pada pria. Dulu sikap Ca
Caden mengendarai mobilnya ke tepi pantai yang berjarak puluhan kilometer dari kota. Naomi membuka pintu dan turun dari mobil. Angin laut berembus, tubuh mereka tidak terlalu panas lagi.Caden menghampiri Naomi dan menggandeng tangannya dengan lembut. Terdapat sederet kapal nelayan di tepi pantai dan perahu motor yang mencolok.Caden naik ke perahu untuk mengambil baju pelampung dan kacamata renang. Naomi bertanya, "Kamu mau bawa aku main di laut?"Caden tersenyum sembari menyahut, "Bukan. Aku mau bawa kamu ke suatu tempat."Naomi memandang ke laut yang luas, lalu melihat baju pelampung di tangan Caden dan bertanya lagi, "Kamu mau bawa aku ke mana?""Markas rahasiaku," jawab Caden."Ha?" sahut Naomi.Caden menjelaskan, "Hanya istriku yang berhak pergi ke tempat ini."Naomi bertanya, "Apa tempatnya di tengah laut?""Iya," kata Caden.Melihat Naomi ragu-ragu, Caden bertanya, "Kamu takut dengan laut?"Naomi tidak takut dengan laut. Hanya saja, dia pernah dimasukkan ke bak air oleh Cynthia
"Apa itu? Pulau?" tanya Naomi."Iya, punya suamimu," sahut Caden.Naomi bertanya lagi, "Kamu mau bawa aku ke sana?""Benar," jawab Caden.Saat jaraknya makin dekat, Naomi bisa melihat dengan jelas. Pulau terpencil ini memang dipenuhi dengan pepohonan, tetapi sangat sepi. Naomi yang penasaran bertanya, "Ini markas rahasiamu?""Iya," ucap Caden. Dia menghentikan perahu motor di tepi laut, lalu membantu Naomi turun dari perahu. Setelah mengikat perahunya, Caden menggandeng tangan Naomi dan berjalan ke pulau.Tak lama kemudian, tiba-tiba muncul seekor serigala dari pepohonan. Serigala itu menyeringai dan melihat mereka dengan tatapan mengintimidasi.Naomi kaget dan langsung menggenggam lengan Caden dengan erat. Caden tersenyum seraya berujar, "Jangan takut. Ini Snowy."Sebelum Naomi tersadar, Snowy melolong sambil menggoyang ekornya dan menghampiri mereka berdua. Caden memanggil Snowy, lalu Snowy langsung berhenti dan duduk di tanah.Snowy memiringkan kepalanya. Dia terus mengamati Caden d
Caden tiba-tiba berujar, "Sudah sampai."Lamunan Naomi buyar, perhatiannya langsung teralih. Dia melihat sebuah vila bergaya minimalis. Di depan vila terdapat padang rumput yang luas. Bahkan, terdapat meja payung dan kursi rotan di padang rumput.Jika Naomi tiba-tiba mendarat di tempat ini dan tidak memahami lingkungannya, dia pasti tidak akan menyangka ada vila di pulau terpencil ini. Sekelompok serigala yang berjaga di depan vila memandangi mereka. Beberapa anak serigala yang baru lahir langsung menghampiri Caden.Caden menggendong salah satu anak serigala dan berkomentar seraya menyipitkan mata, "Baru nggak bertemu sebentar saja kamu sudah bisa berlari keluar."Naomi melihat serigala betina yang sedang memandangi mereka dengan tatapan lembut. Serigala ini pasti sangat memercayai Caden karena membiarkan Caden menggendong anaknya.Naomi tidak berani menggendong anak serigala itu. Dia hanya mengusap kepalanya dan memikirkan Hayden pasti sangat menyukai tempat ini."Aku bawa kamu masuk
Caden sangat mencintai Naomi sampai-sampai tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Jadi, Caden membawa Naomi ke markas rahasianya dan menceritakan semua rahasianya pada Naomi. Dia juga menunjukkan barang-barang penting miliknya kepada Naomi.Semua tindakan Caden sama seperti membuka hatinya kepada Naomi. Dia ingin menunjukkan dirinya mencintai Naomi sepenuh hati dengan cara ini. Bahkan, Caden bersedia memberi tahu Naomi rahasianya yang paling dalam.Pada saat yang sama, Caden merasa sangat gugup sehingga menunjukkan antusiasme yang terlalu berlebihan. Caden sudah tidak sabar menunjukkan perasaan cintanya kepada Naomi karena tahu dia pernah menyakiti Naomi begitu dalam. Dia takut Naomi akan marah dan meninggalkannya.Naomi merasa tersentuh dan juga kasihan kepada Caden. Dia memanggil, "Caden."Ini adalah pertama kalinya Naomi memanggil nama asli Caden. Sementara itu, Caden menoleh dan bertatapan dengan Naomi. Dia mulai panik.Caden takut saat melihat Naomi bersikap serius. Dia men
“Sudah dipanggil Hayden. Ayo, bangun!”Caden tidak membuka matanya. Dia masih merasa malas. “Tidur sebentar lagi.”Naomi mencubit pipi Caden dengan kuat. “Tidur kepalamu! Anak-anak sudah bangun semuanya. Kita malah masih malas-malasan. Apa kamu nggak merasa malu?”Caden pun tersenyum, tapi dia masih tidak membuka matanya.“Nggak malu. Siapa juga yang menetapkan setelah jadi orang tua, kita mesti bangun lebih pagi daripada anak-anak?”“Dasar nggak tahu malu. Ayo, cepat bangun! Kalau kamu nggak bangun lagi, aku marah, nih!”Caden mengangkat kelopak matanya. Meski dia masih kelihatan mengantuk, dia tetap kelihatan tampan bagai pemeran utama di dalam komik saja. “Ciuman pagi hari!”Naomi menggigit dagu Caden. “Selamat … pagi!”Caden pun tersenyum, lalu mengangkat dagu Naomi dan menciumnya dengan kuat. Tatapan Caden ketika menatap Naomi penuh dengan rasa manja. “Selamat pagi.”Naomi menjulingkan matanya, lalu mengesampingkan selimutnya untuk pergi membasuh tubuhnya.Semalam Caden memang sud
Caden tidak berani mengatakan telah terjadi sesuatu karena Camila mengantar makanan. Sebab, semua itu juga diatur oleh Caden.Reputasi Dylan di luar sana sangat buruk. Sikap Naomi terhadapnya juga sangat jelas. Naomi memang menganggap Dylan sebagai teman. Namun jika membahas soal hubungan asmara, Naomi pun merasa risi.Seandainya Naomi sampai mengetahui Keluarga Hermanto salah paham dengan maksud Camila mengantar makanan untuk Dylan. Sepertinya Naomi akan menyalahkannya?Jadi, alangkah bagusnya Caden berlagak tidak mengetahui masalah Dylan dan Camila.Caden mengalihkan topik pembicaraan. “Kamu nggak usah khawatirin Dylan. Dengar dari Steven, besok kalian mau main ski?”“Emm, anak-anak juga ingin main ski. Papa dan Mama juga tertarik. Jadi, aku berencana untuk pergi main ski besok.”“Nggak ajak aku?” Naomi bertanya kembali, “Bukannya kamu nggak ada waktu?”“Kata siapa aku nggak ada waktu?”Naomi mengedipkan matanya sembari menunjukkan ekspresi terkejut. “Apa kamu ada waktu?”Ketika mel
“Aku sudah baca di internet. Kabar itu sudah viral.”“Ha!” Caden merasa gembira. “Anika itu memang ibu kandungnya Leon!”Pria mana yang akan mengekspos hal memalukan seperti ini? Para pria pasti akan memilih untuk merahasiakannya. Anika malah mengeksposnya!Tanpa perlu berpikir panjang, setelah Leon siuman nanti, dia pasti akan murka!Naomi mengambil ponsel di atas nakas, lalu memperlihatkannya kepada Caden. “Coba kamu lihat, berita Camila dan Leon terus muncul di laman pencarian Instagram-ku. Ada juga berita Dylan!”Setelah Leon diantar ke rumah sakit, Anika mendengar kabar bahwa organ vital putranya sudah hilang. Dia langsung jatuh duduk di koridor rumah sakit dan menangis histeris!Anika mengutuk Camila secara terang-terangan, juga menuduh bahwa Camila telah mengebiri “aset berharga” Leon!Tujuannya adalah untuk mengungkap kejahatan Camila dan mengajak seluruh warganet untuk ikut mengecamnya. Namun, setelah video Anika yang penuh ratapan dan tangisan diunggah ke internet, reaksi war
Caden menggigit bibirnya. Terlintas rasa bangga dan juga benci di dalam tatapannya!Orang tuanya benar-benar telah dikorbankan dalam virus generasi ke-8! Mereka bisa gugur juga demi menyelamatkan orang-orang! Caden pun merasa bangga atas kontribusi mereka!Pada saat yang sama, Caden juga merasa sangat gusar lantaran kekuatan dari luar yang berusaha untuk mencelakai kami!Setelah meninggalkan rumah Wesley, Caden berdiri di depan pintu menatap ke sisi kamera, lalu berkata, “Kalau ada yang menginginkan virus generasi ke-8, cari aku. Kita ngomong secara langsung!”Ucapan itu Caden tujukan kepada orang misterius. Dia tahu orang misterius sedang mengawasi Wesley.Setelah sekian lama bertahan, kini saatnya untuk beraksi!Caden tidak akan membunuh sosok misterius itu, tetapi juga akan menghancurkan markas mereka! Siapa pun yang merugikan negara ini wajib mati!Caden melangkah keluar dari gedung apartemen. Di samping mobil, Andrew sedang bersandar dengan santai.Ketika melihat ekspresinya yang
Caden terdiam.Wesley berkata, “Caden, apa kamu tahu waktu itu kenapa orang tuamu bisa pergi ke Kota Karl? Dia bekerja di sebuah penerbitan di Kota Karl. Dia yang merekomendasi orang tuamu untuk ke sana.”Caden mengernyitkan keningnya. “Nirman ….”“Apa kamu tahu dia?”“Lumayan akrab.” Wesley membalas, “Yang kamu kenal seharusnya adalah ayahnya. Dia nggak terkenal. Tapi, ayahnya adalah spesialis biologis yang sangat terkenal di Negara Amuriko, Ainsten.”Caden merasa kaget. Pantas saja nama itu kedengaran sangat familier. Saat membahas soal virus dengan Nenek di pegunungan, Nenek pernah memberinya daftar nama. Semua itu berisi nama penelitian virus di luar negeri.Nenek juga sempat membahas dirinya, mengatakan dia adalah anggota inti dari tim penelitian.Wesley berkata lagi, “Aku nggak tahu apa yang terjadi waktu itu. Setahuku, Nirman mengundang orang tuamu untuk tinggal di Kota Karl.”“Beberapa tahun kemudian, Nirman mengambil hasil penelitian ayahnya, lalu menyerahkannya kepada orang
Di lantai atas, Wesley masih belum istirahat. Ketika melihat kedatangan Caden, dia tidak merasa kaget sama sekali. Dia mempersilakan Caden masuk ke rumah, lalu menyeduhkan teh untuknya.“Apa kamu datang karena anak haram Zaskia?” Suara Wesley kedengaran lara. Dia juga kelihatan putus asa.Caden membalas, “Aku baru mengetahuinya. Ternyata dia adalah putramu.”Air mata memburamkan pandangan Wesley. “Benar, dia adalah anakku.”“Tapi, aku nggak pernah dengar kabar kamu pernah jadian sama Zaskia.”Wesley menghela napas panjang, kemudian berkata dengan perlahan, “Anak ini murni adalah kecelakaan! Waktu itu, setelah ayahmu memutuskan hubungan dengan Keluarga Pangestu, hanya Zaskia saja yang masih berhubungan dengannya. Dia sering ke luar negeri untuk mengunjungi ayahmu.”“Anak haram ini adalah kejadian di luar negeri. Waktu itu kamu makan bersama, lalu tidur bersama. Kemudian, dia pun hamil. Aku nggak tahu kabar kehamilannya, sampai ada yang mencariku.”“Orang itu mengancamku dengan anak itu.
Apalagi orang tuanya juga mengumumkan pemutusan hubungan dengan sepihak! Dylan memang … kasihan!Saat hampir tiba di Vila Anggara, sopir dari Keluarga Hermanto yang bertugas mengantar Camila pulang tiba-tiba menangis sembari berkata, “Nona Camila, tadi aku baru dapat kabar kalau Tuan Dylan diusir oleh orang tuanya. Mereka nggak menginginkan Tuan Dylan lagi ….”“Nyonya Lyana dan Tuan Kevin juga sudah berpesan, barang siapa yang mengurusnya, dia pun akan memutuskan hubungan dengan orang itu!”“Sekarang Tuan Dylan lagi luka parah. Kalau dia sendirian di luar sana, bagaimana kalau lukanya infeksi lagi. Huhu ….”“Nona Camila, aku tahu kamu orangnya baik. Biarkan aku antar Tuan ke Vila Anggara, ya?”“Kamu jangan salah paham. Aku bukan antar dia ke rumah kamu. Tuan Dylan juga punya vila sendiri di sana.”“Tuan Dylan kasihan sekali. Kalau kamu nggak bersedia untuk mengulurkan bantuan, bagaimana dengan nasibnya?”Camila percaya dengan omongan Dylan. Bagaimanapun, dia adalah anak semata wayang d
Dylan sungguh terbengong!“Papa, Kakek, Kakek Buyut, dan kakek-kakek lainnya lagi melihat. Apa kamu serius?”Sikap Kevin sangat tegas. “Bawa dia keluar!”Dylan menjerit, “Kamu mesti pikir dengan saksama. Keluarga Hermanto hanya punya anak semata wayang saja. Apa kamu serius?”“Kamu itu anak durhaka Keluarga Hermanto!”“Para leluhur akan bangkit dari kubur untuk beri pelajaran sama Papa! Mama juga! Kamu itu pembantu tindak kriminal. Nanti nenek dan nenek buyutku pasti akan mencarimu!”Raut wajah Kevin dan Lyana menjadi muram. Suara mereka terdengar lebih besar.“Yang cepat! Segera bawa pergi anak itu, buang sejauh mungkin! Jangan sampai aku melihatnya lagi!”“Kelak tanpa persetujuanku, jangan biarkan dia menginjak Kediaman Keluarga Hermanto lagi!” Sekujur tubuh para pengawal gemetar. Mereka segera mengangkat Dylan dan melemparnya ke luar! Mereka melempar Dylan sejauh mungkin!Pada jam sembilan malam, Dylan berbaring di atas bangku panjang tepi jalan sembari menjaga setumpukan koper. A
Sikap Lyana sangat tegas.“Jangan panggil aku Mama! Mulai sekarang, kita sudah putus hubungan! Kapan kamu bawa kekasihmu ke rumah untuk bahas soal pernikahan, kamu baru panggil aku Mama lagi! Nanti kita baru pupuk kembali hubungan kita!”Usai berbicara, Lyana menjerit, “Kenapa malah terbengong? Ayo, cepat.”Para pengawal tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang dilakukan Lyana. Hanya saja, mereka juga tidak berani tidak menuruti ucapan Lyana. Mereka terpaksa berjalan ke sisi Dylan. “Maaf, Tuan Dylan. Kami mesti dengar apa kata Nyonya.”“Berhenti!” perintah Kevin.Kevin memang marah, tetapi Dylan adalah satu-satunya penerus Keluarga Hermanto. Sekarang di hadapan para leluhur, Lyana malah ingin mengusir satu-satunya penerus keluarganya. Bukannya dia sedang bikin masalah?Kevin meraih pergelangan tangan Lyana, lalu menariknya keluar. Dia berdiri di halaman, lalu bertanya dengan suara rendah, “Sebenarnya kamu lagi ngapain? Apa yang Camila katakan sama kamu? Kenapa kamu semarah ini?”“Apa