"Apa itu? Pulau?" tanya Naomi."Iya, punya suamimu," sahut Caden.Naomi bertanya lagi, "Kamu mau bawa aku ke sana?""Benar," jawab Caden.Saat jaraknya makin dekat, Naomi bisa melihat dengan jelas. Pulau terpencil ini memang dipenuhi dengan pepohonan, tetapi sangat sepi. Naomi yang penasaran bertanya, "Ini markas rahasiamu?""Iya," ucap Caden. Dia menghentikan perahu motor di tepi laut, lalu membantu Naomi turun dari perahu. Setelah mengikat perahunya, Caden menggandeng tangan Naomi dan berjalan ke pulau.Tak lama kemudian, tiba-tiba muncul seekor serigala dari pepohonan. Serigala itu menyeringai dan melihat mereka dengan tatapan mengintimidasi.Naomi kaget dan langsung menggenggam lengan Caden dengan erat. Caden tersenyum seraya berujar, "Jangan takut. Ini Snowy."Sebelum Naomi tersadar, Snowy melolong sambil menggoyang ekornya dan menghampiri mereka berdua. Caden memanggil Snowy, lalu Snowy langsung berhenti dan duduk di tanah.Snowy memiringkan kepalanya. Dia terus mengamati Caden d
Caden tiba-tiba berujar, "Sudah sampai."Lamunan Naomi buyar, perhatiannya langsung teralih. Dia melihat sebuah vila bergaya minimalis. Di depan vila terdapat padang rumput yang luas. Bahkan, terdapat meja payung dan kursi rotan di padang rumput.Jika Naomi tiba-tiba mendarat di tempat ini dan tidak memahami lingkungannya, dia pasti tidak akan menyangka ada vila di pulau terpencil ini. Sekelompok serigala yang berjaga di depan vila memandangi mereka. Beberapa anak serigala yang baru lahir langsung menghampiri Caden.Caden menggendong salah satu anak serigala dan berkomentar seraya menyipitkan mata, "Baru nggak bertemu sebentar saja kamu sudah bisa berlari keluar."Naomi melihat serigala betina yang sedang memandangi mereka dengan tatapan lembut. Serigala ini pasti sangat memercayai Caden karena membiarkan Caden menggendong anaknya.Naomi tidak berani menggendong anak serigala itu. Dia hanya mengusap kepalanya dan memikirkan Hayden pasti sangat menyukai tempat ini."Aku bawa kamu masuk
Caden sangat mencintai Naomi sampai-sampai tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Jadi, Caden membawa Naomi ke markas rahasianya dan menceritakan semua rahasianya pada Naomi. Dia juga menunjukkan barang-barang penting miliknya kepada Naomi.Semua tindakan Caden sama seperti membuka hatinya kepada Naomi. Dia ingin menunjukkan dirinya mencintai Naomi sepenuh hati dengan cara ini. Bahkan, Caden bersedia memberi tahu Naomi rahasianya yang paling dalam.Pada saat yang sama, Caden merasa sangat gugup sehingga menunjukkan antusiasme yang terlalu berlebihan. Caden sudah tidak sabar menunjukkan perasaan cintanya kepada Naomi karena tahu dia pernah menyakiti Naomi begitu dalam. Dia takut Naomi akan marah dan meninggalkannya.Naomi merasa tersentuh dan juga kasihan kepada Caden. Dia memanggil, "Caden."Ini adalah pertama kalinya Naomi memanggil nama asli Caden. Sementara itu, Caden menoleh dan bertatapan dengan Naomi. Dia mulai panik.Caden takut saat melihat Naomi bersikap serius. Dia men
Caden sangat terharu. Perasaan bersalah dan gugup di dalam hatinya berubah menjadi perasaan cinta yang makin dalam.Air mata membuat pandangan Caden kabur. Dia tidak bisa melihat Naomi dengan jelas, tetapi dia bisa mendengar suara hatinya. Caden akan mencintai Naomi dengan sepenuh hati selamanya.Naomi jatuh ke dalam laut. Dia merasa sesak saat tubuhnya terbenam dalam air laut. Naomi tidak bisa berenang sehingga tubuhnya kehilangan kendali.Tubuh Naomi tenggelam dan dia membiarkan air laut menghanyutkannya. Naomi memejamkan matanya sehingga tidak bisa melihat pemandangan laut di sekitar. Dia hanya merasakan gelombang air laut dan tubuhnya terus tenggelam.Dulu, Naomi pasti akan ketakutan dan berusaha memberontak. Namun, hari ini dia sama sekali tidak bergerak. Naomi memejamkan mata dan membiarkan tubuhnya tenggelam ke dasar laut. Mungkin saja ada bahaya yang tidak diketahuinya.Hal ini karena Naomi tahu ada seorang pria yang akan mengerahkan segala cara untuk menyelamatkannya. Caden ya
Naomi tidak terbiasa mendengar Caden memanggilnya seperti itu. Apalagi melihat Caden bertelanjang dada. Entah karena merasa panas atau sengaja memamerkannya, hanya bagian bawah tubuh Caden yang ditutupi selimut.Meskipun sudah berhubungan intim, Naomi tetap merasa malu saat melihat tubuh Caden. Naomi menutupi kepalanya dengan selimut, tetapi dia baru menyadari dirinya juga telanjang. Tubuhnya juga dipenuhi bekas-bekas merah.Selain itu, ternyata Caden juga tidak memakai apa pun. Jadi, Naomi melihat seluruh bagian tubuh Caden. Dia terbelalak, lalu buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan menghela napas.Kemudian, tubuh Caden yang telanjang terpampang dengan jelas. Naomi panik dan langsung menendang Caden.Caden yang terjatuh dari tempat tidur, tetapi Naomi yang merintih kesakitan. Begitu bergerak, Naomi baru merasakan sakit. Tubuhnya terasa pegal, terutama di bagian kaki dan pinggang.Caden yang ditendang istrinya bergegas naik ke tempat tidur dan menanyakan kondisi istriny
Naomi melihat jam setelah mandi, sekarang sudah pukul 4 sore. Perut Naomi keroncongan. Dia memakai kemeja Caden dan turun ke lantai bawah. Begitu sampai di lantai bawah, Naomi mencium aroma makanan yang menggugah selera.Naomi yang tergoda oleh aroma makanan buru-buru pergi ke dapur. Namun, dia tidak melihat Caden. Kompor juga tidak dinyalakan. Saat Naomi sedang kebingungan, dia mendengar suara lolongan anak serigala.Naomi langsung berjalan keluar dan melihat Caden yang sedang memanggang daging. Cuacanya sangat sejuk. Di bawah tenda terdapat alat pemanggang.Caden memakai celana selutut dan kemeja putih berlengan pendek. Dia fokus memanggang daging. Sekelompok anak serigala kelaparan mengelilingi Caden.Naomi tidak bisa menahan lapar. Dia juga tidak marah kepada Caden karena urusan semalam lagi. Naomi segera menghampiri Caden dan berkomentar, "Wangi sekali."Caden menoleh dan tersenyum. Tatapannya langsung tertuju pada kaki Naomi yang ramping dan mulus. Kedua kakinya terlihat makin me
Naomi membenamkan wajahnya di dada Caden dan menggeleng sembari berujar, "Nggak mau."Caden menimpali, "Jadi, kamu mau makan apa? Kamu harus makan."Naomi membalas, "Nanti baru makan. Aku mau peluk kamu sebentar lagi."Hati Caden langsung luluh. Dia menyahut, "Oke."Naomi bersandar di pelukan Caden seraya bergumam, "Alangkah baiknya kalau dulu kita nggak berpisah. Aku bisa ikut membesarkan Rayden, kamu juga bisa temani Braden, Hayden, dan Jayden tumbuh besar."Setelah menonton video Rayden semalam, Naomi merasa menyesal karena melewatkan banyak momen pertumbuhan Rayden.Caden merangkul Naomi sembari menghibur, "Dulu, Tony menekanku dengan pernikahan. Dia mencari Cynthia yang tanggal lahirnya nggak cocok denganku. Jadi, aku nggak pernah peduli dengan pernikahan ini. Aku mengira orang yang menikah denganku itu Cynthia.""Setelah pulang dari luar negeri, hal pertama yang ingin kulakukan itu cerai. Kalau nggak ada kejadian di bandara, kita nggak mungkin berhubungan dan punya anak. Akhirnya
Tiga hari kemudian, Naomi dan Caden baru meninggalkan pulau. Mereka tinggal di pulau selama 1 minggu.Begitu sampai di rumah sakit, Caden ditelepon Andrew. Ekspresi Caden menjadi muram setelah dia mendengar ucapan Andrew. Caden berucap, "Oke, nanti kita baru bicara lagi saat bertemu."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Caden terdiam sejenak seraya mengernyit. Dia menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali ke kamar.Naomi sedang berbincang dengan anak-anak. Mereka merindukan satu sama lain karena tidak bertemu selama 1 minggu.Braden yang berbaring di tempat tidur tersenyum. Rayden tetap terlihat tenang, tetapi dia memandang Naomi dengan mata berbinar-binar. Jayden bermanja-manja di pelukan Naomi. Hayden berdiri di samping Naomi sambil menceritakan hal-hal menarik selama beberapa hari ini dengan antusias.Caden menghampiri mereka dan berpesan dengan tenang, "Kalian temani Mama. Aku mau pergi ke kantor."Naomi bertanya, "Ada masalah di kantor?"Caden menyahut, "Ada kerjaan yang
“Sudah dipanggil Hayden. Ayo, bangun!”Caden tidak membuka matanya. Dia masih merasa malas. “Tidur sebentar lagi.”Naomi mencubit pipi Caden dengan kuat. “Tidur kepalamu! Anak-anak sudah bangun semuanya. Kita malah masih malas-malasan. Apa kamu nggak merasa malu?”Caden pun tersenyum, tapi dia masih tidak membuka matanya.“Nggak malu. Siapa juga yang menetapkan setelah jadi orang tua, kita mesti bangun lebih pagi daripada anak-anak?”“Dasar nggak tahu malu. Ayo, cepat bangun! Kalau kamu nggak bangun lagi, aku marah, nih!”Caden mengangkat kelopak matanya. Meski dia masih kelihatan mengantuk, dia tetap kelihatan tampan bagai pemeran utama di dalam komik saja. “Ciuman pagi hari!”Naomi menggigit dagu Caden. “Selamat … pagi!”Caden pun tersenyum, lalu mengangkat dagu Naomi dan menciumnya dengan kuat. Tatapan Caden ketika menatap Naomi penuh dengan rasa manja. “Selamat pagi.”Naomi menjulingkan matanya, lalu mengesampingkan selimutnya untuk pergi membasuh tubuhnya.Semalam Caden memang sud
Caden tidak berani mengatakan telah terjadi sesuatu karena Camila mengantar makanan. Sebab, semua itu juga diatur oleh Caden.Reputasi Dylan di luar sana sangat buruk. Sikap Naomi terhadapnya juga sangat jelas. Naomi memang menganggap Dylan sebagai teman. Namun jika membahas soal hubungan asmara, Naomi pun merasa risi.Seandainya Naomi sampai mengetahui Keluarga Hermanto salah paham dengan maksud Camila mengantar makanan untuk Dylan. Sepertinya Naomi akan menyalahkannya?Jadi, alangkah bagusnya Caden berlagak tidak mengetahui masalah Dylan dan Camila.Caden mengalihkan topik pembicaraan. “Kamu nggak usah khawatirin Dylan. Dengar dari Steven, besok kalian mau main ski?”“Emm, anak-anak juga ingin main ski. Papa dan Mama juga tertarik. Jadi, aku berencana untuk pergi main ski besok.”“Nggak ajak aku?” Naomi bertanya kembali, “Bukannya kamu nggak ada waktu?”“Kata siapa aku nggak ada waktu?”Naomi mengedipkan matanya sembari menunjukkan ekspresi terkejut. “Apa kamu ada waktu?”Ketika mel
“Aku sudah baca di internet. Kabar itu sudah viral.”“Ha!” Caden merasa gembira. “Anika itu memang ibu kandungnya Leon!”Pria mana yang akan mengekspos hal memalukan seperti ini? Para pria pasti akan memilih untuk merahasiakannya. Anika malah mengeksposnya!Tanpa perlu berpikir panjang, setelah Leon siuman nanti, dia pasti akan murka!Naomi mengambil ponsel di atas nakas, lalu memperlihatkannya kepada Caden. “Coba kamu lihat, berita Camila dan Leon terus muncul di laman pencarian Instagram-ku. Ada juga berita Dylan!”Setelah Leon diantar ke rumah sakit, Anika mendengar kabar bahwa organ vital putranya sudah hilang. Dia langsung jatuh duduk di koridor rumah sakit dan menangis histeris!Anika mengutuk Camila secara terang-terangan, juga menuduh bahwa Camila telah mengebiri “aset berharga” Leon!Tujuannya adalah untuk mengungkap kejahatan Camila dan mengajak seluruh warganet untuk ikut mengecamnya. Namun, setelah video Anika yang penuh ratapan dan tangisan diunggah ke internet, reaksi war
Caden menggigit bibirnya. Terlintas rasa bangga dan juga benci di dalam tatapannya!Orang tuanya benar-benar telah dikorbankan dalam virus generasi ke-8! Mereka bisa gugur juga demi menyelamatkan orang-orang! Caden pun merasa bangga atas kontribusi mereka!Pada saat yang sama, Caden juga merasa sangat gusar lantaran kekuatan dari luar yang berusaha untuk mencelakai kami!Setelah meninggalkan rumah Wesley, Caden berdiri di depan pintu menatap ke sisi kamera, lalu berkata, “Kalau ada yang menginginkan virus generasi ke-8, cari aku. Kita ngomong secara langsung!”Ucapan itu Caden tujukan kepada orang misterius. Dia tahu orang misterius sedang mengawasi Wesley.Setelah sekian lama bertahan, kini saatnya untuk beraksi!Caden tidak akan membunuh sosok misterius itu, tetapi juga akan menghancurkan markas mereka! Siapa pun yang merugikan negara ini wajib mati!Caden melangkah keluar dari gedung apartemen. Di samping mobil, Andrew sedang bersandar dengan santai.Ketika melihat ekspresinya yang
Caden terdiam.Wesley berkata, “Caden, apa kamu tahu waktu itu kenapa orang tuamu bisa pergi ke Kota Karl? Dia bekerja di sebuah penerbitan di Kota Karl. Dia yang merekomendasi orang tuamu untuk ke sana.”Caden mengernyitkan keningnya. “Nirman ….”“Apa kamu tahu dia?”“Lumayan akrab.” Wesley membalas, “Yang kamu kenal seharusnya adalah ayahnya. Dia nggak terkenal. Tapi, ayahnya adalah spesialis biologis yang sangat terkenal di Negara Amuriko, Ainsten.”Caden merasa kaget. Pantas saja nama itu kedengaran sangat familier. Saat membahas soal virus dengan Nenek di pegunungan, Nenek pernah memberinya daftar nama. Semua itu berisi nama penelitian virus di luar negeri.Nenek juga sempat membahas dirinya, mengatakan dia adalah anggota inti dari tim penelitian.Wesley berkata lagi, “Aku nggak tahu apa yang terjadi waktu itu. Setahuku, Nirman mengundang orang tuamu untuk tinggal di Kota Karl.”“Beberapa tahun kemudian, Nirman mengambil hasil penelitian ayahnya, lalu menyerahkannya kepada orang
Di lantai atas, Wesley masih belum istirahat. Ketika melihat kedatangan Caden, dia tidak merasa kaget sama sekali. Dia mempersilakan Caden masuk ke rumah, lalu menyeduhkan teh untuknya.“Apa kamu datang karena anak haram Zaskia?” Suara Wesley kedengaran lara. Dia juga kelihatan putus asa.Caden membalas, “Aku baru mengetahuinya. Ternyata dia adalah putramu.”Air mata memburamkan pandangan Wesley. “Benar, dia adalah anakku.”“Tapi, aku nggak pernah dengar kabar kamu pernah jadian sama Zaskia.”Wesley menghela napas panjang, kemudian berkata dengan perlahan, “Anak ini murni adalah kecelakaan! Waktu itu, setelah ayahmu memutuskan hubungan dengan Keluarga Pangestu, hanya Zaskia saja yang masih berhubungan dengannya. Dia sering ke luar negeri untuk mengunjungi ayahmu.”“Anak haram ini adalah kejadian di luar negeri. Waktu itu kamu makan bersama, lalu tidur bersama. Kemudian, dia pun hamil. Aku nggak tahu kabar kehamilannya, sampai ada yang mencariku.”“Orang itu mengancamku dengan anak itu.
Apalagi orang tuanya juga mengumumkan pemutusan hubungan dengan sepihak! Dylan memang … kasihan!Saat hampir tiba di Vila Anggara, sopir dari Keluarga Hermanto yang bertugas mengantar Camila pulang tiba-tiba menangis sembari berkata, “Nona Camila, tadi aku baru dapat kabar kalau Tuan Dylan diusir oleh orang tuanya. Mereka nggak menginginkan Tuan Dylan lagi ….”“Nyonya Lyana dan Tuan Kevin juga sudah berpesan, barang siapa yang mengurusnya, dia pun akan memutuskan hubungan dengan orang itu!”“Sekarang Tuan Dylan lagi luka parah. Kalau dia sendirian di luar sana, bagaimana kalau lukanya infeksi lagi. Huhu ….”“Nona Camila, aku tahu kamu orangnya baik. Biarkan aku antar Tuan ke Vila Anggara, ya?”“Kamu jangan salah paham. Aku bukan antar dia ke rumah kamu. Tuan Dylan juga punya vila sendiri di sana.”“Tuan Dylan kasihan sekali. Kalau kamu nggak bersedia untuk mengulurkan bantuan, bagaimana dengan nasibnya?”Camila percaya dengan omongan Dylan. Bagaimanapun, dia adalah anak semata wayang d
Dylan sungguh terbengong!“Papa, Kakek, Kakek Buyut, dan kakek-kakek lainnya lagi melihat. Apa kamu serius?”Sikap Kevin sangat tegas. “Bawa dia keluar!”Dylan menjerit, “Kamu mesti pikir dengan saksama. Keluarga Hermanto hanya punya anak semata wayang saja. Apa kamu serius?”“Kamu itu anak durhaka Keluarga Hermanto!”“Para leluhur akan bangkit dari kubur untuk beri pelajaran sama Papa! Mama juga! Kamu itu pembantu tindak kriminal. Nanti nenek dan nenek buyutku pasti akan mencarimu!”Raut wajah Kevin dan Lyana menjadi muram. Suara mereka terdengar lebih besar.“Yang cepat! Segera bawa pergi anak itu, buang sejauh mungkin! Jangan sampai aku melihatnya lagi!”“Kelak tanpa persetujuanku, jangan biarkan dia menginjak Kediaman Keluarga Hermanto lagi!” Sekujur tubuh para pengawal gemetar. Mereka segera mengangkat Dylan dan melemparnya ke luar! Mereka melempar Dylan sejauh mungkin!Pada jam sembilan malam, Dylan berbaring di atas bangku panjang tepi jalan sembari menjaga setumpukan koper. A
Sikap Lyana sangat tegas.“Jangan panggil aku Mama! Mulai sekarang, kita sudah putus hubungan! Kapan kamu bawa kekasihmu ke rumah untuk bahas soal pernikahan, kamu baru panggil aku Mama lagi! Nanti kita baru pupuk kembali hubungan kita!”Usai berbicara, Lyana menjerit, “Kenapa malah terbengong? Ayo, cepat.”Para pengawal tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang dilakukan Lyana. Hanya saja, mereka juga tidak berani tidak menuruti ucapan Lyana. Mereka terpaksa berjalan ke sisi Dylan. “Maaf, Tuan Dylan. Kami mesti dengar apa kata Nyonya.”“Berhenti!” perintah Kevin.Kevin memang marah, tetapi Dylan adalah satu-satunya penerus Keluarga Hermanto. Sekarang di hadapan para leluhur, Lyana malah ingin mengusir satu-satunya penerus keluarganya. Bukannya dia sedang bikin masalah?Kevin meraih pergelangan tangan Lyana, lalu menariknya keluar. Dia berdiri di halaman, lalu bertanya dengan suara rendah, “Sebenarnya kamu lagi ngapain? Apa yang Camila katakan sama kamu? Kenapa kamu semarah ini?”“Apa