Lahat ng Kabanata ng Sayang, Izinkan Aku Selingkuh: Kabanata 11 - Kabanata 20

71 Kabanata

Bab 10

🍁🍁🍁 Clara melangkah masuk ke dalam kafe dengan langkah ragu. Aroma kopi yang khas memenuhi ruangan, bercampur dengan suara pelan musik akustik yang mengalun di latar belakang. Ia menoleh ke arah salah satu sudut ruangan, dan di sanalah Erick duduk, menunggunya dengan tatapan tajam yang sulit diartikan. Dengan hati berdebar, Clara menghampiri meja itu dan duduk di hadapannya. Erick tampak tenang, tetapi ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Clara merasa gelisah. "Apa yang mau kamu sampaikan?" tanya Clara, suaranya datar tetapi penuh waspada. Erick menarik napas dalam sebelum menjawab, "Maukah kamu menjadi kekasihku lagi? Aku masih mencintaimu sama seperti dulu." Clara membelalakkan mata. Ia tidak menduga Erick akan langsung mengatakan hal seperti itu tanpa basa-basi. Ia merasa lidahnya kelu, tetapi kemudian ia memaksakan diri untuk berbicara. "Apa kamu gila? Aku sudah bersuami, kamu tahu kan?" Erick mengangguk pelan, tetapi bukannya surut, ia justru menatap Clara le
last updateHuling Na-update : 2025-02-22
Magbasa pa

Bab 11

🍁🍁🍁 Clara melangkah masuk ke dalam kantor suaminya, David. Tumit sepatunya berdetak di lantai marmer yang mengkilap, menggema di antara keheningan yang tiba-tiba menyelimuti ruangan. Para pegawai yang sedang bekerja menghentikan aktivitas mereka, menoleh ke arahnya dengan tatapan pilu. Ia bisa merasakan bisik-bisik di antara mereka, sorot mata mereka yang mencerminkan iba. Mungkin mereka semua sudah tahu. Mungkin mereka telah melihat sendiri bagaimana suaminya, pria yang telah bersamanya bertahun-tahun, kini beralih pada wanita lain. Wanita secantik dan sebaik Clara, diselingkuhi oleh pria yang pernah ia percaya sepenuh hati. Matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang berdiri di tengah ruangan dengan sikap angkuh, seolah dia adalah ratu di tempat ini. Zoya. Wanita itu tampak begitu nyaman, bahkan lebih dari pemilik kantor yang sebenarnya. Dengan gaun elegan yang membalut tubuhnya, dengan raut wajah penuh kemenangan, seakan menegaskan bahwa tempat ini, juga suaminya, kini
last updateHuling Na-update : 2025-02-22
Magbasa pa

Bab 12

🍁🍁🍁Malam itu, angin berhembus kencang di atas jembatan tua yang sepi. Bulan samar-samar tertutup awan, seakan enggan menyaksikan penderitaan seorang wanita yang berdiri di tepi pagar jembatan, menatap ke dalam kegelapan di bawahnya. Clara menggenggam pagar besi dengan erat, hatinya bergejolak dalam keputusasaan. Air matanya sudah kering, namun luka di hatinya semakin menganga.Pernikahannya dengan David yang dulu penuh cinta kini hancur berkeping-keping. Perselingkuhan yang dilakukan suaminya telah mencabik-cabik hatinya hingga ia merasa tak lagi punya tempat di dunia ini. Tak ada gunanya bertahan. Tak ada lagi alasan untuk hidup.Saat ia hendak melangkah ke jurang kegelapan, tiba-tiba sebuah tangan kuat menariknya ke belakang. Tubuhnya terhuyung, dan dalam sekejap ia terjatuh ke dalam dekapan seseorang. Clara mendongak, dan matanya bertemu dengan sepasang mata penuh kepedulian. Itu Erick."Clara, apa yang sedang kamu lakukan?" suara Erick bergetar, mencerminkan keterkejutan dan k
last updateHuling Na-update : 2025-02-22
Magbasa pa

Bab 13

🍁🍁🍁Clara mencoba untuk menata Hidupnya yang semula hancur berkeping-keping akibat pengkhianatan David. Dia tak mau lagi menangisi pria yang telah memilih menikah lagi dengan Zoya. Baginya, semua sudah berlalu, dan tak ada gunanya terus meratapi nasib. Kini saatnya dia fokus pada dirinya sendiri, membahagiakan dirinya tanpa perlu mengandalkan siapa pun.Dengan uang yang selama ini ia simpan untuk masa depan bersama David, Clara memutuskan untuk menggunakannya. Apa gunanya menimbun uang untuk seseorang yang telah mengkhianatinya? Apalagi, dia tahu bahwa Zoya juga menghabiskan uang David dengan seenaknya. Maka, Clara pun memutuskan untuk memanjakan dirinya, mengubah penampilan agar terlihat lebih fresh, muda, dan cantik.Langkah pertamanya adalah pergi ke salon rambut. Ia memilih potongan rambut baru yang lebih modern, mencerminkan kepribadiannya yang kini lebih percaya diri dan mandiri. Tak hanya itu, ia juga memilih warna rambut yang berbeda dari sebelumnya, sesuatu yang lebih bera
last updateHuling Na-update : 2025-02-22
Magbasa pa

Bab 14

🍁🍁🍁Clara melangkah masuk ke dalam kafe dengan hati sedikit berdebar. Aroma kopi yang khas segera menyambutnya, membangkitkan kenangan yang terlalu manis untuk diabaikan. Di sudut ruangan, di meja yang biasa mereka duduki, Erick sudah menunggu dengan secangkir espresso di depannya. Saat matanya bertemu dengan tatapan pria itu, Clara merasakan sesuatu yang hangat merayapi hatinya. Erick masih sama seperti dulu—perhatian, penuh kepedulian, dan selalu bisa membaca ekspresinya dengan mudah.“Clara.” Erick tersenyum, menarik kursi untuknya. “Bagaimana liburanmu?”Clara duduk dengan helaan napas panjang, menatap cangkir kopinya yang baru saja disajikan. “Baik,” jawabnya singkat. “Aku sempat berpikir, mungkin setelah perjalanan ini, semuanya akan terasa lebih baik.”“Dan? Apakah itu berhasil?” Erick mencondongkan tubuhnya, menunggu jawaban yang lebih jujur.Clara menggeleng pelan. “Aku berharap bisa pulang dengan perasaan lebih ringan. Tapi ternyata, tidak ada yang berubah.” Ia tersenyum
last updateHuling Na-update : 2025-02-23
Magbasa pa

Bab 15

🍁🍁🍁Clara melangkah ringan keluar dari kamar, mengenakan gaun sederhana yang tetap memancarkan pesona. Sebelum meninggalkan rumah, ia menghampiri Maria, ibu mertuanya, yang tengah sibuk mengupas buah di dapur."Bu, aku main ke rumah teman ya," katanya dengan suara santai.Maria menoleh sejenak, lalu tersenyum. "Hati-hati, Nak. Jangan pulang terlalu malam."Clara mengangguk, lalu segera melangkah keluar rumah. Hatinya berdebar pelan, seperti biasanya tiap kali ia hendak bertemu dengan Erick. Lelaki itu telah menjadi bagian dari rutinitasnya, seseorang yang membuatnya merasa hidup kembali. Dua kali seminggu mereka bertemu, menghabiskan waktu bersama dengan manis, berbagi cerita, tawa, dan keintiman yang menghangatkan.Erick sudah menunggu di tempat biasa, sebuah apartemen mewah yang mereka beli sebagai tempat pertemuan rahasia. Begitu Clara masuk, Erick menyambutnya dengan sebuah pelukan erat yang seakan menghapus semua jarak di antara mereka. Bibir mereka bertemu dalam ciuman penuh
last updateHuling Na-update : 2025-02-23
Magbasa pa

Bab 16

Clara memakai sebuah gaun cantik berwarna marun, juga sepasang anting berlian kecil yang mengilap di telinganya untuk melengkapi pesonanya malam ini. Erick selalu tahu bagaimana membuat Clara merasa istimewa, sesuatu yang sudah lama tidak Clara rasakan dari suaminya, David.Clara menghela napas panjang, mengingat kenyataan yang ada. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dulu, setiap tahunnya, dia selalu menunggu pesan atau kejutan kecil dari David, tapi kini, jangankan ucapan selamat, kehadirannya saja sudah hampir dua minggu menghilang tanpa kabar. Hubungan mereka semakin renggang, seperti benang yang hampir putus.Ponselnya bergetar di atas meja rias. Sebuah pesan dari Erick.“Aku sudah di depan. Siap, sayang?”Tanpa ragu, Clara mengambil clutch hitamnya dan melangkah keluar kamar. Perasaannya melayang-layang saat melihat Erick menunggunya di depan mobil dengan setelan jas hitam yang elegan. Senyumnya, tatapannya, dan caranya memperlakukannya selalu membuat hatinya bergetar.“Kamu te
last updateHuling Na-update : 2025-02-23
Magbasa pa

Bab 17

🍁🍁🍁David memperhatikan Clara dengan tatapan penuh kekaguman. Beberapa hari terakhir, istrinya tampak berbeda. Ia lebih ramping, lebih modis dalam berpakaian, dan lebih sering merias wajahnya. Rambut panjang yang dulu sering di kuncir asal-asalan kini selalu tertata rapi, kadang tergerai dengan indah, kadang diikat dengan gaya elegan. Tak bisa dipungkiri, Clara terlihat lebih menarik dari sebelumnya.Sebagai seorang suami, David seharusnya senang dengan perubahan ini. Dan memang benar, ia merasa gairah dalam dirinya menyala kembali. Selama bertahun-tahun pernikahan mereka, ada masa ketika ia merasa kejenuhan merayapi hubungan mereka, namun kini ia seperti melihat Clara dalam versi yang lebih segar, lebih hidup.Malam itu, ketika Clara tengah sibuk menghapus make-upnya di depan cermin kamar, David mendekatinya dari belakang. Ia melingkarkan tangannya di pinggang istrinya yang kini lebih ramping.“Kamu terlihat cantik malam ini,” bisiknya, suaranya dalam dan sarat keinginan.Clara me
last updateHuling Na-update : 2025-02-24
Magbasa pa

Bab 18

🍁🍁🍁Malam itu, suara ketukan keras terdengar di pintu kamar David dan Zoya. David yang baru saja pulang dari pertemuannya dengan Clara terkejut saat melihat istrinya berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam. Mata Zoya menatapnya dengan penuh amarah."Kenapa kamu tidak mengangkat teleponku, David?" suaranya bergetar menahan emosi.David menghela napas, berusaha tetap tenang. "Aku sedang bersama Clara, sayang. Aku ingin menikmati waktu berdua dengannya tanpa gangguan."Jawaban itu hanya membuat emosi Zoya semakin memuncak. "Jadi, aku ini apa bagimu? Aku istrimu juga, David! Kamu pikir aku tak berhak menelepon suamiku sendiri?!" suaranya meninggi.David mengusap wajahnya dengan lelah. "Zoya, aku lebih banyak menghabiskan waktu denganmu daripada dengan Clara. Aku hanya ingin memberikan perhatian yang seimbang kepada kalian berdua."Zoya mendengus sinis. "Jadi sekarang aku harus bersyukur karena kamu lebih banyak bersamaku? Itu alasanmu untuk mengabaikan ku? Jangan-jangan kamu s
last updateHuling Na-update : 2025-02-24
Magbasa pa

Bab 19

🍁🍁🍁David melangkah masuk ke dalam butik perhiasan mewah di pusat kota dengan wajah penuh tekad. Ia ingin mencari cincin berlian yang sempurna untuk istrinya yang kedua, Zoya. Wanita hamil itu menginginkan sesuatu yang istimewa, sesuatu yang tidak kalah mewah dari cincin yang pernah diposting oleh istri pertamanya Clara.David mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto cincin berlian milik Clara kepada pegawai toko. "Saya ingin cincin seperti ini," katanya.Pegawai toko itu mengamati foto tersebut dengan penuh perhatian. "Cincin seperti ini sangat cantik dan tentunya memiliki harga yang cukup mahal, Pak. Selain itu, cincin dengan model ini harus dipesan terlebih dahulu karena cukup langka."David mengangguk. Ia sudah menduganya. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memesan cincin ini?"Pegawai itu tersenyum sopan. "Kebetulan, Pak, model seperti ini baru ada satu orang yang memesan baru-baru ini."David mengerutkan kening. Kebetulan? "Siapa yang memesannya?" tanyanya dengan pen
last updateHuling Na-update : 2025-02-24
Magbasa pa
PREV
123456
...
8
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status