Arlen menggeleng, dia tidak melanjutkan kata-katanya. "Tidak ada kata seandainya, yang ada sekarang hanyalah berjuang untuk mendapatkannya!" Arlen sudah menentukan pilihannya. Dan apa yang sudah Arlen pilih, maka tidak bisa diganggu gugat. Hingga tengah malam, Arlen masih betah menatap langit-langit kamarnya, bosan hanya berbaring, Arlen memilih beranjak menuju balkon dan duduk santai ditemani sebatang rokok. Bertemankan udara dingin, Arlen menghabiskan malamnya sendirian. Emily terjaga ketika mendengar alarm handphonenya berbunyi, dia mengaturnya pukul 5 pagi. Emily menggeliat dan meraba-raba nakas untuk mematikan handphonenya. Karena masih pagi, Emily berjalan jalan ke lantai bawah, para pelayan tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Karena kemarin pulang sudah sore dan Emily hanya turun ketika makan malam, Emily belum berkenalan dengan para pelayan. Saat Emily menuruni anak tangga, dua pelayan tampak berbisik. "Kekasih, Tuan Muda. Cantik ya!" "Iya, tapi
Terakhir Diperbarui : 2025-03-23 Baca selengkapnya