Все главы Sebatas Rahim Sewaan Tuan CEO: Глава 71 - Глава 80

119

Bab 71. Karena Harta Semata

"Baik, Tuan. Tapi saya mohon Tuan bisa menahan diri Tuan, saya takut kejadian di rumah Tuan Arlen kembali terulang!" "Tenang saja, aku tidak akan terpancing lagi dengan ucapannya, aku tidak akan membiarkannya menertawakanku!" "Baik, Tuan. Saya akan segera menyiapkan penawarannya." Robert menunduk dan berlalu meninggalkan ruangan Arnold. "Aku harus segera membawa Emily kembali, aku tidak bisa membiarkannya dekat dengan Arlen. Emily, aku tidak akan melepaskanmu!" Keesokan paginya, Sarah pagi pagi sudah bersiap siap, hari ini dia akan menemui Rio untuk mengambil surat penyerahan saham Maurer Corp. Mumpung dia masih bersama Arnold, mudah saja untuknya mendapatkan cap jempol suaminya. Cukup dengan sedikit Wine dan obat tidur, Sarah sangat yakin dia tidak akan jatuh miskin saat berpisah dengan Arnold. "Kau mau kemana?" tanya Arnold yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. "Aku ada janji dengan sales property untuk melihat unit apartemen yang mau aku beli. Kau jadi
last updateПоследнее обновление : 2025-03-16
Читайте больше

Bab 72. Satu Kebohongan Lagi Terungkap

Sally bahkan menjepit bibirnya agar tidak berbicara apapun. Jantungnya berdebar kencang, jujur Sally takut mengatakan yang sebenarnya karena Sarah pernah mengancam para pelayan agar tutup mulut. "I-itu, Tuan…" "Katakan!" Suara Arnold terdengar dingin dan menusuk. "Tapi, Tuan!" "Kalian takut dengan Sarah?" bentakan Arnold sangat nyaring, bahkan terdengar hingga depan. Sally seketika mundur karena kaget. "Cepat katakan!" Kali ini lebih dalam dan pelan, namun tidak kalah menakutkan. "Nyo-Nyonya Sarah menyiram Nyonya Emily dengan air es di pagi pertamanya setelah menikah dengan Anda, Tuan!" "APA!" Tubuh Arnold mendadak bergetar hebat, jantungnya memacu kencang. Apa dia tidak salah dengar? Apa Sarah sejahat itu? Berbagai pertanyaan mengisi benak Arnold. "Apalagi!" tanyanya dengan suara yang semakin pelan, dadanya sesak. Sungguh Arnold bahkan tidak bernafas untuk sesaat. "Teruskan!" "Tapi, Tuan!" "Ku bilang teruskan!" Lebih baik perih menusuk tapi Arnold tahu ke
last updateПоследнее обновление : 2025-03-16
Читайте больше

Bab 73. Ceraikan Dia!

Arnold menoleh mencari asal suara. Dia lantas memalingkan wajahnya begitu tahu siapa yang barusan berbicara. "Kenapa? Kau marah istri kesayanganmu kukatai terkutuk?" Nyonya Ruby menarik kursi di sebelah kursi Arnold. Dia menatap tajam ke arah putra sulungnya yang sudah diracuni otaknya oleh wanita licik itu. "Mama sudah pernah bilang, dia tidak sebaik yang kau pikir Arnold!" Arnold tidak bergeming, tatapannya tampak kosong. "Sekarang ceraikan dia, cari Emily dan minta maaflah!" Nyonya Ruby sudah lama mencurigai Sarah, hanya saja dia tidak mempunyai bukti apa apa. Dan memang sejak awal dia tidak setuju dengan pernikahan Arnold dan Sarah, namun kala itu Arnold memaksa, sehingga Nyonya Ruby tak berkutik. Karena Sarah tidak kunjung hamil, Nyonya Ruby pun mencarikan istri kedua, tidak hanya agar Arnold memiliki keturunan, namun tujuan utamanya adalah agar Arnold mendapatkan istri yang baik. Emily sendiri bukanlah wanita asal asalan yang dipilihkannya. Nyonya Ruby mengenal E
last updateПоследнее обновление : 2025-03-16
Читайте больше

Bab 74. Kecurigaan Robert

"Sebentar lagi kau akan mengetahuinya!" Sarah mengerling nakal, bibirnya melengkung dengan senyum penuh arti. Rio menatapnya dengan penuh selidik sebelum akhirnya menghela napas. Dengan gerakan tergesa, ia melepas satu-satunya pelindungnya, seolah waktu adalah musuh yang harus dikalahkan. Ia tidak ingin berlama-lama, tidak ingin membuang kesempatan yang sudah di depan mata. Sarah tersenyum tipis, matanya bersinar puas setelah apa yang terjadi di antara mereka. Ia menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa, sementara Rio duduk di sampingnya, mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil. "Jangan cap jempol, harus tanda tangannya!" kata Sarah tiba-tiba, suaranya kembali terdengar serius. Rio meliriknya, lalu tertawa kecil. "Oh ya?" tanyanya dengan nada menggoda. Sarah mengangguk. "Iya." "Susah ya?" Rio menatapnya lekat-lekat, mencoba membaca ekspresi di wajah wanita itu. Sarah menghela napas panjang. "Entahlah, sepertinya tidak akan sesulit itu. Aku akan membuatnya mabuk te
last updateПоследнее обновление : 2025-03-17
Читайте больше

Bab 75. Ruby Harus Dilenyapkan!

Robert menatap punggung Sarah yang berjalan angkuh ke arah lift. Wanita itu selalu berjalan seolah dunia ada di bawah kakinya, penuh percaya diri dan tanpa rasa takut. Robert mengikutinya dalam diam. Begitu sampai di depan lift, Sarah menekan tombol dengan kasar. Pintu lift terbuka, dan tanpa menunggu, ia segera masuk. Robert menyusul, berdiri tepat di sampingnya. Sarah melirik sekilas, merasa terganggu dengan keberadaan pria itu. Dengan ekspresi penuh ketidaksukaan, ia melangkah maju, menempatkan dirinya di depan Robert—sebuah isyarat jelas bahwa ia tak ingin dekat-dekat dengannya. Hening menyelimuti lift, hanya suara pelan dari mesin yang membawa mereka turun. Tapi keheningan itu tak berlangsung lama. "Sejak kapan pembeli mengurus sendiri surat-surat pembelian apartemen?" Suara Robert terdengar dalam dan dingin, membuat Sarah refleks menyipitkan matanya. 'Lancang sekali karyawan Arnold yang satu ini!' batinnya geram. Sarah memutar tubuh sedikit, menatap Robert dengan sinis. "A
last updateПоследнее обновление : 2025-03-17
Читайте больше

Bab 76. Berpisah Dengan Nyonya Audrey

Siang itu, suasana ruang makan terasa sedikit berbeda dari biasanya. Biasanya, Nyonya Audrey lebih suka menikmati makan siangnya di kamar atau di samping kolam dengan udara sejuk yang menemaninya. Namun, hari ini ia memilih duduk di meja makan, bersama dengan cucunya, Arlen. Emily, yang telah lama bekerja sebagai perawat pribadi Nyonya Audrey, duduk dengan sopan di sampingnya. Tangannya dengan cekatan membantu sang nenek mengambil lauk, memastikan wanita tua itu mendapatkan makanan yang cukup. Arlen menyantap makanannya dengan tenang. Sesekali ia melirik ke arah Emily, yang tampak fokus pada Nyonya Audrey. Begitu ia menghabiskan suapan terakhirnya, ia meletakkan sendok dan berkata santai, "Sebentar lagi, pengganti Emily akan datang, Nek." Emily yang baru saja menyesap air mineralnya, langsung menoleh. Nyonya Audrey pun terdiam sejenak, lalu ikut memandang Arlen. Pria itu menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa kalian berdua menatapku seperti seorang penjahat?" tanyanya dengan nada
last updateПоследнее обновление : 2025-03-17
Читайте больше

Bab 77. Berjuang

Emily menunduk dalam, dia meremas kedua tangannya sambil mengutuki dirinya sendiri. Kenapa salah terus di mata Tuan Arlen, batinnya. "Jalan, Pak!" Mobil bergerak perlahan. Arlen membuang pandangannya, menatap ke luar jendela dengan ekspresi sulit ditebak, sementara Emily menarik napas pelan. Udara di dalam mobil terasa sesak, bukan karena sempit, melainkan karena kehadiran pria itu yang begitu menekan. Bahkan untuk bernapas saja, rasanya sulit saat berada di samping Tuan Muda Arlen. Seharusnya, dia tetap tinggal di rumah Nyonya Audrey. Seharusnya, dia tidak menerima tawaran Arlen. Namun, semuanya sudah terjadi. Penyesalan tak akan mengubah keadaan. Kini, Emily harus menerima konsekuensi dari keputusannya. Saat memasuki perbatasan, jalan yang biasanya lancar tiba-tiba macet. Orang-orang ramai berdiri di pinggir jalan, beberapa terlihat sibuk mengobrol, sementara yang lain berusaha mengintip ke depan. "Ada apa, Pak?" tanya Arlen, menengok ke depan. Emily ikut menoleh, rasa p
last updateПоследнее обновление : 2025-03-18
Читайте больше

Bab 78. Aku Ingin Kita Bercerai!

Emily melangkah mendekat, kembali menunduk canggung. "Hmm... maaf, Tuan. Koper saya!" Arlen terdiam sejenak, lalu menunduk melihat koper yang masih dipegangnya. "Oh, astaga. Maafkan aku!" Dia segera menyodorkan koper itu pada Emily sebelum buru-buru masuk ke dalam mobilnya. "Masuklah!" ucapnya singkat sebelum menutup pintu mobil. Emily tersenyum kecil. Ternyata, Arlen tidak semenyeramkan yang dia kira. Setelah menyeret kopernya masuk, Emily menutup pintu apartemen dan menguncinya rapat. Dia mengembuskan napas panjang sebelum berbisik pada dirinya sendiri, "Kau harus berjuang demi mendapatkan kebebasanmu, Emily!" Dan malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Emily merasakan sesuatu yang hampir dia lupakan—harapan. *** Arnold kembali ke rumah sudah larut malam. Dia sengaja menghindari Sarah karena tak ingin lagi berbicara dengannya. Tadinya, dia bahkan berniat menginap di rumah ibunya, tetapi diurungkannya niat itu. Bukan dia yang seharusnya pergi dari rumah
last updateПоследнее обновление : 2025-03-18
Читайте больше

bab 79. Apa Salahku?

Bak petir di siang bolong, Sarah terperangah mendengar ucapan Arnold. Cinta itu jelas sudah tidak ada di mata Sarah, tapi ketakutan hidup miskin yang membuatnya tidak terima begitu saja kalau Arnold hendak menceraikannya. "Bercerai?" "Ya!" Jawab Arnold tegas. Matanya dipenuhi kabut amarah, Sarah sudah sangat keterlaluan di matanya. "Kau lupa janjimu sesaat sebelum menikahiku? Apa kau masih ingat apa yang terjadi dulu?" Sarah menatap Arnold dengan tatapan sendu. Air mata mulai mengalir di kedua pipinya. "Jawab Arnold, jangan diam saja! Tatap mataku!" Sarah menyentak tangan Arnold, namun Arnold malah membuang mukanya ke sembarang arah. "Setelah apa yang terjadi pada kita dan padamu khususnya kau ingin menceraikan aku?" Arnold masih bergeming, dia bukannya tidak punya perasaan tapi Sarah sudah sangat keterlaluan. "Katakan padaku apa salahku?" tanya Sarah dengan wajah memelas. Dipegangnya pergelangan tangan Arnold agar laki laki itu mau menatap nya namun sia-sia, Arnol
last updateПоследнее обновление : 2025-03-18
Читайте больше

Bab 80. Tabir Kepalsuan

Arnold tertegun mendengar perkataan Sarah. Apa dirinya sejahat itu kepada istri pertamanya? Tapi sungguh Arnold tidak menyadarinya. Sedari awal Arnold hanya ingin menggauli Emily karena harus segera memiliki seorang anak, tidak lebih. Tapi godaan tubuh Emily memang membuatnya lupa dan Arnold tidak kuasa menahannya. "Maafkan aku!" Dua kata itu akhirnya meluncur dari bibir Arnold. Arnold menghela nafasnya dalam, dia memejamkan matanya coba mengingat lagi kejadian empat tahun lalu. Empat tahun lalu, Arnold baru saja pulang bekerja dan berjalan cepat menuju mobilnya di basement parkir Maurer Corp. Hari itu Robert tidak masuk kantor karena sedang sakit, sehingga Arnold menyetir mobilnya sendirian. Arnold menghadap mobilnya hendak membuka pintu kemudinya namun tiba-tiba saja seorang laki laki menggunakan topeng ingin menusuknya dari belakang. Arnold melihat sekilas dari kaca mobilnya namun gerakan laki-laki itu sangat cepat hingga membuat Arnold tidak bisa menghindar. Arnold meme
last updateПоследнее обновление : 2025-03-19
Читайте больше
Предыдущий
1
...
678910
...
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status