Все главы Sebatas Rahim Sewaan Tuan CEO: Глава 61 - Глава 70

119

Bab 61. Berhasil Menemukan Emily

Air matanya bercucuran, Sarah terduduk di lantai dengan tangisan yang semakin pilu. Empat tahun pernikahan mereka, Sarah tidak pernah selemah ini, ia sangat ceria, wajahnya selalu dihiasi oleh senyuman, bahkan tak pernah sekalipun Arnold melihatnya menangis. Melihat Sarah yang terluka karena perbuatannya, sorot mata Arnold mendadak sayu. Bagaimanapun hidupnya hingga hari ini adalah pemberian Sarah, lalu bagaimana bisa ia menyakiti wanita rapuh ini? Arnold merunduk, diraihnya tubuh Sarah dan dibantunya untuk berdiri. Arnold menatap lamat wajah yang penuh dengan air mata itu dan diusapnya kedua pipinya. "Maaf, aku tidak bermaksud melukai hatimu, aku terbawa emosi." Arnold memberi kecupan pada puncak kepalanya. Kepandaian Sarah meratapi kemalangannya membuat Arnold kembali jatuh pada permainan wanita itu. Empat tahun, bukan waktu yang sebentar, Sarah sudah terlatih memanfaatkan kondisinya pasca kejadian waktu itu untuk menarik simpati Arnold. Dan dalam pelukan Arnold, diam-dia
last updateПоследнее обновление : 2025-03-13
Читайте больше

Bab 62. Apa Yang Kau Buang?

Suara dalam dan datar yang sangat familier di telinga Sarah terdengar menusuk di telinganya. Wajah Sarah seketika memucat. Bak maling yang tertangkap basah, Sarah tidak bisa menjawab pertanyaan Arnold. "Sarah! Apa yang kau buang?" ulangnya dengan tatapan tajam yang menusuk manik matanya. Arnold keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk pergi, ia mencari-cari Sarah untuk berpamitan dan tidak menemukan istrinya tersebut di mana pun, saat ia hendak keluar, Arnold tidak sengaja melihat pintu ruang kerjanya terbuka. Arnold membawa langkahnya memasuki ruangan itu dan melihat Sarah membuang sesuatu ke dalam tempat sampah. "Ti-Tidak ada, itu aku hanya membuang kertas tidak terpakai," jawabnya terbata-bata. Arnold tidak percaya begitu saja, sampah seperti apa yang barusan Sarah buang? Kenapa Arnold merasa Sarah membuang sesuatu yang penting? Arnold bergegas maju dan hendak meraih penutup bak sampah, namun Sarah memeluknya dari belakang. "Honey, aku tahu di mana Emily." Arn
last updateПоследнее обновление : 2025-03-13
Читайте больше

Bab 63. Pulang Tau Mendapat Masalah

"Tuan, Nona bekerja di Kediaman Sebastian sebagai pengasuh Nyonya Besar Sebastian." Kata-kata Robert memecah suasana hening di dalam mobil. Arnold seketika sadar dan mencoba menghapus semua isi pertengkaran tentang Sarah di benaknya. Arnold sontak membuka matanya. "Sebastian Building Group, maksudmu?" "Betul sekali, Tuan!" Rahang Arnold tampak berkedut, ia tidak suka miliknya tinggal bersama laki-laki lain. Terlebih itu dengan Arlen! "Nona Emily tinggal bersama neneknya Tuan Arlen, sementara Tuan Arlen sendiri hanya seminggu sekali mengunjungi sang nenek!" jelas Robert, ia tidak ingin masalah ini semakin melebar karena Arlen sendiri adalah salah satu pebisnis ternama saingan Arnold. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima jam, mobil yang membawa Arnold tiba di depan Kediaman Sebastian. "Jadi, di rumah ini istriku bersembunyi?" Arnold menyeringai. Mobil memasuki pintu masuk, tidak sulit untuk Arnold masuk ke dalam pagar tinggi kediaman Sebastian dengan identitasnya seb
last updateПоследнее обновление : 2025-03-14
Читайте больше

Bab 64. Ceraikan Istri Pertamamu

Emily menggeleng keras. "Tidak akan! Kembalilah ke rumahmu dan urus saja istri kesayanganmu itu!" Suara Emily melengking, membuat sudut bibir Arlen terangkat ke atas. "Emily!" bentak Arnold. "Anda tuli?" tanya Arlen sarkas. Ia tak pernah semuak ini sebelumnya dengan orang, tapi Arnold benar-benar menyebalkan. Arnold mengepalkan tangan, amarahnya memuncak. Tak terima diejek, ia melayangkan pukulannya ke wajah Arlen. Tinju keras itu mendarat di pipi kanan lelaki itu, membuatnya terhuyung ke belakang. Tak jauh dari dua lelaki itu, Emily menjerit histeris. Tanpa pikir panjang, Emily merangsek maju dan memukuli dada Arnold dengan kedua tangannya. Amarah dan luka hatinya meledak begitu saja. Semua yang ia pendam selama ini, rasa sakit, kecewa, air mata dan pengorbanan melebur jadi satu. "Dasar laki-laki kurang ajar!" Namun, pukulan Emily tak berarti apa-apa bagi Arnold. Lelaki itu tetap berdiri kokoh, seolah tak merasakan apapun. Ia bahkan menatap Emily dengan tatapan sendu, s
last updateПоследнее обновление : 2025-03-14
Читайте больше

Bab 65. Maukah Kamu Jadi Sekretaris Ku?

Selepas kepergian Arnold, Arlen mencari Emily, ia tahu wanita itu butuh dukungan. "Emily, apa kita bisa bicara berdua?" Pertanyaan Arlen membuat Emily tersentak, ia yang sedang melamun di depan wastafel setelah mencuci mukanya berbalik menghadap Arlen, yang entah sejak kapan berada di belakangnya. "Bi-bicara apa?" jawab Emily dengan gugup. "Bicara tentang hidupmu, ke depannya." Kening Emily tampak berkerut, ia tidak mengerti dengan maksud Arlen. Arlen bergerak lebih dekat, ia lalu menarik tangan Emily hingga membuat Emily terkesiap. Tidak biasanya Arlen memperlakukannya seperti ini. "Apa kamu mau menjadi sekretarisku? Emily menatap Arlen dengan tatapan tak percaya. "Maaf, Tuan. Bisa diulangi? Apa maksudnya?" Mendengar perkataan Emily, Arlen malah tertawa. "Maukah kamu menjadi sekretarisku?" ulangnya. "Sekretaris?" Arlen mengangguk. "Tapi… Nyonya?" "Nanti aku yang akan mengurusnya, kamu tinggal jawab mau atau tidak?" Sedikit mendesak, Arlen butuh jawab
last updateПоследнее обновление : 2025-03-14
Читайте больше

Bab 66. Mengumpulkan Bukti Lain

Keesokan harinya. Arnold berangkat ke kantor. Baru saja melangkahkan kaki di lobby, Nyonya Ruby, ibunya, menghampirinya. "Mama? Apa yang Mama lakukan?" Arnold kaget bukan main, tidak biasanya ibunya mengunjungi Arnold di kantor, biasanya ia selalu mengunjunginya ke rumah. "Kamu harus lihat ini!" ucapnya sembari menyodorkan sebuah flashdisk ke hadapan Arnold. Arnold menatap flashdisk itu dengan bingung. "Semuanya, kamu akan tahu apa yang terjadi pada Emily dan juga Sarah," tekan ibunya, lalu pergi meninggalkan anaknya, Sesaat Arnold membeku, tetapi buru-buru ia memencet lift. Begitu sampai di lantai ruangannya, ia bergegas masuk dan menuju laptopnya. Dinyalakannya kemudian ia masukkan flashdisk itu. Satu per satu kejadian yang menunjukkan kebohongan Sarah terkuak. Hatinya bagai diremas-remas, semua yang pembelaan diri Emily waktu itu benar adanya dan semua yang keluar dari mulut Sarah adalah kebohongan. Napasnya tampak memburu, hatinya berkecamuk. "Jadi, selama ini aku dib
last updateПоследнее обновление : 2025-03-14
Читайте больше

Bab 67. Bantahan Demi Bantahan

Sarah membelalak. "Arnold, ini hanya salah paham, aku–" "DIAM!" sentak Arnold. Emosi yang sejak tadi ditahannya akhirnya meledak, Arnold hanya butuh satu pengakuan untuk mengungkapkan bahwa Sarahl-ah yang membuat rencana kecelakaan waktu itu, kecelakaan yang membuat Emily harus kehilangan anak di rahimnya. "Sayang, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Aku mohon. Ini semua memang salahku, rem mobil yang aku pakai blong, sehingga aku tidak bisa mengendalikannya!" "Mobil di kediaman kita rutin dibawa ke bengkel, jadi berhenti mengada-ada." "Sungguh, Arnold. Kejadiannya begitu cepat, aku tidak bisa menghindar, kalau kamu tidak percaya padaku kamu bisa meminta datanya pada polisi." Sarah dengan putus asa membantah, berusaha membuat Arnold percaya pada kata-katanya. Tapi Arnold bertingkah dengan acuh dan tak acuh, lalu memandangnya dengan tenang. "Lalu, kenapa kamu bilang Emily yang menabrakkan mobilnya ke mobilmu?" Pertanyaan Arnold kali ini sukses membuat Sara
last updateПоследнее обновление : 2025-03-14
Читайте больше

Bab 68. Panas Dingin

Raut wajah Arlen berubah, ia hendak menghampirinya, tetapi wanita muda tersebut langsung berdiri dan meninggalkan Emily dan Arlen tanpa permisi. Benar-benar tidak mencerminkan kesopanan. "Ada banyak pelamar tapi tidak ada yang memenuhi syarat. Bagaimana aku bisa cepat membawamu ke London kalau begini!" ucap Arlen pelan, tapi Emily masih bisa mendengarnya. "Kalau memang susah mencari pengganti saya, tidak apa apa kalau Tuan Arlen mencari calon sekretarisnya di London saja, biar saya tetap merawat Nyonya Audrey!" "Tidak bisa!" "Kenapa tidak bisa, Tuan? Bukankah di Kota justru kandidat sekretaris dengan pendidikan tinggi berhamburan!" Emily memberanikan diri menatap wajah Arlen, sesuatu yang awalnya sangat di hindarinya. Selain tidak sopan, Emily tidak mau terpesona dengan ketampanan sang majikan. Emily cukup tahu diri, masih lajang pun rasanya Emily tidak pantas bersanding dengan Arlen, apalagi dengan status sekarang yang masih menggantung. "Aku punya pertimbangan sendiri dalam
last updateПоследнее обновление : 2025-03-15
Читайте больше

Bab 69. Berbahaya Sekali

Arlen memelototi layar handphonenya dan menggeser geserkan layarnya berharap ada pesan lain yang tertutup, namun nihil. Arlen lantas menghubungi Mike untuk memberitahukan bahwa dia akan tinggal beberapa hari lagi di rumah neneknya. Sementara itu di taman belakang, Emily menemani Nyonya Audrey minum teh sembari mendengarkannya bercerita. "Arlen itu sangat penyayang, dia sedari kecil sudah sangat menyayangi binatang. Dulu tiap ada kucing di jalanan, dia selalu membawanya pulang!" Emily mengangguk. 'Pantas saja Arlen perhatian dan ingin membantunya, rupanya dia memang orangnya tidak tegaan,' batin Emily. "Nanti kalau kamu sudah bekerja dengannya, Nenek titip Arlen ya Emily, tolong perhatikan makanannya, Nenek takut dia makan sembarangan saat tidak bersama Nenek. "Iya, Nyonya!" "Panggil Nenek saja, kalau Nyonya terlalu kaku!" pintanya sembari mengusap jemari Emily. "Tapi…." "Tidak apa apa, ayo panggil Nenek!" "Iya, Nek!" Nyonya Audrey tersenyum, namun bukan hanya dia yang terse
last updateПоследнее обновление : 2025-03-15
Читайте больше

Bab 70. Apa Kamu Menyukai Emily?

"Jovanka sudah Arlen hapus dari hati Arlen, Nek. Nenek tidak usah cemas. Secepatnya akan ada yang mengisi hati Arlen kembali!" "Syukurlah. Nenek kira kamu masih mengharapkan wanita itu. Nenek pikir sudah cukup, lima tahun bukan waktu yang singkat untukmu. Nenek ingin melihat kau menikah, Arlen." Arlen bisa melihat tatapan sendu penuh harap dari sang nenek. Di usianya yang sudah senja, Arlen merasa bersalah karena belum bisa mengabulkan keinginan neneknya yang satu itu. "Syukur-syukur Nenek bisa menggendong anakmu, cicit Nenek." Seulas senyum kembali terbit di bibirnya. Arlen menggenggam jemari sang nenek dan mengecupnya. "Doakan Arlen, ya, Nek." "Emily?" Pertanyaan Nyonya Audrey sontak membuat Arlen membelalak. "Maksud Nenek?" "Kau menyukainya, bukan?" Nyonya Audrey tersenyum penuh arti. Dari awal, dia sudah bisa membaca gerak-gerik cucu kesayangannya. "Ti-tidak, itu tidak benar. Arlen tidak menyukainya!" bantah Arlen dengan wajah bersemu merah. Arlen terlihat salah tingkah, p
last updateПоследнее обновление : 2025-03-15
Читайте больше
Предыдущий
1
...
56789
...
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status