Главная / Romansa / Terjebak Obsesi Boss Gila / Глава 21 - Глава 30

Все главы Terjebak Obsesi Boss Gila: Глава 21 - Глава 30

46

Bagian 21 : Manja

"Bukankah kau keterlaluan?" Aksara bertanya dengan nada sedih ketika Zavira dengan terang-terangan tak ingin bersentuhan. Bahkan wanita itu mengusap bagian tubuhnya jika mengenai Aksara."Apa menurutmu aku menjijikan sama seperti serangga?" Aksara menundukkan kepalanya. Zavira dapat melihat wajah sedih dari Aksara membuatnya merasa bersalah. Ah sial, aku emang gak cocok bales dendam, batinnya begitu kesal pada diri sendiri."Aku gak bermaksud," ucapnya dengan nada terdengar terpaksa di telinga Aksara, padahal nyatanya Zavira merasa canggung sehingga nadanya terkesan terpaksa.Aksara menghela napas, ia lalu memberikan kartum hitamnya pada Zavira seraya berkata, "aku paham, gunakan ini untuk beli apapun dan segera pulanglah ke rumahku, bawahanku akan membantumu."Zavira tertegun, menatap Aksara bingung. "Mau ke mana?" Ia menahan pergelangan tangan Aksara."Memberi kamu ruang jadi aku akan kembali ke kantor," jelasnya melepaskan genggaman Zavira dengan lembut.Beberapa bawahan Aksara da
last updateПоследнее обновление : 2025-03-06
Читайте больше

Bagian 22 : Mencari Cara Balas Dendam

Sudah 3 hari berlalu semenjak kejadian kemarin, Zavira begitu terang-terangan menghindar, bahkan jika terpaksa bertemu ia akan mengalihkan pandangannya.Zavira yang kini menjadi sekretaris Aksara hanya bisa menghindar di jam tertentu. Contohnya saat ini, ia berangkat kerja sendiri, meninggalkan Aksara.Saat berada di lift perusahaannya, ia hanya seorang diri, dan ketika mendengar langkah begitu lift tertutup, Zavira menahannya agar orang yang ingin masuk itu bisa naik lift bersamanya.Hal yang terjadi selanjutnya adalah, Zavira menyesali perbuatannya. Tidak seharusnya ia menahan lift itu. Karena orang itu adalah Aksara, dengan ekspresi muram dia menatap Zavira yang membuang muka.Lebih tepatnya, Zavira memojok agar tidak menatap Aksara yang sedari tadi berdiri di belakang menatap menusuk padanya. Helaan napas Aksara seketika membuat Zavira terkejut, ia lalu menatap tombol lift untuk dirinya segera turun di lantai mana saja agar tidak satu lift dengan Aksara.Saat ingin memencet tombo
last updateПоследнее обновление : 2025-03-07
Читайте больше

Bagian 23 : Cemburu?

"Mungkin untuk permulaan aku buat dia cemburu," gumam Zavira menatap kosong pada makanannya. Ia kini berada di kantin perusahaan dan duduk seorang diri.Hingga beberapa rekan kantor yang ia kenal datang menghampiri untuk menemaninya. Dengan akrab mereka saling menyapa."Halo Bu Sekretaris," sapa keduanya lalu duduk di depan Zavira tanpa membawa makanan.Zavira yang baru saja selesai makan tersenyum berujar senang, "eh hai!""Bu, gimana rasanya jadi sekretaris?" Salah satunya berceletuk, pria itu penasaran dan ingin tahu beberapa hal mengenai Zavira.Zavira menatap Rio, beberapa hari lalu, dia begitu ketara ingin mendekatinya. "Ah rasanya yaa capek jelas, apalagi pak Aksara kelakuannya bikin stress."Riana yang merupakan adik Rio pun berkata, "oh iya Bu Sekretaris, memang di sini ada rumor kalo pak bos itu orangnya ngeselin, apalagi dia tuh gak profesional, kalau ada masalah ntah apa, pasti kita yang kerja di sini bakal kena," curhatnya dengan nada sedih.Zavira mengangguk paham, "bebe
last updateПоследнее обновление : 2025-03-08
Читайте больше

Bagian 24 : Mantan

Zavira mengerutkan keningnya ketika melihat pesan masuk dari mantan pacarnya. Selalu saja ada yang menganggu ketika ia mulai menjalani hidup tenang. Sebuah pesan mengatakan bahwa pria itu ingin bertemu dengannya. Sebelumnya, saat mereka putus, Alex selalu mengirim pesan padanya. Pria itu mengatakan ingin memberi kejelasan. Tapi, pikir Zavira nasi telah menjadi bubur. Sungguh ia merasa jijik pada dirinya serta Alex. Bagaimana mungkin pria itu melakukan sex di tempat umum. Ya meskipun saat itu kondisi kantor sepi. Ketika pesan kembali muncul, Zavira merasa tertarik. Alex mengatakan bahwa penjelasan ini tentang Aksara. Alex begitu bersi keras ingin bertemu dengannya karena dia tahu, jika ia jelaskan di chat, Zavira tak akan membaca pesan panjang itu dan menganggap itu hanya omong kosong belaka. Zavira segera membalas pesan Alex dengan tertera bahwa ia mengajak bertemu di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor barunya. Tok tok tok. Zavira mendongak ketika melihat Aksara sudah membu
last updateПоследнее обновление : 2025-03-10
Читайте больше

Bagian 25 : Fakta

Zavira mengedipkan matanya berkali-kali, ia tidak menyangka saat mendengar cerita itu dari mulut Alex secara langsung. Ternyata semua hal yang ia alami, ada hubungannya dengan Aksara."Jadi kamu dari awal gak cinta aku, ya?" Zavira bertanya memastikan, ia bahkan tidak sanggup menatap wajah Alex.Ia tahu dirinya terlalu naif, tapi sisa rasa cinta yang belum sepenuhnya move on dari Alex membuat ia ingin menangis kembali.Berpacaran selama 3 tahun bukanlah hal mudah ia jalani. Apalagi perpisahan mereka karena perselingkuhan dari pihak pria.Alex menggelengkan kepalanya dengan panik segera memegang kedua bahu Zavira. "Aku cinta kamu Rara, memang awalnya aku ngga, tapi cinta itu tumbuh setelah kita berpacaran, aku terpaksa harus melakukan hubungan itu saat Aksara tahu aku suka kamu."Zavira lalu mendorong Alex, "aku paham kondisi kamu, kamu lakuin itu semua karena ibu kamu. Aku titip pesan buat ibu, maaf Zavira gak bisa nikah sama kamu."Alex menatap Zavira dengan panik saat dia keluar dar
last updateПоследнее обновление : 2025-03-11
Читайте больше

Bagian 26 : Menunggu

"Itu kakak aku," jawab Aksara singkat, pria itu semakin memeluk erat Zavira membuat si empu merasa sesak.Belum sempat Zavira berkata, Aksara segera berujar, "maaf, tolong berikan aku waktu untuk menceritakan semuanya nanti."Zavira mendorong Aksara sehingga pelukan terlepas karna dia tidak menyangka Zavira akan mendorongnya. Dengan cekatan, ia menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh karena keduanya masih berada di sofa ruang tamu, meski sofa itu besar, tetap saja jika dua orang dewasa berbaring akan sempit."Kenapa mendorongku?" tanya Aksara murung, ia merasa segan untuk memeluk Zavira kembali, tangannya hanya menahan pinggang wanita itu saja agar tidak terjatuh."Ah aku ingin lihat wajah kamu, oiya, kenapa gak bisa sekarang?" tanya Zavira penasaran, menatap ke bawah di mana Aksara menahan diri tidak memeluknya."Besok lusa aku akan pergi dinas, jika kuceritakan sekarang, aku tidak tahu bagaimana sikapmu setelah aku pulang dinas, bahkan sekarang kamu mendorongku," jelasnya denga
last updateПоследнее обновление : 2025-03-12
Читайте больше

Bagian 27 : Treat You Better

Lily menatap terkejut ketika mengetahui bahwa Zavira selama tinggal di rumah Aksara tak pernah berciuman. Padahal Lily pikir jika mereka serumah akan terjadi hal panas, tetapi nyatanya tidak."Kok bisa sih?" tanya Lily heran. Keduanya kini sedang berada di rumah Lily pada hari sabtu, hanya akan menginap semalam Zavira esoknya segera pulang."Dia aja sempet ragu meluk aku pas ngira aku kesel sama dia," jawabnya mengingat beberapa saat lalu."Ah terus Pak Aksara sekarang dinas, kan? Kamu sendiri di rumah dia?" tanya Lily kembali, ia benar-benar penasaran kehidupan sahabatnya setelah tinggal serumah dengan pria kaya.Zavira mengangguk, "ya sekitar 3 sampai 4 hari Aksara nanti bakal pulang, sekarang udah jalan 3 hari, seharusnya besok pulang sih." Tebaknya sembari mengingat jadwal Aksara yang telah Zavira rancang.Lily mengangguk mengerti, ia pun segera menarik selimutnya dan menyuruh Zavira segera tidur. Karna pagi sekali Lily akan mengajak Zavira ke suatu tempat sebelum Zavira kembali k
last updateПоследнее обновление : 2025-03-13
Читайте больше

Bagian 28 : Marahan

"Kita mau ke mana sih?" Zavira bertanya heran ketika Lily sejak pagi tidak memberitahu ke mana ia akan dibawa. Lily masih sama jawabannya, tersenyum senang membuat ia menatapnya sinis. "Ish, senyam senyum mulu, apa susahnya coba ngomong kita mau ke ini," omelnya dengan mencebikan bibir.Ketika sampai di lapangan komplek perumahan Lily, ia melihat punggung pria yang sangat ia kenal. Dan pria itu melihat ke belakang saat mendengar suara langkah kaki keduanya."Fabian," gumam Zavira sedikit terkejut, sudah lama sekali ia tidak melihat Fabian, pesan yang pria itu kirim sengaja tidak ia balas dari beberapa minggu lalu.Fabian memeluknya dengan erat sementara Zavira entah mengapa merasa tidak nyaman mencoba mendorong Fabian. Belum sempat ia mendorongnya, tarikan cepat dari arah belakang membuat pelukan Zavira terlepas sepenuhnya."Aksara?" Ia mendongak, menatap terkejut ketika melihat Aksara menampilkan raut ekspresi marah, nampak urat-urat lehernya serta tangan menggenggam dirinya begitu
last updateПоследнее обновление : 2025-03-14
Читайте больше

Bagian 29 : Baikan

Zavira baru saja keluar ruangan dan melihat Aksara bersandar pada punggung kursi, ia tidak menatap laptopnya selain menutup mata menggunakan pergelangan tangan kanan.Zavira menghela napas dan mengabaikan itu, ia memilih keluar ruangan dan pergi menuju lantai bawah di mana kantin berada.Sesampainya di sana, temannya Rio dan Riana mendatangi Zavira dengan wajah serius. "Bu, ini ada masalah lagi."Zavira mengedipkan matanya beberapa kali, "aku ambil makan dulu, kalian duduk aja duluan."Rio serta Riana mengangguk dan segera mencari tempat duduk yang paling sepi agar percakapan mereka tidak terdengar. Meskipun tidak serius, tetap saja harus berhati-hati jika mengobrol rumor kantor di dalam perusahaan.Saat mengambil makanan, ia sesekali mendengar suara orang berbisik ke arahnya. Itu hal biasa yang ia dapatkan, jadi Zavira tidak heran lagi.Berjalan kembali ke arah Rio dan Riana berada, ia lalu duduk di antara kursi kosong yang sengaja disediakan berada di tengah."Ada apa?" tanya Zavira
last updateПоследнее обновление : 2025-03-15
Читайте больше

Bagian 30 : Awal Bertemu

Zavira menjatuhkan tubuhnya ke bawah ketika melihat figura kecil di dalam laci lemari Aksara. Awalnya pria itu menyuruh mengambil dokumen, karena tak kunjung ketemu, Zavira mengoreh laci lemari dan menemukan foto figura milik Aksara saat masih muda. Aksara yang mendengar suara gaduh dari arah kamarnya segera datang menghampiri Zavira dan melihat wanita itu memegang foto dirinya. "Aku baru sadar, kamu Xander," ucap Zavira seraya menatap foto Aksara dan pria itu secara bergilir. Flashback On. "Aksara, mau ke mana kamu?!" tanya sang ibu dengan nada tak suka menatap anak bungsunya. Aksara sengaja tidak menjawab dan segera berlari keluar rumah dengan wajah penuh luka. Sudah seminggu ini ia izin kuliah karena suatu alasan. Kini berada di tempat favorit, Aksara duduk santai dengan sesekali meringis saat angin menerpa wajahnya yang lukanya masih belum kering. "Aish." Rasanya ia ingin kabur, tetapi ia bingung harus ke mana karena uang yang ia miliki dibatasi oleh ayahnya yang seng
last updateПоследнее обновление : 2025-03-16
Читайте больше
Предыдущий
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status