Share

Bagian 25 : Fakta

Penulis: leecu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-11 07:04:55

Zavira mengedipkan matanya berkali-kali, ia tidak menyangka saat mendengar cerita itu dari mulut Alex secara langsung. Ternyata semua hal yang ia alami, ada hubungannya dengan Aksara.

"Jadi kamu dari awal gak cinta aku, ya?" Zavira bertanya memastikan, ia bahkan tidak sanggup menatap wajah Alex.

Ia tahu dirinya terlalu naif, tapi sisa rasa cinta yang belum sepenuhnya move on dari Alex membuat ia ingin menangis kembali.

Berpacaran selama 3 tahun bukanlah hal mudah ia jalani. Apalagi perpisahan mereka karena perselingkuhan dari pihak pria.

Alex menggelengkan kepalanya dengan panik segera memegang kedua bahu Zavira. "Aku cinta kamu Rara, memang awalnya aku ngga, tapi cinta itu tumbuh setelah kita berpacaran, aku terpaksa harus melakukan hubungan itu saat Aksara tahu aku suka kamu."

Zavira lalu mendorong Alex, "aku paham kondisi kamu, kamu lakuin itu semua karena ibu kamu. Aku titip pesan buat ibu, maaf Zavira gak bisa nikah sama kamu."

Alex menatap Zavira dengan panik saat dia keluar dar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 26 : Menunggu

    "Itu kakak aku," jawab Aksara singkat, pria itu semakin memeluk erat Zavira membuat si empu merasa sesak.Belum sempat Zavira berkata, Aksara segera berujar, "maaf, tolong berikan aku waktu untuk menceritakan semuanya nanti."Zavira mendorong Aksara sehingga pelukan terlepas karna dia tidak menyangka Zavira akan mendorongnya. Dengan cekatan, ia menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh karena keduanya masih berada di sofa ruang tamu, meski sofa itu besar, tetap saja jika dua orang dewasa berbaring akan sempit."Kenapa mendorongku?" tanya Aksara murung, ia merasa segan untuk memeluk Zavira kembali, tangannya hanya menahan pinggang wanita itu saja agar tidak terjatuh."Ah aku ingin lihat wajah kamu, oiya, kenapa gak bisa sekarang?" tanya Zavira penasaran, menatap ke bawah di mana Aksara menahan diri tidak memeluknya."Besok lusa aku akan pergi dinas, jika kuceritakan sekarang, aku tidak tahu bagaimana sikapmu setelah aku pulang dinas, bahkan sekarang kamu mendorongku," jelasnya denga

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 27 : Treat You Better

    Lily menatap terkejut ketika mengetahui bahwa Zavira selama tinggal di rumah Aksara tak pernah berciuman. Padahal Lily pikir jika mereka serumah akan terjadi hal panas, tetapi nyatanya tidak."Kok bisa sih?" tanya Lily heran. Keduanya kini sedang berada di rumah Lily pada hari sabtu, hanya akan menginap semalam Zavira esoknya segera pulang."Dia aja sempet ragu meluk aku pas ngira aku kesel sama dia," jawabnya mengingat beberapa saat lalu."Ah terus Pak Aksara sekarang dinas, kan? Kamu sendiri di rumah dia?" tanya Lily kembali, ia benar-benar penasaran kehidupan sahabatnya setelah tinggal serumah dengan pria kaya.Zavira mengangguk, "ya sekitar 3 sampai 4 hari Aksara nanti bakal pulang, sekarang udah jalan 3 hari, seharusnya besok pulang sih." Tebaknya sembari mengingat jadwal Aksara yang telah Zavira rancang.Lily mengangguk mengerti, ia pun segera menarik selimutnya dan menyuruh Zavira segera tidur. Karna pagi sekali Lily akan mengajak Zavira ke suatu tempat sebelum Zavira kembali k

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 28 : Marahan

    "Kita mau ke mana sih?" Zavira bertanya heran ketika Lily sejak pagi tidak memberitahu ke mana ia akan dibawa. Lily masih sama jawabannya, tersenyum senang membuat ia menatapnya sinis. "Ish, senyam senyum mulu, apa susahnya coba ngomong kita mau ke ini," omelnya dengan mencebikan bibir.Ketika sampai di lapangan komplek perumahan Lily, ia melihat punggung pria yang sangat ia kenal. Dan pria itu melihat ke belakang saat mendengar suara langkah kaki keduanya."Fabian," gumam Zavira sedikit terkejut, sudah lama sekali ia tidak melihat Fabian, pesan yang pria itu kirim sengaja tidak ia balas dari beberapa minggu lalu.Fabian memeluknya dengan erat sementara Zavira entah mengapa merasa tidak nyaman mencoba mendorong Fabian. Belum sempat ia mendorongnya, tarikan cepat dari arah belakang membuat pelukan Zavira terlepas sepenuhnya."Aksara?" Ia mendongak, menatap terkejut ketika melihat Aksara menampilkan raut ekspresi marah, nampak urat-urat lehernya serta tangan menggenggam dirinya begitu

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 29 : Baikan

    Zavira baru saja keluar ruangan dan melihat Aksara bersandar pada punggung kursi, ia tidak menatap laptopnya selain menutup mata menggunakan pergelangan tangan kanan.Zavira menghela napas dan mengabaikan itu, ia memilih keluar ruangan dan pergi menuju lantai bawah di mana kantin berada.Sesampainya di sana, temannya Rio dan Riana mendatangi Zavira dengan wajah serius. "Bu, ini ada masalah lagi."Zavira mengedipkan matanya beberapa kali, "aku ambil makan dulu, kalian duduk aja duluan."Rio serta Riana mengangguk dan segera mencari tempat duduk yang paling sepi agar percakapan mereka tidak terdengar. Meskipun tidak serius, tetap saja harus berhati-hati jika mengobrol rumor kantor di dalam perusahaan.Saat mengambil makanan, ia sesekali mendengar suara orang berbisik ke arahnya. Itu hal biasa yang ia dapatkan, jadi Zavira tidak heran lagi.Berjalan kembali ke arah Rio dan Riana berada, ia lalu duduk di antara kursi kosong yang sengaja disediakan berada di tengah."Ada apa?" tanya Zavira

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 30 : Awal Bertemu

    Zavira menjatuhkan tubuhnya ke bawah ketika melihat figura kecil di dalam laci lemari Aksara. Awalnya pria itu menyuruh mengambil dokumen, karena tak kunjung ketemu, Zavira mengoreh laci lemari dan menemukan foto figura milik Aksara saat masih muda. Aksara yang mendengar suara gaduh dari arah kamarnya segera datang menghampiri Zavira dan melihat wanita itu memegang foto dirinya. "Aku baru sadar, kamu Xander," ucap Zavira seraya menatap foto Aksara dan pria itu secara bergilir. Flashback On. "Aksara, mau ke mana kamu?!" tanya sang ibu dengan nada tak suka menatap anak bungsunya. Aksara sengaja tidak menjawab dan segera berlari keluar rumah dengan wajah penuh luka. Sudah seminggu ini ia izin kuliah karena suatu alasan. Kini berada di tempat favorit, Aksara duduk santai dengan sesekali meringis saat angin menerpa wajahnya yang lukanya masih belum kering. "Aish." Rasanya ia ingin kabur, tetapi ia bingung harus ke mana karena uang yang ia miliki dibatasi oleh ayahnya yang seng

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 31 : Pelaku Asli

    Teringat kenangan lalu, Zavira merasa canggung, Xander dulu yang ia kenal ternyata Aksara merupakan bos perusahaannya dan kini terobsesi padanya. "Kenapa? Apa kamu nggak suka?" tanya Aksara dengan raut wajah panik memegang tangan Zavira agar wanitanya tidak terus menghindar. "Nggak, aku mau urus dokumen dulu, tadi juga Morgan telepon ingin bicarain sesuatu," jelas Zavira berusaha melepaskan genggaman Aksara. "Kumohon, bagaimana bisa aku menceritakan alasannya jika kamu teringat masa lalu saja sudah menghindar?" tanya Aksara mengeratkan genggamannya. Zavira terdiam, ia sungguh penasaran, tetapi dirinya juga butuh waktu sendiri sebentar saja. Entah mengapa mengetahui Aksara adalah Xander membuat ia menjadi canggung, sungguh. "Haa, ya udah kamu mau ceritain sekarang? Aku gak akan ngehindar," jawab Zavira akhirnya hingga genggaman tangan Aksara melonggar. Aksara mengangguk, ia menyandarkan kepalanya pada bahu Zavira. "Ingin duduk di mana?" Kini keduanya sedang berdiri di depan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 32 : Secret Part

    Renjana baru saja pulang kerja mendapatkan notifikasi pesan dari pacarnya. Selama ia berpacaran, tak pernah rasanya tenang sehari saja. Pria itu begitu posesif padanya bahkan mulai membatasi ia untuk berteman. Theo lebih muda setahun darinya, pria itu baru saja lulus SMA, sedangkan Renjana berumur 19 tahun sudah memiliki pekerjaan setelah lulus demi menghidupi keluarganya, ia adalah anak tunggal. Renjana menghela napas berat, andai saja waktu itu ia tidak kesulitan dalam uang, ia tidak mungkin menerima Theo. Awal mereka pacaran adalah Theo yang mengajukan persyaratan, ia akan membantu melunasi hutan keluarga Renjana dengan syarat wanita itu menjadi pacarnya. Mau tak mau Renjana menerima. Dan benar saja ia mendapatkan uang itu, mulai dari hutang kedua orang tua lunas, rumah kontrakan yang menunggak pun sama halnya terbayar. Meski uang yang ia dapatkan banyak, Renjana memilih tetap bekerja karena ia tidak mau bergantung pada Theo. Apalagi pria itu semakin semena-mena karena ia

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18
  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 33 : Secret Part 2

    Renjana menatap tak percaya pada Theo yang ternyata berencana membawa kabur dirinya. "Kenapa gak bilang dari awal, aku mau ambil beberapa barang di kost," ucap Renjana mencoba tenang, ia akan mencari waktu pas untuk melarikan diri."Tak perlu, aku akan mempersiapkan segalanya untukmu dan kita akan menikah dengan mewah di sana, kita juga akan mengurus surat perpindahan …."Renjana terdiam menatap Theo yang terus berceloteh, bagaimana pun caranya ia harus membujuk pria itu. "Sayang, aku mohon ke kost dulu ya? Aku bahkan belum pamitan sama orang tua aku. Kamu udah pesan tiket pesawat?"Theo terkejut akan panggilan sayang dari Renjana, ia pun memikir dua kali akan permintaan Renjana. "Itu …."Renjana lalu mencium bibir Theo, ia tidak peduli pada supir Theo yang sedang mengemudi saat ini. Yang terpenting adalah bisa kabur bagaimana pun caranya."Masih ada waktu dua jam, ayo kita ke kost kamu," jawabnya lalu segera mencium kembali Renjana dan menahan belakang kepala wanita itu agar ciuman t

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19

Bab terbaru

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 47 : Ingin Di Cintai

    "Sayang, kapan pulang? Kenapa lama sekali?" Aksara bertanya dengan nada manja, ia bersandar pada senderan kasur, menempelkan layar ponselnya pada telinga."Sabar yaa, bentar lagi pulang, aku lagi cek gedung terakhir." Zavira kini berada di gedung yang awalnya akan dijadikan tempat untuk merayakan ulang tahun perusahaan mereka, akan tetapi Zavira nampak kurang menyukainya."Oh iya Pak, kayaknya kita ambil gedung sebelumnya aja," ucap Zavira pada salah satu rekannya, ia sedikit menjauhkan ponsel darinya."Ra …, Zavira," panggil Aksara berkali-kali yang akhirnya baru terdengar."Eh iya bentar, aku matiin te--" ucapan Zavira segera Aksara potong."Jangan." Ia yang tadi bersandar segera bangkit dari kasur. "Aku ingin telepon sampai kamu pulang."Zavira terkekeh gemas mendengar itu. "Ini aku mau pulang, jadi matiin ya.""Aku gak mau, jangan dimatikan," ungkap Aksara sedikit merengek.Zavira kini tertawa akan tingkah Aksara, baru ia tinggalkan lama saja sudah begitu, bagaimana jika hal lain?

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 46 : Jadwal Pertemuan

    Alex membuka matanya ketika tersadar ia ketiduran di parkiran, berada di dalam mobil, ia segera keluar membawa amplop besar yang akan ia berikan pada Zavira.Sesaat ia masuk ke dalam perusahaan, ia melihat Zavira sedang berbincang dengan karyawan lain. "Permisi," ucapnya membuat Zavira menatap ia."Ah, Pak Alex, ada apa ya?" tanya Zavira dengan formal, lalu Alex menyodorkan amplop pada Zavira."Ini dari atasan, ngomong-ngomong aku juga ingin membicarakan jadwal pertemuan kedua atasan kita," ucap Alex yang sudah membawa laptop.Zavira mengangguk lalu berpamitan pada karyawan tadi yang sedang berbincang dengannya. "Ikuti aku." Zavira berjalan lebih dulu diikuti Alex dari belakang."Kita akan berbincang di mana?" tanya Alex menatap ke kanan dan kiri."Ah." Zavira terdiam sejenak, jika ia mengajak Alex ke ruangan miliknya, Aksara tentu akan cemburu karena ia berduaan dengan mantan kekasihnya."Sebentar." Zavira berjalan menjauhi Alex untuk menelpon seseorang.Sementara Alex terus menatap

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 45 : Fakta Waktu Itu

    Beberapa bulan yang lalu.Alex bergetar ketika mendengar ancaman dari seorang pria yang ia kenal. "Kenapa kau malah menggunakan ibuku sialan!" Ia mengumpat dengan kesal.Pria itu merupakan Aksara, ia mendapat info dari bawahannya bahwa Alex mulai menunjukkan ketertarikan pada Zavira. Padahal ia sudah memperingatkan untuk tidak memiliki perasaan tersebut."Kalau begitu lakukan itu dengan dia di depan Zavira besok," ucap Aksara dari sebrang telepon."…." Alex terdiam, ia sungguh tidak sanggup melakukan itu. "Mengapa harus itu ….""Ibumu sedang kritis, lakukan yang kuperintah atau aku tidak akan melakukan operasinya." Ancaman itu kembali Aksara ucapkan membuat Alex bersandar pada dinding."…. Baiklah, aku akan lakukan."Sambungan telepon segera Aksara tutup tanpa berbasa-basi lagi. Sementara Alex termenung sendirian di rumah, ia tidak sanggup harus melakukan seks di kantor dan Zavira melihat itu."Humph, hueek." Alex yang membayangkan itu merasa mual segera ke kamar mandi. Tubuhnya teras

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 44 : Cemburu

    Baru saja masuk ke dalam ruangan, ia merasa hawa di dalam begitu menyeramkan. Zavira lalu melirik pada Aksara yang terdiam menatap fokus pada layar monitor.Padahal biasanya Aksara akan menatapnya saat ia masuk, tetapi pria itu malah mengabaikannya. "Pak Aksara, ini dokumennya, tadi sekretaris baru rekan kita yang nganter, aku udah sewa gedung untuk rayain hari ulang tahun perusahaan kita."Aksara mengangguk dan menerima dokumennya. "Kenapa manggil pakai Pak?" Ia menarik pinggang Zavira sementara dokumen itu ia taruh di atas meja."Ah …." Zavira menatap ke arah lain dengan gugup. "Kamu kayak marah, apa aku ada salah?" Zavira lalu menatap kembali Aksara.Pria itu segera memijat keningnya, "maaf, nggak ada, aku cuman bersikap berlebihan saja." Ia lalu melepaskan tangannya pada pinggang ZaviraZavira memilih diam, ia ingin tahu apa yang Aksara lakukan selanjutnya. Hingga beberapa jam berlalu, meski Aksara terlihat kembali normal, ia merasa ada jarak diantara keduanya."Aksara …." Zavira

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 43 : Bertemu Mantan

    Zavira terbangun dari tidurnya karena merasakan sesuatu berat meliliti tubuhnya. Ketika ia membuka mata, ia melihat Aksara berada di atasnya memeluk dengan kepala berada di dadanya."Aksara, minggir." Ia mencoba mendorong kekasihnya yang tidak terbangun. Ia tahu Aksara saat ini berpura-pura sedang tertidur. Pelukan semakin erat itu yang membuat Zavira menebak demikian."… Aksara." Ia mencubit pelan pipi Aksara, tetapi itu tidak membuat Aksara bangun. "Sayang, minggir yaa," ucapnya dengan lembut.Aksara lalu membuka mata, menatap Zavira dengan berbinar-binar, "panggil lagi."Zavira mengedipkan mata berkali-kali lalu tersenyum, "Aksara," panggilnya dengan sengaja membuat Aksara kembali membaringkan kepalanya lalu menutup mata."Bercanda sayang, badan kamu berat. Biar aku tidur di atas kamu aja."Gerakan cepat dari Aksara yang semula berbaring di atasnya kini mengangkat tubuh Zavira yang tidak mengenakkan pakaian terbaring di atasnya.Aksara kembali memejamkan mata, "aku ingin pelukan le

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 42 : Cinta?

    Nathaniel tersenyum tipis, "aku kira kamu tidak memikirkan perasaanku. Tapi, terima kasih."Zavira mengangguk, "maaf kalau lancang, aku harap kedepannya kita bisa berteman biasa atau sekedar rekan bisnis."Nathaniel mengangguk mengerti, ia tidak memiliki obsesi sebegitunya seperti Aksara dan ayahnya Theo. "Mohon untuk kerjasamanya di masa yang akan datang." Ia mengulurkan tangannya.Zavira lalu menjabat tangan tersebut, "iya, mohon kerjasamanya.""Apa yang kalian lakukan?" Aksara yang sudah setengah basah menghampiri mereka begitu terburu-buru saat melihat dari kejauhan Nathaniel mengulurkan tangan.Zavira segera melepaskan genggaman dan menatap khawatir pada Aksara yang basah kuyup bagian atasnya. “Kenapa malah hujan-hujanan?"Aksara menatap cemburu, ia lalu berujar, "jawab dulu pertanyaanku tadi, sayang." Ia sengaja menegaskan panggilan sayang di akhir.Zavira mendengar itu terkejut, "jabat tangan biasa, dulu kan Nathan pernah jadi editor aku," jelas Zavira sembari tersenyum.Aksara

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 41 : Nathaniel

    Waktu itu. "Aku titipkan dia padamu," ucap Theo dengan wajah kusutnya, terdapat mata panda begitu lekat. Theo benar-benar kacau semenjak kehilangan Renjana, mantan kekasihnya. Aksara yang kala itu berumur 12 tahun menggaruk tengkuknya dengan canggung menggendong keponakannya yang baru berumur beberapa bulan. Semenjak putus secara sepihak oleh mantan kekasihnya, Theo dijodohkan oleh sang ayah demi kepentingan bisnis. Saat itu Theo berumur 22 tahun dan setelah 1 tahun menikah, ia baru melakukan hubungan badan dengan istrinya. Ia telah memiliki anak setelah berhubungan badan dengan istrinya satu kali. Setelahnya ia tidak pernah menyentuh istrinya sedikit pun. Perasaannya penuh dengan jijik pada dirinya sendiri karena harus melakukan hal tersebut dengan wanita yang tidak ia sukai. Theo berencana bercerai karena anaknya telah lahir, untungnya sang ayah tidak menolak dan mengiyakan permintaan Theo. "Kak, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Aksara, wajahnya memiliki sedikit

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 40 : Bringas

    Jam menunjukkan pukul 4 pagi, Zavira segera keluar kamar dan melihat Aksara tertidur di sofa ruang tamu. "Kenapa malah nggak ke rumah utama sih," gumamnya protes."Zavira?" Aksara terbangun kita mendengar suara dentingan gelas dan air mengalir. Zavira melirik ke belakang, lalu kembali menatap ke depan, dapur tanpa sekat sehingga ruang tamu terlihat jelas. "Ngapain?" Aksara berjalan mendekat dan akan memeluk Zavira. "Stop!" Zavira memundurkan langkahnya, sehingga pelukan itu tidak jadi. "Aku cuman mau minum."Aksara menatapnya dengan murung, Zavira masih menolak bersentuhan dengannya. "Kumohon, aku ingin memelukmu."Zavira menggelengkan kepalanya, ia masih belum puas karena perlakuan Aksara. Setidaknya ia ingin pria itu tidak mengulangi perbuatannya meski sudah berjanji."Ma-mau ke mana?" Aksara bertanya dengan nada takut saat Zavira berjalan menuju pintu keluar dengan membawa kunci rumah."Aku udah kasih pilihan sama kamu, tapi kamu malah tidur di sini," jelasnya dan baru saja mera

  • Terjebak Obsesi Boss Gila   Bagian 39 : Balas Dendam

    "Zavira, lebih baik pukul aku daripada mendiamkan aku," ucap Aksara menarik tangan Zavira dan ia tempelkan pada pipinya."Gak, aku mau sendiri itu lebih baik!" Zavira ingin melepaskan tangannya begitu kesulitan, pergelangan tangannya terasa sakit karena gesekan besi itu."Lepas! Sakit tahu!" Zavira menatap tajam pada Aksara, tak sedikitpun ada kelembutan pada tatapannya.Aksara menyesali perbuatannya, tak seharusnya ia mengurung Zavira dan menyerahkan pada para pembantu itu. "Maaf, aku bersalah …, Zavira, tolong maafkan aku." "Lepasin tangan aku, dan jangan temuin aku selama 3 hari kalau ingin aku maafin," ucap Zavira dengan serius membuat Aksara terkejut."T-tidak, ku mohon jangan suruh aku melakukan itu, aku tak sanggup," ungkapnya dengan nada penuh ketakutan, ia bahkan tak melepaskan genggaman tangan Zavira sedikit pun."Kalau kamu gini terus aku makin males maafinnya!" Tatapan Zavira yang menusuk itu membuat Aksara benar-benar ingin menangis. "Kumohon, aku janji gak akan menguru

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status