Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 61 - Chapter 70

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 61 - Chapter 70

157 Chapters

Aku sudah Dewasa

Ryan menghela napasnya dengan panjang kemudian menggenggam tangan Ayuni seraya menatapnya dengan lekat.“Pokoknya kamu tenang aja. Semuanya pasti baik-baik saja dan aku yakin kita bisa menikah setelah proses perceraian kamu berjalan dengan lancar.”Ayuni mengembuskan napas kasar. “Lancarnya itu yang susah, Ryan. Pak Damian nggak mau bantu kamu, yaa?” tebaknya kemudian.“Nggak. Pak Damian lagi ada urusan ke luar negeri. Dan cukup lama. Sekitar dua sampai tiga bulan. Pak Damian punya banyak perusahaan, bukan hanya rumah sakit saja. Aku sudah hubungi dia dan katanya nanti dia usahakan untuk pulang kalau urusannya selesai.”“Tapi, masih lama?”Ryan menganggukkan kepalanya. “Tapi, bisa pulang saat ini juga kalau minta tolong kepada istrinya, Bu Indira.”“Suami takut istri, yaa?”Ryan terkekeh pelan. “Banget. Dulu aku hampir gila lihat kelakuan Bu Indira, Bu Rhea dan Bu Manda. Pak Mario lagi sekarat, mereka malah bikin stand up di kamar rawat Pak Mario. Akhirnya aku keluar saja dari sana.”
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Lihat Besok saja

Ryan kemudian menghela napas kasar seraya menatap Ayuni yang tengah duduk di sofa sembari mencari nama kontak sang mama.“Ya udah. Biar aku saja yang menginap di sini. Shakira ada Linda dan Mama juga katanya mau nginep di rumah. Suaminya lagi ke luar kota.”Ayuni kemudian menoleh pada Ryan lalu mengendikan bahunya. “Terserah kamu aja. Aku mau telepon Mama dulu. Kapan dia balik lagi ke sini. Bolak-balik mulu. Kapan selesainya urusan aku kalau kayak gini terus.”Ayuni menggerutu sembari menunggu sang mama menerima telepon darinya.“Kenapa, Ayuni?”“Mama, lama. Mama lagi di mana? Kapan urusan aku selesai kalau Mama menghilang terus?”Rini menghela napasnya di seberang sana. “Masih banyak yang mesti diurus, Sayang. Pilih mana, nggak nikah sama Ryan, atau nunggu Mama pulang?”Ayuni menelan saliva dengan pelan. “Jelas nunggu Mama pulang lah. Ngapain capek-capek nunggu tapi akhirnya malah nggak jadi.”“Heem! Ya sudah kalau begitu. Jaga kesehatan, Ayuni. Sudah baikan, belum? Mama sarankan kam
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Are You Okay?

“Pak Edrick. Ini, Dokter Ryan. Beliau, yang akan menggantikan saya di sini.”Ryan lalu menolehkan kepalanya dengan cepat kepada Dokter Budi. “Mak—maksud Dokter?” tanyanya masih tak paham dengan ucapan Dokter Budi.Lelaki itu terkekeh sembari menepuk-nepuk pundak Ryan. “Jadi begini, Dokter Ryan. Saya harus pindah tugas ke Malang. Pak Ardi, selaku komisaris yang diutus oleh Pak Damian untuk menyampaikan hal ini kepada Anda.”Ryan semakin tak paham dengan ucapan Dokter Budi tadi. Ia baru tahu bila lelaki itu hendak dipindahtugaskan ke Malang.“Saya baru tahu kalau Anda akan pindah tugas ke Malang. Kenapa mendadak sekali ya, Dok?”“Yaa. Anda tahu sendiri Pak Damian itu seperti apa. Dia itu selalu begitu. Dan, sebenarnya jabatan ini akan diberikan kepada Anda sudah dirapatkan bersama para direksi dua minggu yang lalu.“Karena Anda masih menyelesaikan urusan Anda dan banyak pasien y
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Sabotase

“Ryan! Kenapa panggilan aku nggak ada satu pun yang kamu angkat, huh? Bikin aku khawatir tahu, nggak!”“Maafkan aku, Ayuni. Tadi aku panik banget karena rem mobilku blong.”“Haah?” Ayuni menganga mendengar penuturan Ryan. “Kok bisa blong? Kenapa, Ryan?”“Ada yang sabotase. Karena saat aku pergi ke rumah sakit, remnya masih berfungsi dengan normal. Beruntung, saat itu aku masih di area rumah sakit dan hanya menabrak tembok dekat pos security.”Ayuni menelan saliva dengan pelan lalu menatap Ryan dengan lekat. “Tapi, kamu baik-baik aja, kan? Nggak ada yang luka? Ini pasti kerjaan Andreas. Aku sangat yakin. Dia selalu tahu cara untuk melukai seseorang.”Ryan kemudian menarik tangan perempuan itu dan memeluknya. Menenangkan dirinya dan juga menenangkan Ayuni yang terlihat cemas dan panik karena kabar mengejutkan darinya.“Maafkan aku, Ryan. Karena aku, kamu malah dapat
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Sangat Sibuk

Ayuni mengerutkan keningnya kala mendengar pertanyaan dari lelaki itu. “Heuh? Maksudnya gimana sih? Kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu?”Ryan menghela napas kasar. “Soalnya kamu aneh.”“Aneh? Ada juga kamu tuh yang aneh. Tiba-tiba nanya kayak gitu ke aku. Nggak ada angin nggak ada hujan. Aku kan, jadi bingung.” Ayuni kemudian mengerucutkan bibirnya.“Jadi?” tanya Ryan kembali.“Yaa nggak lah. Kalaupun iya, perut aku pasti sakit melilit kayak sembelit, lebih dari sembelit malah. Kalau udah kumat, bisa nggak bisa jalan sama sekali. Kalau lagi baik, mood-nya bagus, nggak kenapa-napa.”Ryan menghela napasnya dengan panjang kemudian tersenyum tipis. “Kenapa nggak sebaiknya kamu periksa saja? Karena kondisi kamu seperti sedang hamil.”Ayuni tersenyum campah kemudian menggelengkan kepalanya. “Baru sekali, Ryan. Masa iya langsung jadi. Meskipun sebenarnya aku nggak minum pil kontrasepsi, tapi kayaknya agak mustahil kalau langsung hamil.”Ryan kemudian menggenggam tangan perempuan itu sembari m
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Ingin Bertemu dengan Melinda

Satu hari yang lalu ….“Dokter Ryan. Selamat, atas kenaikan jabatannya. Semoga betah dan memegang kepercayaan yang sudah saya berikan kepada Anda.” Damian memberi selamat kepada Ryan.Lelaki itu kemudian menerbitkan senyum lebarnya kepada Damian. “Terima kasih, Pak Damian. Sebenarnya saya masih belum menyangka bisa duduk di kursi jabatan ini. Nama saya terpampang di sini dan semuanya. Terima kasih, Pak Damian. Sudah mempercayakan saya memimpin rumah sakit ini.”“Sama-sama. Saya pasti tidak salah memilih Anda sebagai pengganti Dokter Budi. Good luck ya, Dok.” Damian menepuk-nepuk bahu lelaki itu sembari mengulas senyumnya.Ryan menghela napas kasar kemudian menatap Damian yang masih berdiri di hadapannya.“Pak. Jika ada waktu, saya ingin meminta tolong kepada Anda.” Ryan berucap dengan pelan seraya memohon kepada lelaki itu.Damian menaikan kedua alisnya. “Soal Bu Ayuni lagi?”Ryan menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Betul, Pak Damian. Sebelumnya saya meminta maaf karena sudah banya
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Hamil?

Waktu sudah menunjuk angka sepulu pagi. Ayuni yang baru saja selesai sarapan langsung menghampiri sang mama yang tengah duduk melamun menatap kosong ke depan.“Kenapa, Ma? Mama masih memikirkan tentang anaknya Mama Melinda yang laki-laki?” tanya Ayuni sembari duduk di samping sang mama.Rini menoleh pelan kepada sang anak. “Mama rasa, Ryan adalah anak kandungnya Melinda.”Ayuni lantas menganga. “Mana bisa, Mama. Terus, Ryan nikah sama Arumi berarti mereka … nggak mungkin lah, Ma. Mama Melinda mana mungkin menikahkan mereka karena saudara kandung.”Ayuni menolak asumsi sang mama karena mengira bila Ryan adalah anak kandung Melinda. Anak pertama yang hilang entah karena alasan apa, Ayuni tidak tahu.Rini menghela napas kasar. “Kalau Melinda sudah pulang, Mama ingin bertemu dengannya.”Ayuni mengangguk seraya menatap sang mama dengan lekat. “Mama merestui aku dengan Ryan, kan?”Pletak!Rini lantas menjitak kening Ayuni karena bertanya hal aneh kepadanya. “Kamu ini kenapa? Ragu, sama Ryan
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Seperti yang Kamu Minta

Perempuan itu lantas menoleh ke belakang setelah mendengar seseorang memanggil namanya.“Mama duluan aja. Nanti aku naik taksi kalau nggak telepon Vita untuk jemput aku.”“Beneran? Nggak mau Mama tunggu aja? Nanti kamu kenapa-napa gimana?”“Ma. Baru satu bulan. Masih oke. Aku nggak akan lama kok.”Rini menghela napasnya dengan pelan. “Ya sudah kalau kamu maksa. Langsung pulang kalau urusannya sudah selesai.”Ayuni menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum kepada sang mama. Setelahnya, ia menghampiri lelaki yang tadi memanggilnya.“Apa kabar? Udah lama banget nggak ketemu.” Sagara Biru—lelaki yang sempat dekat dengan Ayuni sebelum akhirnya Andreas lebih dulu mengungkapkan perasaannya kepada Ayuni.“Baik. Udah kelar, sekolahnya? Tahu-tahu udah pake jas dokter aja.”Biru—sapaan lelaki itu kemudian menarik tangan perempuan itu dan membawanya ke kantin yang ada di sana.“Gantiin Kak Firman karena dia udah naik jabatan.”Ayuni mengerutkan keningnya. “Elo, masih saudaraan sama Dokter F
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bukan Urusan Kamu!

Andreas menyunggingkan senyum sembari menghampiri Ayuni dan mengambil map tersebut. Membacanya dengan saksama dan mengadahkan wajahnya menatap Ayuni yang terlihat lebih serius dari biasanya.“Kenapa? Baru sadar, kalau kamu hanya dimanfaatkan oleh orang yang selama ini selalu kamu bela, heum?”Ayuni menghela napas kasar. “Aku hanya ingin pergi jauh dari kalian berdua. Aku mau minta maaf karena sudah membuat Gita keguguran.”“Santai aja. Gita bentar lagi juga hamil lagi. Nggak usah pikirkan hal yang nggak bisa kamu berikan.”Ayuni menelan saliva dengan pelan. “Ya udah, tanda tangan karena aku udah menerima permintaan kamu untuk jangan menikah dengan Ryan. Kamu nggak percaya?”Andreas terkekeh dengan pelan. “Nggak percaya karena kamu lengket banget sama dia.”“Udah nggak. Dia udah punya yang baru.”Andreas kembali tertawa. “Mana buktinya kalau Ryan udah punya yang baru?”Ayuni menghela napasnya kemudian mengambil ponselnya. Menghubungi Biru yang sudah mengirim pesan kepadanya memberi tah
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Tak Sadarkan Diri

“Mas. Kamu mau ke mana lagi hari ini?”Gita menghampiri Andreas yang tengah merapikan jasnya karena di pagi buta itu dia sudah rapi.“Ke Surabaya, Gita. Aku udah bilang sama kamu dari seminggu yang lalu.”“Nggak ada, Mas. Kamu bilang sama siapa? Kamu punya yang baru lagi, yaa? Mas! Aku kan masih bisa hamil.”Andreas kemudian menarik napasnya dalam-dalam kemudian menatap Gita dengan datar. “Emang hanya Ayuni yang terbaik. Tapi, mau gimana lagi. Dia udah nggak mau dan gue juga nggak bisa memaksakan kehendak.”Andreas bergumam sembari berkacak pinggang menatap Gita yang masih mengoceh tak karuan.“Andreas?”Lelaki itu menoleh ke belakang kemudian menaikan sebelah alisynya kala melihat Ryan ada di rumahnya.“Ada apa?” tanyanya datar.Ryan melangkah menghampiri Andreas seraya menatapnya. “Kamu tahu, di mana Ayuni tinggal? Berkali-kali aku tanyakan kepada mamanya, nggak mau memberi tahu di mana Ayuni sekarang tinggal.”Andreas tersenyum miring. “Nggak tahu. Andai pun gue tahu, nggak akan gu
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more
PREV
1
...
56789
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status