Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 51 - Chapter 60

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 51 - Chapter 60

157 Chapters

Ternyata Hanya Mimpi

Ryan kembali menarik tubuh perempuan itu dan menatapnya dengan intens. Menyeringai tipis lalu mengecup keningnya.“Kamu cantik kalau lagi polos kayak gini,” ucapnya sembari merayap dan kini tengah berada di atas tubuh Ayuni.“Polos doang, cantiknya?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong. Setiap waktu yang kamu habiskan bersamaku, kamu selalu cantik.”Ayuni kemudian mengerucutkan bibirnya. “Gombal!”“Harus. Biar baper. Biar enak mainnya kalau terbawa perasaan. Makanya harus disuguhkan kata-kata manis dulu.” Ryan kembali mengecup leher perempuan itu dan menghidu wangi aroma tubuh perempuan itu.“Aku ingin kita seperti ini selamanya, Ayuni. Aku ingin, kita bisa menjalani hidup dengan banyak tawa yang kita buat. Aku mencintai kamu. Sangat mencintai kamu,” bisiknya lalu mencoba menyatukan dirinya di bawah sana.“Ouggh!” Ayuni menggeram pelan setelah benda asing berhasil menerobos mahkotanya. Tangannya meremas erat bahu Ryan seraya memejamkan matanya.“Ryan ….”Lelaki itu menelan salivanya dan
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Salah Paham

Dengan cepat perempuan itu beranjak dari tempat tidur dan mengambil kaus kebesaran di dalam lemari.“Kamu tunggu di situ aja. Kalau mau mandi juga nggak masalah. Asal jang—”Cklek!“Ayuni. Dari tadi Mama pang … il.” Rini menganga setelahnya ….Brak!Rini menutup pintu kamar tersebut dengan sangat kencang dan spontan sebab terkejut bukan main melihat Ryan yang bertelanjang dada tengah duduk menatap Ayuni yang berdiri mematung di depan lemari.Ayuni mendesah pelan lalu keluar dari kamarnya dengan langkah lemasnya. “Kamu mandi duluan aja. Aku ke Mama dulu.”Ryan mengangguk patuh. Ayuni lantas keluar dari kamarnya, menghampiri Rini yang tengah duduk bengong di sofa ruang tengah.“Mama sih! Masih pagi udah ke sini. Malu sendiri, kan!” Ayuni memarahi mamanya.Rini menghela napas kasar. “Untung Mama lho, yang lihat. Coba kalau papa kamu. Apa nggak jantungan dia.”Ayuni menyunggingkan senyum melirik sang mama. “Nggak usah bahas itu. Ngapain, ke sini?”Rini memberikan formulir permohonan cerai
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Semuanya Sudah Selesai!

Ayuni melajukan mobilnya tak tentu arah. Entah hendak ke mana ia pun tidak tahu. Yang dia tahu sekarang adalah serba salah. Mengapa bisa seperti itu, ia juga bingung sendiri.“Arrghh!” Ayuni memukul setir mobilnya karena masih kesal. “Ayuni! Elo tolol tahu, nggak?!”Ayuni mengembungkan pipinya dan mengadahkan kepalanya ke atas. Ia berhenti tepat di toko bukunya. Ia lalu keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam tokonya.“Pagi, Mbak Ayuni,” sapa salah satu karyawannya.“Pagi. Rif. Kalau ada yang nanyain aku siapa pun itu, jangan bilang aku di sini, yaa. Mobil juga aku umpetin di basement belakang. Jadi, nggak ada yang tahu kalau aku ada di sini. Aku mau istirahat dulu di kamar.”“Oke, Mbak!”Ayuni kemudian mengulas senyumnya dan masuk ke lantai tiga. Tempat privasi Ayuni dan hanya dia yang berhak masuk ke dalam kamarnya itu.Ayuni mengambil ponselnya dan melihat beberapa rentetan pesan juga panggilan tak terjawab dari Ryan.“Emang paling bener itu menghilang dari dunia. Habis dibuat terb
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Hasutan Maut Andreas

Andreas menelan saliva dengan pelan kemudian tersenyum lirih. “Baiklah. Kalau itu mau kamu.”Ayuni lantas menerbitkan senyumnya. “Gitu dong. Kalau gini kan, enak.”“Tapi, aku punya satu syarat untuk kamu.”Ayuni mengerutkan keningnya. “Apa lagi, sih?”Andreas tersenyum miring seraya menatap Ayuni. “Jangan menikah dengan Ryan setelah kita berpisah. Deal?”Ayuni menatap datar wajah Andreas. “Gila apa kamu, Mas. Nggak usah atur hidup aku dong! Terserah aku lah. Kita udah masing-masing dan kamu udah nggak berh—”“Oke! Berarti kamu ingin digantung seperti ini. Oke! Kalau itu yang kamu mau juga.” Andreas menyeringai bak iblis yang baru saja memenangkan perdebatan.Ayuni menghela napas kasar. “Mas!” Ia mengeluh pelan lalu memijat keningnya.“Apa sih, yang kamu butuhkan dari dia, huh? Ada juga mereka yang butuh kamu. Hanya butuh, Ay. Bukan cinta.”“Nggak usah bikin aku makin pusing, bisa?!” pekik Ayuni yang semakin tak karuan.Andreas terkekeh melihat istrinya yang tidak bisa memilih mana yan
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Tidak Membutuhkanmu di Sini

Pukul 19.00 ….Ayuni sudah tiba di Libra Resto. Sesuai yang diminta oleh Ryan agar datang tepat waktu. Dia sudah menepati janji itu. Namun, Ryan belum juga terlihat batang hidungnya.Ayuni kemudian menghela napas kasar dan mengambil ponselnya. “Suruh ke sini jam tujuh. Udah ke sini dia belum datang,” gerutu Ayuni kemudian.‘Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jang—”“Ckk! Balas dendam atau apa sih? Kenapa sekarang nomornya nggak bisa dihubungi!” Ayuni menyimpan kesal ponselnya ke dalam tas.Ayuni kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran sofa yang ia duduki. Hingga makanan yang telah dipesan oleh Ryan sudah tiba di meja makan itu. Namun, lelaki itu tak juga tiba di sana.“Kamu di mana, Ryan? Kenapa belum juga datang? Ada operasi dadakan? Biasanya juga ngasih kabar,” gumam Ayuni sembari menatap semua makanan kesukaanya tertata rapi di sana.Ayuni kemudian menelan saliva dengan pelan seraya menatap jam yang melingkar di tangannya. Sudah mau masuk jam delapan.
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Perseteruan Sengit Ayuni dan Gita

Ryan terdiam dan hanya bisa menerima ucapan Ayuni tadi. Sebab ia sadar bila kesalahannya itu sangatlah besar.Ia kemudian mengambil ponselnya dan memberikannya kepada Ayuni.“Aku udah bilang sama kamu nggak usah ganti kalau emang itu karena aku!”“Bukan karena itu, Ayuni. Tapi, Andreas. Dia yang udah buat kita jadi kayak gini.”Ayuni mengambil ponsel tersebut dengan mata melirik tajam ke arah lelaki itu.“Hanya karena ini, kamu nggak datang ke resto yang kamu undang sendiri aku suruh datang ke sana?”Dengan kasar perempuan itu memberikan ponsel Ryan kepada sang empunya. Sangat kesal bila ingat kala dirinya datang ke resto akan tetapi Ryan malah tidak juga datang.“Kenapa walpapernya diganti? Nggak usah diganti sampai nyusul dia, Ryan! Udah ketahuan aja baru diganti. Dulu-dulu ke mana aja?!”“Aku minta maaf, Ayuni. Salah aku memang banyak. Tapi, ketidakhadiran aku ke sana karena kupikir kamu sedang bersama Andreas. Karena kamu lagi marah, jadinya aku pikir kamu butuh pelam—““Pelampias
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Jangan Panik

“Kamu apakan Gita sampai dia pendarahan, huh?!”Andreas memekik memarahi Ayuni setelah mereka tiba di rumah sakit. Gita masih ditangani oleh tim medis setelah Ayuni dibantu oleh ART di sana membawanya.Ayuni yang terus menitikan air matanya karena ketakutan akan kondisi Gita yang terbentur meja tepat di perutnya itu hanya menunduk sembari terisak.“Andreas. Ada apa ini? Apa yang terjadi pada Gita?”Kedua orang tua Gita telah sampai di rumah sakit setelah diberi tahu oleh Andreas.“Masih diperiksa dokter, Ma, Pa. Belum tahu kondisinya seperti apa.”Adi kemudian melangkah, ingin melihat kondisi sang anak di ruang rawat yang masih diperiksa oleh tim medis.“Kamu apakan anak saya, huh?” pekik Shita memarahi Ayuni yang tengah menunduk itu.“Ma. Ini hanya kecelakaan. Ayuni juga nggak sengaja dorong Gita.” Andreas mencoba menenangkan mertuanya itu.“Nggak sengaja gimana? Jelas-jelas dia itu iri pada Gita karena sedang hamil. Dia yang udah lama nikah sama kamu, nggak dikasih anak. Makanya mar
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Kepergok

Mata Ryan memicing tajam menatap Andreas yang telah menyingkirkan tangannya dari Ayuni.“Elo udah tahu dan sadar kalau Ayuni adalah istri gue. Tapi, elo berani bawa dia kabur dia hanya berdua! Elo udah culik istri orang, Ryan! Dokter tapi otaknya dangkal. Kalau nggak mau lihat Ayuni dipenjara, sekalian elo jug ague laporkan ke polisi karena sudah menculi—““Aku tidak menculik Ayuni. Dia pergi ke Bali karena berobat. Kondisi mentalnya sedang down karena ulah kamu yang mengurungnya. Kalau kamu berani membawa Ayuni ke rumah sakit. Mertua kamu.“Kalau mertua kamu berani melaporkan Ayuni, aku juga akan melaporkan kamu karena telah melakukan tindakan kekerasan pada istri kamu sendiri. Mengurungnya seperti hewan, dilarang bertemu dengan siapa pun hanya karena ego kamu sendiri! Pilih mana? Melaporkan kamu balik, atau cabut laporan mertua kamu terhadap Ayuni?”**“Diminum dulu.” Ryan memberikan obat antidepresi yang masih harus dikonsumsi oleh Ayuni setelah berhasil membungkam mulut Andreas da
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Cari Jalan yang Lain

Dua puluh empat jam lamanya Gita tak sadarkan diri setelah mengalami insiden keguguran. Akhirnya ia membuka matanya secara perlahan. Merasakan nyeri di bagian perutnya karena masih terdapat luka di dalamnya.“Ssstthh!” Gita meringis pelan.Andreas yang mendengar suara Gita itu lantas menghampirinya. Lelaki itu menatap datar wajah Gita yang baru siuman.“Mas …,” lirih Gita sembari memegang tangan lelaki itu. “Kok perut aku kempis, Mas? Anak kita di mana?”“Udah mati,” jawabnya sarkas.“Heeuh?! Ke—kenapa? Kenapa dia harus pergi, Mas?” Gita tampak emosi dan juga sedih bercampur aduk menjadi satu.“Yaa keguguran. Kamu keguguran, Gita.” Andreas menjelaskan dengan malas.“Heuh? Ini semua gara-gara perempuan gila itu! Dia udah bunuh anak kita, Mas. Pokoknya aku gak mau tahu. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Dia udah menghilangkan anak aku!”Gita semakin membenci Ayuni karena telah menghilangkan calon buah hati yang selalu ia banggakan itu.“Udahlah nggak usah balas dendam balas dendam kayak
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Sudah dapat Jawaban?

Satu minggu sudah Ayuni berada di rumah Ryan. Kondisinya juga sudah membaik karena menurut kepada Ryan yang sudah memintanya melakukan apa yang Ryan perintahkan.“Yeaay! Tubuh Tante Ayuni udah nggak panas lagi. Udah anget.” Shakira terus menerus mengecek suhu Ayuni karena sudah tidak sabar ingin melihat calon mamanya itu sembuh total.Ayuni mengusapi pucuk kepala anak kecil itu sembari mengulas senyumnya. “Kan, karena ditemani kamu setiap hari. Makanya sembuhnya juga cepet. Makasih ya, udah jagain Tante sampai sembuh.”“Sama-sama, Tante. Aku kan nggak mau Tante kenapa-napa. Aku nggak mau ditinggal Tante lagi. Jangan pergi ya, Tante.” Shakira memeluk tubuh perempuan itu dengan manja.Ayuni teringat akan ucapan Ryan yang mana Shakira mengalami trauma bila orang di dekatnya mengalami kondisi kesehatan yang menurun. Bila saja Ayuni dibawa ke rumah sakit, sudah pasti Shakira tidak ingin meninggalkan dirinya meski hanya satu detik saja.Rasa kehilangan orang tua membuat Shakira mengalami te
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more
PREV
1
...
45678
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status