Ayuni melajukan mobilnya tak tentu arah. Entah hendak ke mana ia pun tidak tahu. Yang dia tahu sekarang adalah serba salah. Mengapa bisa seperti itu, ia juga bingung sendiri.“Arrghh!” Ayuni memukul setir mobilnya karena masih kesal. “Ayuni! Elo tolol tahu, nggak?!”Ayuni mengembungkan pipinya dan mengadahkan kepalanya ke atas. Ia berhenti tepat di toko bukunya. Ia lalu keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam tokonya.“Pagi, Mbak Ayuni,” sapa salah satu karyawannya.“Pagi. Rif. Kalau ada yang nanyain aku siapa pun itu, jangan bilang aku di sini, yaa. Mobil juga aku umpetin di basement belakang. Jadi, nggak ada yang tahu kalau aku ada di sini. Aku mau istirahat dulu di kamar.”“Oke, Mbak!”Ayuni kemudian mengulas senyumnya dan masuk ke lantai tiga. Tempat privasi Ayuni dan hanya dia yang berhak masuk ke dalam kamarnya itu.Ayuni mengambil ponselnya dan melihat beberapa rentetan pesan juga panggilan tak terjawab dari Ryan.“Emang paling bener itu menghilang dari dunia. Habis dibuat terb
Last Updated : 2025-02-11 Read more