Share

Kepergok

last update Last Updated: 2025-02-13 22:45:09

Mata Ryan memicing tajam menatap Andreas yang telah menyingkirkan tangannya dari Ayuni.

“Elo udah tahu dan sadar kalau Ayuni adalah istri gue. Tapi, elo berani bawa dia kabur dia hanya berdua! Elo udah culik istri orang, Ryan! Dokter tapi otaknya dangkal. Kalau nggak mau lihat Ayuni dipenjara, sekalian elo jug ague laporkan ke polisi karena sudah menculi—“

“Aku tidak menculik Ayuni. Dia pergi ke Bali karena berobat. Kondisi mentalnya sedang down karena ulah kamu yang mengurungnya. Kalau kamu berani membawa Ayuni ke rumah sakit. Mertua kamu.

“Kalau mertua kamu berani melaporkan Ayuni, aku juga akan melaporkan kamu karena telah melakukan tindakan kekerasan pada istri kamu sendiri. Mengurungnya seperti hewan, dilarang bertemu dengan siapa pun hanya karena ego kamu sendiri! Pilih mana? Melaporkan kamu balik, atau cabut laporan mertua kamu terhadap Ayuni?”

**

“Diminum dulu.” Ryan memberikan obat antidepresi yang masih harus dikonsumsi oleh Ayuni setelah berhasil membungkam mulut Andreas da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kania Putri
bagus Ryan kasih paham tuh si Ryan biar dia melek mau laporkan ayuni ke polisi laporin balik tindakan kekerasan Andreas pada ayuni
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Istri Kedua di Antara Kita   Cari Jalan yang Lain

    Dua puluh empat jam lamanya Gita tak sadarkan diri setelah mengalami insiden keguguran. Akhirnya ia membuka matanya secara perlahan. Merasakan nyeri di bagian perutnya karena masih terdapat luka di dalamnya.“Ssstthh!” Gita meringis pelan.Andreas yang mendengar suara Gita itu lantas menghampirinya. Lelaki itu menatap datar wajah Gita yang baru siuman.“Mas …,” lirih Gita sembari memegang tangan lelaki itu. “Kok perut aku kempis, Mas? Anak kita di mana?”“Udah mati,” jawabnya sarkas.“Heeuh?! Ke—kenapa? Kenapa dia harus pergi, Mas?” Gita tampak emosi dan juga sedih bercampur aduk menjadi satu.“Yaa keguguran. Kamu keguguran, Gita.” Andreas menjelaskan dengan malas.“Heuh? Ini semua gara-gara perempuan gila itu! Dia udah bunuh anak kita, Mas. Pokoknya aku gak mau tahu. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Dia udah menghilangkan anak aku!”Gita semakin membenci Ayuni karena telah menghilangkan calon buah hati yang selalu ia banggakan itu.“Udahlah nggak usah balas dendam balas dendam kayak

    Last Updated : 2025-02-14
  • Istri Kedua di Antara Kita   Sudah dapat Jawaban?

    Satu minggu sudah Ayuni berada di rumah Ryan. Kondisinya juga sudah membaik karena menurut kepada Ryan yang sudah memintanya melakukan apa yang Ryan perintahkan.“Yeaay! Tubuh Tante Ayuni udah nggak panas lagi. Udah anget.” Shakira terus menerus mengecek suhu Ayuni karena sudah tidak sabar ingin melihat calon mamanya itu sembuh total.Ayuni mengusapi pucuk kepala anak kecil itu sembari mengulas senyumnya. “Kan, karena ditemani kamu setiap hari. Makanya sembuhnya juga cepet. Makasih ya, udah jagain Tante sampai sembuh.”“Sama-sama, Tante. Aku kan nggak mau Tante kenapa-napa. Aku nggak mau ditinggal Tante lagi. Jangan pergi ya, Tante.” Shakira memeluk tubuh perempuan itu dengan manja.Ayuni teringat akan ucapan Ryan yang mana Shakira mengalami trauma bila orang di dekatnya mengalami kondisi kesehatan yang menurun. Bila saja Ayuni dibawa ke rumah sakit, sudah pasti Shakira tidak ingin meninggalkan dirinya meski hanya satu detik saja.Rasa kehilangan orang tua membuat Shakira mengalami te

    Last Updated : 2025-02-14
  • Istri Kedua di Antara Kita   Aku sudah Dewasa

    Ryan menghela napasnya dengan panjang kemudian menggenggam tangan Ayuni seraya menatapnya dengan lekat.“Pokoknya kamu tenang aja. Semuanya pasti baik-baik saja dan aku yakin kita bisa menikah setelah proses perceraian kamu berjalan dengan lancar.”Ayuni mengembuskan napas kasar. “Lancarnya itu yang susah, Ryan. Pak Damian nggak mau bantu kamu, yaa?” tebaknya kemudian.“Nggak. Pak Damian lagi ada urusan ke luar negeri. Dan cukup lama. Sekitar dua sampai tiga bulan. Pak Damian punya banyak perusahaan, bukan hanya rumah sakit saja. Aku sudah hubungi dia dan katanya nanti dia usahakan untuk pulang kalau urusannya selesai.”“Tapi, masih lama?”Ryan menganggukkan kepalanya. “Tapi, bisa pulang saat ini juga kalau minta tolong kepada istrinya, Bu Indira.”“Suami takut istri, yaa?”Ryan terkekeh pelan. “Banget. Dulu aku hampir gila lihat kelakuan Bu Indira, Bu Rhea dan Bu Manda. Pak Mario lagi sekarat, mereka malah bikin stand up di kamar rawat Pak Mario. Akhirnya aku keluar saja dari sana.”

    Last Updated : 2025-02-15
  • Istri Kedua di Antara Kita   Lihat Besok saja

    Ryan kemudian menghela napas kasar seraya menatap Ayuni yang tengah duduk di sofa sembari mencari nama kontak sang mama.“Ya udah. Biar aku saja yang menginap di sini. Shakira ada Linda dan Mama juga katanya mau nginep di rumah. Suaminya lagi ke luar kota.”Ayuni kemudian menoleh pada Ryan lalu mengendikan bahunya. “Terserah kamu aja. Aku mau telepon Mama dulu. Kapan dia balik lagi ke sini. Bolak-balik mulu. Kapan selesainya urusan aku kalau kayak gini terus.”Ayuni menggerutu sembari menunggu sang mama menerima telepon darinya.“Kenapa, Ayuni?”“Mama, lama. Mama lagi di mana? Kapan urusan aku selesai kalau Mama menghilang terus?”Rini menghela napasnya di seberang sana. “Masih banyak yang mesti diurus, Sayang. Pilih mana, nggak nikah sama Ryan, atau nunggu Mama pulang?”Ayuni menelan saliva dengan pelan. “Jelas nunggu Mama pulang lah. Ngapain capek-capek nunggu tapi akhirnya malah nggak jadi.”“Heem! Ya sudah kalau begitu. Jaga kesehatan, Ayuni. Sudah baikan, belum? Mama sarankan kam

    Last Updated : 2025-02-15
  • Istri Kedua di Antara Kita   Are You Okay?

    “Pak Edrick. Ini, Dokter Ryan. Beliau, yang akan menggantikan saya di sini.”Ryan lalu menolehkan kepalanya dengan cepat kepada Dokter Budi. “Mak—maksud Dokter?” tanyanya masih tak paham dengan ucapan Dokter Budi.Lelaki itu terkekeh sembari menepuk-nepuk pundak Ryan. “Jadi begini, Dokter Ryan. Saya harus pindah tugas ke Malang. Pak Ardi, selaku komisaris yang diutus oleh Pak Damian untuk menyampaikan hal ini kepada Anda.”Ryan semakin tak paham dengan ucapan Dokter Budi tadi. Ia baru tahu bila lelaki itu hendak dipindahtugaskan ke Malang.“Saya baru tahu kalau Anda akan pindah tugas ke Malang. Kenapa mendadak sekali ya, Dok?”“Yaa. Anda tahu sendiri Pak Damian itu seperti apa. Dia itu selalu begitu. Dan, sebenarnya jabatan ini akan diberikan kepada Anda sudah dirapatkan bersama para direksi dua minggu yang lalu.“Karena Anda masih menyelesaikan urusan Anda dan banyak pasien y

    Last Updated : 2025-02-16
  • Istri Kedua di Antara Kita   Sabotase

    “Ryan! Kenapa panggilan aku nggak ada satu pun yang kamu angkat, huh? Bikin aku khawatir tahu, nggak!”“Maafkan aku, Ayuni. Tadi aku panik banget karena rem mobilku blong.”“Haah?” Ayuni menganga mendengar penuturan Ryan. “Kok bisa blong? Kenapa, Ryan?”“Ada yang sabotase. Karena saat aku pergi ke rumah sakit, remnya masih berfungsi dengan normal. Beruntung, saat itu aku masih di area rumah sakit dan hanya menabrak tembok dekat pos security.”Ayuni menelan saliva dengan pelan lalu menatap Ryan dengan lekat. “Tapi, kamu baik-baik aja, kan? Nggak ada yang luka? Ini pasti kerjaan Andreas. Aku sangat yakin. Dia selalu tahu cara untuk melukai seseorang.”Ryan kemudian menarik tangan perempuan itu dan memeluknya. Menenangkan dirinya dan juga menenangkan Ayuni yang terlihat cemas dan panik karena kabar mengejutkan darinya.“Maafkan aku, Ryan. Karena aku, kamu malah dapat

    Last Updated : 2025-02-16
  • Istri Kedua di Antara Kita   Sangat Sibuk

    Ayuni mengerutkan keningnya kala mendengar pertanyaan dari lelaki itu. “Heuh? Maksudnya gimana sih? Kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu?”Ryan menghela napas kasar. “Soalnya kamu aneh.”“Aneh? Ada juga kamu tuh yang aneh. Tiba-tiba nanya kayak gitu ke aku. Nggak ada angin nggak ada hujan. Aku kan, jadi bingung.” Ayuni kemudian mengerucutkan bibirnya.“Jadi?” tanya Ryan kembali.“Yaa nggak lah. Kalaupun iya, perut aku pasti sakit melilit kayak sembelit, lebih dari sembelit malah. Kalau udah kumat, bisa nggak bisa jalan sama sekali. Kalau lagi baik, mood-nya bagus, nggak kenapa-napa.”Ryan menghela napasnya dengan panjang kemudian tersenyum tipis. “Kenapa nggak sebaiknya kamu periksa saja? Karena kondisi kamu seperti sedang hamil.”Ayuni tersenyum campah kemudian menggelengkan kepalanya. “Baru sekali, Ryan. Masa iya langsung jadi. Meskipun sebenarnya aku nggak minum pil kontrasepsi, tapi kayaknya agak mustahil kalau langsung hamil.”Ryan kemudian menggenggam tangan perempuan itu sembari m

    Last Updated : 2025-02-17
  • Istri Kedua di Antara Kita   Ingin Bertemu dengan Melinda

    Satu hari yang lalu ….“Dokter Ryan. Selamat, atas kenaikan jabatannya. Semoga betah dan memegang kepercayaan yang sudah saya berikan kepada Anda.” Damian memberi selamat kepada Ryan.Lelaki itu kemudian menerbitkan senyum lebarnya kepada Damian. “Terima kasih, Pak Damian. Sebenarnya saya masih belum menyangka bisa duduk di kursi jabatan ini. Nama saya terpampang di sini dan semuanya. Terima kasih, Pak Damian. Sudah mempercayakan saya memimpin rumah sakit ini.”“Sama-sama. Saya pasti tidak salah memilih Anda sebagai pengganti Dokter Budi. Good luck ya, Dok.” Damian menepuk-nepuk bahu lelaki itu sembari mengulas senyumnya.Ryan menghela napas kasar kemudian menatap Damian yang masih berdiri di hadapannya.“Pak. Jika ada waktu, saya ingin meminta tolong kepada Anda.” Ryan berucap dengan pelan seraya memohon kepada lelaki itu.Damian menaikan kedua alisnya. “Soal Bu Ayuni lagi?”Ryan menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Betul, Pak Damian. Sebelumnya saya meminta maaf karena sudah banya

    Last Updated : 2025-02-17

Latest chapter

  • Istri Kedua di Antara Kita   Tamat!

    “Happy birthday, Sayang.” Ryan memakaikan kalung di leher Ayuni yang tengah melipat baju milik Melvin.Ia terkejut karena Ryan datang dengan tiba-tiba kemudian memberinya sebuah kalung di lehernya. “Mas!” Ayuni kemudian membalikan tubuhnya yang kini berhadapan dengan sang suami.“Selamat ulang tahun ya, Sayang. Di usia yang ketiga puluh tahun ini, kamu diberi hadiah yang luar biasa. Hadirnya Melvin di hidup kita, menjadi pelengkap sempurnanya rumah tangga kita. Menjadikan kita orang tua yang sempurna, dan menjadikan Shakira sebagai kakak.”Ryan lalu mengecup kening perempuan itu dan memeluknya. Senyum bahagia terukir di bibir perempuan itu. Bagaimana tidak, di malam ulang tahunnya itu ia diberi kejutan yang cukup membuatnya bahagia luar biasa.“Terima kasih, Mas. Terima kasih sudah menjadi pelengkap hidup aku. Terima kasih sudah menjaga aku sampai kita bisa melewati semuanya.”Ayuni kemudian mencium punggung tangan Ryan dan menatapnya lagi dengan senyum di bibir perempuan itu. “Ucapka

  • Istri Kedua di Antara Kita   Welcome, Baby Boy!

    Anggota keluarga Ayuni dan juga Ryan tengah menyambut cucu kedua mereka. Usia kandungan Ayuni sudah memasuki tujuh bulan. Karena kondisi rahim Ayuni yang semakin parah, Dokter Mia memutuskan untuk melalukan operasi Caesar di hari ini.Ya. Ayuni harus melahirkan bayi secara premature. Sebab kondisi Ayuni yang sudah tidak tahan lagi menahan sakit itu. Ryan pun menyetujui hal itu. Daripada Ayuni mengalami hal yang tak diinginkan, sebaiknya bayi mungil itu segera dikeluarkan.Di ruang operasi. Yang mengambil alih bedah perut Ayuni adalah Dokter Firman ditemani oleh Dokter Mia. Sementara Ryan hanya menginteruksi apa saja yang mesti dilakukan.“Kamu masih kuat, Sayang? Sabar, yaa. Sebentar lagi bayinya akan keluar. Setelah itu, kamu tidak akan mengalami sakit luar biasa itu,” bisik Ryan yang terus mengajak Ayuni bicara. Jangan sampai perempuan itu tertidur dalam keadaan lemas seperti itu.Ayuni menggenggam tangan Ryan dengan erat. Tak bisa bicara karena kondisinya yang sudah tak karuan. Ker

  • Istri Kedua di Antara Kita   Adik untuk Shakira

    Dua bulan kemudian.Ayuni terbangun karena mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi juga Ryan yang tidak ada di kamar.“Baru jam enam dia udah mandi jam segini? Mau ke mana emang dia?” gumamnya kemudian beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.“Mas. Kamu lagi apa?” tanya Ayuni menghampiri Ryan yang tengah berdiri di depan wastafel.“Mau gosok gigi,” jawabnya singkat.Ayuni mengerutkan keningnya. “Gosok gigi? Kamu ada kerjaan di jam tujuh apa gimana? Ini baru jam enam, Mas. Tumben banget jam segini udah ada di kamar mandi. Biasanya jug—”Ayuni memegang perutnya karena nyeri. “Ssstth!” lirihnya sembari memegang perutnya.Ryan menoleh kemudian segera berkumur. “Kembali ke kamar, Sayang.” Ryan menuntun Ayuni lalu mendudukan perempuan itu di tepi tempat tidur.“Perut aku sakit, Mas. Nyeri.”Ryan menganggukkan kepalanya. Ia lalu merebahkan tubuh sang istri dan mengambil stetoskop di dalam laci. Hendak memeriksa kondisi Ayuni yang tiba-tiba saja nyeri.“Aku tadi ha

  • Istri Kedua di Antara Kita   Menuntaskan Hasrat

    Ryan hanya menggaruk pelipisnya mendengar pertanyaan Ayuni yang berhasil membuat bulu kuduknya merinding. Bukan Ayuni yang tegang, Ryan lah yang tegang kala mendengarnya.Ayuni melihat tingkah laku Ryan hanya tertawa kemudian geleng-geleng. “Mas bojo memang sangat alim. Digoda seperti itu saja langsung panas dingin. Padahal memang benar, kalau sudah main pasti akan panas.”Ryan menghela napas pelan. “Kamu jangan macam-macam. Minta berapa ronde kayak yang iya. Sekali main langsung tidur, aku pukul bokong kamu.”Ayuni lantas tertawa. “Oh, yaa? Memangnya kamu berani, pukul aku? Mau aku laporin ke Komnas HAM?”“Nggak ada hubungannya, Sayang. Kalau kamu mau laporin aku ke Komnas HAM hanya karena memukul bokong, setiap kita main juga aku sering mukul. Harus ada bukti juga dan memangnya kamu mau kasih bukti saat kita lagi main?”Ayuni kalah telak. Ia kemudian mengibaskan tangannya karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang suami.Ryan yang melihatnya hanya terkekeh lalu geleng-geleng. S

  • Istri Kedua di Antara Kita   Mau Main Berapa Ronde

    Tiga bulan setelah Ayuni mengalami koma selama satu tahun. Kondisinya sudah dibilang membaik setelah beberapa kali melakukan perawatan dengan sangat telaten dan Ayuni pun selalu menuruti perintah dari sang suami.“Mama. Kemarin aku ketemu sama Kak Cakra. Itu pun nggak sengaja ketemu.” Shakira menghampiri sang mama yang tengah merapikan bajunya di dalam kamar.“Oh, ya? Terus, dia ngomong apa aja ke kamu? Sudah lama sekali sepertinya kalian tidak bertemu.”Shakira mengangguk. “Iya. Dia nanya kabar Mama. Dia senang karena Mama udah sembuh. Tadinya mau aku ajak ke rumah buat ketemu Mama. Tapi, katanya dia lagi ada urusan. Mau ketemu sama kakeknya.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Ya sudah biarkan saja. Yang penting Cakra masih ingat sama kamu. Lagian kalian ini pada kecil. Belum waktunya untuk saling dekat. Biar saja dulu masing-masing. Kamu menikmati masa kecil kamu dan Cakra fokus sama pendidikannya.”Ayuni mengusapi rambut Shakira dengan lembut seraya menasihatinya agar anaknya pa

  • Istri Kedua di Antara Kita   Bakal jadi Pikun

    Satu minggu setelah Ayuni sadarkan diri, ia akhirnya sudah bisa pulang dan dirawat di rumah saja. Ayuni sudah jenuh dan bosan bila harus dirawat di rumah sakit. Sudah terlalu lama bahkan satu tahun lebih dia ada di sana.“Apa yang masih kamu rasa sakit, Sayang?” tanya Ryan setelah membawa Ayuni duduk di tempat tidur.“Ini.” Ayuni menunjuk kepalanya. “Terus ini.” Kemudian menunjuk kening, pipi hingga bibir. “Dan terakhir ini.”Ryan lantas geleng-geleng. “Baru juga sembuh udah mikir yang jorok. Nanti kita bulan madu lagi.”Ayuni menghela napas kasar. “Aku masih harus menunggu dua tahun lagi buat punya anak, Mas. Jadi, nggak usah ada bulan madu lagi.”Ryan kemudian memberikan secarik kertas hasil pemeriksaan terakhir kondisi rahim Ayuni. “Kamu sudah bisa hamil, Sayang.”Ayuni menganga kemudian menutup mulutnya. “Beneran, Mas? I—ini, ini nggak bohong, kan?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong, Sayang. Rahim kamu sudah siap menampung bayi meski harus tetap dijaga dan dirawat sampai sembilan b

  • Istri Kedua di Antara Kita   Yang Terbaik Belum Cukup

    Sudah satu tahun berlalu. Ayuni masih enggan untuk membuka matanya. Masih betah tidur dengan alat bantu medis yang mengelilingi tubuhnya.“Ayuni sudah melewati masa pengobatannya, Ryan. Dan dia masih belum ingin membuka matanya. Ayuni pasti kesiksa karena alat-alat ini.”Biru menghampiri Ryan yang tengah memeriksa kondisi Ayuni. Ia lalu menoleh dan melepas stetoskop di telinganya.“Jantungnya masih berdetak normal, Biru. Aku sudah melepas beberapa alat yang ada di tubuh Ayuni. Dia hanya masih lemas saja. Belum bisa buka matanya.” Ryan menatap wajah Ayuni dengan wajah sendunya.Biru kemudian mengusapi bahu lelaki itu. “Kalau dia udah nggak kuat, jangan dipaksa. Kasihan Ayuni. Harus kesiksa karena alat-alat ini.”Ryan menelan salivanya. “Aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Biru. Ayuni sudah jadi yang terakhir untukku. Aku akan usahakan untuk menyembuhkan dia apa pun akan aku lakukan.”Biru menganggukkan kepalanya kemudian menolehkan matanya kepada Ayuni. Mulutnya menganga se

  • Istri Kedua di Antara Kita   Get Well Soon, Calon Mama Mertua

    Delapan bulan kemudian.“Happy anniversary, Sayang. Hari ini adalah hari pernikahan kita ke satu tahun. Aku punya hadiah buat kamu.”Ryan mengusapi pucuk kepala Ayuni dengan lembut sembari menyimpan hadiah di atas nakas berupa kotak musik sebagai hadiah satu tahun pernikahan mereka. Dan Ayuni masih terbaring di atas bangsal, di ruang ICU.“Aku ada sedikit cerita. Shakira dan Cakra harus berpisah karena Cakra sudah masuk SMP. Dia sering ke sini jengukin kamu, nemenin Shakira ngobrol dan dia sedikit terhibur karena ada Cakra. Tapi, sekarang Cakra udah menghilang. Dia masih belum ingin memberi tahu di mana dia sekolah. Kasihan Shakira, harus LDR dulu sama Cakra.”Ryan kemudian terkekeh pelan seraya mengusap air matanya. Ia yang selalu bercerita semua kejadian yang dia lewati selama Ayuni koma. Agar Ayuni tahu, apa saja yang dia lewati selama delapan bulan itu.Tok tok tok!Ryan menoleh ke arah pintu. Andreas tengah berdiri di sana dan akhirnya ia harus bangun dari duduknya menghampiri le

  • Istri Kedua di Antara Kita   I Miss You So Much

    Dua belas tahun yang lalu ….“Ayuni?”Perempuan yang tengah makan choki-choki itu kemudian menoleh. “Ryan? Lagi ngapain di sini?” tanyanya sembari menyodorkan choki-choki itu kepada Ryan.“Makasih. Kamu sendiri lagi ngapain di sini?” tanyanya kemudian duduk di samping perempuan itu.“Lagi bete sama dosen kampret satu itu. Cuma salah satu doang, tetep aja dihukum. Killer-nya minta ampun memang.”Ryan terkekeh pelan. “Daripada bete begitu, mending ikut aku, yuk! Aku nemu tempat bagus banget. Mau lihat?”“Di mana?”“Dekat panti. Ada danau buatan di sana, tapi bagus banget meski hanya buatan.”“Oh, yaa? Boleh deh! Tapi, memangnya kamu nggak ada jam kuliah?”Ryan menggeleng pelan. “Nggak ada. Dosennya lagi rapat. Mata kuliah terakhir juga. Setelah itu nggak ada lagi.”“Oh! Ayolah kalau begitu.” Ayuni kemudian menerbitkan cengiran kepada lelaki itu.Keduanya pergi dari kampus menuju danau buatan yang disebutkan Ryan tadi. Mengenakan sepeda milik lelaki itu yang sering ia pakai untuk pergi k

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status