Ryan kemudian menutup panggilan tersebut dan menghela napasnya dengan panjang.“Kenapa, Ryan?” tanyanya kemudian.Ryan menoleh kepada Ayuni sembari mengulas senyumnya. “Sarapan dulu aja. Nanti kita ngobrol setelah makan.”“Harus pulang sekarang juga?”“Nggak kok. Hanya diminta untuk menemuinya. Tapi, aku udah bilang lagi di Bandung. Dia paham, dan minta aku besok menemuinya.”“Beneran? Mau ngapain? Jodohin kamu sama anak kesayangannya?”“Nggak, Sayang. Kalaupun iya, aku akan menolaknya.”“Dia tajir lho, Ryan. Pewaris rumah sakit terbesar seantero Jakarta. Bahkan udah bangun di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Kalau nggak salah, lagi debut ke Singapur dan Thailand juga.”Ryan menggeleng dengan pelan. “Nggak tertarik. Karena yang lebih menarik itu janda kembang.”Ayuni lantas memukul lengan Ryan. “Aslinya aku takut, kamu digaet cabe-cabean itu.”“Aku juga takut, kamu lebih percaya omongan orang dibanding aku.”Ayuni kemudian menatap Ryan yang tengah memasak nasi goreng itu. “Andai
Last Updated : 2025-02-24 Read more