Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 101 - Chapter 110

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 101 - Chapter 110

157 Chapters

Jangan Panggil Aku Anak lagi!

“HAPPY BIRTHDAY TO YOU … HAPPY BIRTHDAY TO YOU … HAPPY BIRTHDAY TO YOU ….”Semua para tamu undangan menyanyikan lagu ulang tahun untuk Shakira. Pun dengan Ayuni, yang kini tengah berdiri di samping anak kecil itu.“Maka a wish dulu, Nak,” ucap Ayuni kepada Shakira.Anak kecil itu kemudian menatap Ayuni sembari memegang kedua tangan perempuan itu. “Ma. Hanya satu yang aku inginkan di hari ulang tahun aku ini.”Ayuni menaikan kedua alisnya. “Apa, Nak? Katakan saja.”Shakira menghela napasnya dengan panjang. “Jadi mamanya aku. Mama sama Papa kapan nikah? Biar Mama nggak kabur-kaburan lagi.”Ayuni lantas mengatup bibirnya seraya melirik Ryan yang hanya bisa mengusapi keningnya mendengar permintaan dari anaknya itu.Ayuni bingung harus menjelaskan apa kepada Shakira bila dirinya masih dalam masa idah karena baru saja bercerai dengan Andreas.Ayuni kemudian menarik napasnya dalam-dalam dan menerbitkan senyum kepada anak kecil itu.“Mama janji, tidak akan kabur-kaburan lagi. Dan … permintaan
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Rahim yang Tertukar

Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam. Di malam itu, keluarga Ryan dan Ayuni memilih untuk makan malam di luar sebagai bentuk perayaan ulang tahun Shakira yang masih berlanjut.“Woah! Tempatnya bagus banget, Ma,” ucap Shakira tampak terpukau melihat tempat makan yang baru ia lihat seumur hidupnya.“Iya dong. Siapa lagi yang milih tempat di sini.”“Emangnya siapa?” tanya Shakira ingin tahu.“Papa.”Shakira manggut-manggut. Tidak ada respon apa pun selain hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Ryan yang melihatnya hanya menatap datar wajah anaknya. Ia pikir, Shakira akan berterima kasih padanya karena telah membawa ke tempat indah itu. rupanya zonk.Ayuni lantas terkekeh. “Dia masih gengsi sama kamu, Mas. Harap sabar, ini ujian.”Ryan melirik wanitanya itu kemudian menghela napas kasar. “Puas?!”Ayuni kembali tertawa kemudian bergelayut manja pada tangan kekasihnya itu. Sampai akhirnya mereka pun tiba di tempat yang telah dipesan oleh Ryan.“Ada kue lagi!” ucap Shakira tampak bahagia.“K
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Cantik!

Dua minggu berlalu ….Masa idah Ayuni akhirnya selesai. Betapa leganya Ayuni karena akhirnya terbebas dari halangan untuk mencari pengganti pria yang bahkan lelaki itu tengah menunggu calon anaknya.“Selamat pagi,” sapa Ryan kemudian memeluk tubuh perempuan itu dari belakang lalu mengecupi ceruk leher sang kekasih.“Pagi,” balasnya lalu mengulas senyumnya. “Hari ini mau ke mana?” tanyanya kemudian.Ryan menghela napasnya dengan panjang. “Masih datang? Belum pil KB?”Ayuni terkekeh pelan kemudian menganggukkan kepalanya. “Iya. Aku mau jual mahal dulu biar nggak dikira Friska yang main nyosor aja.”Ryan lantas menggigit pipi Ayuni karena gemas.“Ish! Ryan! Sakit tahu!” Ayuni lantas memukul lengan Ryan.“Sini, cium dulu biar nggak sakit lagi,” ucapnya kemudian mencium pipi kekasihnya itu.“Modus! Bener ya, kata Shakira. Kamu itu tukang modus.”“Nggak masalah kalau modusin calon istri sendiri. Hari ini aku mau ke notaris sama Pak Diego. Dia yang akan menemani aku urus izin buka klinik. Na
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Calon Istri

Shakira kemudian mengulas senyumnya lalu menoleh ke arah lelaki misterius yang tengah berjalan melewatinya.“Hi, Kak!” Shakira melambaikan tangannya kepada lelaki itu.Ia hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan langkahnya. Shakira yang melihatnya hanya mengerucutkan bibirnya lalu menghela napas pelan.“Permisi, Bu.” Ayuni menghampiri salah satu guru yang tengah duduk di depan aula.“Iya, Bu. Ada yang bisa dibantu?”“Eum! Kalau boleh tahu, nama anak itu siapa ya, Bu?” tanya Ayuni menunjuk ke arah lelaki yang tengah duduk di bangku lapangan basket.“Oh itu. Namanya Cakrawala Arditama. Anaknya memang pendiam dan selalu senang menyendiri.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Orang tuanya sudah datang?”Ibu Riri menggeleng dengan pelan. “Tidak pernah sekali pun, Bu. Kebetulan saya adalah wali kelasnya. Sejak dia masuk sekolah, hanya sopir atau babysitter saja yang datang kemari. Bahkan sekarang pun ada kumpulan begini saja tidak pernah datang.“Padahal saya sudah memberikan suratnya kepada
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Sudah Lama tidak Berciuman

Waktu telah menunjuk angka delapan malam.Ryan dan Ayuni sudah berada di sebuah resto yang mana mereka di malam itu akan mengadakan dinner romantic hanya mereka berdua.“Tempatnya enak dan nyaman. Luas juga. Tapi, kok sepi? Makanannya nggak enak, yaa?” bisik Ayuni kepada Ryan yang tengah duduk di depannya itu.Ryan geleng-geleng kepala sembari tersenyum tipis. “Nggak dong, Sayang. Kalau makanannya nggak enak, mana mungkin aku bawa kamu ke sini. Dijamin enak dan nikmati saja.”Ayuni meringis dengan pelan lalu menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat-lihat nuansa di sana yang terlihat sangat indah.Alunan musik romantis sudah mulai dilantunkan. Mengiringi makan malam yang menambah keromantisan di sana.“Selamat menikmati.”Satu persatu makanan yang dipesan oleh Ryan tiba di atas meja makan di depan mereka.“Ada cake? Siapa yang ulang tahun?” tanya Ayuni dengan polosnya.Ryan hanya mengulas senyumnya. Kemudian beranjak dari duduknya dan menepuk tangannya.Ayuni terkejut. Lampu tiba-tiba mat
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Lamaran Resmi

Lima hari berlalu ….Ayuni, Dhita dan juga Vita tengah berada di sebuah butik untuk mencari gaun yang akan dipakai untuk menyambut kedatangan Ryan yang akan melamar secara resmi juga menentukan tanggal pernikahan mereka.“Enak banget hidupnya Ryan sekarang. Bakal punya bini yang baik hati dan tidak sombong, anak yang cantik dan ceria, klinik punya sendiri, pemegang saham terbanyak di rumah sakit harapan. Mantap dah pokoknya.”Vita yang sedari tadi membahas Ryan itu membuat Ayuni hanya geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.“Warna ijo tosca aja nih, bagus. Keliatan cantik banget kalau elo yang make,” ucap Vita memberikan sebuah kebaya elegan kepada Ayuni.“Iya juga, yaa. Oke juga pilihan elo. Tumben, pinter. “Vita lantas menyunggingkan bibirnya. “Gue emang paling hebat, kalau disuruh milih baju. Elonya aja yang pikun!”Ayuni mengerucutkan bibirnya lalu menghela napasnya dengan panjang. “Ryan ke mana ya, kok tumben banget belum ngabarin gue. Masih sibuk apa, yaa?”“Berapa jam,
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Nanti Aku Jelaskan

Ayuni tengah sibuk mencari souvenir ditemani oleh Melinda dan juga Vita yang kebetulan masih betah main di rumahnya.“Ma. Dompet mini ini juga lucu kayaknya.” Ayuni memperlihatkan dompet mini untuk souvenir nanti kepada Melinda.“Bagus. Ya udah, pesan saja yang itu. Tinggal cari sisanya,” ucap Melinda setuju.“Okay! Aku keep yang ini.”“Undangan besok baru mulai dicetak. Mungkin lima hari baru selesai katanya,” ucap Vita yang baru saja mendapat kabar dari pemilik cetak undangan.“Oke! Thanks, Vit.” Ayuni kemudian menoleh kepada Melinda. “Ma. Mas Ryan masih sibuk sama kliniknya?”Melinda menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Iya. Tanggung katanya, sebentar lagi selesai. Maunya sih, setelah kalian menikah nanti, itu klinik sudah grand opening. Biar nggak ganggu bulan madu kalian.”Ayuni tersenyum tipis. “Ngapain pake bulan madu segala?”“Yaa harus atuh, Ayuni. Jangankan kalian, usianya yang masih muda. Yang tua aja kalau nikah pasti adain bulan madu. Kamu ini gimana sih!” Melinda lalu
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Campur Tangan Damian

Keduanya bergegas pergi dari mall itu setelah mengetahui ada yang tengah mengikuti mereka. Ryan tidak akan pernah membiarkan orang itu mencelakai Ayuni apa pun yang terjadi.“Mas. Kenapa? Kenapa kamu nggak pernah cerita soal ini, huh?” tanya Ayuni dengan napas yang terengah-engah setelah masuk ke dalam mobilnya.Ryan masih diam. Ia masih memeriksa kondisi mobilnya, khawatir orang tersebut melakukan sesuatu pada mobilnya.Dimulai dari pedal rem. Lalu mesin dan rekaman di sana yang ia nyalakan. Ryan menghela napas lega karena kondisi mobilnya dalam kondisi baik-baik saja.Dering ponselnya lalu berdering. Ryan segera menerima panggilan itu.“Dok. Anda baik-baik saja? Anak buah saya baru saja menangkap orang yang akan membakar rumah Anda!”“Apa?!” Ryan membolakan matanya terkejut mendengar kabar buruk dari Damian. “Anak saya masih di sekolah. Semoga saja dia tidak melihat orang itu. Saya harus menjemput anak saya, Pak. Terima kasih informasinya, Pak Damian.”“Mas! Ada apa? Kenapa dengan S
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Menculik Shakira

Dua hari berlalu ….Ryan tengah menemui Damian untuk mencari keberadaan Rifky agar menghentikan semuanya. Di gedung The Graha, Ryan sudah tiba di sana hanya seorang diri karena Ayuni memilih untuk menemani Shakira ke sekolah.“Jadi, bagaimana perkembangannya, Pak Damian? Pak Rifky masih belum juga ditemukan keberadaannya?” tanya Ryan kepada Damian yang tengah melacak keberadaan Rifky.“Sedikit lagi. Tenang saja, Dok. Saya sudah biasa mendapatkan masalah seperti ini. Anda ingin di sini, di sini atau di sini?”Damian menunjuk kepala, jantung dan juga wajahnya untuk memusnahkan Rifky.Ryan yang melihatnya lantas mengerutkan keningnya. “Maksud Anda?” tanyanya bingung.Damian menghela napas kasar. “Saya paling tidak suka ada yang mengusik hidup saya, dok. Karena Anda sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri, untuk itu … memusnahkan Rifky pun adalah kewajiban saya.”Damian lalu menyunggingkan senyum tipis seraya menatap Ryan yang tampak terkejut dengan ucapannya tadi.“Begini saja, DO
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Kepalanya ditembak

Ayuni memutar otak untuk melepaskan Shakira dari penculikan yang dilakukan oleh Rifky sebagai biang keladinya.Perempuan itu masih mengejar mobil yang membawa Shakira. Tak lama setelahnya, lokasi di mana Shakira akan dibawa dikirim melalui ponselnya.Nomor tak dikenal: [Kalau kamu memberi tahu polisi ataupun Ryan, jangan harap anak ini masih hidup!]Ancaman itu membuat Ayuni menghela napasnya dengan panjang. Tak lama setelahnya, Ryan menghubunginya. Air matanya masih menetes di sudut matanya. Ia masih bingung harus menjawab apa.“Ayuni. Kamu di mana? Jangan melawan dia sendirian. Cepat, katakan kamu ada di mana?”“Mas. Aku minta maaf karena lalai menjaga Shakira.”“Jangan menyalahkan diri seperti ini, Ayuni. Bukan saatnya. Cepat, beri tahu di mana kamu sekarang?!” pekik Ryan sudah tak sabar.Ayuni menghentikan mobilnya tepat di sebuah Gudang kosong yang mana lelaki itu menggendong tubuh Shakira membawanya masuk ke dalam sana.“Mas! Kirim polisi sebanyak mungkin ke alamat yang aku kiri
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more
PREV
1
...
910111213
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status