“Keramas mulu lo, tiap hari,” celetuk Vita yang tengah berkunjung ke rumah Ayuni karena ada hal yang ingin ia sampaikan kepada sahabatnya itu.“Sok tahu, lo.” Ayuni lalu menyunggingkan bibirnya. “Baru juga ke sini, udah ngomong begitu aja lo.”Vita lantas tertawa. “Tapi beneran kan, laki elo minta terus tiap malem? Ini cupang belum abis, udah ditambah lagi.”Ayuni menutupi lehernya dengan rambut basahnya itu kemudian menoyor kening Vita. “Kayak nggak punya laki aja, lo. Sibuk banget ngomentarin hidup gue. Lama-lama kayak netijen lo, Vita!”Vita kembali tertawa. “Iyaa, iyaa. Udah sah, yaa wajar aja mau tiap hari juga. Gue mau ke luar negeri, mau ke Itali. Mungkin sampai tiga bulanan di sana. Jangan kangen, yaa.”“Lama amat? Dhita juga pergi, elo pergi. Anjir emang kalian berdua ini.”“Kalau bukan karena kerjaan gue juga ogah, Ayuni. Mending di sini, bisa pergi ke club bareng elo. Iya, nggak?”“Nggak!” Ayuni menatap Vita lekat. “Gue udah nggak boleh main ke club lagi sama ayang. Dan gue
Last Updated : 2025-03-08 Read more