Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 131 - Chapter 140

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 131 - Chapter 140

157 Chapters

Jangan Harap!

Ayuni masuk ke dalam ruangan Samuel lalu duduk di depan lelaki itu.‘Ini orang nggak ada gelagat kalau dia belok. Tapi, rumornya kok udah nyampe ke karyawannya. Sebenarnya dia siapa?’Ayuni menghela napas kasar seraya memikirkan siapa lelaki yang ada di depannya ini. “Ada apa ya, Pak? Saya lagi ngerjain kerjaan pertama saya.”Samuel memberikan ID Card kepada Ayuni. “Ini, tanda pengenal kamu selama bekerja di sini. Tadi, sekretaris saya baru saja memberikannya kepada saya.”“Oh. Baik, Pak. Terima kasih. Hanya ini saja?”Samuel mengangguk. “Kamu mau makan siang di mana?”“Suami saya mau bawakan saya makanan ke sini, Pak. Makanan rumah jauh lebih sehat dari makanan di luar.” Ayuni lalu menerbitkan senyum terpaksa.“Oh, suami kamu mau ke sini?”Ayuni menganga kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Asistennya yang ke sini. Dia lagi ada meeting di rumah sakit, jadi nggak bisa datang kemari.”Samuel manggut-manggut dengan pelan. “Sepertinya suami kamu perhatian sekali ya, kepada kam
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Minta Jatah

Ryan kemudian mengambil ponselnya yang sedari tadi berdering.“Bagaimana, Pak?” tanyanya setelah menerima panggilan itu.“Anda kenal dengan Naina? Orang ini dalangnya, Dok.”“Kedatangan kamu ke Indonesia karena menghindar dari pacar kelainan kamu itu, kan?”Samuel menolehkan kepalanya kepada seorang wanita yang tengah berdiri di sampingnya. Ia yang tengah berada di bar, duduk di depan meja bartender lalu mengerutkan keningnya.“Siapa kamu? Tahu dari mana soal itu?” tanyanya dengan mata yang sedikit kunang-kunang.Naina menyunggingkan senyum tipis. “Cinta, sama Ayuni?”Samuel tersenyum miring. “Apa urusanmu? Bahkan aku tidak kenal padamu.”“Naina. Ayuni telah merebut calon suamiku.”“Oh, yaa? Masa sih? Ayuni tidak terlihat seperti perebut. Mana mungkin dia seperti itu.”Naina melipat tangan di dadanya. “Jangan melihat orang dari covernya. Dia memang terlihat seperti itu, tapi kenyataannya begitu. Ryan … seharusnya aku, yang jadi istrinya. Tapi, dia malah mendekati Ryan dan akhirnya ter
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Lukanya Memang Sulit Disembuhkan

Dua minggu sudah, Ayuni menjadi karyawan di kantor Samuel. Ia tak pernah merespon apa pun dari Samuel. Dari ingin mengantarnya pulang, makan siang bersama dan berbagai macam lainnya.“Pak Samuel udah putus sama pacarnya katanya.” Valia yang baru saja tiba langsung memberi kabar luar biasa.“Lakinya udah nikah sama laki-laki yang lain di sana,” lanjutnya kemudian.“Woaahh! Yang bener, Val?” tanya Hani tak percaya.Valia mengangguk antusias. “Pak Samuel udah kembali ke jalan yang benar. Kabarnya, dia udah mau nyari perempuan buat dia jadiin istri.”Hani manggut-manggut dengan pelan. Sementara Ayuni tengah sibuk melihat foto-foto Ryan yang dikirimkan oleh Biru kepadanya. Tersenyum seperti orang yang tengah kasmaran.“Suamiku ganteng banget sih. Gemes sendiri lihatnya. Pengen unyel-unyel,” gumamnya kemudian menutup ponselnya setelah Biru berhenti mengirim foto.“Sama suami sendiri kok gemes,” celetuk Hani kemudian. “Eh tapi, emang sih. Suami kamu ganteng pisan. Sangking gantengnya, malah
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Ngamuk seperti Orang Gila

Waktu sudah menunjuk angka sepuluh malam. Ryan belum juga pulang juga pesan yang dikirim olehnya belum juga terbaca hingga saat ini.“Sesibuk ini memang. Dari dulu juga begitu,” gumamnya kemudian menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.Tok tok tok!“Mama. Boleh masuk?” tanya Shakira memanggil sang mama.“Boleh, Nak. Masuk aja. Papa belum pulang kok.”Shakira kemudian masuk ke dalam dan menghampiri sang mama yang kini sudah duduk menyandar di sandaran tempat tidur.“Kok belum tidur? Kenapa, heum?” tanya Ayuni sembari mengusapi pucuk kepala anaknya itu.“Mama juga belum tidur. Papa juga tumben banget jam segini belum pulang. Masih ada kerjaan ya, Ma?”Ayuni mengangguk dan mengulas senyumnya. “Iya. Tadi udah telepon Mama katanya pulangnya agak malam. Mungkin memang kerjaannya masih banyak atau ada pasien gawat darurat yang harus segera ditangani. Kamu kenapa, belum tidur?”Shakira menggeleng dengan pelan. “Belum ngantuk, Ma. Mbak udah tidur duluan karena udah ngantuk katanya.”Ayu
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Dua sampai Tiga Tahun

Ayuni menghela napasnya seraya menatap Ryan yang tengah menyeruput jus alpukat yang sedari tadi hanya diam setelah diminta untuk datang ke mall.“Salah siapa nggak pulang tadi malam? Lebih penting kerjaan, daripada istri yang nunggu bahkan nggak tidur sampai jam dua pagi?”Ryan mengatup bibirnya. Menunduk seperti anak kecil yang tengah dimarahi oleh ibunya. Lalu kembali menyeruput jus alpukat itu dan menatap Ayuni lagi.“Aku bingung, harus jelaskan ini dari mana, Ayuni. Sampai nggak fokus dan nggak berani pulang,” ucapnya kemudian mengambil cake di atas meja.“Lapar? Memangnya nggak sarapan dulu tadi pagi?” tanya Ayuni lalu memberikan semua makanannya kepada Ryan.“Nggak. Karena kepikiran kamu.”“Kepikiran tapi nggak pulang itu sama aja kayak berak tapi sengaja nggak cebok. Ujung-ujungnya nggak enak. Lagian kenapa lagi sih?”Ryan menghela napas kasar. “Shakira masih sibuk belanja?”Ayuni mengangguk. “Iya. Kamu ke sini sama Dokter Mia dan Biru. Sengaja, biar bisa ngobrol sama aku?”Rya
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Pertemuan Mona dengan Ryan

Ayuni dan Ryan harus terpisah selama dua hari karena sang suami harus pergi ke Semarang untuk menyelesaikan tugasnya di sana.Sebagai pemegang saham terbesar di rumah sakit harapan, Ryan semakin disibukan hari-harinya setelah menjadi pemegang saham juga klinik yang ia dirikan tiga bulan yang lalu.Waktu sudah menunjuk angka sebelas siang. Ayuni dan Valia masih sibuk mendesain beberapa interior desain internal untuk beberapa unit rumah mewah yang sudah dipesan oleh vendor.“Ayuni. Kamu masih bawa bekal seperti biasanya?”Ayuni lalu mengadahkan kepalanya menatap orang yang tengah bertanya kepadanya. “Iya. Kenapa, Pak?” tanyanya kemudian.“Oh! Tidak ada. Saya boleh minta tolong sama kamu? Ada beberapa peralatan yang ingin saya beli. Hari ini Mona sedang sakit, jadi tidak bisa masuk. Kamu mau, antar saya ke sana?”Ayuni menaikan kedua alisnya kemudian menghela napas kasar. “Kenapa nggak sama yang lain aja, Pak? Saya lagi sibuk soalnya.”“Saya juga sibuk, yang lain juga sibuk. Tidak ada ya
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Penjelasan dari Ryan

Ayuni masih menyeka air matanya kala melihat dengan jelas bila yang ada di dalam foto itu memanglah Ryan. Namun, ia harus tetap berpikir positif sampai suaminya pulang dan menjelaskan semuanya.Perempuan itu sudah pulang dari kantor setelah jam pulang tiba. Kini, ia tengah duduk di tepi tempat tidur sembari mengingat-ingat kejadian dua hari yang lalu.“Nggak mungkin Mas Ryan bohongi gue. Dia udah janji nggak akan ninggalin gue, apalagi sampai selingkuh kayak gitu. Nggak! Mas Ryan bukan lelaki kayak gitu.”Ayuni mengusap air matanya yang sudah tidak tahan lagi ingin keluar dari sudut matanya. Ia lalu terisak dan menenggelamkan wajahnya di atas lutut kaki yang ia peluk.“Tapi kenapa Mas Ryan nggak bilang kalau habis ketemu sama Mona. Dia nggak ada bilang apa pun dan gue … semuanya gue kasih tahu. Dari makan, ngerjain tugas dan berapa kali ketemu sama Samuel.”Ayuni menyusut hidungnya lalu menghela napas dengan pelan. “Nggak ada asap kalau nggak ada api. Dari mana Mas Ryan tahu si Mona i
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Keputusannya sudah Bulat

Dua hari yang lalu ….“Dok. Ada telepon dari Mona. Dari kantor The Sam’s.” Fikri memberikan ponselnya kepada Ryan.“Mona. Siapa dia?” tanyanya kepada Fikri.“Tunangan saya. Dia jadi sekretaris Pak Samuel di sana, ada yang ingin dia bicarakan dengan Anda. Soal Pak Samuel.”Ryan lantas bergegas mengambil ponsel itu dan berbicara dengan Mona.“Selamat sore, Dok. Saya Mona, saya ingin memberi tahu kepada Anda soal Pak Samuel yang terus mencoba mendekati istri Anda, Bu Ayuni. Dia sering sekali terlihat berbicara dengan seseorang di sambungan telepon.“Setelah saya berhasil menyadap ponselnya, ternyata dia sedang berbicara dengan perempuan bernama Naina. Sedang ingin melakukan tindak kejahatan pada istri Anda. Pak Samuel hendak menjerat Bu Ayuni agar mau ikut dengannya.”Ryan lantas membolakan matanya. Tangannya mengepal erat setelah mendengar penuturan dari perempuan itu.“Di mana istri saya sekarang? Dia sudah pulang, kan?”“Sudah, Pak. Beruntung, Bu Ayuni menolak ajakan Pak Samuel dan la
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Suami Anda Sangat Baik

Esok harinya. Waktu telah menunjuk angka enam pagi. Ayuni membuka matanya lalu menoleh ke samping kirinya. Di mana sang suami masih terlelap dalam tidurnya dengan tangan melingkar di atas perutnya.“Pulas banget yang habis marah-marah terus minta jatah,” ucapnya kemudian mengusapi pipi Ryan dengan lembut.Merasakan hangatnya sentuhan dari tangan Ayuni, lelaki itu lantas membuka matanya dengan pelan. Mengulas senyum sembari merapatkan pelukannya lagi.“Pagi,” sapanya dengan suara seraknya.“Pagi. Bagaimana? Udah baikan hatinya?”Ryan mengangguk kemudian mencium bibir perempuan itu singkat. “Jadi, mengundurkan dirinya?”Ayuni mengangguk. “Jadi. Mau nemenin kamu aja di klinik. Recokin kamu aja.”Ryan terkekeh pelan kemudian mengecup kening istrinya lagi. “Kalau Samuel menolak, hubungi aku. Biar aku yang hadapi dia.”“Iyaa. Aku udah bilang ke Hani dan Valia. Katanya oke, meskipun keberatan sebenarnya. Tapi, setelah aku beri tahu dan menjelaskan semuanya, mereka setuju dan akhirnya ngasih
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Tidak Terima

“Halo, Mas. Kamu lagi nggak sibuk? Tumben telepon.”“Kamu ini. Giliran ditelepon dibilang tumben. Giliran nggak ada kabar, lupa sama istri sendiri. Aku kudu gimana, Sayang?”Ayuni lantas tertawa. “Just kidding, sayangku. Kamu lagi apa? Aku lagi makan kacang sama Hani dan Valia. Pak Samuel ternyata lagi meeting. Udah jam empat sore dan dia belum datang juga.”“Nggak ke kantor mungkin. Aku lagi mau nyuruh Biru belanja obat ke apotek. Lagi catat apa saja yang harus dibeli. Jangan terlalu banyak makannya, yaa.”“Iya, Mas. Nggak banyak kok. Udah makan siang?”“Udah atuh, Sayang. Udah jam empat juga soalnya.”“Iya sih. Aku lagi bete nih. Nunggu Pak Samuel nggak datang-datang. Padahal kan, tadinya besok aku mau berenang aja sambil nunggu kamu pulang.”“Kamu mau sakit, berenang sambil nunggu aku pulang.”Ayuni lantas menerbitkan cengiran. “Bercanda, Mas. Oh ya, Mas. Mona juga resign ternyata. Disuruh tunangannya.”“Iya. Rifki juga takut Mona jadi inceran selanjutnya. Nanti hapus nomornya Samu
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more
PREV
1
...
111213141516
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status