Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 141 - Chapter 150

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 141 - Chapter 150

157 Chapters

Dengan Senang Hati

“Lepaskan!” pekik Ayuni yang tengah dicengkeram tangannya dengan erat.Oleh Samuel, lelaki itu masih menatap nyalang wajah Ayuni yang sudah panik karena tengah berada di bawah kungkungannya.“Kamu mau ke mana? Ryan, suami yang kamu puja-puja itu tidak sebaik yang kamu kira.”“Tahu apa kamu, soal suami saya? Dia tidak seperti itu. Otak kamu sudah didoktrin oleh Naina, dihasut seolah rumah tangga saya dengan suami saya tidak baik-baik saja!” pekik Ayuni sembari mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Samuel.“Toloooongg!” pekik Ayuni meminta tolong.“Diam, atau saya perkosa kamu sekarang juga! Saya tidak main-main, Ayuni!” ancamnya kemudian.Ayuni kembali menatap nyalang wajah Samuel. Matanya menatap ke bawah lalu mendepak keras milik lelaki itu.“Arrgghh!” pekik Samuel dan Ayuni berhasil keluar dari kungkungan itu.Ayuni bergegas beranjak dari sofa dan berlari ke arah pintu. Namun, pintu itu rupanya terkunci otomatis. Ia yang tengah panik itu merasa kesulitan membuka kunci tersebut.
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Yang Dilakukan Damian untuk Ryan

Sesampainya di rumah, Ryan meminta tolong kepada Biru untuk membawakan alat infus untuk merawat Ayuni di rumah saja. Hingga saat ini, perempuan itu masih belum sadarkan diri."Papa. Mama kenapa?" tanya Shakira cemas. Ia bahkan sudah menitikan air matanya melihat sang mama yang terkapar tak berdaya dengan baju yang lusuh akibat menahan serangan dari Samuel.Yang mana lelaki itu memaksa Ayuni melakukan apa yang dia inginkan. Menyentuh tubuh indah perempuan itu tak peduli meski Ayuni sudah memilki suami. Ia hanya ingin membuktikan bila Samuel lebih hebat dari Ryan.Ayuni yang tak peduli dengan itu lantas menolak keras dengan sekuat tenaga bertahan sampai pertolongan datang kepadanya."Mama tadi pingsan di kantornya, Sayang. Karena kelelahan.""Beneran? Kok bajunya robek-robek, Pa? Habis berantem?"Ryan menelan salivanya. Mana mungkin ia memberi tahu yang sebenarnya kepada anaknya itu. Sementara hal itu sangatlah sensitif untuk dibahas pada anak seusia Shakira."Tidak, Sayang. Terguling d
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Asalkan Kamu Tenang dan Senang

Lima belas menit sebelum Ryan tiba di kantor Samuel.Di dalam ruangan yang terkunci rapat, Samuel membuka jas yang ia kenakan seraya tersenyum menyeringai menatap Ayuni yang terlihat panik.“Kamu mau ngapain? Lepaskan saya! Jangan sampai kamu menyesal, Samuel!” pekik Ayuni dengan otak yang terus berpikir mencari cara agar bisa keluar dari jeratan Samuel.Pria itu tersenyum miring. Ia melangkah lagi dan menekan tangan Ayuni. Menatap perempuan itu dengan lekat, mendekati wajah itu hingga embusan napas Ayuni sangat terasa olehnya.“Ryan itu banci! Tidak bisa memuaskan kamu. Lihat saja! Tubuhku dengannya sangat jauh berbeda. Kamu pasti tidak terpuaskan, kan?” bisik Samuel sembari mengusapi bibir perempuan itu.Kepala Ayuni bergerak ke kanan dan kiri agar tidak ada satu pun tubuh Samuel yang menyentuhnya. Ia kembali mendepak kaki Samuel.“Arrggh! Berani sekali kamu, Ayuni!” pekiknya seraya menatap nyalang wajah Ayuni.Tangan itu menarik kemeja yang dikenakan Ayuni hingga robek sedikit. Ayu
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Rencana Adopsi Cakra

Satu minggu setelah kejadian itu membuat Ayuni enggan untuk bertemu dengan siapa pun. Hanya berdiam diri di rumah menunggu kepulangan sang suami dan juga anaknya.“Sore.” Ryan menghampiri Ayuni yang tengah memainkan ponselnya lalu mencium ceruk leher perempuan itu.Ryan juga sudah tak pernah pulang malam lagi setelah Ayuni tidak bekerja. Setiap jam lima sore sudah stay di rumah, kecuali ada operasi mendadak yang mengharuskan menggunakan tangannya.“Sore. Malam ini mau ke mana? Aku pengen makan di luar. Nggak ada operasi, kan?”Ryan menggeleng dengan pelan. “Kebetulan malam ini aku free. Kita bisa dinner. Mau ajak Shakira?”“Ajak dong, Mas. Masa iya dia ditinggal sendiri di rumah. Kasihan atuh.”Ryan terkekeh pelan. “Ya sudah kalau begitu. Aku mau mandi dulu. Sudah mandi?”“Udah. Lima menit yang lalu. Kamu nggak mencium aroma sabun di tubuh aku, heum?”Ryan kemudian mengendus tubuh Ayuni lalu mencium bibir perempuan itu.“Modus!” sindir Ayuni setelah Ryan melepas bibirnya dari bibir pe
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Mafia Berkedok Pengusaha

“Adopsi? Siapa yang berani mengadopsi anak bandel kayak dia?” pekik Arya—papa Cakra yang terlihat marah kala mendengar penjelasan dari Pak Nadim soal Cakra yang akan diadopsi oleh Ayuni dan juga Ryan.“Maaf, kalau saya lancang, Pak. Hanya saja, selama ini Cakra tidak pernah dirawat dengan baik. Seperti tidak dianggap anak hanya karena telah membuat istri Anda meninggal setelah melahirkan Cakra.”Arya mengibaskan tangannya. “Tidak! Saya tidak mengizinkan Cakra diadopsi oleh orang tua Shakira. Memangnya mereka dari orang berada? Punya segalanya? Saya hanya sedang memberi Cakra pelajaran agar tidak manja, bisa hidup mandiri dan paham kalau dia sudah tidak punya ibu!”Mendengar percakapan dan penolakan dari Arya, Ayuni dan juga Ryan hanya bisa pasrah. Cakra tidak akan diberikan kepada siapa pun.“Pak Arya nggak kasih Cakra, Mas. Padahal dia kelihatan pengen banget tinggal di sini,” ucap Ayuni kemudian mengembungkan pipinya.Ryan kemudian mengusapi lengan sang istri. “Sabar, yaa. Kamu mau
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bersimbah Darah

Waktu sudah menunjuk angka dua siang. Waktunya menjemput Shakira yang di hari ini hanya mengikuti les satu pelajaran saja.“Mas. Aku berangkat sekarang, yaa. Ini lagi siap-siap. Kamu mau nitip apa?” Ayuni menghubungi sang suami terlebih dahulu sebelum berangkat.“Nggak ada, Sayang. Kamu hati-hati, yaa. Kayaknya aku nggak jadi jemput kalian karena sebentar lagi ada operasi di rumah sakit harapan.”“Oh, ya udah nggak apa-apa. Aku berangkat sekarang. Fokus ya, operasinya.”“Iya, Sayang. Ya sudah kalau begitu, aku siap-siap dulu.”Ayuni menutup panggilan tersebut dan keluar dari rumah sembari menguncir rambutnya. Langkah kakinya berhenti kala melihat Naina berada di depan gerbang.Ayuni kemudian menghela napasnya dengan panjang dan menghampiri perempuan itu. Menatapnya dengan tatapan datar lalu tersenyum tipis.“Lama banget nggak pernah nongol. Ke mana aja? Nyari jodoh?”Naina menyunggingkan senyum sinis. “Gue udah tahu Samuel dibunuh sama suami elo karena udah ganggu elo. Bukannya bener,
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Koma

“Apa yang terjadi, Dok?” tanya Dokter Felix kepada Ryan yang tengah menjahit bagian kepala Ayuni yang robek akibat kecelakaan itu.Ryan masih diam. Tak menjawab satu pun pertanyaan yang ditanyakan oleh beberapa suster dan juga dokter yang ikut menangani Ayuni.“Dok! Tekanan jantung pasien turun lagi.”Ryan menoleh pada monitor yang berbunyi sesuai dengan irama jantung Ayuni. Ia menggelengkan kepalanya saat melihat angka itu semakin menurun.“Tidak, tidak! Jangan pergi, Ayuni. Aku mohon! Jangan.”Hingga suara monitor bergaris lurus berbunyi dengan jelas di ruangan itu. Semua orang yang melihatnya lantas terkejut.“Sus! Ambil Defibrillator sekarang!” titah Ryan kepada perawat.“Baik, Dok!” Dengan cepat perempuan itu mengambil alat kejut jantung untuk memompa jantung Ayuni.Ryan mengecek nadi di tangan perempuan itu. Sangat lemah dan hanya setitik kehidupan di sana. Ryan mememjamkan matanya seraya menitikan air mata.“Jangan pergi, Sayang. Aku mohon,” lirihnya sembari mengusapi wajah puc
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Masih Betah Tidur

Satu bulan kemudian.Sidang putusan Naina akan dibacakan di hari ini setelah dilaporkan oleh keluarganya sendiri karena telah melakukan perencaan pembunuhan kepada Ayuni yang kini masih terbaring di ruang ICU.“Saudari Naina! Semua bukti telah dikumpulkan dan Anda terbukti telah melakukan tindakan kriminal dengan sengaja menyabotase rem mobil Saudari Ayuni sebagaimana yang telah kami lihat di rekaman CCTV kediaman korban.“Untuk itu, dengan ini kami menyatakan Anda dikenai pasal berlapis. Yakni perencanaan pembunuhan, sabotase mobil, dan etika masuk rumah tanpa seizin pemilik. Saudari Naina, Anda dikenai jatuhan hukuman seumur hidup! Tidak ada banding lagi karena pihak penggugat sudah sepakat untuk memberi hukuman tersebut kepada tergugat!”Tok tok!Palu diketuk oleh hakim—tanda bahwa Naina telah resmi dihukum seumur hidup. Ryan yang menyaksikan sendiri hanya tersenyum tipis dan menoleh kepada Melinda yang sedari tadi menggenggam tangannya.Naina tak berkutik. Bahkan papanya sendiri s
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

I Miss You So Much

Dua belas tahun yang lalu ….“Ayuni?”Perempuan yang tengah makan choki-choki itu kemudian menoleh. “Ryan? Lagi ngapain di sini?” tanyanya sembari menyodorkan choki-choki itu kepada Ryan.“Makasih. Kamu sendiri lagi ngapain di sini?” tanyanya kemudian duduk di samping perempuan itu.“Lagi bete sama dosen kampret satu itu. Cuma salah satu doang, tetep aja dihukum. Killer-nya minta ampun memang.”Ryan terkekeh pelan. “Daripada bete begitu, mending ikut aku, yuk! Aku nemu tempat bagus banget. Mau lihat?”“Di mana?”“Dekat panti. Ada danau buatan di sana, tapi bagus banget meski hanya buatan.”“Oh, yaa? Boleh deh! Tapi, memangnya kamu nggak ada jam kuliah?”Ryan menggeleng pelan. “Nggak ada. Dosennya lagi rapat. Mata kuliah terakhir juga. Setelah itu nggak ada lagi.”“Oh! Ayolah kalau begitu.” Ayuni kemudian menerbitkan cengiran kepada lelaki itu.Keduanya pergi dari kampus menuju danau buatan yang disebutkan Ryan tadi. Mengenakan sepeda milik lelaki itu yang sering ia pakai untuk pergi k
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Get Well Soon, Calon Mama Mertua

Delapan bulan kemudian.“Happy anniversary, Sayang. Hari ini adalah hari pernikahan kita ke satu tahun. Aku punya hadiah buat kamu.”Ryan mengusapi pucuk kepala Ayuni dengan lembut sembari menyimpan hadiah di atas nakas berupa kotak musik sebagai hadiah satu tahun pernikahan mereka. Dan Ayuni masih terbaring di atas bangsal, di ruang ICU.“Aku ada sedikit cerita. Shakira dan Cakra harus berpisah karena Cakra sudah masuk SMP. Dia sering ke sini jengukin kamu, nemenin Shakira ngobrol dan dia sedikit terhibur karena ada Cakra. Tapi, sekarang Cakra udah menghilang. Dia masih belum ingin memberi tahu di mana dia sekolah. Kasihan Shakira, harus LDR dulu sama Cakra.”Ryan kemudian terkekeh pelan seraya mengusap air matanya. Ia yang selalu bercerita semua kejadian yang dia lewati selama Ayuni koma. Agar Ayuni tahu, apa saja yang dia lewati selama delapan bulan itu.Tok tok tok!Ryan menoleh ke arah pintu. Andreas tengah berdiri di sana dan akhirnya ia harus bangun dari duduknya menghampiri le
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more
PREV
1
...
111213141516
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status