Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 111 - Chapter 120

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 111 - Chapter 120

157 Chapters

Lebih Baik Ryan yang Terluka

Di depan ruang operasi rumah sakit harapan ….Keluarga Ayuni dan Ryan sudah tiba di sana. Pun dengan Damian yang masih stay di sana dan tidak akan pernah pergi sebelum hasilnya keluar.“Gue nggak pernah lihat elo nangis kayak gini. Elo harus kuat.” Cakra memberikan satu bungkus cokelat batang kepada Shakira.Anak kecil itu kemudian menoleh sembari terisak. “Papa, Kak. Papa ….”“Iya, gue tahu. Papa elo kan, dokter. Dia pasti selamat dan bakal kumpul lagi sama elo dan juga nyokap elo.”“Mas Cakra. Kita pulang, yuk! Sudah malam. Takut dicariin sama Papa.” Diman menghampiri Cakra yang tengah berdiri di depan Shakira.“Dicariin atau dimarahin, karena pulang telat?”Diman hanya bisa menghela napasnya. Ia lalu mengusapi pucuk kepala Shakira dengan lembut.“Yang sabar ya, anak manis. Papa pasti sembuh dan sehat kembali.”Shakira mengangguk dengan pelan. “Makasih, Pak Diman.” Ia lalu menoleh ke arah Cakra. “Mending Kakak pulang aja. Di sini udah ada Oma dan Opa. Jangan sampai nanti Kakak dimar
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bulan Madu itu hanya Liburan Semata

Dua hari berlalu ….Ayuni masih setia menunggu dengan setia Ryan yang masih belum juga sadarkan diri. Menunggu di rumah sakit bergantian dengan Melinda bila Ayuni harus istirahat.“Ay. Undangannya udah selesai dibuat. Ini mau langsung disebar aja?” tanya Vita menghampiri Ayuni yang tengah duduk di samping Ryan.Ayuni menghela napasnya dengan pelan. “Nggak tahu, Vit. Ryan-nya aja belum jug ….”“Sudah bangun.”Ayuni lantas membolakan matanya dengan mulut menganga melihat Ryan yang sudah membuka matanya.“Mas! Kamu … Mas Ryan!” Ayuni memeluk lelaki itu. Akhirnya ia membuka matanya setelah dua hari dalam kondisi tak sadarkan diri.“Sebarin aja, Vit. Waktunya sudah dekat, satu minggu lagi. Aku pasti sembuh pada hari itu,” ucapnya dengan pelan.Ayuni melepaskan pelukan itu kemudian menatap Ryan dengan lekat. “Kamu yakin? Sekarang aja baru siuman. Memangnya kamu cenayang? Seminggu bisa sembuh.”Ryan tersenyum tipis. “Aku memang bukan cenayang. Tapi, aku dokter. Kamu baik-baik saja, kan?” tan
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Arumi Pasti Bahagia

Ryan menyimpan ponselnya kembali ke atas nakas kemudian menoleh pada Ayuni yang masih duduk di depannya.“Siapa, Mas?” tanya Ayuni ingin tahu.Ryan menarik napasnya dengan panjang. “Rifky, sudah mati?”Ayuni mengangguk dengan pelan. “Iya. Tepat saat kamu ditusuk, Pak Damian datang dan langsung menembak kepala Rifky. Katanya dia mati di tempat.”Ryan manggut-manggut dengan pelan. “Entah harus senang atau berduka. Keduanya sama-sama harus tetap dirasakan.”Ayuni tersenyum tipis. “Pak Damian udah gatel katanya, pengen bunuh itu orang. Dia lagi nyari keberadaan Friska. Karena dia tahu, Friska pasti akan mengikuti jejak papanya untuk mencari masalah.”Ryan menganggukkan kepalanya. “Iya. Mereka lagi memburu perempuan itu. Entah apa yang akan dilakukan Pak Damian kepadanya. Sebenarnya aku tidak ingin tahu. Hanya membayangkan saja, sudah pasti dia akan menderita.”Ayuni menatap jam yang bertengger di dinding ruangan itu. “Sudah malam, Mas. Kamu harus istirahat. Aku juga udah ngantuk. Dua hari
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Akhirnya Sah!

Dua hari sebelum menikah, keluarga Ryan dan Ayuni ziarah ke makam Arumi untuk meminta restu dan mendoakan ketenangan Arumi di atas sana. Meski ada tangis haru kala Shakira mengenalkan Ayuni sebagai mama barunya kepada sang mama yang telah melahirkan dia ke bumi.“Iya, Ma. Arumi sendiri yang memilih ini. Aku janji, akan menjadi suami yang baik untuk Ayuni. Mereka sama-sama wanita hebat. Baik Arumi maupun Ayuni. Mereka sama-sama istimewa bagiku, Ma.”Melinda menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyumnya. “Iya, Nak. Jangan ada duka lagi setelah ini. Kalian harus bahagia.”“Pasti! Sebisa mungkin aku akan menjadi suami yang baik untuk Ayuni.”Melinda kemudian memeluk anaknya itu. Mengusapinya dengan lembut seraya mengulas senyum haru.“Sayang. Papa kamu akan datang di acara pernikahan kamu. Biarkan dia melihat kamu ya, Nak.”Ryan hanya diam. Hanya menatap Melinda yang terlihat berharap padanya agar jangan memperlihatkan kebenciannya kepada papa kandungnya itu.Ryan lalu menelan saliva
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Kehadiran Ayah Ryan

Lelaki itu berjalan menghampiri Ryan, Ayuni dan juga Shakira yang tengah digenggam oleh Ryan.“Siapa dia, Mas?” bisik Ayuni bertanya kepada Ryan.Ryan yang tak pernah melihat wajah lelaki itu hanya diam karena ia pun tidak tahu. Namun, dari matanya terlihat bila lelaki itu adalah ayah kandungnya.“Ryan. Ini Papa, Nak. Papa kandung kamu. Aldo.”Ayuni menganga. Terkejut karena baru kali ini ia melihat ayah kandung Ryan. Datang di hari pernikahan anaknya itu dan tentu saja Ayuni tidak tahu apa maksudnya.“Papanya Papa? Berarti Kakek, opanya aku, dong?” tanya Shakira seraya menatap dengan lekat kakeknya itu.Aldo tersenyum lirih kemudian mengangguk dengan pelan. “Iya, Sayang. Ini opa kamu.”“Ooh gitu.” Hanya itu yang diucapkan oleh Shakira kepada Aldo.Acara ijab sudah selesai. Di sebuah ballroom, Ryan dan Aldo tengah duduk berhadapan di sofa yang disediakan di sana.Ryan tak pernah ingin melihat wajah papanya itu meski harus tetap mengikuti perintah dari sang mama agar jangan membencinya
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Malam Pertama, Malam yang Panas

Acara resepsi sudah selesai dilaksanakan. Ryan dan Ayuni sudah masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah disediakan khusus untuk pengantin baru.“Shakira pulang ke rumah siapa, Mas?” tanya Ayuni sembari melepas satu persatu hiasan di kepalanya.“Ke rumah Mama Rini,” jawabnya sembari membuka kancing jasnya.“Oh. Naina nggak datang ya, Mas?”Ryan menggeleng dengan pelan. “Sudah dibujuk sama Mama pun dia tetap nggak mau datang. Ya sudahlah. Mama dan Papa sudah minta dia datang, tapi dia sendiri yang menolak.”Ayuni kemudian menghela napasnya dengan panjang. “Aneh juga sih. Kenapa dia nggak mau nyari yang lain? Dia pernah punya pacar, tapi?”“Pernah. Dia pernah pacaran dan aku baru sadar saat itu. Dua bulan setelah Arumi meninggal, dia putus sama pacarnya.”Ayuni lantas terkekeh. “Ya ampun. Beneran tuh orang, yaa.”Ryan mengangguk kemudian menghampiri Ayuni yang masih sibuk dengan riasannya. “Mau mandi bareng?” bisiknya kemudian mencium sisian wajah Ayuni.“Kamu duluan aja. Aku masih ribe
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Salah Tingkah

Dan benar saja. Pagi harinya Ryan menagih dan mengajak Ayuni bermain lagi. Baru saja menguap dan meregangkan otot-ototnya, Ryan sudah menyibakan selimut dan meminta untuk dimanjakan.“Si junior sudah bangun, Sayang. Jangan lama-lama, nanti ngambek kalau terlalu lama dianggurin.”Ayuni hanya geleng-geleng kepala. Pria yang dia anggap kalem dan santai ini ternyata tidak untuk bercinta. Bila urusan mengobrak-abrik miliknya, Ryan adalah pria yang paling nafsuan.“Ouugghh!” Ayuni mengerang kala benda asing itu masuk di bawah sana.Ryan menerbitkan senyumnya lalu melajukan temponya. Bibirnya menyesap pucuk merah muda itu dengan tubuh ia gerakan maju dan mundur.Ayuni menggigit bibirnya. Mencengkeram bahu sang suami yang tengah asyik menghantam tubuhnya di pagi hari sepagi ini. Karena waktu baru saja menunjuk angka enam pagi.Di menit ke lima belas. Ryan menyudahi pergulatannya itu. Puncaknya telah tiba, lantas lelaki itu mendorong lebih cepat temponya hingga membuat Ayuni memekik hebat.Ked
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Hilang Capeknya

Prang!!!Terdengar suara barang-barang pecah dari dalam kamar. Melinda yang mendengarnya lantas terkejut. Ia lalu menolehkan kepalanya ke arah kamar sang anak yang mana bunyi suara itu dari dalam sana.Perempuan itu bergegas menghampiri Naina yang sedari tadi memecahkan barang-barang di dalam kamarnya."Astaghfirullah! Nainaaa!! Kamu apa-apaan sih? Kenapa kamu memecahkan semua barang-barang kamu, huh?" Melinda tak habis pikir sampai membuatnya geleng-geleng kepala melihat keadaan kamar yang begitu hancur seperti kapal pecah."Ini semua gara-gara Mama!" pekiknya menyalahkan Melinda."Gara-gara Mama gimana? Kamu kenapa sih, Naina? Astagaa." Melinda menghela napasnya menatap Naina yang tampak emosi."Masih mau ngelak, kalau semua ini karena Mama?! Mama yang udah mendekatkan perempuan murahan itu dengan Kak Ryan! Sampai kapan pun aku gak akan pernah rela, Kak Ryan menjadi suaminya perempuan murahan itu!" pekiknya lagi.Melinda kemudian menghela napas kasar. "Sudahlah, Naina. Ryan sendiri
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Kalau Mau, Ngomong aja

Ayuni masih menatap Ryan yang tengah menunggu dirinya bertanya. Entah apa yang ingin ditanyakan sang kepadanya dan itu membuat Ryan penasaran.“Kamu mau tanya apa, heum?” ucap Ryan yang sudah penasaran.Ayuni kemudian menunjuk sebuah café yang tak jauh dari mereka kini berdiri. “Kita makan hotdog aja. Di sana.”Ryan lalu menoleh dan menarik tangan Ayuni, membawanya ke café di seberang itu. “Tapi, kamu belum bicara, kamu mau tanya apa?”Ayuni terkekeh pelan. “Hanya sebuah keputusan yang akhirnya aku pilih aja sih, Mas.”Ryan menaikan alisnya. Ia masih tak paham dengan ucapan istrinya itu. “Maksudnya? Keputusan yang mana, heum?”Ayuni menatap Ryan lagi. “Eum … mungkin, suatu saat nanti aku ingin punya anak, Mas.”Ryan terdiam sejenak. Ia lalu menghela napas kasar dan menatap Ayuni dengan lekat.“Kamu yakin, dengan keputusan kamu itu? Atas dasar alasan apa, kamu mengambil keputusan itu? Aku tanya, karena kamu sendiri yang membuat perjanjian itu. Yang mana, jangan pernah membahas soal ana
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Rumah Baru Penganti Baru

Dua minggu berlalu ….Ayuni dan Ryan sudah kembali ke Indonesia setelah puas menikmati bulan madu di kota Paris, Prancis.“Langsung pulang ke rumah?” tanya Ayuni setelah mereka tiba di bandara.Ryan kemudian membuka kacamata hitam yang ia kenakan lalu menoleh kepada sang istri. “Iya. Kamu belum tahu rumah baru yang telah aku siapkan hampir setahun lamanya itu.”Ayuni tersenyum tipis. Keduanya lalu masuk ke dalam taksi yang telah tiba di depan mereka."Kalau Shakira, apa dia udah tahu rumah baru itu?" tanya Ayuni setelah keduanya masuk ke dalam taksi."Belum. Hanya baru dikasih tahu kalau setelah nanti kita menikah, kita tidak akan tinggal di rumah lama lagi. Tapi, di rumah baru dengan kehidupan yang baru yang akan dimulai bersama dengan Mama Ayuni."Perempuan itu mengulas senyumnya lagi. "Lalu, Shakira bilang apa?""Dia kan, yang penting ada kamu di rumah itu. Di mana pun dia tinggal dan ada kamu di dalamnya, maka dia akan ikut."Ayuni manggut-manggut dengan pelan. "Ya. Aku paham, Mas
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status