Share

Salah Tingkah

Penulis: Salwa Maulidya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-06 02:33:10

Dan benar saja. Pagi harinya Ryan menagih dan mengajak Ayuni bermain lagi. Baru saja menguap dan meregangkan otot-ototnya, Ryan sudah menyibakan selimut dan meminta untuk dimanjakan.

“Si junior sudah bangun, Sayang. Jangan lama-lama, nanti ngambek kalau terlalu lama dianggurin.”

Ayuni hanya geleng-geleng kepala. Pria yang dia anggap kalem dan santai ini ternyata tidak untuk bercinta. Bila urusan mengobrak-abrik miliknya, Ryan adalah pria yang paling nafsuan.

“Ouugghh!” Ayuni mengerang kala benda asing itu masuk di bawah sana.

Ryan menerbitkan senyumnya lalu melajukan temponya. Bibirnya menyesap pucuk merah muda itu dengan tubuh ia gerakan maju dan mundur.

Ayuni menggigit bibirnya. Mencengkeram bahu sang suami yang tengah asyik menghantam tubuhnya di pagi hari sepagi ini. Karena waktu baru saja menunjuk angka enam pagi.

Di menit ke lima belas. Ryan menyudahi pergulatannya itu. Puncaknya telah tiba, lantas lelaki itu mendorong lebih cepat temponya hingga membuat Ayuni memekik hebat.

Ked
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Istri Kedua di Antara Kita   Hilang Capeknya

    Prang!!!Terdengar suara barang-barang pecah dari dalam kamar. Melinda yang mendengarnya lantas terkejut. Ia lalu menolehkan kepalanya ke arah kamar sang anak yang mana bunyi suara itu dari dalam sana.Perempuan itu bergegas menghampiri Naina yang sedari tadi memecahkan barang-barang di dalam kamarnya."Astaghfirullah! Nainaaa!! Kamu apa-apaan sih? Kenapa kamu memecahkan semua barang-barang kamu, huh?" Melinda tak habis pikir sampai membuatnya geleng-geleng kepala melihat keadaan kamar yang begitu hancur seperti kapal pecah."Ini semua gara-gara Mama!" pekiknya menyalahkan Melinda."Gara-gara Mama gimana? Kamu kenapa sih, Naina? Astagaa." Melinda menghela napasnya menatap Naina yang tampak emosi."Masih mau ngelak, kalau semua ini karena Mama?! Mama yang udah mendekatkan perempuan murahan itu dengan Kak Ryan! Sampai kapan pun aku gak akan pernah rela, Kak Ryan menjadi suaminya perempuan murahan itu!" pekiknya lagi.Melinda kemudian menghela napas kasar. "Sudahlah, Naina. Ryan sendiri

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-06
  • Istri Kedua di Antara Kita   Kalau Mau, Ngomong aja

    Ayuni masih menatap Ryan yang tengah menunggu dirinya bertanya. Entah apa yang ingin ditanyakan sang kepadanya dan itu membuat Ryan penasaran.“Kamu mau tanya apa, heum?” ucap Ryan yang sudah penasaran.Ayuni kemudian menunjuk sebuah café yang tak jauh dari mereka kini berdiri. “Kita makan hotdog aja. Di sana.”Ryan lalu menoleh dan menarik tangan Ayuni, membawanya ke café di seberang itu. “Tapi, kamu belum bicara, kamu mau tanya apa?”Ayuni terkekeh pelan. “Hanya sebuah keputusan yang akhirnya aku pilih aja sih, Mas.”Ryan menaikan alisnya. Ia masih tak paham dengan ucapan istrinya itu. “Maksudnya? Keputusan yang mana, heum?”Ayuni menatap Ryan lagi. “Eum … mungkin, suatu saat nanti aku ingin punya anak, Mas.”Ryan terdiam sejenak. Ia lalu menghela napas kasar dan menatap Ayuni dengan lekat.“Kamu yakin, dengan keputusan kamu itu? Atas dasar alasan apa, kamu mengambil keputusan itu? Aku tanya, karena kamu sendiri yang membuat perjanjian itu. Yang mana, jangan pernah membahas soal ana

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Istri Kedua di Antara Kita   Rumah Baru Penganti Baru

    Dua minggu berlalu ….Ayuni dan Ryan sudah kembali ke Indonesia setelah puas menikmati bulan madu di kota Paris, Prancis.“Langsung pulang ke rumah?” tanya Ayuni setelah mereka tiba di bandara.Ryan kemudian membuka kacamata hitam yang ia kenakan lalu menoleh kepada sang istri. “Iya. Kamu belum tahu rumah baru yang telah aku siapkan hampir setahun lamanya itu.”Ayuni tersenyum tipis. Keduanya lalu masuk ke dalam taksi yang telah tiba di depan mereka."Kalau Shakira, apa dia udah tahu rumah baru itu?" tanya Ayuni setelah keduanya masuk ke dalam taksi."Belum. Hanya baru dikasih tahu kalau setelah nanti kita menikah, kita tidak akan tinggal di rumah lama lagi. Tapi, di rumah baru dengan kehidupan yang baru yang akan dimulai bersama dengan Mama Ayuni."Perempuan itu mengulas senyumnya lagi. "Lalu, Shakira bilang apa?""Dia kan, yang penting ada kamu di rumah itu. Di mana pun dia tinggal dan ada kamu di dalamnya, maka dia akan ikut."Ayuni manggut-manggut dengan pelan. "Ya. Aku paham, Mas

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Istri Kedua di Antara Kita   Jangan Dipikirkan

    Ayuni masih menatap lekat wajah Ryan. Ia lalu menarik tangan suaminya itu dan menghela napasnya dengan pelan."Soal Arumi. Yang kata kamu dia hanya tahu kalau kamu pernah suka, sama aku."Ryan menaikan alisnya sebelah. "Dan?""Dan ... sebenarnya Arumi tahu, kalau kamu masih cinta hingga kalian menikah."Ryan terdiam sejenak. Apa yang dikatakan oleh Ayuni tadi benar-benar membuatnya tak bisa berucap sedikit pun."Mas?" Ayuni mengusap lengan sang suami.Ryan lalu menoleh pelan kepada Ayuni. "Kenapa Mama hanya bercerita pada kamu, sementara padaku tidak?"Ayuni mengendikan bahunya. "Arumi yang minta. Dia tidak mau kamu tahu soal hal itu. Tapi, kata Mama Melinda. Karena dia sudah tidak ada, kamu sudah menikah denganku. Mungkin lebih baik kamu juga tahu soal ini."Ryan tersenyum lirih. Ia lalu menghela napasnya dan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan."Seharusnya tidak heran karena selama ini pun Arumi tak pernah mau mengobati sakitnya. Mungkin karena tahu soal itu."Ayuni mengangg

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Istri Kedua di Antara Kita   Bertemu dengan Samuel

    Pagi harinya, Ayuni menemani Ryan ke hotel akasia di mana Damian mengadakan pertemuan resmi dengan beberapa tim medis lainnya untuk memberi tahu kepada seluruh para pekerja rumah sakit harapan bila pemegang saham yang baru adalah Ryan."Biru?" Ayuni memanggil Biru yang tengah memainkan ponselnya.Lelaki itu kemudian menoleh dan segera menyimpan ponselnya itu ke dalam saku jas putih yang dia kenakan."Eh! Ada pengantin baru rupanya. Mau jadi MC lo, di sini?"Ayuni lantas menyunggingkan bibirnya. "Nemenin suami gue lah. Ya kali gue jadi pembawa acara di sini. Tahu aja nggak, apa aja yang mau dibahas. Emang pada mau bahas apaan sih?""Malah nanya ke gue. Kenapa kagak elo tanya aja ke laki elo? Ngeselin lama-lama lo!"Ayuni lantas terkekeh. “Just kidding. Gue kalau nggak bikin elo emosi, rasanya kurang aja gitu.”“Emang dasar elo ngeselin. Aneh gue sama Ryan, mau-maunya sama cewek ngeselin kayak elo.”Ayuni lantas memukul lengan Biru. “Udah sana, lo. Ryan aja udah nyampe dari tadi.”Biru

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Istri Kedua di Antara Kita   Ryan Marah?

    “Heuh?” Ayuni tampak bingung dengan pertanyaan Samuel tadi. “Maksudnya gimana ya, Pak? Yaa jelas udahlah. Aneh nih, pertanyaan Pak Samuel.”Ayuni lantas terkekeh kemudian menghela napasnya. Tak lama setelahnya, makanan yang dia pesan itu akhirnya tiba.“Sudah makan, Pak? Saya makan duluan, yaa. Kalau lapar, pesen aja.” Ayuni bertanya tapi dijawab juga oleh dirinya sendiri.“Sudah. Saya baru saja selesai meeting dengan rekan-rekan kerja di sini, sekalian makan siang juga di sana.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Begitu. Memangnya Pak Samuel sendiri, belum menikah?”Samuel menggeleng dengan pelan. “Belum.”Ayuni menghentikan acara makannya. Lalu mengambil air minum dan juga ponselnya. Ada pesan masuk dari sang suami yang memberi tahu bila dirinya sudah selesai meeting.“Eum, Pak! Kalau begitu saya pam … it.” Ayuni menoleh ke arah kiri yang mana Ryan sudah berdiri di sampingnya.Lelaki itu kemudian melipat tangan di dadanya menatap Ayuni yang masih duduk mengadahkan kepalanya menata

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-08
  • Istri Kedua di Antara Kita   Syarat dari Ryan

    “Nggak. Aku nggak marah. Nggak penting. Dia nggak akan bisa juga, ambil kamu dari aku.”Ayuni lalu mengusapi sisian wajah suaminya itu. “Kalau begitu, aku boleh minta izin nggak, sama kamu?”“Heum?” kata Ryan dengan respon yang benar-benar datar.Ayuni kembali melahap salad buah itu dengan mata menatap Ryan yang masih menunggunya berbicara. Ia hanya menghela napasnya lalu melahap salad lagi.“Yakin, bakalan kenyang hanya dengan makan salad?” tanya Ryan kemudian.“Nanti malam juga makan lagi. Kalau aku gendut, kamu nggak akan berpaling, kan?”Ryan terkekeh pelan. “Berpaling ke siapa? Nggak ada yang lebih indah dari kamu.”“Pret! Modus!” ucap Shakira sembari menjebirkan bibirnya.“Maunya siapa? Kamu? Memangnya kamu mau, Papa jadiin istri?”“Idih! Mending sama yang masih muda, daripada sama Papa yang udah tua.”Ryan lantas menganga mendengar ucapan dari anaknya itu. “Kamu ini, yaa. Masih kecil cara bicaranya seperti orang dewasa. Astaga, Shakira.” Ryan mendengus kesal kepada anaknya itu.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-08
  • Istri Kedua di Antara Kita   Tidak Perlu Mencari Perempuan Gatal

    Waktu sudah menunjuk angka sebelas malam. Ayuni yang baru keluar dari kamar Shakira langsung duduk menghampiri Ryan yang sudah menunggunya sejak tadi.“Mau pelayanan seperti apa? Aku bisa liar dan panas kalau kamu mau.”Ryan terkekeh kemudian menarik tangan Ayuni hingga tubuh perempuan itu terduduk di paha Ryan. Menyelipkan anak rambut perempuan itu lalu menyatukan bibirnya, menguasai bibir itu dengan lembut.“Memang itu, yang aku inginkan,” bisiknya lalu meraup bibir perempuan itu kembali sembari menyibak bra yang dikenakan oleh sang istri. Tangannya menyusup di bawah sana dan bermain dengan irama yang cukup membuat Ayuni bergeliya hebat.“Euuumpphh!” lirihnya yang sudah tidak tahan dengan permainan tangan lelaki itu di bawah sana. Menyusup dengan sempurna dan masuk ke dalam sana.Ryan lantas melepaskan bibirnya lantaran oksigen yang hampir habis. Kemudian mengatur napasnya dan membuka kaus dan celana pendek yang masih menempel di tubuhnya. Lalu menggendong perempuan itu, membawanya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-08

Bab terbaru

  • Istri Kedua di Antara Kita   Tamat!

    “Happy birthday, Sayang.” Ryan memakaikan kalung di leher Ayuni yang tengah melipat baju milik Melvin.Ia terkejut karena Ryan datang dengan tiba-tiba kemudian memberinya sebuah kalung di lehernya. “Mas!” Ayuni kemudian membalikan tubuhnya yang kini berhadapan dengan sang suami.“Selamat ulang tahun ya, Sayang. Di usia yang ketiga puluh tahun ini, kamu diberi hadiah yang luar biasa. Hadirnya Melvin di hidup kita, menjadi pelengkap sempurnanya rumah tangga kita. Menjadikan kita orang tua yang sempurna, dan menjadikan Shakira sebagai kakak.”Ryan lalu mengecup kening perempuan itu dan memeluknya. Senyum bahagia terukir di bibir perempuan itu. Bagaimana tidak, di malam ulang tahunnya itu ia diberi kejutan yang cukup membuatnya bahagia luar biasa.“Terima kasih, Mas. Terima kasih sudah menjadi pelengkap hidup aku. Terima kasih sudah menjaga aku sampai kita bisa melewati semuanya.”Ayuni kemudian mencium punggung tangan Ryan dan menatapnya lagi dengan senyum di bibir perempuan itu. “Ucapka

  • Istri Kedua di Antara Kita   Welcome, Baby Boy!

    Anggota keluarga Ayuni dan juga Ryan tengah menyambut cucu kedua mereka. Usia kandungan Ayuni sudah memasuki tujuh bulan. Karena kondisi rahim Ayuni yang semakin parah, Dokter Mia memutuskan untuk melalukan operasi Caesar di hari ini.Ya. Ayuni harus melahirkan bayi secara premature. Sebab kondisi Ayuni yang sudah tidak tahan lagi menahan sakit itu. Ryan pun menyetujui hal itu. Daripada Ayuni mengalami hal yang tak diinginkan, sebaiknya bayi mungil itu segera dikeluarkan.Di ruang operasi. Yang mengambil alih bedah perut Ayuni adalah Dokter Firman ditemani oleh Dokter Mia. Sementara Ryan hanya menginteruksi apa saja yang mesti dilakukan.“Kamu masih kuat, Sayang? Sabar, yaa. Sebentar lagi bayinya akan keluar. Setelah itu, kamu tidak akan mengalami sakit luar biasa itu,” bisik Ryan yang terus mengajak Ayuni bicara. Jangan sampai perempuan itu tertidur dalam keadaan lemas seperti itu.Ayuni menggenggam tangan Ryan dengan erat. Tak bisa bicara karena kondisinya yang sudah tak karuan. Ker

  • Istri Kedua di Antara Kita   Adik untuk Shakira

    Dua bulan kemudian.Ayuni terbangun karena mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi juga Ryan yang tidak ada di kamar.“Baru jam enam dia udah mandi jam segini? Mau ke mana emang dia?” gumamnya kemudian beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.“Mas. Kamu lagi apa?” tanya Ayuni menghampiri Ryan yang tengah berdiri di depan wastafel.“Mau gosok gigi,” jawabnya singkat.Ayuni mengerutkan keningnya. “Gosok gigi? Kamu ada kerjaan di jam tujuh apa gimana? Ini baru jam enam, Mas. Tumben banget jam segini udah ada di kamar mandi. Biasanya jug—”Ayuni memegang perutnya karena nyeri. “Ssstth!” lirihnya sembari memegang perutnya.Ryan menoleh kemudian segera berkumur. “Kembali ke kamar, Sayang.” Ryan menuntun Ayuni lalu mendudukan perempuan itu di tepi tempat tidur.“Perut aku sakit, Mas. Nyeri.”Ryan menganggukkan kepalanya. Ia lalu merebahkan tubuh sang istri dan mengambil stetoskop di dalam laci. Hendak memeriksa kondisi Ayuni yang tiba-tiba saja nyeri.“Aku tadi ha

  • Istri Kedua di Antara Kita   Menuntaskan Hasrat

    Ryan hanya menggaruk pelipisnya mendengar pertanyaan Ayuni yang berhasil membuat bulu kuduknya merinding. Bukan Ayuni yang tegang, Ryan lah yang tegang kala mendengarnya.Ayuni melihat tingkah laku Ryan hanya tertawa kemudian geleng-geleng. “Mas bojo memang sangat alim. Digoda seperti itu saja langsung panas dingin. Padahal memang benar, kalau sudah main pasti akan panas.”Ryan menghela napas pelan. “Kamu jangan macam-macam. Minta berapa ronde kayak yang iya. Sekali main langsung tidur, aku pukul bokong kamu.”Ayuni lantas tertawa. “Oh, yaa? Memangnya kamu berani, pukul aku? Mau aku laporin ke Komnas HAM?”“Nggak ada hubungannya, Sayang. Kalau kamu mau laporin aku ke Komnas HAM hanya karena memukul bokong, setiap kita main juga aku sering mukul. Harus ada bukti juga dan memangnya kamu mau kasih bukti saat kita lagi main?”Ayuni kalah telak. Ia kemudian mengibaskan tangannya karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang suami.Ryan yang melihatnya hanya terkekeh lalu geleng-geleng. S

  • Istri Kedua di Antara Kita   Mau Main Berapa Ronde

    Tiga bulan setelah Ayuni mengalami koma selama satu tahun. Kondisinya sudah dibilang membaik setelah beberapa kali melakukan perawatan dengan sangat telaten dan Ayuni pun selalu menuruti perintah dari sang suami.“Mama. Kemarin aku ketemu sama Kak Cakra. Itu pun nggak sengaja ketemu.” Shakira menghampiri sang mama yang tengah merapikan bajunya di dalam kamar.“Oh, ya? Terus, dia ngomong apa aja ke kamu? Sudah lama sekali sepertinya kalian tidak bertemu.”Shakira mengangguk. “Iya. Dia nanya kabar Mama. Dia senang karena Mama udah sembuh. Tadinya mau aku ajak ke rumah buat ketemu Mama. Tapi, katanya dia lagi ada urusan. Mau ketemu sama kakeknya.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Ya sudah biarkan saja. Yang penting Cakra masih ingat sama kamu. Lagian kalian ini pada kecil. Belum waktunya untuk saling dekat. Biar saja dulu masing-masing. Kamu menikmati masa kecil kamu dan Cakra fokus sama pendidikannya.”Ayuni mengusapi rambut Shakira dengan lembut seraya menasihatinya agar anaknya pa

  • Istri Kedua di Antara Kita   Bakal jadi Pikun

    Satu minggu setelah Ayuni sadarkan diri, ia akhirnya sudah bisa pulang dan dirawat di rumah saja. Ayuni sudah jenuh dan bosan bila harus dirawat di rumah sakit. Sudah terlalu lama bahkan satu tahun lebih dia ada di sana.“Apa yang masih kamu rasa sakit, Sayang?” tanya Ryan setelah membawa Ayuni duduk di tempat tidur.“Ini.” Ayuni menunjuk kepalanya. “Terus ini.” Kemudian menunjuk kening, pipi hingga bibir. “Dan terakhir ini.”Ryan lantas geleng-geleng. “Baru juga sembuh udah mikir yang jorok. Nanti kita bulan madu lagi.”Ayuni menghela napas kasar. “Aku masih harus menunggu dua tahun lagi buat punya anak, Mas. Jadi, nggak usah ada bulan madu lagi.”Ryan kemudian memberikan secarik kertas hasil pemeriksaan terakhir kondisi rahim Ayuni. “Kamu sudah bisa hamil, Sayang.”Ayuni menganga kemudian menutup mulutnya. “Beneran, Mas? I—ini, ini nggak bohong, kan?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong, Sayang. Rahim kamu sudah siap menampung bayi meski harus tetap dijaga dan dirawat sampai sembilan b

  • Istri Kedua di Antara Kita   Yang Terbaik Belum Cukup

    Sudah satu tahun berlalu. Ayuni masih enggan untuk membuka matanya. Masih betah tidur dengan alat bantu medis yang mengelilingi tubuhnya.“Ayuni sudah melewati masa pengobatannya, Ryan. Dan dia masih belum ingin membuka matanya. Ayuni pasti kesiksa karena alat-alat ini.”Biru menghampiri Ryan yang tengah memeriksa kondisi Ayuni. Ia lalu menoleh dan melepas stetoskop di telinganya.“Jantungnya masih berdetak normal, Biru. Aku sudah melepas beberapa alat yang ada di tubuh Ayuni. Dia hanya masih lemas saja. Belum bisa buka matanya.” Ryan menatap wajah Ayuni dengan wajah sendunya.Biru kemudian mengusapi bahu lelaki itu. “Kalau dia udah nggak kuat, jangan dipaksa. Kasihan Ayuni. Harus kesiksa karena alat-alat ini.”Ryan menelan salivanya. “Aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Biru. Ayuni sudah jadi yang terakhir untukku. Aku akan usahakan untuk menyembuhkan dia apa pun akan aku lakukan.”Biru menganggukkan kepalanya kemudian menolehkan matanya kepada Ayuni. Mulutnya menganga se

  • Istri Kedua di Antara Kita   Get Well Soon, Calon Mama Mertua

    Delapan bulan kemudian.“Happy anniversary, Sayang. Hari ini adalah hari pernikahan kita ke satu tahun. Aku punya hadiah buat kamu.”Ryan mengusapi pucuk kepala Ayuni dengan lembut sembari menyimpan hadiah di atas nakas berupa kotak musik sebagai hadiah satu tahun pernikahan mereka. Dan Ayuni masih terbaring di atas bangsal, di ruang ICU.“Aku ada sedikit cerita. Shakira dan Cakra harus berpisah karena Cakra sudah masuk SMP. Dia sering ke sini jengukin kamu, nemenin Shakira ngobrol dan dia sedikit terhibur karena ada Cakra. Tapi, sekarang Cakra udah menghilang. Dia masih belum ingin memberi tahu di mana dia sekolah. Kasihan Shakira, harus LDR dulu sama Cakra.”Ryan kemudian terkekeh pelan seraya mengusap air matanya. Ia yang selalu bercerita semua kejadian yang dia lewati selama Ayuni koma. Agar Ayuni tahu, apa saja yang dia lewati selama delapan bulan itu.Tok tok tok!Ryan menoleh ke arah pintu. Andreas tengah berdiri di sana dan akhirnya ia harus bangun dari duduknya menghampiri le

  • Istri Kedua di Antara Kita   I Miss You So Much

    Dua belas tahun yang lalu ….“Ayuni?”Perempuan yang tengah makan choki-choki itu kemudian menoleh. “Ryan? Lagi ngapain di sini?” tanyanya sembari menyodorkan choki-choki itu kepada Ryan.“Makasih. Kamu sendiri lagi ngapain di sini?” tanyanya kemudian duduk di samping perempuan itu.“Lagi bete sama dosen kampret satu itu. Cuma salah satu doang, tetep aja dihukum. Killer-nya minta ampun memang.”Ryan terkekeh pelan. “Daripada bete begitu, mending ikut aku, yuk! Aku nemu tempat bagus banget. Mau lihat?”“Di mana?”“Dekat panti. Ada danau buatan di sana, tapi bagus banget meski hanya buatan.”“Oh, yaa? Boleh deh! Tapi, memangnya kamu nggak ada jam kuliah?”Ryan menggeleng pelan. “Nggak ada. Dosennya lagi rapat. Mata kuliah terakhir juga. Setelah itu nggak ada lagi.”“Oh! Ayolah kalau begitu.” Ayuni kemudian menerbitkan cengiran kepada lelaki itu.Keduanya pergi dari kampus menuju danau buatan yang disebutkan Ryan tadi. Mengenakan sepeda milik lelaki itu yang sering ia pakai untuk pergi k

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status