Home / Romansa / Istri Kedua di Antara Kita / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of Istri Kedua di Antara Kita: Chapter 91 - Chapter 100

157 Chapters

Punya Cara

“Pak Damian! Dengarkan saya dulu. Saya sudah mencegahnya dan melarang dia untuk resign. Tapi, sudah dua minggu ini dia tidak pernah datang.”Rifky mencoba menjelaskan kepada Damian karena diamuk telah membiarkan Ryan mengundurkan diri di sana.“Ya sudah! Sekarang jelaskan kenapa Dokter Ryan mengundurkan diri? Kalau tidak ada alasan yang membuatnya mengundurkan diri, dia tidak akan melakukan itu!” pekik Damian lagi.“Pak Edrick di mana? Rasanya percuma, saya bicara dengan Anda!” Damian lantas mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya di sana.“Ke ruangan saya sekarang juga!” titahnya kemudian menutup panggilan tersebut.Tak lama setelahnya, Biru dan Dokter Firman masuk ke dalam ruangan Ryan. Menghampiri Damian untuk memberi tahu alasan mengapa Ryan mengundurkan diri.“Saya tahu, alasan Dokter Ryan mengundurkan diri, Pak Damian,” kata Dokter Firman kepada Damian.Rifky menolehkan kepalanya kepada Dokter Firman. “Tahu apa, Anda? Saya tahu, Anda sahabatnya Pak Ryan.”Dokter
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Ryan itu Setia

Satu bulan berlalu ….Ryan dan Ayuni masih terpisah jarak yang cukup jauh. Hanya bertukar kabar melalui orang tua Ayuni sebab hingga kini perempuan itu masih enggan menghubungi lelaki itu.Di sebuah pantai yang cukup indah. Australia memang terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Ayuni tengah duduk di pesisir pantai sembari memandang ombak yang menggulung dengan indahnya.“Kok kayak kenal,” gumam seseorang kala melihat Ayuni seorang diri di sana.“Ayuni?”Perempuan itu lantas menoleh dengan pelan. “Lho! Mas Andreas?” Ayuni menunjuk lelaki itu hingga Andreas ikut duduk di samping Ayuni.“Kamu lagi ngapain di sini? Liburan? Sendirian? Nggak sama Ryan? Atau lagi bulan madu?”Ayuni menghela napas kasar. “Nggak. Nikah aja belum.”“Kenapa?” tanyanya tak tahu.“Kamu ini gimana sih! Gara-gara kamu juga, menunda-nunda cerai. Ada masa idah yang mengharuskan aku untuk menunda pernikahan. Selama tiga bulan. Sisa sebulan lagi. Baru bisa menikah!” sengal Ayuni kesal.Andreas lantas tertawa. “Y
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Belum Tahu

“Ryan. Kamu nggak lupa kan, satu minggu lagi Shakira ulang tahun?”Melinda menghubungi sang anak hendak memberi tahu perihal hari ulang tahun Shakira.“Iya, Ma. Aku nggak pernah lupa. Tapi, Shakira masih belum mau ketemu sama aku, kan?”Melinda menghela napasnya di seberang sana. “Nak. Mending kamu susul Ayuni aja ke Australia. Shakira mau adain ulang tahun kalau ada Ayuni. Kalau nggak ada, katanya dia mau mogok makan selama seminggu. Kamu mau, kehilangan anak satu-satunya kamu?”Ryan lantas memijat keningnya. “Ma. Kalau masalah tidak mau merayakan ulang tahun itu bagiku tidak masalah. Tapi, jangan sampai Shakira mogok makan.”“Kalau begitu kamu jemput Ayuni. Memangnya kamu nggak rindu, sama calon istri kamu itu?”Ryan tersenyum lirih. “Calon istri. Memangnya dia masih mau, memanggilku calon suami?”“Mau. Dia masih cinta sama kamu masa iya nggak mau manggil kamu calon suami. Berangkat sekarang, susul Ayuni. Biar minggu besok udah bisa pulang.”“Tap—tapi, Ma ….”Melinda menutup panggil
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Sedikit Cemburu

Pagi hari ….Waktu telah menunjuk angka delapan pagi. Ayuni bersama dengan kedua orang tuanya tengah sarapan bersama dan Rini belum memberi tahu soal kedatangan Ryan yang sudah tiba di sana untuk menjemput perempuan itu.“Hari ini kamu ada jadwal apa, Nak?” tanya Marcel—sang papa kepada Ayuni.“Nggak ada kayaknya. Kenapa, Pa?”“Papa mau minta tolong untuk gantikan Papa ketemu sama Pak Samuel. Masih orang Indonesia juga. Cuma kasih dokumen ini saja. Papa ada keperluan lain soalnya. Mau kan, bantu Papa?”Ayuni menganggukkan kepalanya. “Kebetulan hari ini aku lagi free, Pa. Ketemu di mana?”“Di café dekat apartemen kita. Mungkin jam sembilanan dia ke sana. Kamu tunggu duluan saja.”“Oke, Pa.” Ayuni kemudian menoleh kepada Rini yang tengah menatapnya. “Ada apa, Ma? Mama mau aku antar ke salon langganan Mama itu?”Rini menggelengkan kepalanya. “Nggak kok. Kamu kapan balik ke Indonesia? Minggu depan Shakira ulang tahun lho.”Ayuni menaikan kedua alisnya. “Mama sama Papa sendiri, emangnya ng
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Mendapat Tamparan

Ryan berbalik badan dan melangkah dengan rasa yang tak karuan yang tiba-tiba saja membuatnya merasa sia-sia datang ke sana.“Kamu mau pergi lagi?” tanya Ayuni setelah lama berdiam diri.Ryan lantas menghentikan langkahnya kemudian membalikan badannya. “Aku tidak pernah pergi, Ayuni. Kamu sendiri yang memilih untuk pergi. Kedatangan aku ke sini ingin minta maaf karena sudah membuat kamu kecewa.”Ayuni kemudian menghela napasnya. Ia lantas menarik tangan lelaki itu dan membawanya jauh dari sana. Pergi ke sebuah pantai yang jaraknya hanya lima ratus meter saja dari tempat tadi.“Ryan. Sekarang aku mau tanya sama kamu.” Ayuni menatap Ryan dengan lekat.“Tanya apa?” ucapnya dengan pelan.Ayuni menghela napasnya dengan panjang. “Kamu cemburu, lihat aku sama laki-laki tadi yang padahal kami hanya duduk di café. Di sana juga sangat ramai, bukan hanya kita berdua saja yang ada di sana. Itu pun sedang membahas kerjaan Papa.”“Oh! Nggak kok. Aku nggak cemburu. Aku hanya takut mengganggu kesibuka
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Penjelasan Ryan

“Habis kamu nyebelin! Aku tuh kangen sama kamu, Ryan. Tapi, kamunya nggak peka!” Ayuni lantas mengerucutkan bibirnya seraya membuang muka.Ryan yang melihatnya lantas terkekeh. “Setiap hari aku selalu menanyakan kabar kamu ke Mama Rini. Kamu sih, blokir nomor aku. Gimana mau kasih kabar. Kamu buka saja, blokiran aku. Pasti banyak pesan yang masuk ke HP kamu selama dua bulan ini.”Ayuni kemudian mengambil ponselnya dan membuka blokiran nomor Ryan. “Sampai lupa, kalau nomor kamu aku blokir.”Ting!Notifikasi pesan masuk di ponselnya. Ryan lantas mengintipnya karena ingin tahu.“Katanya percaya. Kok kepo?” sindirnya kemudian.“Hanya ingin tahu, bukan berarti nggak percaya, Sayang.”Ayuni kemudian mengecurutkan bibirnya. “Bilang aja kepo karena takut kehilangan.”“Tanpa harus ingin tahu pun aku selalu takut kehilangan kamu.”Pipi Ayuni lantas memerah dengan ucapan manis Ryan yang akhirnya bisa ia dengar kembali setelah dua bulan libur menggombal.“Dari Mama. Katanya dia lagi packing baju.
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Mau Tanya Apa?

Keduanya memilih kembali ke apartemen setelah masalah yang sudah mereka lalui bersama selama dua bulan terpisah.“Nggak mau jalan-jalan dulu? Di sini banyak tempat liburan, lho,” ucap Ayuni menawarkan kepada Ryan untuk jalan-jalan di sana.“Nggak deh. Kedatangan aku ke sini untuk menjemput kamu, bukan untuk jalan-jalan. Aku rasa liburan kamu selama dua bulan di sini sudah cukup, yaa.”Ayuni menganggukkan kepalanya. “Udah sih. Tapi, aku menawarkan kamu, bukan karena aku masih ingin liburan di sini.”“Nggak deh. Nanti kalau liburan dulu, partner papa kamu chat kamu ajak ketemuan padahal modus pengen ajak kamu ngobrol.”Ayuni mengerucutkan bibirnya. “Katanya percaya. Kok masih cemburu?”“Cemburu itu tanda kita nggak percaya, Sayang. Tapi, karena perasaan cinta yang ada di hati yang membuat kita jadi cemburu.”“Oh gitu. Aku baru tahu kalau cemburu dan nggak percaya itu beda.”Ryan terkekeh dengan pelan.Sampai akhirnya mereka pun tiba di apartemen.“Kamu tinggal di samping apartemen Mama
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Suami Takut Istri

Rini menghela napasnya dengan panjang seraya menatap Ryan dengan lekat.“Mama mau nyuruh Ryan lamar aku? Masih idah, Ma. Jangan dulu,” ucap Ayuni sok tahu.“Ish! Bukan. Mama bukan mau tanya soal itu.” Rini menatap malas pada anaknya. Ia lalu menolehkan kepalanya dengan pelan kepada Ryan.“Ryan. Sepertinya mama kamu belum memberi tahu soal papa kamu, yaa?”Ryan terdiam sejenak kemudian menggeleng pelan. “Tidak ada, Ma. Memangnya ada apa?” tanyanya pelan.“Katanya papa kamu ingin ketemu sama kamu, Ryan. Dua minggu yang lalu, dia bertanya di mana kamu tinggal, di mana kamu kerja. Dia juga ingin diakui oleh Shakira sebagai kakeknya.”Ryan lantas tersenyum miring. Raut wajahnya yang tampak kecewa itu hanya geleng-geleng kepala.“Ingin diakui?” tanya Ayuni penasaran.Rini menganggukkan kepalanya seraya menoleh pelan kepada sang anak. “Sepertinya Aldo sudah sadar dengan apa yang sudah dia lakukan kepada anak dan istrinya. Tapi, Melinda tidak mau memberi tahu di mana Ryan tinggal. Karena suda
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Rezeki jangan Ditolak

Pagi harinya mereka baru sampai di Indonesia. Ryan memilih ikut pulang ke rumah Ayuni yang sudah lama ia kosongkan. Hanya ada Bi Isah dan juga tukang kebun yang ada di sana.“Nanti Bi Isah kerja di rumah kita yang baru saja kalau sudah menikah,” ucap Ryan sembari menyimpan kopernya di samping sofa.“Iya, Ryan. Aku tahu kamu suka sama makanannya.”Ryan terkekeh pelan. “Karena kamu juga, Sayang.”Ayuni mengendikan bahunya kemudian menghela napasnya dengan panjang. “Kemarin Pak Damian ngomong apa aja? Katanya minta kamu segera pulang. Bukan diminta untuk kembali ke rumah sakit itu lagi?”Ryan menggeleng dengan pelan. “Rumah sakit harapan dipindah alih oleh keluarga besar Pak Damian yang di London. Nanti dia ke sana untuk mengurus semuanya. Rifky kalah di pengadilan karena terbukti menyelewengkan uang investasi Pak Damian.”Ayuni menganga. “Jadi?”“Pak Damian masih punya hati dan membiarkan Rifky melunasi semuanya. Harga rumah sakit yang dilelang juga hanya tiga ratus triliun berikut deng
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Kejutan untuk Shakira

Waktu sudah menunjuk angka delapan malam. Ryan baru kembali ke rumah Ayuni setelah berjam-jam lamanya bertemu dengan Damian dengan semua obrolan bisnis yang membuatnya tidak enak hati kepada Damian karena terlalu banyak dibantu olehnya.“Jadi, keputusan kamu apa?” tanya Ayuni.Keduanya kini tengah makan malam bersama.Ryan menghela napas kasar. “Tentu saja dilarang menolak, Sayang. Kamu tahu, saham yang dia kasih ke aku yang akan tertulis jelas di akta berapa?”“Berapa?”“Tiga ratus triliun.”Ayuni menganga. Bahkan sendok yang sedang ia pegang pun terjatuh karena sangking terkejutnya. “Ryan … itu uang semua?”Ryan menggaruk rambutnya kemudian menghela napas kasar. “Pak Damian nggak mau kehilangan aku, Ayuni. Sama, kayak aku nggak mau kehilangan kamu. Aku nggak akan jadi dirut di sana kok. Hanya menjadi pemegang saham aja.“Dia kasih dua pilihan yang akhirnya harus aku pilih dua-duanya. Tanah dan bangunan pun dia sudah dapat. Katanya, klinik aku dan rumah sakit harapan itu akan terhubu
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more
PREV
1
...
89101112
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status