Share

Minta Jatah

Penulis: Salwa Maulidya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-09 21:45:36

Ryan kemudian mengambil ponselnya yang sedari tadi berdering.

“Bagaimana, Pak?” tanyanya setelah menerima panggilan itu.

“Anda kenal dengan Naina? Orang ini dalangnya, Dok.”

“Kedatangan kamu ke Indonesia karena menghindar dari pacar kelainan kamu itu, kan?”

Samuel menolehkan kepalanya kepada seorang wanita yang tengah berdiri di sampingnya. Ia yang tengah berada di bar, duduk di depan meja bartender lalu mengerutkan keningnya.

“Siapa kamu? Tahu dari mana soal itu?” tanyanya dengan mata yang sedikit kunang-kunang.

Naina menyunggingkan senyum tipis. “Cinta, sama Ayuni?”

Samuel tersenyum miring. “Apa urusanmu? Bahkan aku tidak kenal padamu.”

“Naina. Ayuni telah merebut calon suamiku.”

“Oh, yaa? Masa sih? Ayuni tidak terlihat seperti perebut. Mana mungkin dia seperti itu.”

Naina melipat tangan di dadanya. “Jangan melihat orang dari covernya. Dia memang terlihat seperti itu, tapi kenyataannya begitu. Ryan … seharusnya aku, yang jadi istrinya. Tapi, dia malah mendekati Ryan dan akhirnya ter
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Istri Kedua di Antara Kita   Lukanya Memang Sulit Disembuhkan

    Dua minggu sudah, Ayuni menjadi karyawan di kantor Samuel. Ia tak pernah merespon apa pun dari Samuel. Dari ingin mengantarnya pulang, makan siang bersama dan berbagai macam lainnya.“Pak Samuel udah putus sama pacarnya katanya.” Valia yang baru saja tiba langsung memberi kabar luar biasa.“Lakinya udah nikah sama laki-laki yang lain di sana,” lanjutnya kemudian.“Woaahh! Yang bener, Val?” tanya Hani tak percaya.Valia mengangguk antusias. “Pak Samuel udah kembali ke jalan yang benar. Kabarnya, dia udah mau nyari perempuan buat dia jadiin istri.”Hani manggut-manggut dengan pelan. Sementara Ayuni tengah sibuk melihat foto-foto Ryan yang dikirimkan oleh Biru kepadanya. Tersenyum seperti orang yang tengah kasmaran.“Suamiku ganteng banget sih. Gemes sendiri lihatnya. Pengen unyel-unyel,” gumamnya kemudian menutup ponselnya setelah Biru berhenti mengirim foto.“Sama suami sendiri kok gemes,” celetuk Hani kemudian. “Eh tapi, emang sih. Suami kamu ganteng pisan. Sangking gantengnya, malah

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • Istri Kedua di Antara Kita   Ngamuk seperti Orang Gila

    Waktu sudah menunjuk angka sepuluh malam. Ryan belum juga pulang juga pesan yang dikirim olehnya belum juga terbaca hingga saat ini.“Sesibuk ini memang. Dari dulu juga begitu,” gumamnya kemudian menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.Tok tok tok!“Mama. Boleh masuk?” tanya Shakira memanggil sang mama.“Boleh, Nak. Masuk aja. Papa belum pulang kok.”Shakira kemudian masuk ke dalam dan menghampiri sang mama yang kini sudah duduk menyandar di sandaran tempat tidur.“Kok belum tidur? Kenapa, heum?” tanya Ayuni sembari mengusapi pucuk kepala anaknya itu.“Mama juga belum tidur. Papa juga tumben banget jam segini belum pulang. Masih ada kerjaan ya, Ma?”Ayuni mengangguk dan mengulas senyumnya. “Iya. Tadi udah telepon Mama katanya pulangnya agak malam. Mungkin memang kerjaannya masih banyak atau ada pasien gawat darurat yang harus segera ditangani. Kamu kenapa, belum tidur?”Shakira menggeleng dengan pelan. “Belum ngantuk, Ma. Mbak udah tidur duluan karena udah ngantuk katanya.”Ayu

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • Istri Kedua di Antara Kita   Dua sampai Tiga Tahun

    Ayuni menghela napasnya seraya menatap Ryan yang tengah menyeruput jus alpukat yang sedari tadi hanya diam setelah diminta untuk datang ke mall.“Salah siapa nggak pulang tadi malam? Lebih penting kerjaan, daripada istri yang nunggu bahkan nggak tidur sampai jam dua pagi?”Ryan mengatup bibirnya. Menunduk seperti anak kecil yang tengah dimarahi oleh ibunya. Lalu kembali menyeruput jus alpukat itu dan menatap Ayuni lagi.“Aku bingung, harus jelaskan ini dari mana, Ayuni. Sampai nggak fokus dan nggak berani pulang,” ucapnya kemudian mengambil cake di atas meja.“Lapar? Memangnya nggak sarapan dulu tadi pagi?” tanya Ayuni lalu memberikan semua makanannya kepada Ryan.“Nggak. Karena kepikiran kamu.”“Kepikiran tapi nggak pulang itu sama aja kayak berak tapi sengaja nggak cebok. Ujung-ujungnya nggak enak. Lagian kenapa lagi sih?”Ryan menghela napas kasar. “Shakira masih sibuk belanja?”Ayuni mengangguk. “Iya. Kamu ke sini sama Dokter Mia dan Biru. Sengaja, biar bisa ngobrol sama aku?”Rya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • Istri Kedua di Antara Kita   Pertemuan Mona dengan Ryan

    Ayuni dan Ryan harus terpisah selama dua hari karena sang suami harus pergi ke Semarang untuk menyelesaikan tugasnya di sana.Sebagai pemegang saham terbesar di rumah sakit harapan, Ryan semakin disibukan hari-harinya setelah menjadi pemegang saham juga klinik yang ia dirikan tiga bulan yang lalu.Waktu sudah menunjuk angka sebelas siang. Ayuni dan Valia masih sibuk mendesain beberapa interior desain internal untuk beberapa unit rumah mewah yang sudah dipesan oleh vendor.“Ayuni. Kamu masih bawa bekal seperti biasanya?”Ayuni lalu mengadahkan kepalanya menatap orang yang tengah bertanya kepadanya. “Iya. Kenapa, Pak?” tanyanya kemudian.“Oh! Tidak ada. Saya boleh minta tolong sama kamu? Ada beberapa peralatan yang ingin saya beli. Hari ini Mona sedang sakit, jadi tidak bisa masuk. Kamu mau, antar saya ke sana?”Ayuni menaikan kedua alisnya kemudian menghela napas kasar. “Kenapa nggak sama yang lain aja, Pak? Saya lagi sibuk soalnya.”“Saya juga sibuk, yang lain juga sibuk. Tidak ada ya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • Istri Kedua di Antara Kita   Penjelasan dari Ryan

    Ayuni masih menyeka air matanya kala melihat dengan jelas bila yang ada di dalam foto itu memanglah Ryan. Namun, ia harus tetap berpikir positif sampai suaminya pulang dan menjelaskan semuanya.Perempuan itu sudah pulang dari kantor setelah jam pulang tiba. Kini, ia tengah duduk di tepi tempat tidur sembari mengingat-ingat kejadian dua hari yang lalu.“Nggak mungkin Mas Ryan bohongi gue. Dia udah janji nggak akan ninggalin gue, apalagi sampai selingkuh kayak gitu. Nggak! Mas Ryan bukan lelaki kayak gitu.”Ayuni mengusap air matanya yang sudah tidak tahan lagi ingin keluar dari sudut matanya. Ia lalu terisak dan menenggelamkan wajahnya di atas lutut kaki yang ia peluk.“Tapi kenapa Mas Ryan nggak bilang kalau habis ketemu sama Mona. Dia nggak ada bilang apa pun dan gue … semuanya gue kasih tahu. Dari makan, ngerjain tugas dan berapa kali ketemu sama Samuel.”Ayuni menyusut hidungnya lalu menghela napas dengan pelan. “Nggak ada asap kalau nggak ada api. Dari mana Mas Ryan tahu si Mona i

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Istri Kedua di Antara Kita   Keputusannya sudah Bulat

    Dua hari yang lalu ….“Dok. Ada telepon dari Mona. Dari kantor The Sam’s.” Fikri memberikan ponselnya kepada Ryan.“Mona. Siapa dia?” tanyanya kepada Fikri.“Tunangan saya. Dia jadi sekretaris Pak Samuel di sana, ada yang ingin dia bicarakan dengan Anda. Soal Pak Samuel.”Ryan lantas bergegas mengambil ponsel itu dan berbicara dengan Mona.“Selamat sore, Dok. Saya Mona, saya ingin memberi tahu kepada Anda soal Pak Samuel yang terus mencoba mendekati istri Anda, Bu Ayuni. Dia sering sekali terlihat berbicara dengan seseorang di sambungan telepon.“Setelah saya berhasil menyadap ponselnya, ternyata dia sedang berbicara dengan perempuan bernama Naina. Sedang ingin melakukan tindak kejahatan pada istri Anda. Pak Samuel hendak menjerat Bu Ayuni agar mau ikut dengannya.”Ryan lantas membolakan matanya. Tangannya mengepal erat setelah mendengar penuturan dari perempuan itu.“Di mana istri saya sekarang? Dia sudah pulang, kan?”“Sudah, Pak. Beruntung, Bu Ayuni menolak ajakan Pak Samuel dan la

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Istri Kedua di Antara Kita   Suami Anda Sangat Baik

    Esok harinya. Waktu telah menunjuk angka enam pagi. Ayuni membuka matanya lalu menoleh ke samping kirinya. Di mana sang suami masih terlelap dalam tidurnya dengan tangan melingkar di atas perutnya.“Pulas banget yang habis marah-marah terus minta jatah,” ucapnya kemudian mengusapi pipi Ryan dengan lembut.Merasakan hangatnya sentuhan dari tangan Ayuni, lelaki itu lantas membuka matanya dengan pelan. Mengulas senyum sembari merapatkan pelukannya lagi.“Pagi,” sapanya dengan suara seraknya.“Pagi. Bagaimana? Udah baikan hatinya?”Ryan mengangguk kemudian mencium bibir perempuan itu singkat. “Jadi, mengundurkan dirinya?”Ayuni mengangguk. “Jadi. Mau nemenin kamu aja di klinik. Recokin kamu aja.”Ryan terkekeh pelan kemudian mengecup kening istrinya lagi. “Kalau Samuel menolak, hubungi aku. Biar aku yang hadapi dia.”“Iyaa. Aku udah bilang ke Hani dan Valia. Katanya oke, meskipun keberatan sebenarnya. Tapi, setelah aku beri tahu dan menjelaskan semuanya, mereka setuju dan akhirnya ngasih

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Istri Kedua di Antara Kita   Tidak Terima

    “Halo, Mas. Kamu lagi nggak sibuk? Tumben telepon.”“Kamu ini. Giliran ditelepon dibilang tumben. Giliran nggak ada kabar, lupa sama istri sendiri. Aku kudu gimana, Sayang?”Ayuni lantas tertawa. “Just kidding, sayangku. Kamu lagi apa? Aku lagi makan kacang sama Hani dan Valia. Pak Samuel ternyata lagi meeting. Udah jam empat sore dan dia belum datang juga.”“Nggak ke kantor mungkin. Aku lagi mau nyuruh Biru belanja obat ke apotek. Lagi catat apa saja yang harus dibeli. Jangan terlalu banyak makannya, yaa.”“Iya, Mas. Nggak banyak kok. Udah makan siang?”“Udah atuh, Sayang. Udah jam empat juga soalnya.”“Iya sih. Aku lagi bete nih. Nunggu Pak Samuel nggak datang-datang. Padahal kan, tadinya besok aku mau berenang aja sambil nunggu kamu pulang.”“Kamu mau sakit, berenang sambil nunggu aku pulang.”Ayuni lantas menerbitkan cengiran. “Bercanda, Mas. Oh ya, Mas. Mona juga resign ternyata. Disuruh tunangannya.”“Iya. Rifki juga takut Mona jadi inceran selanjutnya. Nanti hapus nomornya Samu

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11

Bab terbaru

  • Istri Kedua di Antara Kita   Tamat!

    “Happy birthday, Sayang.” Ryan memakaikan kalung di leher Ayuni yang tengah melipat baju milik Melvin.Ia terkejut karena Ryan datang dengan tiba-tiba kemudian memberinya sebuah kalung di lehernya. “Mas!” Ayuni kemudian membalikan tubuhnya yang kini berhadapan dengan sang suami.“Selamat ulang tahun ya, Sayang. Di usia yang ketiga puluh tahun ini, kamu diberi hadiah yang luar biasa. Hadirnya Melvin di hidup kita, menjadi pelengkap sempurnanya rumah tangga kita. Menjadikan kita orang tua yang sempurna, dan menjadikan Shakira sebagai kakak.”Ryan lalu mengecup kening perempuan itu dan memeluknya. Senyum bahagia terukir di bibir perempuan itu. Bagaimana tidak, di malam ulang tahunnya itu ia diberi kejutan yang cukup membuatnya bahagia luar biasa.“Terima kasih, Mas. Terima kasih sudah menjadi pelengkap hidup aku. Terima kasih sudah menjaga aku sampai kita bisa melewati semuanya.”Ayuni kemudian mencium punggung tangan Ryan dan menatapnya lagi dengan senyum di bibir perempuan itu. “Ucapka

  • Istri Kedua di Antara Kita   Welcome, Baby Boy!

    Anggota keluarga Ayuni dan juga Ryan tengah menyambut cucu kedua mereka. Usia kandungan Ayuni sudah memasuki tujuh bulan. Karena kondisi rahim Ayuni yang semakin parah, Dokter Mia memutuskan untuk melalukan operasi Caesar di hari ini.Ya. Ayuni harus melahirkan bayi secara premature. Sebab kondisi Ayuni yang sudah tidak tahan lagi menahan sakit itu. Ryan pun menyetujui hal itu. Daripada Ayuni mengalami hal yang tak diinginkan, sebaiknya bayi mungil itu segera dikeluarkan.Di ruang operasi. Yang mengambil alih bedah perut Ayuni adalah Dokter Firman ditemani oleh Dokter Mia. Sementara Ryan hanya menginteruksi apa saja yang mesti dilakukan.“Kamu masih kuat, Sayang? Sabar, yaa. Sebentar lagi bayinya akan keluar. Setelah itu, kamu tidak akan mengalami sakit luar biasa itu,” bisik Ryan yang terus mengajak Ayuni bicara. Jangan sampai perempuan itu tertidur dalam keadaan lemas seperti itu.Ayuni menggenggam tangan Ryan dengan erat. Tak bisa bicara karena kondisinya yang sudah tak karuan. Ker

  • Istri Kedua di Antara Kita   Adik untuk Shakira

    Dua bulan kemudian.Ayuni terbangun karena mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi juga Ryan yang tidak ada di kamar.“Baru jam enam dia udah mandi jam segini? Mau ke mana emang dia?” gumamnya kemudian beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.“Mas. Kamu lagi apa?” tanya Ayuni menghampiri Ryan yang tengah berdiri di depan wastafel.“Mau gosok gigi,” jawabnya singkat.Ayuni mengerutkan keningnya. “Gosok gigi? Kamu ada kerjaan di jam tujuh apa gimana? Ini baru jam enam, Mas. Tumben banget jam segini udah ada di kamar mandi. Biasanya jug—”Ayuni memegang perutnya karena nyeri. “Ssstth!” lirihnya sembari memegang perutnya.Ryan menoleh kemudian segera berkumur. “Kembali ke kamar, Sayang.” Ryan menuntun Ayuni lalu mendudukan perempuan itu di tepi tempat tidur.“Perut aku sakit, Mas. Nyeri.”Ryan menganggukkan kepalanya. Ia lalu merebahkan tubuh sang istri dan mengambil stetoskop di dalam laci. Hendak memeriksa kondisi Ayuni yang tiba-tiba saja nyeri.“Aku tadi ha

  • Istri Kedua di Antara Kita   Menuntaskan Hasrat

    Ryan hanya menggaruk pelipisnya mendengar pertanyaan Ayuni yang berhasil membuat bulu kuduknya merinding. Bukan Ayuni yang tegang, Ryan lah yang tegang kala mendengarnya.Ayuni melihat tingkah laku Ryan hanya tertawa kemudian geleng-geleng. “Mas bojo memang sangat alim. Digoda seperti itu saja langsung panas dingin. Padahal memang benar, kalau sudah main pasti akan panas.”Ryan menghela napas pelan. “Kamu jangan macam-macam. Minta berapa ronde kayak yang iya. Sekali main langsung tidur, aku pukul bokong kamu.”Ayuni lantas tertawa. “Oh, yaa? Memangnya kamu berani, pukul aku? Mau aku laporin ke Komnas HAM?”“Nggak ada hubungannya, Sayang. Kalau kamu mau laporin aku ke Komnas HAM hanya karena memukul bokong, setiap kita main juga aku sering mukul. Harus ada bukti juga dan memangnya kamu mau kasih bukti saat kita lagi main?”Ayuni kalah telak. Ia kemudian mengibaskan tangannya karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang suami.Ryan yang melihatnya hanya terkekeh lalu geleng-geleng. S

  • Istri Kedua di Antara Kita   Mau Main Berapa Ronde

    Tiga bulan setelah Ayuni mengalami koma selama satu tahun. Kondisinya sudah dibilang membaik setelah beberapa kali melakukan perawatan dengan sangat telaten dan Ayuni pun selalu menuruti perintah dari sang suami.“Mama. Kemarin aku ketemu sama Kak Cakra. Itu pun nggak sengaja ketemu.” Shakira menghampiri sang mama yang tengah merapikan bajunya di dalam kamar.“Oh, ya? Terus, dia ngomong apa aja ke kamu? Sudah lama sekali sepertinya kalian tidak bertemu.”Shakira mengangguk. “Iya. Dia nanya kabar Mama. Dia senang karena Mama udah sembuh. Tadinya mau aku ajak ke rumah buat ketemu Mama. Tapi, katanya dia lagi ada urusan. Mau ketemu sama kakeknya.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Ya sudah biarkan saja. Yang penting Cakra masih ingat sama kamu. Lagian kalian ini pada kecil. Belum waktunya untuk saling dekat. Biar saja dulu masing-masing. Kamu menikmati masa kecil kamu dan Cakra fokus sama pendidikannya.”Ayuni mengusapi rambut Shakira dengan lembut seraya menasihatinya agar anaknya pa

  • Istri Kedua di Antara Kita   Bakal jadi Pikun

    Satu minggu setelah Ayuni sadarkan diri, ia akhirnya sudah bisa pulang dan dirawat di rumah saja. Ayuni sudah jenuh dan bosan bila harus dirawat di rumah sakit. Sudah terlalu lama bahkan satu tahun lebih dia ada di sana.“Apa yang masih kamu rasa sakit, Sayang?” tanya Ryan setelah membawa Ayuni duduk di tempat tidur.“Ini.” Ayuni menunjuk kepalanya. “Terus ini.” Kemudian menunjuk kening, pipi hingga bibir. “Dan terakhir ini.”Ryan lantas geleng-geleng. “Baru juga sembuh udah mikir yang jorok. Nanti kita bulan madu lagi.”Ayuni menghela napas kasar. “Aku masih harus menunggu dua tahun lagi buat punya anak, Mas. Jadi, nggak usah ada bulan madu lagi.”Ryan kemudian memberikan secarik kertas hasil pemeriksaan terakhir kondisi rahim Ayuni. “Kamu sudah bisa hamil, Sayang.”Ayuni menganga kemudian menutup mulutnya. “Beneran, Mas? I—ini, ini nggak bohong, kan?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong, Sayang. Rahim kamu sudah siap menampung bayi meski harus tetap dijaga dan dirawat sampai sembilan b

  • Istri Kedua di Antara Kita   Yang Terbaik Belum Cukup

    Sudah satu tahun berlalu. Ayuni masih enggan untuk membuka matanya. Masih betah tidur dengan alat bantu medis yang mengelilingi tubuhnya.“Ayuni sudah melewati masa pengobatannya, Ryan. Dan dia masih belum ingin membuka matanya. Ayuni pasti kesiksa karena alat-alat ini.”Biru menghampiri Ryan yang tengah memeriksa kondisi Ayuni. Ia lalu menoleh dan melepas stetoskop di telinganya.“Jantungnya masih berdetak normal, Biru. Aku sudah melepas beberapa alat yang ada di tubuh Ayuni. Dia hanya masih lemas saja. Belum bisa buka matanya.” Ryan menatap wajah Ayuni dengan wajah sendunya.Biru kemudian mengusapi bahu lelaki itu. “Kalau dia udah nggak kuat, jangan dipaksa. Kasihan Ayuni. Harus kesiksa karena alat-alat ini.”Ryan menelan salivanya. “Aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Biru. Ayuni sudah jadi yang terakhir untukku. Aku akan usahakan untuk menyembuhkan dia apa pun akan aku lakukan.”Biru menganggukkan kepalanya kemudian menolehkan matanya kepada Ayuni. Mulutnya menganga se

  • Istri Kedua di Antara Kita   Get Well Soon, Calon Mama Mertua

    Delapan bulan kemudian.“Happy anniversary, Sayang. Hari ini adalah hari pernikahan kita ke satu tahun. Aku punya hadiah buat kamu.”Ryan mengusapi pucuk kepala Ayuni dengan lembut sembari menyimpan hadiah di atas nakas berupa kotak musik sebagai hadiah satu tahun pernikahan mereka. Dan Ayuni masih terbaring di atas bangsal, di ruang ICU.“Aku ada sedikit cerita. Shakira dan Cakra harus berpisah karena Cakra sudah masuk SMP. Dia sering ke sini jengukin kamu, nemenin Shakira ngobrol dan dia sedikit terhibur karena ada Cakra. Tapi, sekarang Cakra udah menghilang. Dia masih belum ingin memberi tahu di mana dia sekolah. Kasihan Shakira, harus LDR dulu sama Cakra.”Ryan kemudian terkekeh pelan seraya mengusap air matanya. Ia yang selalu bercerita semua kejadian yang dia lewati selama Ayuni koma. Agar Ayuni tahu, apa saja yang dia lewati selama delapan bulan itu.Tok tok tok!Ryan menoleh ke arah pintu. Andreas tengah berdiri di sana dan akhirnya ia harus bangun dari duduknya menghampiri le

  • Istri Kedua di Antara Kita   I Miss You So Much

    Dua belas tahun yang lalu ….“Ayuni?”Perempuan yang tengah makan choki-choki itu kemudian menoleh. “Ryan? Lagi ngapain di sini?” tanyanya sembari menyodorkan choki-choki itu kepada Ryan.“Makasih. Kamu sendiri lagi ngapain di sini?” tanyanya kemudian duduk di samping perempuan itu.“Lagi bete sama dosen kampret satu itu. Cuma salah satu doang, tetep aja dihukum. Killer-nya minta ampun memang.”Ryan terkekeh pelan. “Daripada bete begitu, mending ikut aku, yuk! Aku nemu tempat bagus banget. Mau lihat?”“Di mana?”“Dekat panti. Ada danau buatan di sana, tapi bagus banget meski hanya buatan.”“Oh, yaa? Boleh deh! Tapi, memangnya kamu nggak ada jam kuliah?”Ryan menggeleng pelan. “Nggak ada. Dosennya lagi rapat. Mata kuliah terakhir juga. Setelah itu nggak ada lagi.”“Oh! Ayolah kalau begitu.” Ayuni kemudian menerbitkan cengiran kepada lelaki itu.Keduanya pergi dari kampus menuju danau buatan yang disebutkan Ryan tadi. Mengenakan sepeda milik lelaki itu yang sering ia pakai untuk pergi k

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status