Share

Lamaran Resmi

Penulis: Salwa Maulidya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-03 02:32:35

Lima hari berlalu ….

Ayuni, Dhita dan juga Vita tengah berada di sebuah butik untuk mencari gaun yang akan dipakai untuk menyambut kedatangan Ryan yang akan melamar secara resmi juga menentukan tanggal pernikahan mereka.

“Enak banget hidupnya Ryan sekarang. Bakal punya bini yang baik hati dan tidak sombong, anak yang cantik dan ceria, klinik punya sendiri, pemegang saham terbanyak di rumah sakit harapan. Mantap dah pokoknya.”

Vita yang sedari tadi membahas Ryan itu membuat Ayuni hanya geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Warna ijo tosca aja nih, bagus. Keliatan cantik banget kalau elo yang make,” ucap Vita memberikan sebuah kebaya elegan kepada Ayuni.

“Iya juga, yaa. Oke juga pilihan elo. Tumben, pinter. “

Vita lantas menyunggingkan bibirnya. “Gue emang paling hebat, kalau disuruh milih baju. Elonya aja yang pikun!”

Ayuni mengerucutkan bibirnya lalu menghela napasnya dengan panjang. “Ryan ke mana ya, kok tumben banget belum ngabarin gue. Masih sibuk apa, yaa?”

“Berapa jam,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Istri Kedua di Antara Kita   Nanti Aku Jelaskan

    Ayuni tengah sibuk mencari souvenir ditemani oleh Melinda dan juga Vita yang kebetulan masih betah main di rumahnya.“Ma. Dompet mini ini juga lucu kayaknya.” Ayuni memperlihatkan dompet mini untuk souvenir nanti kepada Melinda.“Bagus. Ya udah, pesan saja yang itu. Tinggal cari sisanya,” ucap Melinda setuju.“Okay! Aku keep yang ini.”“Undangan besok baru mulai dicetak. Mungkin lima hari baru selesai katanya,” ucap Vita yang baru saja mendapat kabar dari pemilik cetak undangan.“Oke! Thanks, Vit.” Ayuni kemudian menoleh kepada Melinda. “Ma. Mas Ryan masih sibuk sama kliniknya?”Melinda menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Iya. Tanggung katanya, sebentar lagi selesai. Maunya sih, setelah kalian menikah nanti, itu klinik sudah grand opening. Biar nggak ganggu bulan madu kalian.”Ayuni tersenyum tipis. “Ngapain pake bulan madu segala?”“Yaa harus atuh, Ayuni. Jangankan kalian, usianya yang masih muda. Yang tua aja kalau nikah pasti adain bulan madu. Kamu ini gimana sih!” Melinda lalu

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-03
  • Istri Kedua di Antara Kita   Campur Tangan Damian

    Keduanya bergegas pergi dari mall itu setelah mengetahui ada yang tengah mengikuti mereka. Ryan tidak akan pernah membiarkan orang itu mencelakai Ayuni apa pun yang terjadi.“Mas. Kenapa? Kenapa kamu nggak pernah cerita soal ini, huh?” tanya Ayuni dengan napas yang terengah-engah setelah masuk ke dalam mobilnya.Ryan masih diam. Ia masih memeriksa kondisi mobilnya, khawatir orang tersebut melakukan sesuatu pada mobilnya.Dimulai dari pedal rem. Lalu mesin dan rekaman di sana yang ia nyalakan. Ryan menghela napas lega karena kondisi mobilnya dalam kondisi baik-baik saja.Dering ponselnya lalu berdering. Ryan segera menerima panggilan itu.“Dok. Anda baik-baik saja? Anak buah saya baru saja menangkap orang yang akan membakar rumah Anda!”“Apa?!” Ryan membolakan matanya terkejut mendengar kabar buruk dari Damian. “Anak saya masih di sekolah. Semoga saja dia tidak melihat orang itu. Saya harus menjemput anak saya, Pak. Terima kasih informasinya, Pak Damian.”“Mas! Ada apa? Kenapa dengan S

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-03
  • Istri Kedua di Antara Kita   Menculik Shakira

    Dua hari berlalu ….Ryan tengah menemui Damian untuk mencari keberadaan Rifky agar menghentikan semuanya. Di gedung The Graha, Ryan sudah tiba di sana hanya seorang diri karena Ayuni memilih untuk menemani Shakira ke sekolah.“Jadi, bagaimana perkembangannya, Pak Damian? Pak Rifky masih belum juga ditemukan keberadaannya?” tanya Ryan kepada Damian yang tengah melacak keberadaan Rifky.“Sedikit lagi. Tenang saja, Dok. Saya sudah biasa mendapatkan masalah seperti ini. Anda ingin di sini, di sini atau di sini?”Damian menunjuk kepala, jantung dan juga wajahnya untuk memusnahkan Rifky.Ryan yang melihatnya lantas mengerutkan keningnya. “Maksud Anda?” tanyanya bingung.Damian menghela napas kasar. “Saya paling tidak suka ada yang mengusik hidup saya, dok. Karena Anda sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri, untuk itu … memusnahkan Rifky pun adalah kewajiban saya.”Damian lalu menyunggingkan senyum tipis seraya menatap Ryan yang tampak terkejut dengan ucapannya tadi.“Begini saja, DO

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-04
  • Istri Kedua di Antara Kita   Kepalanya ditembak

    Ayuni memutar otak untuk melepaskan Shakira dari penculikan yang dilakukan oleh Rifky sebagai biang keladinya.Perempuan itu masih mengejar mobil yang membawa Shakira. Tak lama setelahnya, lokasi di mana Shakira akan dibawa dikirim melalui ponselnya.Nomor tak dikenal: [Kalau kamu memberi tahu polisi ataupun Ryan, jangan harap anak ini masih hidup!]Ancaman itu membuat Ayuni menghela napasnya dengan panjang. Tak lama setelahnya, Ryan menghubunginya. Air matanya masih menetes di sudut matanya. Ia masih bingung harus menjawab apa.“Ayuni. Kamu di mana? Jangan melawan dia sendirian. Cepat, katakan kamu ada di mana?”“Mas. Aku minta maaf karena lalai menjaga Shakira.”“Jangan menyalahkan diri seperti ini, Ayuni. Bukan saatnya. Cepat, beri tahu di mana kamu sekarang?!” pekik Ryan sudah tak sabar.Ayuni menghentikan mobilnya tepat di sebuah Gudang kosong yang mana lelaki itu menggendong tubuh Shakira membawanya masuk ke dalam sana.“Mas! Kirim polisi sebanyak mungkin ke alamat yang aku kiri

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-04
  • Istri Kedua di Antara Kita   Lebih Baik Ryan yang Terluka

    Di depan ruang operasi rumah sakit harapan ….Keluarga Ayuni dan Ryan sudah tiba di sana. Pun dengan Damian yang masih stay di sana dan tidak akan pernah pergi sebelum hasilnya keluar.“Gue nggak pernah lihat elo nangis kayak gini. Elo harus kuat.” Cakra memberikan satu bungkus cokelat batang kepada Shakira.Anak kecil itu kemudian menoleh sembari terisak. “Papa, Kak. Papa ….”“Iya, gue tahu. Papa elo kan, dokter. Dia pasti selamat dan bakal kumpul lagi sama elo dan juga nyokap elo.”“Mas Cakra. Kita pulang, yuk! Sudah malam. Takut dicariin sama Papa.” Diman menghampiri Cakra yang tengah berdiri di depan Shakira.“Dicariin atau dimarahin, karena pulang telat?”Diman hanya bisa menghela napasnya. Ia lalu mengusapi pucuk kepala Shakira dengan lembut.“Yang sabar ya, anak manis. Papa pasti sembuh dan sehat kembali.”Shakira mengangguk dengan pelan. “Makasih, Pak Diman.” Ia lalu menoleh ke arah Cakra. “Mending Kakak pulang aja. Di sini udah ada Oma dan Opa. Jangan sampai nanti Kakak dimar

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-04
  • Istri Kedua di Antara Kita   Bulan Madu itu hanya Liburan Semata

    Dua hari berlalu ….Ayuni masih setia menunggu dengan setia Ryan yang masih belum juga sadarkan diri. Menunggu di rumah sakit bergantian dengan Melinda bila Ayuni harus istirahat.“Ay. Undangannya udah selesai dibuat. Ini mau langsung disebar aja?” tanya Vita menghampiri Ayuni yang tengah duduk di samping Ryan.Ayuni menghela napasnya dengan pelan. “Nggak tahu, Vit. Ryan-nya aja belum jug ….”“Sudah bangun.”Ayuni lantas membolakan matanya dengan mulut menganga melihat Ryan yang sudah membuka matanya.“Mas! Kamu … Mas Ryan!” Ayuni memeluk lelaki itu. Akhirnya ia membuka matanya setelah dua hari dalam kondisi tak sadarkan diri.“Sebarin aja, Vit. Waktunya sudah dekat, satu minggu lagi. Aku pasti sembuh pada hari itu,” ucapnya dengan pelan.Ayuni melepaskan pelukan itu kemudian menatap Ryan dengan lekat. “Kamu yakin? Sekarang aja baru siuman. Memangnya kamu cenayang? Seminggu bisa sembuh.”Ryan tersenyum tipis. “Aku memang bukan cenayang. Tapi, aku dokter. Kamu baik-baik saja, kan?” tan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-04
  • Istri Kedua di Antara Kita   Arumi Pasti Bahagia

    Ryan menyimpan ponselnya kembali ke atas nakas kemudian menoleh pada Ayuni yang masih duduk di depannya.“Siapa, Mas?” tanya Ayuni ingin tahu.Ryan menarik napasnya dengan panjang. “Rifky, sudah mati?”Ayuni mengangguk dengan pelan. “Iya. Tepat saat kamu ditusuk, Pak Damian datang dan langsung menembak kepala Rifky. Katanya dia mati di tempat.”Ryan manggut-manggut dengan pelan. “Entah harus senang atau berduka. Keduanya sama-sama harus tetap dirasakan.”Ayuni tersenyum tipis. “Pak Damian udah gatel katanya, pengen bunuh itu orang. Dia lagi nyari keberadaan Friska. Karena dia tahu, Friska pasti akan mengikuti jejak papanya untuk mencari masalah.”Ryan menganggukkan kepalanya. “Iya. Mereka lagi memburu perempuan itu. Entah apa yang akan dilakukan Pak Damian kepadanya. Sebenarnya aku tidak ingin tahu. Hanya membayangkan saja, sudah pasti dia akan menderita.”Ayuni menatap jam yang bertengger di dinding ruangan itu. “Sudah malam, Mas. Kamu harus istirahat. Aku juga udah ngantuk. Dua hari

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-06
  • Istri Kedua di Antara Kita   Akhirnya Sah!

    Dua hari sebelum menikah, keluarga Ryan dan Ayuni ziarah ke makam Arumi untuk meminta restu dan mendoakan ketenangan Arumi di atas sana. Meski ada tangis haru kala Shakira mengenalkan Ayuni sebagai mama barunya kepada sang mama yang telah melahirkan dia ke bumi.“Iya, Ma. Arumi sendiri yang memilih ini. Aku janji, akan menjadi suami yang baik untuk Ayuni. Mereka sama-sama wanita hebat. Baik Arumi maupun Ayuni. Mereka sama-sama istimewa bagiku, Ma.”Melinda menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyumnya. “Iya, Nak. Jangan ada duka lagi setelah ini. Kalian harus bahagia.”“Pasti! Sebisa mungkin aku akan menjadi suami yang baik untuk Ayuni.”Melinda kemudian memeluk anaknya itu. Mengusapinya dengan lembut seraya mengulas senyum haru.“Sayang. Papa kamu akan datang di acara pernikahan kamu. Biarkan dia melihat kamu ya, Nak.”Ryan hanya diam. Hanya menatap Melinda yang terlihat berharap padanya agar jangan memperlihatkan kebenciannya kepada papa kandungnya itu.Ryan lalu menelan saliva

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-06

Bab terbaru

  • Istri Kedua di Antara Kita   Tamat!

    “Happy birthday, Sayang.” Ryan memakaikan kalung di leher Ayuni yang tengah melipat baju milik Melvin.Ia terkejut karena Ryan datang dengan tiba-tiba kemudian memberinya sebuah kalung di lehernya. “Mas!” Ayuni kemudian membalikan tubuhnya yang kini berhadapan dengan sang suami.“Selamat ulang tahun ya, Sayang. Di usia yang ketiga puluh tahun ini, kamu diberi hadiah yang luar biasa. Hadirnya Melvin di hidup kita, menjadi pelengkap sempurnanya rumah tangga kita. Menjadikan kita orang tua yang sempurna, dan menjadikan Shakira sebagai kakak.”Ryan lalu mengecup kening perempuan itu dan memeluknya. Senyum bahagia terukir di bibir perempuan itu. Bagaimana tidak, di malam ulang tahunnya itu ia diberi kejutan yang cukup membuatnya bahagia luar biasa.“Terima kasih, Mas. Terima kasih sudah menjadi pelengkap hidup aku. Terima kasih sudah menjaga aku sampai kita bisa melewati semuanya.”Ayuni kemudian mencium punggung tangan Ryan dan menatapnya lagi dengan senyum di bibir perempuan itu. “Ucapka

  • Istri Kedua di Antara Kita   Welcome, Baby Boy!

    Anggota keluarga Ayuni dan juga Ryan tengah menyambut cucu kedua mereka. Usia kandungan Ayuni sudah memasuki tujuh bulan. Karena kondisi rahim Ayuni yang semakin parah, Dokter Mia memutuskan untuk melalukan operasi Caesar di hari ini.Ya. Ayuni harus melahirkan bayi secara premature. Sebab kondisi Ayuni yang sudah tidak tahan lagi menahan sakit itu. Ryan pun menyetujui hal itu. Daripada Ayuni mengalami hal yang tak diinginkan, sebaiknya bayi mungil itu segera dikeluarkan.Di ruang operasi. Yang mengambil alih bedah perut Ayuni adalah Dokter Firman ditemani oleh Dokter Mia. Sementara Ryan hanya menginteruksi apa saja yang mesti dilakukan.“Kamu masih kuat, Sayang? Sabar, yaa. Sebentar lagi bayinya akan keluar. Setelah itu, kamu tidak akan mengalami sakit luar biasa itu,” bisik Ryan yang terus mengajak Ayuni bicara. Jangan sampai perempuan itu tertidur dalam keadaan lemas seperti itu.Ayuni menggenggam tangan Ryan dengan erat. Tak bisa bicara karena kondisinya yang sudah tak karuan. Ker

  • Istri Kedua di Antara Kita   Adik untuk Shakira

    Dua bulan kemudian.Ayuni terbangun karena mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi juga Ryan yang tidak ada di kamar.“Baru jam enam dia udah mandi jam segini? Mau ke mana emang dia?” gumamnya kemudian beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.“Mas. Kamu lagi apa?” tanya Ayuni menghampiri Ryan yang tengah berdiri di depan wastafel.“Mau gosok gigi,” jawabnya singkat.Ayuni mengerutkan keningnya. “Gosok gigi? Kamu ada kerjaan di jam tujuh apa gimana? Ini baru jam enam, Mas. Tumben banget jam segini udah ada di kamar mandi. Biasanya jug—”Ayuni memegang perutnya karena nyeri. “Ssstth!” lirihnya sembari memegang perutnya.Ryan menoleh kemudian segera berkumur. “Kembali ke kamar, Sayang.” Ryan menuntun Ayuni lalu mendudukan perempuan itu di tepi tempat tidur.“Perut aku sakit, Mas. Nyeri.”Ryan menganggukkan kepalanya. Ia lalu merebahkan tubuh sang istri dan mengambil stetoskop di dalam laci. Hendak memeriksa kondisi Ayuni yang tiba-tiba saja nyeri.“Aku tadi ha

  • Istri Kedua di Antara Kita   Menuntaskan Hasrat

    Ryan hanya menggaruk pelipisnya mendengar pertanyaan Ayuni yang berhasil membuat bulu kuduknya merinding. Bukan Ayuni yang tegang, Ryan lah yang tegang kala mendengarnya.Ayuni melihat tingkah laku Ryan hanya tertawa kemudian geleng-geleng. “Mas bojo memang sangat alim. Digoda seperti itu saja langsung panas dingin. Padahal memang benar, kalau sudah main pasti akan panas.”Ryan menghela napas pelan. “Kamu jangan macam-macam. Minta berapa ronde kayak yang iya. Sekali main langsung tidur, aku pukul bokong kamu.”Ayuni lantas tertawa. “Oh, yaa? Memangnya kamu berani, pukul aku? Mau aku laporin ke Komnas HAM?”“Nggak ada hubungannya, Sayang. Kalau kamu mau laporin aku ke Komnas HAM hanya karena memukul bokong, setiap kita main juga aku sering mukul. Harus ada bukti juga dan memangnya kamu mau kasih bukti saat kita lagi main?”Ayuni kalah telak. Ia kemudian mengibaskan tangannya karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang suami.Ryan yang melihatnya hanya terkekeh lalu geleng-geleng. S

  • Istri Kedua di Antara Kita   Mau Main Berapa Ronde

    Tiga bulan setelah Ayuni mengalami koma selama satu tahun. Kondisinya sudah dibilang membaik setelah beberapa kali melakukan perawatan dengan sangat telaten dan Ayuni pun selalu menuruti perintah dari sang suami.“Mama. Kemarin aku ketemu sama Kak Cakra. Itu pun nggak sengaja ketemu.” Shakira menghampiri sang mama yang tengah merapikan bajunya di dalam kamar.“Oh, ya? Terus, dia ngomong apa aja ke kamu? Sudah lama sekali sepertinya kalian tidak bertemu.”Shakira mengangguk. “Iya. Dia nanya kabar Mama. Dia senang karena Mama udah sembuh. Tadinya mau aku ajak ke rumah buat ketemu Mama. Tapi, katanya dia lagi ada urusan. Mau ketemu sama kakeknya.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Ya sudah biarkan saja. Yang penting Cakra masih ingat sama kamu. Lagian kalian ini pada kecil. Belum waktunya untuk saling dekat. Biar saja dulu masing-masing. Kamu menikmati masa kecil kamu dan Cakra fokus sama pendidikannya.”Ayuni mengusapi rambut Shakira dengan lembut seraya menasihatinya agar anaknya pa

  • Istri Kedua di Antara Kita   Bakal jadi Pikun

    Satu minggu setelah Ayuni sadarkan diri, ia akhirnya sudah bisa pulang dan dirawat di rumah saja. Ayuni sudah jenuh dan bosan bila harus dirawat di rumah sakit. Sudah terlalu lama bahkan satu tahun lebih dia ada di sana.“Apa yang masih kamu rasa sakit, Sayang?” tanya Ryan setelah membawa Ayuni duduk di tempat tidur.“Ini.” Ayuni menunjuk kepalanya. “Terus ini.” Kemudian menunjuk kening, pipi hingga bibir. “Dan terakhir ini.”Ryan lantas geleng-geleng. “Baru juga sembuh udah mikir yang jorok. Nanti kita bulan madu lagi.”Ayuni menghela napas kasar. “Aku masih harus menunggu dua tahun lagi buat punya anak, Mas. Jadi, nggak usah ada bulan madu lagi.”Ryan kemudian memberikan secarik kertas hasil pemeriksaan terakhir kondisi rahim Ayuni. “Kamu sudah bisa hamil, Sayang.”Ayuni menganga kemudian menutup mulutnya. “Beneran, Mas? I—ini, ini nggak bohong, kan?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong, Sayang. Rahim kamu sudah siap menampung bayi meski harus tetap dijaga dan dirawat sampai sembilan b

  • Istri Kedua di Antara Kita   Yang Terbaik Belum Cukup

    Sudah satu tahun berlalu. Ayuni masih enggan untuk membuka matanya. Masih betah tidur dengan alat bantu medis yang mengelilingi tubuhnya.“Ayuni sudah melewati masa pengobatannya, Ryan. Dan dia masih belum ingin membuka matanya. Ayuni pasti kesiksa karena alat-alat ini.”Biru menghampiri Ryan yang tengah memeriksa kondisi Ayuni. Ia lalu menoleh dan melepas stetoskop di telinganya.“Jantungnya masih berdetak normal, Biru. Aku sudah melepas beberapa alat yang ada di tubuh Ayuni. Dia hanya masih lemas saja. Belum bisa buka matanya.” Ryan menatap wajah Ayuni dengan wajah sendunya.Biru kemudian mengusapi bahu lelaki itu. “Kalau dia udah nggak kuat, jangan dipaksa. Kasihan Ayuni. Harus kesiksa karena alat-alat ini.”Ryan menelan salivanya. “Aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Biru. Ayuni sudah jadi yang terakhir untukku. Aku akan usahakan untuk menyembuhkan dia apa pun akan aku lakukan.”Biru menganggukkan kepalanya kemudian menolehkan matanya kepada Ayuni. Mulutnya menganga se

  • Istri Kedua di Antara Kita   Get Well Soon, Calon Mama Mertua

    Delapan bulan kemudian.“Happy anniversary, Sayang. Hari ini adalah hari pernikahan kita ke satu tahun. Aku punya hadiah buat kamu.”Ryan mengusapi pucuk kepala Ayuni dengan lembut sembari menyimpan hadiah di atas nakas berupa kotak musik sebagai hadiah satu tahun pernikahan mereka. Dan Ayuni masih terbaring di atas bangsal, di ruang ICU.“Aku ada sedikit cerita. Shakira dan Cakra harus berpisah karena Cakra sudah masuk SMP. Dia sering ke sini jengukin kamu, nemenin Shakira ngobrol dan dia sedikit terhibur karena ada Cakra. Tapi, sekarang Cakra udah menghilang. Dia masih belum ingin memberi tahu di mana dia sekolah. Kasihan Shakira, harus LDR dulu sama Cakra.”Ryan kemudian terkekeh pelan seraya mengusap air matanya. Ia yang selalu bercerita semua kejadian yang dia lewati selama Ayuni koma. Agar Ayuni tahu, apa saja yang dia lewati selama delapan bulan itu.Tok tok tok!Ryan menoleh ke arah pintu. Andreas tengah berdiri di sana dan akhirnya ia harus bangun dari duduknya menghampiri le

  • Istri Kedua di Antara Kita   I Miss You So Much

    Dua belas tahun yang lalu ….“Ayuni?”Perempuan yang tengah makan choki-choki itu kemudian menoleh. “Ryan? Lagi ngapain di sini?” tanyanya sembari menyodorkan choki-choki itu kepada Ryan.“Makasih. Kamu sendiri lagi ngapain di sini?” tanyanya kemudian duduk di samping perempuan itu.“Lagi bete sama dosen kampret satu itu. Cuma salah satu doang, tetep aja dihukum. Killer-nya minta ampun memang.”Ryan terkekeh pelan. “Daripada bete begitu, mending ikut aku, yuk! Aku nemu tempat bagus banget. Mau lihat?”“Di mana?”“Dekat panti. Ada danau buatan di sana, tapi bagus banget meski hanya buatan.”“Oh, yaa? Boleh deh! Tapi, memangnya kamu nggak ada jam kuliah?”Ryan menggeleng pelan. “Nggak ada. Dosennya lagi rapat. Mata kuliah terakhir juga. Setelah itu nggak ada lagi.”“Oh! Ayolah kalau begitu.” Ayuni kemudian menerbitkan cengiran kepada lelaki itu.Keduanya pergi dari kampus menuju danau buatan yang disebutkan Ryan tadi. Mengenakan sepeda milik lelaki itu yang sering ia pakai untuk pergi k

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status