Sagara menatap layar ponselnya cukup lama. Pesan dari Sarah Nabila itu membuatnya tertegun. Ada sedikit debaran aneh di dadanya. Setelah sekian lama mencari, akhirnya ada titik terang mengenai Ranaya. Tak ingin membuang waktu, ia langsung mengucapkan terima kasih kepada petugas tadi, lalu melangkah menjauh sambil mengetik balasan dengan cepat. [Kamu teman dekatnya Ranaya, ya? Bisa kamu beri tahu di mana dia sekarang?] Sagara menunggu balasannya dengan harap-harap cemas. Karena ia tak ingin terlihat begitu resah, maka ia segera masuk ke dalam mobilnya lagi. Begitu ia menutup pintu mobil, bunyi dengung singkat ponselnya kembali terdengar. Cahaya di matanya langsung meredup. [Maaf, saya belum bisa memberitahu kamu. Tapi, sebenarnya kalau kamu mau, kamu akan menemukannya.] Dada Sagara mendadak sesak. Kecewa. Ia sudah berharap lebih. Harusnya ia bisa langsung mendapat jawaban, bukan teka-teki seperti ini. Sagara menggeram pelan. Jemarinya meremas setir mobil, sementara matanya m
Last Updated : 2025-02-23 Read more