Home / Rumah Tangga / Sheyza istri rahasia / Chapter 41 - Chapter 50

All Chapters of Sheyza istri rahasia : Chapter 41 - Chapter 50

78 Chapters

Bab 41

"temen apa temen?" Oma menatap cucunya itu dengan tatapan meledek. Sesuai yang di ucapkan oleh Oma Ina tadi, kedua nya kini tengah mengobrol berdua. Sedangkan Sheyza, di suruh istirahat di kamar oleh Oma.Noah mendengus, mengambil keripik yang baru saja di buat oleh bibik lalu memakan nya dengan santai."Temen doang Oma."Oma mengangguk. "Iya teman, Oma percaya. Tapi kenapa kamu membawa kabur temen kamu dari suaminya hm?""Noah enggak bawa kabur Oma.""Jangan berbohong Noah. Oma tau dia itu istri orang karena dia dalam keadaan hamil," Oma menghela nafas nya kasar. "Atau kemungkinan besar dia hamil sama kamu iya?"Noah menggeleng kan kepala nya cepat. "Noah enggak mungkin berbuat seperti itu Oma, malu-maluin. Kalau Noah mau pasti melakukannya dalan keadaan sudah halal. Walaupun Noah begajulan, tapi Noah masih menjunjung nilai-nilai seperti itu." Noah menghembuskan nafas nya kasar, sebenarnya tak jarang dari teman kolega bisnisnya yang sering mengajak one night stand. Tapi Noah selalu m
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Bab 42

"Oma mau cari bumbu, kamu duduk disini saja ya. Kasihan kamu sudah berkeliling dari tadi, pasti kamu capek banget ya sayang," tangan Oma terulur mengelus perut Sheyza dengan lembut.Sheyza tersenyum, kepalanya mengangguk mengiyakan. Dirinyajuga sudah terlalu lelah akibat berkeliling mengikuti Oma yang berbelanja ini dan itu."Oma hati-hati,""Iya sayang. Kamu tenang saja, Oma sudah terbiasa seminggu sekali Oma pasti pergi ke pasar. Begini juga untuk kesehatan Oma, kalau tidak Oma bakalan penyakitan," Oma terkekeh."Eh iya, kamu Marni disini saja sama Sheyza. Temani Sheyza, kasihan dia sendirian. Biar saya yang pergi sendirian cari bumbu ny," ucap Oma pada Marni, asisten rumah tangganya. Sheyza menggeleng menolak apa yang di katakan oleh Oma Ina. Dirinya juga merasa baik-baik saja tak perlu ditemani. "She sendiri tidak masalah oma. Malah Oma yang butuh teman untuk membawa belanjaannya nanti, Shey sendirian saja Oma. Oma yang perlu sama mbak Marni. Biar Shey duduk di sini tidak apa-ap
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 43

"Ya ampun Abang, kok bisa sampai demam begini sih?" Nabila terkejut saat melihat kondisi Abangnya dibilang tidak baik-baik saja. Tadi dirinya disuruh oleh sang Abah untuk memanggil Abangnya untuk makan bersama. Tapi saat masuk ke kamar sang Abang, Nabila dibuat terkejut melihat kondisi Arzan yang sudah menggigil diatas tempat tidur."Abahh!!! Bang Ardi!!" Teriak Nabila kencang , khawatir dengan keadaan sang Abang.Nabila memegang dahi Abangnya, memeriksa. "Astaghfirullah! Panas banget,""Ada apa?" Kyai Rofiq dan Ardi langsung tergesa-gesa masuk ke dalam kamar Arzan karena mendengar teriakkan Nabila."Bang Arzan demam bah, badannya sampai menggigil begitu.""Astaghfirullah Arzan. Ayo kita ke rumah sakit,"Arzan yang masih sadar langsung menggelengkan kepalanya. "Abang tidak apa-apa bah, cuma demam biasa. Tidak perlu sampai ke rumah sakit. Lagian Abang besok mau cari -""Arzan, kita ke rumah sakit. Kamu lagi sakit begini, tidak mungkin kita diam saj-"Huweekk uweekkArzan bahkan muntah
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 44

"Eh ya ampun maaf banget nek," Nabila langsung berjalan menghampiri Oma Ina dan mengambil dompetnya yang tadi sempat terjatuh. Saking buru-burunya, Nabila sampai tidak sadar kalau dompetnya terjatuh. Beruntung dia Oma Ina yang melihatnya."Ini dek, lain kali lebih hati-hati lagi."Nabila tersenyum. "Makasih banyak ya nek,""Iya sama-sama, mari." Oma Ranti tersenyum, setelah menyerahkan dompet itu pada Nabila, Oma Ina ingin langsung pergi dari sana. Namun, Nabila malah menahan langkah keduanya.Sheyza sudah risau, takut kalau gadis yang masih berstatus adik iparnya itu mengenalinya. Jantung Sheyza sudah bertalu hebat, dia memejamkan kedua bola matanya sejenak guna menghalau debar di dadanya."Nenek ini sekadarnya. Maaf ya nek, ini mungkin tidak seberapa tapi ini sebagai ucapan terimakasih saya karena nenek sudah menemukan dompet saya."Dan siapa sangka, Nabila memberikan beberapa lembar uang merah kepada Oma Ina karena telah menemukan dompet gadis itu. Sheyza sedikit bisa bernafas lega
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 45

Sepuluh hari berlalu.Sudah satu Minggu lebih Sheyza tinggal dirumah Oma Ina, dan selama itu juga Sheyza merasa sungkan kepada Oma maupun Noah.Mereka memang selalu memperlakukan Sheyza dengan baik, terlebih Oma yang selalu mencurahkan kasih sayangnya. Tapi tetap saja Sheyza merasa tak enak hati.Selama Sheyza tinggal dirumah Oma Ina, Noah tidak tinggal satu atap dengannya. Tapi perlakuan pria itu tidak berubah. Noah terlalu berlebihan padanya membuat Sheyza merasa sungkan.Sheyza saja yang terlalu bodoh waktu itu karena mau-mau saja dibawa oleh Noah. Mestinya Sheyza menolak ajakan pria itu, mestinya dirinya tidak menerima bantuan pria itu. Dirinya semestinya tidak boleh seperti itu, biar bagaimanapun Noah bukan mahramnya. Terlebih Sheyza tau bagaimana perasaan pria itu padanya.Sheyza tidak mau Noah berharap lebih dengannya, bagaimana pun Noah adalah pria lajang sangat tidak pantas dengan Sheyza. Noah juga terus-menerus membicarakan hubungan keduanya setelah Sheyza hamil. Rasanya, Sh
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 46

Dimas menarik lengan Noah meminta penjelasan pada temannya. Apakah yang dimaksud oleh Oma Ina tadi Sheyza adiknya?Memang banyak didunia ini nama yang sama, tapi entah kenapa Dimas sangat yakin jika Sheyza yang dimaksud itu adalah adiknya."Sheyza? Dia??""Ya dia cewek yang gue ceritain sama Lo," sahut Noah cepat. "Oh iya, Lo bisa di sini dulu gue harus keluar cari Sheyza. Lo bisa temenin Oma dulu," Noah menepuk pelan pundak Dimas lalu berniat akan melangkahkan kakinya pergi. Namun, Dimas menahan tangannya.Noah menaikkan sebelah alisnya, menatap bingung temannya itu. "Kenapa?"Dimas merogoh saku celananya lalu mengambil dompet miliknya. Dimas mengambil sesuatu dari dalam dompet tersebut."Ini yang namanya Sheyza?" Tanya Dimas sambil menunjukkan sebuah foto dirinya bersama dengan Sheyza.Mata Noah awas lalu setelahnya melotot. "Lo? Lo, kok kenal sama Sheyza? Dan ini? Kok bisa foto sama Sheyza?""Dia orang yang Lo maksud?"Noah menganggukkan kepalanya. "Iya, dia orang yang gue ceritai
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 47

Sesampainya dirumah sakit yang kebetulan tidak jauh dari tempat itu, Noah langsung ditangani oleh seorang dokter. Sedangkan Sheyza dan Dimas duduk dibangku depan menunggu Noah.Hanya ada keheningan untuk beberapa saat, sebab mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Sheyza masih terlalu syok dengan kemunculan Abangnya yang telah lama menghilang, rasanya masih kesal mengingat bagaimana perjuangan dirinya selama ini tanpa Dimas disampingnya. Harusnya Dimas ada di dekatnya, Dimas yang selalu berjanji padanya dan sang ibu untuk selalu menjadi garis terdepan melindungi mereka jika sesuatu terjadi, namun pria itu malah mengkhianati janjinya sendiri. Dimas pergi tanpa kabar, sama sekali tidak peduli pada dirinya dan sang ibu yang pada saat itu kondisinya sedang tidak baik-baik saja.Bukankah sama saja Dimas dengan seseorang yang Sheyza sebut ayahnya? Mereka bahkan memiliki wajah yang sama. Mereka juga bisanya lari dari tanggung jawab.Sheyza benci mengingat hal itu, apa lagi dirinya harus k
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Bab 48

Nabila langsung menuju ke tempat yang telah dikirimkan oleh Ardi. Tadi Ardi sempat menghubungi Nabila menceritakan semua kejadian yang sempat Arzan ceritakan sebelumnya tentang Sheyza yang hampir terluka lagi karena ulah Anisa.Nabila yang kesal mendengar kabar itu langsung meminta Ardi mengirimkan alamat dimana Ardi tengah menangkap Anisa."Awas aja, kali ini gak akan aku biarkan kamu mengusik keluargaku lagi." Ucap Nabila sambil terus mengemudikan mobil miliknya.Beberapa menit setelahnya, Nabila telah sampai ditempat yang dimaksud oleh Ardi. Nabila langsung keluar dari dalam mobil lalu menghampiri Ardi dan beberapa orang bodyguard yang tengah menahan Anisa.Melihat perempuan itu, membuat Nabila muak sekali. Nabila langsung menyingsingkan lengan bajunya, beruntung Nabila mengenakan handsock, jadi aurat Nabila tidak terlihat sama sekali."Hei perempuan gila!" Pekik Nabila, matanya menyorot tajam ke arah Anisa yang masih memohon untuk dilepaskan.Ardi langsung menggaruk kepalanya yang
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Bab 49

"Bang Ardi tau dimana bang Arzan sekarang? Bila mau ketemu sama mbak Sheyza, kangen sama mbak Sheyza." Ucap Nabila setelah keduanya membawa Anisa ke kantor polisi. "Tadi katanya Gus Arzan beliau ada dirumah sakit Indah, ini gak tau udah pulang apa belum." "Mbak Sheyza dibawa ke rumah sakit? Tapi tadi bukannya bang Ardi bilang Anisa gak sampai celakain mbak Sheyza? Jadi kok mbak Sheyza nya dibawa rumah sakit sih?" Tanya Nabila bingung. Ardi menghela nafasnya kasar, menurutnya Nabila ini tidak ada kalem-kalemnya padahal Nabila anaknya seorang kyai. Malah menurut Ardi, Nabila ini terkesan sangat bar-bar. Apa lagi saat melihat bagaimana tadi Nabila menampar pipi Anisa. Ardi yang laki-laki saja sampai syok hebat. "Hish bang Ardi jawab! Jangan melamun!" Sentak Nabila kesal. Ardi tergeragap, meringis saat melihat wajah kesal Nabila. "Maaf ning, emm itu yang terluka temennya mbak Sheyza. Kalau mbak Sheyza Alhamdulillah gak kenapa-kenapa. Katanya Gus Arzan, temen mbak Sheyza yang nolongin
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 50

Arzan lebih banyak merenungi dirinya didalam kamar, bahkan saat diajak makan oleh Nabila, Arzan sama sekali tidak mau datang ke meja makan. Nabila, kyai Rofiq dan ummi Zulfa yang melihat itu sedih luar biasa. Mereka tadi sudah mendengar jika Sheyza pergi bersama dengan abangnya. Mereka terkejut tapi juga tidak bisa melakukan apapun. Terlebih kyai Rofiq masih merasa bersalah dengan semua yang sudah terjadi. Semua salahnya. Andai kyai Rofiq tidak terlalu membela Anisa, andai kyai Rofiq bersikap adil kemarin, mungkin hubungan anak laki-lakinya dengan Sheyza tidak akan sampai seperti ini. Kyai Rofiq juga yang meminta Arzan untuk menjauhi Sheyza. Bahkan melarangnya untuk menemuinya barang sebentar saja. Anisa menipu keluarganya berkali-kali lipat, sampai dengan tega meracuni istrinya. Tidak disangka, perempuan sepolos Anisa bisa berbuat seperti itu.Kemarin kyai Rofiq masih bersabar dengan tidak menegur Anisa, biar bagaimanapun Anisa sudah dia anggap anak sendiri beberapa tahun ini. Tapi
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status