Все главы Lima Tahun Usai Berpisah: Глава 31 - Глава 40

128

Bab 31

Bab 31Dia menatap kontrakan Lisa sejenak sebelum akhirnya meninggalkannya dengan sejuta pikiran yang berkecamuk dalam dadanya.Sementara itu, melihat kepergian mantan suaminya, Lisa menghembuskan nafas lega seketika."Terima kasih atas bantuannya, Pak Kenzi," ujar Lisa dengan tulus."Tidak masalah. Nona bisa memanggil saya kapan saja jika mantan suami Anda datang mengganggu," sahut Kenzi."Ma—mantan suami? Kamu tahu?" tanya Lisa shock."Saya sudah bilang tadi, saya tahu lebih dari yang Anda tahu," sahut Kenzi seraya menampilkan senyum misterius.Lisa terpaku di tempatnya seraya Kenzi dengan tatapan tak percaya. Batinnya kembali berkecamuk. "Sejauh apa mereka menyelidiki aku?" ujar Lisa dalam hati."Saya memang tampan, Nona, tapi tolong jangan menatap saya seperti itu. Takutnya nanti Nona jatuh cinta," ujar Kenzi tanpa menatap lawan bicaranya. Mendapat teguran seperti itu, Lisa terkesiap seketika. Waja
last updateПоследнее обновление : 2025-02-07
Читайте больше

Bab 32

Bab 32"Aku tidak menyangka kalau kamu cucu yang selama ini Kakek cari. Padahal kita teman sejak SMU," ujar Satria. Saat ini, mereka tengah berbincang ringan di gazebo belakang. Sementara itu, Davin sudah tertidur setelah makan siang tadi."Mungkin memang jalannya seperti ini. Aku sendiri pun juga tidak menyangka. Mama dan papa pergi tanpa meninggalkan alamat kakek. Saat itu, aku yang sebatang kara akhirnya di rawat oleh sahabat mama, pemilik panti asuhan di sebuah kota kecil," sahut Lisa seraya menerawang."Aku masih ingat peristiwa itu. Kecelakaan yang merenggut kedua orang tuamu, membuat kakek terpuruk dan harus dirawat di rumah sakit selama hampir tiga bulan. Beliau pun mengerahkan anak buahnya mencari kamu hampir di semua panti asuhan, tapi tidak ditemukan," ujar Kenzi."Panti asuhan tempatku tinggal memang jauh dari kota dan hanya panti asuhan kecil. Sejak panti digusur, kami beberapa kali pindah tempat sebelum akhirnya menetap di rumah yang
last updateПоследнее обновление : 2025-02-07
Читайте больше

Bab 33

Bab 33"Saya Lisa Anindya Yudhistira dan saya sudah membuat janji.""Baik, silahkan tunggu sebentar, saya cek dulu.""Maaf, tapi kata asistennya, beliau tidak ada janji dengan orang yang bernama Lisa. Jadi silahkan pulang!" ujar sang resepsionis."Saya membuat janji pribadi. Bisa langsung hubungi beliaunya?" pinta Lisa."Eh, Nona, denger ya. Ini bukan kantor moyang kamu, ngapain nyuruh-nyuruh kami. Makanya, jadi orang gak usah belagu, pakai acara bohong sudah buat janji pribadi segala.""Tahu tuh. Lebih baik kamu pulang saja deh, dari pada nanti diusir sama petugas keamanan," sahut resepsionis yang lain."Saya memang sudah membuat janji pribadi," sahut Lisa kekeuh."Apa buktinya? Kalau memang kamu membuat janji pribadi, bisa dong, menghubungi beliau secara pribadi," sahut resepsi pertama.Lisa tertegun di tempatnya. Pasalnya, dia tidak memiliki nomor ponsel Satria. Mereka kemarin hanya berbincang ringan tanpa sem
last updateПоследнее обновление : 2025-02-07
Читайте больше

Bab 34

Bab 34JEMPUT PAKSA"Ta—tapi, Pak ....""Kenapa? Ada masalah?" tanya Satria dengan wajah dingin."Ti—tidak, Pak. Baik, akan saya serahkan pada Lisa," sahut Salma akhirnya. Dengan berat hati, wanita tersebut pun menyerahkan berkas agenda kegiatan atasannya pada Lisa. Setelah meninggalkan ruangan Satria, Salma beranjak menuju toilet. Dadanya bergemuruh sejak tadi menahan amarah. "S1@l! Bagaimana bisa wanita itu tiba-tiba datang dan merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku?" ujarnya dengan geram."Dari mana wanita itu kenal dengan Pak Satria? Tidak. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus bisa merebut posisi itu kembali," lanjutnya pada dirinya sendiri.Saat tengah bermonolog, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia pun segera mengambil ponselnya dari saku, lalu menghubungi seseorang.Tuuut ... tuuut ... tuuut ....Panggilan pertama, diabaikan. Panggilan kedua, juga diabaikan. Setelah menunggu beb
last updateПоследнее обновление : 2025-02-08
Читайте больше

Bab 35

Bab 35"Mas Farhan," ujar Lisa lirih."Aku antar pulang," ujar Farhan."Tidak perlu. Aku sudah pesan taksi.""Tolong. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," pinta Farhan penuh harap."Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan," sahut Lisa dingin."Tidak, Lis. Kita harus bicara, aku mohon.""Cukup. Pergilah!" sentak Lisa dengan suara tertahan. Meskipun kesal, namun dia tidak ingin menjadi pusat perhatian di kantor barunya."Lisa, a—." Ucapan Farhan terhenti kala terdengar suara klakson panjang."Hei, cepat jalan. Mobilmu menghalangi," seru seorang pria dari balik kemudi."Maaf. Sebentar lagi!" seru Farhan."Ayo, aku tidak mau diamuk massa karena membuat kemacetan," ujar Farhan lagi pada Lisa."Bukan urusanku!""Lisa, aku tidak pergi kalau kamu tidak mau ikut denganku."Tin tin tiiin ....Terdengar bunyi klakson panjang membuat suasana semakin riuh dan memanas.Farhan melangkah ke bal
last updateПоследнее обновление : 2025-02-08
Читайте больше

Bab 36

Bab 36 KEGUNDAHAN FARHAN "Jangan membentakku, Mas. Pelakor seperti dia memang pantas diberi pelajaran," sahut Sonya tidak terima."Jaga bicaramu!" "Apa aku salah? Dia berusaha menggoda suamiku, apa aku harus diam saja?" Farhan melirik sekelilingnya sejenak. Kini mereka menjadi pusat perhatian karena keributan yang ditimbulkan oleh istrinya tersebut. Bahkan ada beberapa orang yang dengan sengaja merekamnya."Ayo kita pulang!" ujar Farhan."Gak. Aku harus memberi pelajaran pada pelakor ini!" sahut Sonya."Siapa yang pelakor? Aku atau kamu?" tanya Lisa dengan tenang."Tentu saja kamu. Dasar wanita murahan!" umpat Sonya dengan geram.Lisa tersenyum miring mendengar ucapan wanita di hadapannya tersebut."Siapa yang murahan? Jangan lupa, kalian bertunangan saat statusku masih istri sah Mas Farhan. Jadi, siapa di sini yang sebenarnya pelakor?" ujar Lisa lagi."Kamu!" "Kenapa? Apa aku salah?" ta
last updateПоследнее обновление : 2025-02-08
Читайте больше

Nab 37

Bab 37"Dok, bagaimana kondisi mama saya?" tanya Farhan. Setelah mamanya pingsan tadi, Farhan segera melarikan mamanya ke rumah sakit. Bayangan kehilangan satu-satunya orang tua yang tersisa membayang di pelupuk matanya."Kondisi Ibu Arum sudah stabil. Tolong jauhkan dari kabar yang mengejutkan yang sekiranya membahayakan jantungnya," sahut sang dokter memberikan nasehatnya."Baik, Dok. Terima kasih," sahut Farhan lirih. Setelah kepergian dokter dan perawat, Farhan melangkah menghampiri mamanya. Ditatapnya wanita paruh baya yang tengah terbaring lemah tersebut."Ma, tolong jangan seperti ini. Apakah aku harus terjebak selamanya dalam ikatan yang menyakitkan ini? Asal mama tahu, di sini bukan hanya aku yang tersiksa, tapi Sonya juga," ujar Farhan lirih. Pagi harinya, Sonya terbangun disambut dengan suasana yang sepi. Dia menatap tempat tidur di sebelahnya. Kosong. Bahkan spreinya tampak masih rapi pertanda belum ditempati sang empuny
last updateПоследнее обновление : 2025-02-09
Читайте больше

Bab 38

Bab 38TABRAK LARI"Aku hanya takut, Ma," sahut Sonya."Takut apa?""Takut ... kalau seandainya aku pergi, Mas Farhan akan berpaling sama wanita lain.""Ya sudah, biarin aja. Kamu bisa cari yang baru," sahut mama Sonya santai."Mama ...," rengek Sonya tidak terima dengan jawaban ibu kandungnya tersebut."Habisnya kamu jadi orang bodoh banget. Sudah tahu si Farhan gak pernah cinta sama kamu, masih saja dipertahankan. Cinta boleh, tapi bodoh jangan," omel mamanya."Lagian apa yang kamu pertahankan dari dia? Sudah gak bisa menghargai perasaan kamu, keluarganya benalu lagi.""Tapi kan dia baik, Ma, perhatian juga, gak pernah kasar sama aku," sahut Sonya."Makan tuh perhatian," sentak mamanya dengan kesal. Papa Sonya yang duduk di bangku depan bersama sang sopir, hanya bisa geleng-geleng kepala. Bukan sekali dua kali anak istrinya berdebat untuk hal yang sama. Sayangnya, putrinya yang terlanjur cinta mat
last updateПоследнее обновление : 2025-02-09
Читайте больше

Bab 39

Bab 39"Eh iya, aku belum izin. Satria pasti nyariin kenapa aku belum datang.""Sudah saya izinkan, Nona. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaiknya Nona istirahat saja," ujar Kenzi."Baiklah kalau begitu." "Em ... pak Kenzi," ujar Lisa setelah hening beberapa saat."Iya, Nona? Ada yang perlu saya lakukan lagi?""Eh, tidak. Aku mau bilang terima kasih karena Pak Kenzi sudah beberapa kali menyelamatkan saya," ujar Lisa tulus."Anda sudah berkali-kali mengucapkan terima kasih, Nona," sahut Kenzi seraya mengulas sebuah senyuman."He .... mau bagaimana lagi. Pak Kenzi sudah banyak membantu saya beberapa hari ini," ujar Lisa."Itu sudah tugas saya, Nona. Kalau boleh saya mengajukan permintaan, ....""Katakan saja. Kalau aku bisa, pasti aku kabulkan," sahut Lisa dengan cepat."Kalau boleh, tolong jangan panggil saya pak. Saya belum setua itu. Anda boleh langsung memanggil nama saja," pinta Kenzi."Em ..
last updateПоследнее обновление : 2025-02-09
Читайте больше

Bab 40

Bab 40Setelah berbincang dengan suamiku di taman rumah sakit, aku meninggalkannya dan melangkah menuju ruangan mertuaku dirawat. Mama dan papa pasti juga masih menunggu di sana."Sudah berpamitan sama suamimu?" tanya papa saat aku datang menghampiri."Sudah, Pa, di taman tadi," sahutku."Sonya, kalau Farhan punya salah, tolong dimaafkan ya!" pinta mertuaku."Maksud Mama apa?" tanyaku pura-pura tidak paham."Namanya orang berumah tangga kan, tidak selalu mulus. Pasti ada aja cobaannya. Kalau Farhan berbuat kesalahan, tolong diluruskan dan dimaafkan," ujar mama mertua lagi."Tergantung kesalahannya sih, Ma. Kalau kesalahan kecil sih tidak masalah, tapi kalau sudah menyangkut perselingkuhan, aku tidak akan memaafkannya," sahutku dengan tegas. Aku ingin melihat apakah mertuaku sudah tahu mengenai keberadaan mantan istri mas Farhan atau belum."Ti—tidak. Mama yakin dia tidak mungkin mengkhianati kamu.""Oya? Bisa jadi kan
last updateПоследнее обновление : 2025-02-10
Читайте больше
Предыдущий
123456
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status