Все главы Lima Tahun Usai Berpisah: Глава 41 - Глава 50

128

Bab 41

Bab 41Satria menatap wanita di hadapannya dengan tajam."Kalau kamu tidak tahu apa-apa, lebih baik diam. Jangan sampai ucapanmu menjadi bumerang untuk kamu sendiri," ujar Satria, lalu melangkah meninggalkan mantan adik ipar Lisa tersebut."Ish, dikasih tahu juga, malah ngeyel. Gimana ya, cara dapetin dia? Biar pun Pak Satria itu dingin, tapi kan tampan, tajir lagi," gumam Salma pada dirinya sendiri.Satria melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Lisa dirawat. Meskipun harus berdebat sengit dengan Kenzi, namun akhirnya dia berhasil mendapatkan nama rumah sakitnya.Satu jam kemudian, dia sudah tiba di lokasi. Dengan tergesa dia segera melangkah menuju ruangan Lisa."Gimana kondisi kamu?" tanya Satria. Diamatinya Lisa yang tengah terbaring dengan beberapa perban di beberapa tempat."Aku gak papa, cuma memang harus nunggu hasil pemeriksaan dokter aja, takutnya ada yang serius. Akhirnya harus rawat inap deh," sahut Lisa.
last updateПоследнее обновление : 2025-02-10
Читайте больше

Bab 42

Bab 42MUNGKINKAH?"Anda bisa bicara dengan Lisa jika dia mengizinkan," sahut Kenzi seraya melirik Lisa yang masih mendekap Davin. Spontan, Lisa menggelengkan kepalanya. Sementara itu, Satria masih menjadi penonton perdebatan mereka. "Lisa, kita harus bicara!" seru Farhan tidak terima dengan penolakan mantan istrinya tersebut. Lagi, Lisa hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan dekapannya pada Davin.Farhan menatap mantan istrinya tersebut dengan tatapan nelangsa. Melihat ekspresi ketakutannya, perlahan Farhan berusaha meredam emosinya."Lisa, tolonglah, kita harus bicara. Aku ingin tahu status anak itu," pinta Farhan dengan memelas."Dia bukan anakmu. Pergilah!" sahut Lisa tanpa berani menatap Farhan."Lisa ....""Dia sudah memberikan jawabannya. Pergilah sebelum saya panggilkan satpam karena membuat keributan di ruangan pasien," ancam Kenzi.Keheningan menyelimuti ruangan. Farhan menatap mereka berd
last updateПоследнее обновление : 2025-02-10
Читайте больше

Bab 43

Bab 43TAWARAN SATRIADi ruang tunggu bandara, Sonya duduk dengan tenang meski wajahnya tampak lelah. Papa Bagas menemaninya, tampak serius namun berusaha tenang.“Jaga dirimu baik-baik di sana, ya. Semuanya sudah diurus. Kau hanya perlu fokus sembuh,” kata Papa Bagas sambil menggenggam tangan Sonya.Sonya tersenyum lemah. “Aku akan baik-baik saja, Pa. Jangan khawatir.”Papa Bagas melirik Farhan yang berdiri di sudut. Ia kemudian berkata tegas, “Kami akan pergi. Tapi jangan pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan. Aku akan mengawasi setiap langkahmu. Jangan coba-coba macam-macam selama Sonya pergi.”Farhan hanya bisa mengangguk, “Saya mengerti, Pa.”Sesaat kemudian, Sonya dan Papa Bagas berangkat menuju pesawat. Farhan berdiri di tempatnya dengan perasaan berkecamuk. Pikirannya kembali pada Lisa dan Davin. Wajah Davin yang begitu mirip dengannya di masa kecil tidak bisa ia lupakan.---Di lain tempat, Lisa
last updateПоследнее обновление : 2025-02-11
Читайте больше

Bab 44

Bab 44Lisa mendesah berat, merasa lelah dengan sikap Farhan yang terus-menerus mencoba mendekatinya. “Aku tidak punya waktu, Farhan. Apa pun yang ingin kau katakan, aku sudah mendengarnya sebelumnya.”Farhan tidak mundur. “Ini penting, Lisa. Aku hanya butuh beberapa menit saja.”Lisa menatapnya dengan dingin. “Aku tidak punya apa pun untuk dibicarakan denganmu, Farhan. Kita sudah selesai.”“Kau tidak mengerti, Lisa! Aku hanya ingin meminta penjelasan—”“Tidak ada yang perlu dijelaskan!” potong Lisa, nadanya mulai naik. “Aku sudah lelah, Farhan. Tolong, hentikan ini.”Satria, yang mendengarkan perdebatan itu, maju satu langkah untuk menengahi. “Farhan, Lisa sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin bicara. Hargai keputusannya.”Farhan melirik Satria dengan tidak senang. “Ini bukan urusanmu, Satria. Ini antara aku dan Lisa.”Satria tetap tenang, meskipun wajahnya tegas. “Lisa sekarang adalah bagian dari tanggung jaw
last updateПоследнее обновление : 2025-02-11
Читайте больше

Bab 45

Bab 45KENANGAN DI AKHIR PEKAN Ibu Farhan mendekat dengan mata menyala penuh kemarahan. “Kau berani menuntut Salma? Kau pikir bisa sembarangan mempermalukan keluarga kami?! Kau memang perempuan yang tega menghancurkan rumah tangga anakku, dan sekarang kau ingin menghancurkan hidup anakku yang lainnya ?!”"Maaf, Nyonya, saya tidak mengerti maksud Anda," sahut Lisa berusaha tenang."Tidak mengerti? Jangan pura-pura bodoh. Salma di bawa ke kantor polisi karena dituduh melakukan tabrak lari. Kamu kan yang melakukannya?" sentak wanita paruh baya tersebut.Lisa pun mulai paham arah pembicaraan wanita di hadapannya tersebut. Semalam Kenzi sudah memberitahu dirinya mengenai masalah ini. Hanya saja, dia tidak menyangka jik pelakunya adalah. Salma, adik Farhan.Lisa berdiri dari kursinya, menatap ibu Farhan dengan tegas. “Nyonya Arum yang terhormat, ini masalah hukum. Apa yang Salma lakukan adalah sebuah pelanggaran, dan saya hanya ingin keadilan.”
last updateПоследнее обновление : 2025-02-11
Читайте больше

Bab 46

Bab 46Sepulang kantor, Lisa disambut oleh Davin yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan wajah cemberut. Melihat ibunya datang, anak itu segera berlari dan merenggek, "Mama, ayo jalan-jalan. Davin bosan di rumah terus.”Lisa tersenyum lelah. Hari di kantor sungguh melelahkan dengan berbagai keributan dan bisik-bisik karyawan tentang dirinya dan Satria. Namun, melihat wajah cerah Davin, Lisa tak sanggup menolak permintaan putranya.“Mama capek, Nak. Tapi bagaimana kalau besok saja kita jalan-jalan, ya? Mama janji,” ucap Lisa sambil mengelus kepala Davin.Davin menggembungkan pipinya, tanda protes. “Tapi besoknya janji ya, Ma? Davin pengen main sama Mama.”Lisa tertawa kecil. “Iya, Davin. Besok, ya.”Keesokan harinya, Lisa memenuhi janjinya. Ia mengajak Davin ke Timezone, tempat favorit anak-anak untuk bermain. Dengan dikawal langsung oleh Kenzi, mereka menghabiskan waktu bersama.Ketika mereka sampai di Timezone, Davi
last updateПоследнее обновление : 2025-02-12
Читайте больше

Bab 47

Bab 47FAKTA YANG TERUNGKAP Kenzi menatap Lisa sejenak sebelum melanjutkan, “Anda tahu, Nona ... apa pun yang terjadi, saya akan selalu ada untuk kalian. Tuan Muda adalah anak yang luar biasa. Dia pantas mendapatkan kebahagiaan dan perlindungan.”Lisa terdiam mendengar kata-kata itu. Ia tahu Kenzi berkata dengan tulus."Aku tahu, kamu memang selalu bisa diandalkan," sahut Lisa. Jauh di dalam hatinya, Lisa tidak bisa mengabaikan betapa besar peran Kenzi dalam hidupnya dan Davin akhir-akhir ini. Dia selalu ada saat dibutuhkan. Meskipun kehadirannya karena tuntutan pekerjaan, namun hal itu sangat berarti untuk Davin.Namun, di balik keceriaan Davin dan perhatian Kenzi, ada sesuatu yang jauh lebih besar yang sedang bergulir—sebuah ancaman yang tidak mereka sadari.Sementara itu, Kenzi mulai menyadari bahwa perasaannya terhadap Lisa semakin berkembang. Setiap kali dia melihat senyum lembut Lisa atau mendengar suaranya yang lembut saa
last updateПоследнее обновление : 2025-02-12
Читайте больше

Bab 48

Bab 48Malam itu, Lisa berbaring di ranjangnya, menatap langit-langit kamar. Pikiran-pikirannya berputar-putar, mencoba mencari jawaban atas semua kekacauan ini. Apa yang harus dia lakukan? Siapa yang bisa dia percayai? Dan bagaimana dia bisa melindungi Davin dari segala ancaman yang datang?Dalam kegelapan, Lisa tahu bahwa tidak ada jalan mudah ke depan. Tapi dia juga tahu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak bisa lagi lari dari kenyataan. Sebuah keputusan besar menantinya, dan dia harus siap untuk menghadapi konsekuensinya.Pagi itu, Lisa bangun dengan perasaan yang masih berat. Meskipun Satria sudah menegaskan akan selalu ada untuknya, ketakutan tentang Farhan dan masa depan Davin tidak juga hilang. Lisa tahu, waktu terus berjalan dan keputusan besar harus segera diambil.Saat Lisa tiba di kantor, suasana terasa lebih hening dari biasanya. Para karyawan sesekali mencuri pandang ke arahnya, dan bisik-bisik terdengar di sudut-sudut ru
last updateПоследнее обновление : 2025-02-12
Читайте больше

Bab 49

Bab 49CEMBURULisa menghela napas panjang. “Farhan, kita sudah membahas ini tadi malam. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil Davin dari hidupku.”Farhan menyilangkan tangannya, nada suaranya tegas. “Aku tidak ingin memisahkan kalian. Tapi aku juga ingin menjadi bagian dari hidupnya. Dia anakku juga, Lisa. Kamu tidak bisa terus menyembunyikan kebenaran ini.”Sebelum Lisa bisa merespons, Davin tiba-tiba muncul dari balik pintu dan melihat Farhan. “Mama, itu siapa?”Farhan terdiam sesaat, matanya tertuju pada anak laki-laki kecil itu. Ada rasa haru yang tidak bisa dia sembunyikan. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia melihat Davin, kali ini terasa berbeda. Farhan sadar bahwa dia adalah bagian dari bocah itu, darah dagingnya.Lisa dengan cepat mendekap Davin dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. “Davin, masuk dulu ya, Mama mau bicara sebentar.”Setelah memastikan Davin masuk ke kamarnya, Lisa kembali ke depan pintu dan berhad
last updateПоследнее обновление : 2025-02-13
Читайте больше

Bab 50

Bab 50Setelah beberapa saat keheningan, Kakek Rio menarik napas dalam-dalam. “Baiklah, aku akan memberikan kalian waktu untuk berpikir. Tapi ingat, masalah ini tidak bisa berlarut-larut. Semakin lama kita menunda, semakin banyak kesempatan Farhan untuk memengaruhi situasi.”Malam harinya, Lisa duduk di kamarnya sambil memandang Davin yang sudah tertidur pulas. Pikiran Lisa terus berputar tentang lamaran Satria dan apa yang harus dia lakukan.Di satu sisi, dia merasa terlindungi dengan adanya Satria di sampingnya. Satria adalah pria yang tegas dan dapat diandalkan. Tapi di sisi lain, perasaannya pada Kenzi semakin menguat, meski dia tahu bahwa Kenzi selama ini bersikap profesional dan menahan perasaannya.Lisa merasa terjebak di antara dua pria, di antara cinta dan kewajiban, di antara masa lalu dan masa depan. Dan di balik semua itu, Farhan kini sudah tahu tentang Davin.Masa depan terasa semakin tidak pasti.Sementara itu, di tempat
last updateПоследнее обновление : 2025-02-13
Читайте больше
Предыдущий
1
...
34567
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status