All Chapters of Lima Tahun Usai Berpisah: Chapter 61 - Chapter 70

128 Chapters

Bab 61

Bab 61Farhan merasa hatinya hampir meledak. Air mata yang dia tahan akhirnya jatuh juga. Dia menarik napas panjang, mencoba tetap tenang di hadapan putranya. Tangan besarnya dengan lembut mengusap punggung Davin, mencoba menenangkan bocah kecil itu yang tampak begitu terluka."Davin, Papa janji... Papa akan datang lagi. Papa gak akan ninggalin kamu, ya?" ulangnya lagi, kali ini dengan lebih lembut.Lisa akhirnya melangkah maju, berusaha membantu menenangkan situasi. Dia menunduk, menyentuh bahu kecil Davin dengan lembut. "Sayang, Papa harus pulang sekarang. Tapi nanti Papa akan datang lagi, kok. Kamu bisa main sama Papa lagi.""Gak mau. Papa gak boleh pergi," seru Davin yang tetap kekeuh dengan keinginannya. Lisa dan Farhan pun mulai kesalahan membujuknya."Lisa, tolong izinkan aku nemenin dia sampai tertidur. Aku janji akan pergi setelahnya," pinta Farhan. Batinnya pun ikut teriris mendengar tangisan putranya. Lisa yang sudah
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Bab 62

Bab 62Setelah beberapa saat, Farhan akhirnya berdiri perlahan, berusaha tidak membuat suara yang bisa membangunkan Davin. Dia melangkah ke pintu, menoleh sekali lagi ke arah anaknya yang masih terlelap, lalu perlahan menutup pintu kamar dengan hati-hati.Di luar kamar, Lisa sedang menunggu di ruang tamu. Saat Farhan keluar, mereka bertatapan sejenak. Suasana antara mereka terasa lebih damai malam itu, meskipun masih ada banyak hal yang belum terselesaikan. Farhan berjalan mendekat, berhenti di depan Lisa.Lisa menatapnya penuh arti, ada kehangatan di matanya meskipun ia masih tampak lelah. "Dia sudah tidur?" tanyanya pelan.Farhan mengangguk. "Sudah. Dia sangat senang hari ini. Terima kasih sudah mengizinkan aku menghabiskan waktu dengan Davin."Lisa tersenyum kecil, lalu menarik napas panjang. "Kamu papa kandungnya, Farhan. Davin berhak mengenalmu. Aku hanya ingin yang terbaik untuknya," ucap Lisa dengan jujur.Farhan mengangguk pelan, matanya menunjukkan rasa terima kasih yang tulu
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Bab 63

Bab 63"Sonya, dengarkan aku. Masalah Davin, aku tidak bisa menghalanginya. Apapun alasannya, Farhan adalah ayah kandungnya. Davin berhak untuk mengenalnya, begitu pun sebaliknya. Untuk masalah Farhan, aku tidak pernah berfikiran untuk merebut dia darimu. Barang yang sudah aku buang, tidak mungkin aku pungut lagi," sahut Lisa dengan tegas. "Baik, aku pegang ucapanmu. Jangan karena kamu cucu Tuan Rio, kamu bisa menggunakan kekuasaannya untuk menekanku," sentak Sonya. Lisa tersenyum tipis mendengar ucapan orang yang sudah merusak rumah tangganya tersebut."Aku bukan kamu yang rela menghalalkan segala cara demi tujuannya. Tenang saja. Nikmati saja hari-harimu."***Setelah pertemuan dengan Sonya, Lisa merasa tertekan. Dia duduk di gazebo, mencoba menenangkan pikirannya, tapi kata-kata Sonya terus terngiang. Sebuah ketukan di pintu mengagetkannya.Kenzi yang melihat kondisi Lisa, merasa tak tega. Perlahan, dia melangkah dan hendak mengha
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Bab 64

Bab 64Lisa menarik napas lega. “Terima kasih, Farhan. Aku juga tidak ingin Davin terjebak di antara kita. Mungkin… kita bisa mencoba mengasuhnya secara bergilir.”Farhan tersenyum kecil. "Itu yang aku pikirkan. Aku ingin Davin juga merasakan kehadiranku dalam hidupnya, tapi aku tahu kau tetap bagian terpenting dalam hidupnya."Lisa mengangguk, setuju dengan usul Farhan. “Kita bisa bicarakan jadwalnya. Yang penting, Davin tidak kehilangan salah satu dari kita.”Farhan tersenyum lega. "Setuju. Aku juga ingin membawanya tidur di rumahku sesekali. Apa kau setuju?"Lisa terdiam sejenak, menimbang permintaan itu. Akhirnya, dia mengangguk. "Baiklah, Farhan. Tapi tolong, jaga dia dengan baik."Farhan tersenyum, kali ini dengan penuh kebahagiaan. "Tentu saja, Lisa."Keesokan harinya, di rumah Farhan, Davin bersiap-siap tidur di kamar yang telah disiapkan khusus untuknya. Farhan melihat putranya dari pintu, pe
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 65

Bab 65Dengan lembut, Lisa memeluk Davin erat. “Sayang, dengar ya... Mama dan papa memang tidak bisa tinggal bersama lagi, tapi itu bukan berarti papa tidak sayang sama kamu. Papa akan selalu ada buat kamu, begitu juga mama.”Davin tidak menjawab, hanya memeluk Lisa lebih erat sambil menumpahkan air matanya. Lisa mengusap punggung putranya, berusaha menenangkan.“Mama janji, kamu gak akan pernah kehilangan papa. Kamu bisa ketemu papa kapan saja, dan papa akan selalu ada untuk kamu. Tapi... untuk tinggal bersama lagi, itu tidak mungkin.”“Kenapa gak mungkin, Ma?” Davin bertanya lagi, suaranya serak karena menangis.Lisa terdiam sesaat, lalu menjawab dengan lembut, “Karena... ada banyak hal yang sudah terjadi di antara mama dan papa. Kami sudah memilih jalan yang berbeda. Tapi yang penting sekarang adalah kamu tetap punya dua orang tua yang sayang banget sama kamu.”Davin terisak, masih belum sepenuhnya mengerti, tapi dia mulai ten
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 66

Bab 66"Mas..."Farhan menunduk, mendekatkan diri agar bisa mendengar suaranya dengan jelas."Aku di sini. Ada apa?" tanya Farhan.Sonya tersenyum lemah."Aku ingin kita bicara... tentang sesuatu yang penting."Farhan terdiam, melihat wajah pucat Sonya yang tampak begitu lelah. Dia tahu ini bukan percakapan biasa. Ada sesuatu yang lebih berat yang ingin disampaikan oleh Sonya.Sonya menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Mas... aku tahu selama ini aku sudah banyak salah. Aku... aku menyadari aku telah menghancurkan kebahagiaanmu.""Sonya, jangan bicara seperti itu. Aku juga punya kesalahan. Semua yang terjadi bukan cuma karena kamu," sahut Farhan lirih."Aku tahu, tapi aku ingin minta maaf. Aku yang mendorong kamu jauh dari Lisa. Aku yang membuatmu terjebak di antara perasaanmu padanya dan tanggung jawabmu padaku."Farhan menunduk, merasakan kehangatan air mata yang mulai mengalir di
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 67

Bab 67Waktu berlalu perlahan bagi Farhan. Meskipun dukungan Lisa dan Davin membantunya melewati masa-masa sulit, luka yang ditinggalkan oleh kematian Sonya belum sepenuhnya sembuh. Setiap kali melihat Davin, Farhan merasa ada harapan, tapi setiap kali berada sendirian, perasaan bersalah dan duka kembali menghantui.Di hari-hari berikutnya, Farhan mulai lebih sering berinteraksi dengan Lisa. Bukan hanya sebagai orang tua dari Davin, tapi sebagai sahabat yang saling mendukung. Lisa selalu hadir, menemani Farhan melewati momen-momen sulit, meskipun hubungan mereka belum kembali seperti dulu.Lisa sendiri semakin sering menghabiskan waktu dengan Satria. Hubungan mereka berkembang secara alami, meski Lisa belum sepenuhnya membuka hati. Satria selalu sabar, menunggu Lisa siap, dan kehadirannya memberikan kenyamanan yang stabil dalam hidup Lisa.Davin juga mulai semakin dekat dengan Satria. Setiap kali mereka bertiga menghabiskan waktu bersama, Satria s
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Bab 68

Bab 68KECELAKAAN DI TENGAH MALAMMalam sudah larut. Farhan mengemudi seorang diri di jalan yang lengang, satu-satunya penerangan berasal dari lampu mobilnya yang menerobos gelapnya malam. Jarum jam di dasbor menunjukkan pukul 11.45 malam. Kelopak matanya terasa berat setelah seharian bekerja. Beberapa kali ia menarik napas panjang, mencoba mengusir kantuk yang mulai datang.Di jalanan yang sepi, ia sesekali melihat bayangan pepohonan yang bergoyang tertiup angin. Suasana begitu hening, hanya suara mesin mobil yang terdengar mengisi kesunyian. Sesekali, ia melirik kaca spion, memastikan tak ada kendaraan lain di belakangnya.BRAK!Farhan tersentak ketika mobilnya menghantam sesuatu. Ia segera menginjak rem dalam-dalam. Jantungnya berdegup kencang, dan tangannya mencengkeram setir erat-erat. Saat menoleh ke depan, matanya membelalak melihat seseorang tergeletak di jalan.“Ya Tuhan…”Dalam beberapa detik, ia hanya duduk terpaku, men
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Bab 69

Bab 69Aku ingin kamu… menikahi putriku, Najwa.”Ruangan mendadak terasa membeku.Najwa mendongak dengan mata membelalak. “Ayah, apa yang Ayah katakan?"Pria itu tersenyum tipis, meski tampak sangat lemah. “Najwa… kau sendirian di dunia ini. Aku tidak ingin meninggalkanmu tanpa perlindungan…” suaranya semakin melemah, tetapi setiap kata yang ia ucapkan begitu jelas.Farhan merasakan jantungnya berdegup kencang. “Pak, saya ....”Pria itu menggenggam tangannya, meski cengkeramannya lemah. “Aku memohon padamu…”Air mata Najwa kembali mengalir. “Ayah, jangan seperti ini… Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak butuh pernikahan seperti ini.”Dengan lemah, pra itu menggelengkan kepalanya.“Aku ingin pergi dengan tenang, mengetahui bahwa kau akan baik-baik saja…”Farhan merasakan dilema yang luar biasa. Ia ingin menolak. Bagaimana mungkin ia menikahi seseorang yang baru saja ditemuinya? Tetapi, melihat mata
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Bab 70

Bab 70SATU MINGGU KEMUDIAN Satu Minggu kemudian, Farhan kembali dan menjemput Najwa. Meskipun enggan, mau tidak mau dia harus ikut pria tersebut. Apapun alasannya, pria itu saat ini telah sah menjadi suaminya.Setelah menempuh perjalanan hampir lima jam, mereka pun sampai di apartemen. Najwa menatap gedung tinggi di hadapannya dengan perasaan campur aduk.“Perhatikan caranya agar kamu bisa keluar masuk sendiri tanpa bantuanku,” ujar Farhan. Meskipun tak menjawab apa-apa, namun Najwa tetap memperhatikan bagaimana caranya dan nomor lantai tempat dia akan tinggal.Sesampainya di depan apartemen, Farhan segera membuka pintu setelah sebelumnya memasukkan kode kunci pintunya. Najwa masuk seraya menatap sekelilingnya dengan perasaan takjub. Apartemen itu didesain dengan tema sederhana, namun elegan, sangat kentara jika pemiliknya adalah seorang pria. Semakin ke dalam, mata Najwa semakin dimanjakan dengan perabotan yang terlihat mewah dan berkelas.
last updateLast Updated : 2025-02-20
Read more
PREV
1
...
56789
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status