All Chapters of Lima Tahun Usai Berpisah: Chapter 81 - Chapter 90

128 Chapters

Bab 81

Bab 81 Najwa baru saja merebahkan tubuhnya setelah seharian di kampus ketika bel pintu apartemennya berbunyi. Dengan malas, Najwa pun melangkah dan membukakan pintu. Najwa menelan ludah kasar saat menyadari siapa yang datang. Arum. Ibu Farhan itu menatapnya tajam, seolah Najwa adalah noda yang mencemari hidup putranya. “Kamu masih di sini?” suara Arum terdengar tajam. Najwa tidak langsung menjawab. Ia mencoba menenangkan dirinya, meskipun jantungnya berdegup kencang. “Saya… baru pulang dari kampus,” jawabnya pelan. Arum melipat tangan di dadanya, tatapannya penuh penghinaan. "Jangan pura-pura polos, Najwa. Kamu tahu betul kenapa aku ada di sini. Aku ingin kamu keluar dari kehidupan Farhan.” Najwa mengepalkan tangannya. Ia sudah menduga bahwa Arum tidak menyukainya, tetapi mendengar kata-kata itu langsung dari mulut wanita itu tetap menyakitkan.
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Bab 82

Bab 82Jonathan tersenyum kecut mendengar ucapan sahabatnya tersebut. Nyatanya, yang dia ucapkan memang benar adanya. Entah sudah berapa banyak barang branded yang dia beli untuk menyenangkan kekasihnya tersebut, belum lagi uang yang dia gelontorkan untuk perawatan kecantikan dan jajan wanita itu. “Jo, daripada sama Hera, mending lo deketin cewek model begitu. Dijamin pasti masih ori!” ujar Tio seraya menunjuk salah satu arah dengan dagunya. “Yang mana?” tanya Gerry penasaran. “Yang pakai baju hijau itu,” sahut Tio. Spontan, mereka menoleh dan menatap arah yang ditunjuk pria tersebut. Jonathan tersenyum tipis saat menyadari siapa yang ditunjuk sahabatnya tersebut.“Manis,” ujar Gerry. “Ya udah, lo gebet sana!” sahut Jonathan.“Mana boleh? Silvy mau gue kemanakan?” protes Gerry.“Kali aja lo khilaf,” sahut Tio seraya terkekeh.“Gak akan. Si Jonathan tuh, mumpung jomblo,” sahut Gerry.“Bukan tipe gue!”
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 83

Bab 83“Hai, mau gue antar pulang?” tawar Jonathan yang tiba-tiba muncul di hadapan Najwa. Saat ini, Najwa tengah menunggu taksi online yang dipesannya melalui aplikasi.“Gak, makasih!” sahut Najwa cuek.“Ayolah, kita kan tetangga!” bujuk Jonathan.“Udah dibilang gak usah, ya gak usah. Kenapa ngeyel sih?” protes Najwa. “Gue kan cuma pengen nganterin situ pulang,” bujuk Jonathan.“Gak perlu!” sahut Najwa ketus. Mendapat jawaban ketus Najwa, bukannya marah, Jonathan justru terkekeh geli.“Ternyata lo galak juga ya!” ujar Jonathan dengan senyum dikulum.“Baru tahu?”“Sayangnya iya dan itu bikin gue makin penasaran,” ujar Jonathan seraya berbisik.“Jangan dekat-dekat,” sentak Najwa.“Jangan galak-galak dong. Asal kamu tahu, di kampus ini gue ini jadi pria paling didambakan jadi pacar,” sahut Jonathan dengan penuh percaya diri.“Itu mereka, bukan aku,” sahut Najwa. Selang tak berapa lama kemudian, taksi y
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 84

Bab 84Farhan merasa sangat terkejut saat mendapati seorang pria keluar dari apartemennya. Spontan, dia menatap Najwa dengan tajam. Mendapat tatapan sedemikian rupa, Najwa hanya bisa menundukkan wajahnya. Farhan mengalihkan pandangannya pada Jonathan.“Siapa kamu? Kenapa ada di sini?” tanya Farhan dingin pada Jonathan. Jonathan melirik Najwa sejenak sebelum menjawab pertanyaan pria di hadapannya.“Saya Jonathan, Om, tetangga sebelah sekaligus teman Najwa di kampus. Wa, aku balik dulu ya!” pamitnya lagi. Usai berpamitan, dia pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan unit tersebut. Belum jauh dia melangkah, pintu unit yang ditinggali Najwa ditutup seketika. Farhan kembali menatap Najwa dengan tajam. Sementara itu, Najwa masih menundukkan wajahnya tidak berani menatap wajah pria tersebut.“Berani sekali kamu memasukkan seorang pria ke apartemen,” ujar Farhan dingin.“Ma—maaf, Om. Ta—tadi itu ... dia bantu aku bawa barang belanja
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 85

Bab 85Najwa berjalan mondar-mandir di depan kamar Farhan dengan gelisah. Berulang kali dia mencoba mengetuk pintu tersebut, namun berulang kali pula dia mengurungkannya. Najwa benar-benar dilanda kegelisahan.Najwa menghembuskan nafas panjang beberapa kali. Setelah merasa agak tenang, Najwa mencoba meyakinkan hatinya untuk mengetuk pintu tersebut. Sementara itu, di dalam kamarnya, Farhan merasa gelisah. Mengingat seorang pria telah masuk ke dalam apartemennya, membuatnya merasa tidak nyaman. Bukan tidak rela jika Najwa dekat dengan seseorang, hanya saja menurutnya ini masih belum waktunya. Dia baru saja memulai kuliahnya. Seharusnya dia fokus pada kuliahnya terlebih dahulu, baru memikirkan masalah lain.Farhan menghembuskan nafas panjang beberapa kali. Bukan niatnya untuk menghalangi pergaulan gadis itu, hanya saja dia merasa bertanggung jawab dengan pergaulannya. Dia tidak mau kecolongan sehingga gadis itu sampai salah jalan.
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 86

Bab 86Kring .... Baru saja dia menyelesaikan jam kuliahnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Jonathan segera merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Ternyata, sebuah panggilan dari sang mama.“Halo, Ma!” sahut Jonathan.“Sayang, nanti kamu makan siang di rumah ya! Mama kangen nih sama kamu!” ujar wanita paruh baya tersebut.“Tapi, Ma ....”“Ayolah, Jonathan. Apa kamu gak kangen sama mama?” bujuk wanita tersebut dengan suara sendu. Jonathan menghela nafas panjang sejenak.“Baiklah, Ma, nanti aku akan datang,” sahut Jonathan memutuskan.“Syukurlah. Ya sudah, mama tutup dulu teleponnya. Mama mau masak makanan kesukaan kamu!” ujar wanita tersebut dengan suara yang sudah berubah ceria. Usai menutup panggilannya, beliau segera melangkah ke dapur dan mempersiapkan semuanya.“Bi, siang ini saya yang masak ya! Bibi kerjakan pekerjaan yang lain saja!” ujar wanita tersebut dengan senyum yang masih mengembang sempurna.“Baik, Nyonya!” Se
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 87

Bab 87"Mama masak apa hari ini?" tanya Jonathan mengalihkan pembicaraan, lalu kembali duduk di posisinya."Makanan kesukaan kamu. Ayam saus asam manis sama udang krispi. Itu mama juga masak sayur kalau kamu mau," sahut wanita paruh baya tersebut."Banyak sekali, Ma!""Tentu saja, kamu harus menghabiskan semuanya!" "Mana bisa? Aku bisa gemuk nanti," protes Jonathan."Tidak akan. Ayo cepat dimakan. Pokoknya semuanya harus kamu habiskan!" ujar wanita tersebut dengan tegas. Beliau pun segera mengambil piring putra kesayangannya tersebut, lalu mengisinya dengan makanan yang telah tersedia."Sudah, Ma, jangan banyak-banyak!" protes Jonathan."Kamu harus makan yang banyak. Lihatlah, tubuhmu semakin kurus. Pasti makanmu tidak terjaga. Lebih baik kamu kembali ke rumah ini," bujuk mamanya."Siapa bilang? Aku makan dengan baik disana!""Kamu pikir mama percaya? Sudah, cepetan dimakan!" Tanpa protes lagi, Jonathan pun melah
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 88

Bab 88 Farhan tengah mengadakan meeting dengan salah seorang bisnisnya di sebuah restoran. Usai melakukan meeting dan hendak meninggalkan restoran tersebut, Farhan mengernyitkan dahi saat sekelebatan melihat sosok yang dikenalnya masuk ke dalam hotel. Tak ingin dilanda penasaran, Farhan diam-diam mengikutinya. Tasya bergelayut manja di lengan sang kekasih. Sementara itu, Marcel memeluk pinggang wanita itu dengan posesif. Setelah mereka masuk ke dalam kamar hotel, tak menunggu lama, Marcel segera melancarkan serangannya. Suasana kamar pun memanas seketika. Tok tok tok …. Marcel dan Tasya yang tengah asyik memadu kasih, tak mengindahkan suara ketukan dari luar. Mereka terus melanjutkan aksinya yang masih setengah jalan. Rasanya mereka tidak rela jika harus menghentikannya di tengah-tengah. Tok tok tok. Pintu kamar mereka kembali diketuk. Namun, lagi-lagi mereka tak mengindahkannya. Dor dor dor. Suara ketukan ta
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 89

Bab 89"Kok uang lagi sih, Cel. Aku kan baru ngasih kamu tiga hari yang lalu," sahut Tasya."Mau bagaimana lagi? Aku tidak mau mati kebosanan saat kamu sibuk dengan laki-laki itu," ujar pria tersebut santai."Tapi kan bukan dengan minta uang lagi. Kamu kan tahu akhir-akhir ini jobku lagi sepi," sahut Tasya."Baiklah, kalau kamu tidak mau memberikannya, tidak masalah. Aku bisa minta sama Tanta Ve—.""Iya, nanti aku transfer. Awas saja kalau kamu berani macam-macam di belakangku!" ancam Tasya."Asalkan kamu bisa memenuhi kebutuhanku, aku tidak mungkin macam-macam," sahut Marcel seraya memeluk wanita tersebut dari belakang."Lepaskan, Cel. Aku sudah terlanjur berdandan. Aku tidak mau kalau harus mandi lagi setelah ini," ujar Tasya. Dengan muka ditekuk, terpaksa Marcel melepaskan pelukannya."Aku akan nemui kamu kalau urusanku sudah selesai." Usai mengatakan hal itu dan mengecup bibir sang kekasih untuk sesaat, dia
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 90

Bab 90Pria tersebut terkekeh sejenak seraya menatap wajah Najwa yang tampak terkejut. "Kaget ya?" ujar Jonathan, pria yang menyapa Najwa."Kok kamu ada disini?" tanya Najwa dengan mimik wajah penuh kebingungan. "Kenapa? Gak boleh?" sahut Jonathan santai. Najwa menghembuskan nafas panjang sejenak mengurai kekesalan yang mulai menyusup ke dalam hatinya.“Kamu gak lagi nguntit aku kan?” tanya Najwa penuh selidik.“Wkwkwk ... gaklah, ngapain juga? Lagian, mana bisa aku masuk kesini kalau cuma sekedar nguntit kamu doang?” sahut Jonathan seraya terkekeh.‘Benar juga. Tadi kan Om Farhan masuk dengan nunjukin undangannya,’ ujar Najwa dalam hati.“Aku diajak mama tadi. Papa lagi sakit, jadi aku yang diminta nemenin. Kamu sama om itu?” tanya Jonathan.“Om Farhan,” sahut Najwa seraya menganggukkan kepalanya.“Oh ya, bagaimana kalau kita ngobrol disana saja? kayaknya suasananya lebih enak deh!” ujar Jonathan.“Duh, gimana y
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more
PREV
1
...
7891011
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status