Bab 92“Ada deh. Ayo!” Jonathan bergeming di tempatnya.“Kita gak diajak nih?” sahut Nindy.“Maunya sih gitu, sayangnya aku bawa motor, hanya bisa bawa satu penumpang,” sahut Jonathan seraya nyengir kuda."Idih, alesan!" gerutu Nindy."Wkwkwk … lain kali saja, aku janji!""Benar ya, awas kalau bohong!" ancam Nindy."Iya, bawel ah. Ayo, Wa," ujar Jonathan lagi."Udah, sana pergi, mumpung masih jam segini," usir Nindy. Dengan terpaksa Najwa naik ke boncengan motor pria tersebut setelah sebelumnya mengenakan helm. Jonathan melajukan motor sportnya dengan tenang. Sementara itu, di bangku belakang, Najwa berusaha sekuat tenaga agar tubuhnya tidak melorot dan memeluk pria di hadapannya. "Kita mau kemana sih?" tanya Najwa saat menyadari Jonathan tidak juga menghentikan laju motornya.Setelah bertahan hampir tiga puluh menit, akhirnya Jonathan menghentikan laju motornya di sebuah taman.“Akhirnya ...,” ujar Najwa seraya m
Terakhir Diperbarui : 2025-02-27 Baca selengkapnya