Semua Bab Lima Tahun Usai Berpisah: Bab 91 - Bab 100

128 Bab

Bab 91

Bab 91Farhan terdiam sesaat, lalu mengusap pipi Davin."Papa sibuk, Nak. Tapi papa akan selalu ada untukmu, kapan pun kamu butuh."Davin tersenyum puas. Ia kemudian menggandeng tangan Farhan, mengajaknya duduk di bangku taman.Cukup lama Farhan menemani Davin berbincang seraya bermain. Setelah merasa puas, dia pun berpamitan."Davin, Papa pulang dulu ya. Lain kali kita ketemu lagi," ujar Farhan."Oke, Pa."Usai berpamitan, Farhan kembali melangkah menuju area resepsi. Dia menatap sekelilingnya mencari keberadaan istri kecilnya yang telah ditinggalkan cukup lama.Tiba-tiba, matanya menangkap bayangan sepasang anak manusia yang tengah berduaan.Dan benar saja, setelah mendekat, Farhan yakin jika itu adalah Najwa dan tetangga sebelah rumahnya.“Najwa!” seru Farhan. Najwa dan Jonathan terkesiap seketika. Spontan, Najwa bangkit dari posisinya, lalu menatap Farhan yang tengah melangkah menghampiri mereka.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-27
Baca selengkapnya

Bab 92

Bab 92“Ada deh. Ayo!” Jonathan bergeming di tempatnya.“Kita gak diajak nih?” sahut Nindy.“Maunya sih gitu, sayangnya aku bawa motor, hanya bisa bawa satu penumpang,” sahut Jonathan seraya nyengir kuda."Idih, alesan!" gerutu Nindy."Wkwkwk … lain kali saja, aku janji!""Benar ya, awas kalau bohong!" ancam Nindy."Iya, bawel ah. Ayo, Wa," ujar Jonathan lagi."Udah, sana pergi, mumpung masih jam segini," usir Nindy. Dengan terpaksa Najwa naik ke boncengan motor pria tersebut setelah sebelumnya mengenakan helm. Jonathan melajukan motor sportnya dengan tenang. Sementara itu, di bangku belakang, Najwa berusaha sekuat tenaga agar tubuhnya tidak melorot dan memeluk pria di hadapannya. "Kita mau kemana sih?" tanya Najwa saat menyadari Jonathan tidak juga menghentikan laju motornya.Setelah bertahan hampir tiga puluh menit, akhirnya Jonathan menghentikan laju motornya di sebuah taman.“Akhirnya ...,” ujar Najwa seraya m
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-27
Baca selengkapnya

Bab 93

Bab 93Jonathan tersenyum tipis seraya melirik gadis di belakangnya, menatap wajahnya yang semburat memerah. Entah kenapa, dia suka sekali wajah memerah itu. Menurutnya, Najwa terlihat semakin menggemaskan.Selang tak berapa lama kemudian, motor Jonathan sudah memasuki area parkir. Perlahan, Najwa melepaskan pelukannya, lalu turun dari boncengan. Dia tidak berani menatap Jonathan karena merasa sangat malu. 'Bisa-bisanya aku meluk dia seerat itu!' ujar Najwa dalam hati. Tanpa dia sadari, ada sepasang mata yang menatap interaksi mereka dengan hati yang membara, sepasang mata milik Farhan.Farhan baru saja pulang kantor dan memarkirkan mobilnya saat melihat motor Jonathan memasuki area parkir. Bukannya segera turun, dia malah bertahan di mobilnya seraya mengamati interaksi mereka. Hatinya mendidih melihat Najwa yang memeluk pinggang pria lain dengan erat.'Dasar! Bisa-bisanya dia memeluk pria itu dengan erat!' umpat Farhan.'Apa kamu c
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-27
Baca selengkapnya

Bab 94

Bab 94"Om!" protes Najwa lirih. Dia yang sudah bisa menguasai diri, berusaha mendorong tubuh Farhan menjauh. Sayangnya, tenaganya yang kalah jauh, membuat tubuh Farhan tak bergeser sedikitpun. Justru Farhan malah berhasil mencengkram dan mengunci kedua telapak tangan Najwa."Masih berani berbohong?" tanya Farhan mengintimidasi. Najwa menatap pria di hadapannya dengan perasaan kesal. 'berani sekali dia mencuri ciuman pertamaku!' rutuk Najwa dalam hati."Oke, aku pulang sama Jonathan. Memangnya kenapa? Toh kami tidak berbuat yang macam-macam. Kami hanya pulang bersama, itu saja!" sahut Najwa dengan kesal. Mendengar pengakuan gadis di hadapannya, Farhan kembali mendaratkan ciumannya. Kali ini bukan sekedar kecupan biasa, namun dia juga melumat bibir gadis itu. Awalnya, Najwa berusaha memberontak, namun tak bisa karena Farhan mengunci tubuhnya sehingga dia tak dapat berkutik. Farhan meraih tengkuk Najwa untuk memperdala
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

Bab 95

Bab 95“Sudah tahu lancang, kenapa masih diulangi?” tanya Najwa dengan perasaan dongkol. Namun, dia masih belum berani menatap lawan bicaranya.“Seperti yang om katakan tadi, om tidak merasa bersalah. Itu adalah bentuk hukuman untuk kamu karena berani dekat dengan seorang pria. Meskipun dalam perjanjian kita tidak akan saling mengganggu privasi masing-masing, tapi disini kamu masih tanggungjawabku. Jadi, aku tidak mengizinkan kamu pacaran, apalagi dengan pria brengsek itu!” ujar Farhan dengan tegas.“Dia bukan pria brengsek dan kami tidak pacaran!” sahut Najwa masih dengan perasaan dongkol.“Terserah! Yang jelas, itu aturan dari om!” ujar Farhan santai. Najwa mendengus dengan kesal. ‘Bisa-bisanya dia tidak merasa bersalah karena sudah mencuri ciuman pertamaku!’ omel Najwa dalam hati. Farhan menatap Najwa yang masih memberengut kesal. Tanpa sadar, pandangannya tertuju pada bibir tipis milik gadis itu. Bayangan kejadian semalam kembali ber
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

Bab 96

Bab 96"Aku melakukannya karena cemburu. Aku gak suka kamu dekat-dekat sama dia!" sahut Hera membela diri."Kita sudah putus. Jadi jangan mengganggu hidupku lagi," sahut Jonathan."Aku gak mau kita putus, Jo. Aku masih sayang sama kamu," rengek Hera. Jonathan mengibaskan tangannya tanda tak peduli dengan ucapan gadis itu. Dia justru kembali menoleh pada Najwa yang sudah bersiap untuk meninggalkan kantin."Wa, aku antar pulang!" "Gak perlu!" sahut Najwa. Najwa mengembalikan jaket pria itu, lalu mengayunkan langkahnya meninggalkan kantin dengan diikuti oleh teman-temannya."Berani kamu mengganggu dia lagi, aku gak akan tinggal diam, ingat itu!" Usai mengancam Hera, Jonathan berlari kecil menyusul Najwa. Melihat penampilan Najwa yang berantakan, dia benar-benar merasa tidak tega."Wa, aku antar ya!" ujar Jonathan setelah berhasil menyusul langkah gadis itu."Tidak perlu, aku bisa naik taksi," sahut Najwa tanpa menoleh. "Naj
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

Bab 97

Bab 97Gelak tawa teman-temannya pecah saat Farhan akhirnya menyerah. Ia meneguk minuman itu. Sensasi panas langsung menyengat tenggorokannya."Nah, gitu dong!" seru Raka, menuangkan minuman lagi.Farhan sempat ragu, tetapi setelah dipaksa lagi, ia kembali minum. Gelas pertama habis, disusul gelas kedua, lalu ketiga.Lama-kelamaan, pikirannya mulai kabur. Kepalanya terasa ringan, dan tawa lepas keluar dari bibirnya.Lalu, tiba-tiba seorang pria di bar menabrak bahu Farhan. Gelas di tangannya hampir jatuh."Hati-hati, dong!" gerutu Farhan, suaranya terdengar lebih keras dari yang ia maksudkan.Pria itu menoleh dengan tatapan tajam. "Apa lo?"Farhan berdiri, ekspresinya menantang. "Lo yang nabrak gue!"Raka dan Andre langsung menarik Farhan ke belakang sebelum keadaan memburuk."Udah, Han! Santai aja! Jangan cari ribut!" ujar Andre cepat.Pria itu masih menatap tajam, tetapi akhirnya men
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Bab 98

Bab 98 "Minggir, aku nengok kekasihku!" seru wanita tersebut. "Maaf, Kak, tapi bisakah kakak kesini lagi nanti? Om Farhan baru saja minum obat dan tidur, tolong jangan diganggu," ujar Najwa memberikan penjelasan. "Siapa yang mau ganggu sih? Aku kesini mau nengok," sentak Tasya. "Aku tahu, Kak, tapi tolong, biarkan Om Farhan istirahat dulu. Nanti kalau Om Farhan sudah bangun, kakak bisa kesini lagi," bujuk Najwa. "Memangnya kamu siapa berani ngatur-ngatur aku? Minggir," seru Tasya seraya mendorong tubuh Najwa hingga dia jatuh terjerembab. "Aw!" seru Najwa. Tubuhnya sukses membentur lantai hingga dia jatuh tersungkur. Tak mengindahkan kondisi Najwa, Tasya segera masuk ke dalam kamar. Di sana, dia melihat sang kekasih tengah meringkuk di atas tempat tidur pulas. Perlahan, Tasya melangkah mendekat dan duduk di salah satu tepi tempat tidur. Tasya menatap wajah tampan sang kekasih begitu lama.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Bab 99

Bab 99 "Sudah lebih baik. Kamu bolos?" tanya Farhan lagi. "Iya, Om. Aku gak tega ninggalin om sendirian di rumah," sahut Najwa. "Oh ya, Om, tadi kak Tasya kesini," lanjut Najwa memberikan laporan. "Tasya?" "Iya, Om. Tadi sempat lihat kondisi Om sebentar terus pulang lagi. Katanya nanti mau kesini lagi," sahut Najwa. Farhan mengusap wajahnya kasar. "Tolong buatkan teh hangat!" pinta Farhan seraya memejamkan matanya. Najwa pun menurut. Selang tak berapa lama kemudian, secangkir teh hangat telah tersaji di depan Farhan. "Om!" ujar Najwa. Dia turut duduk di ruang makan menemani pria tersebut yang tengah menikmati tehnya. "Hm!" "Kenapa Om pulang mabuk? Apa ada masalah?" tanya Najwa. Farhan tak menjawab. Dia justru kembali menyeruput teh hangatnya. "Om tidak mau cerita?" tanya Najwa lagi. "Gak usah kamu pikirkan. Maaf sudah merepotkan kamu semalam,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-01
Baca selengkapnya

Bab 100

Bab 100 "Sudah kubilang, jangan pernah berhubungan dengan pria itu," ujar Farhan dingin, lalu melangkah meninggalkan Najwa yang masih menatapnya penuh kebingungan. Untuk beberapa saat, Najwa terpaku di tempatnya. Namun, sesaat kemudian, Najwa kembali membuka pintu apartemen. "Ya Tuhan, Kak Jonathan!" seru Najwa terkejut. Ditatapnya pria di hadapannya dengan tatapan nanar. Sementara itu, Jonathan menatap Najwa dengan wajah memelas seraya meringis kesakitan. Najwa bergidik ngeri melihat darah yang merembes di hidung Jonathan. "Ayo masuk!" ujar Najwa beberapa saat kemudian setelah menguasai keadaan. "Kakak duduk sini saja, aku ambilkan obat!" ujar Najwa. Dia segera bergegas mencari peralatan P3K dan air hangat. "Aw sakit!" seru Jonathan kala Najwa mengompres hidungnya dengan air hangat. "Gak usah manja," omel Najwa tanpa menghentikan aksinya. "Ini beneran sakit tahu. Om k
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status