Bab 113Najwa menggenggam tali tasnya erat, jemarinya mengepal dengan kuat. Matanya menatap tajam ke arah wanita di hadapannya, seolah membangun tembok tinggi agar tidak ada satu pun kata yang bisa menembusnya."Kita tidak punya urusan, Nyonya," sahutnya dingin, nada suaranya tegas dan tak terbantahkan.Fara menelan ludah. Ada kesedihan yang jelas tergambar di wajahnya, tetapi ia tidak mundur."Wa, Ibu mohon. Ibu hanya ingin—""Berhenti menyebut diri Anda Ibu, karena Anda bukan ibu saya," sentak Najwa, suaranya bergetar karena emosi yang ia tahan.Fara terdiam. Kata-kata itu terasa seperti belati yang menancap langsung ke hatinya."Najwa...." bisiknya lirih, suaranya mengandung harapan, permohonan, dan rasa bersalah yang mendalam.Sayangnya ,Najwa tidak tergerak. "Anda membuang waktu saya, Nyonya."Tanpa memberi kesempatan bagi Fara untuk bicara lagi, Najwa berbalik dan melangkah pergi dengan cepat.Namun, tiba-tiba, sebuah tangan terulur dan menggenggam pergelangan tangannya erat."N
Terakhir Diperbarui : 2025-03-11 Baca selengkapnya