Semua Bab Lima Tahun Usai Berpisah: Bab 101 - Bab 110

128 Bab

Bab 101

Bab 101 Dor … dor … dor …. “Najwa! Buka pintunya!” seru Farhan. “Najwa, cepat buka sebelum aku dobrak!” seru Farhan lagi. Farhan menunggu dengan gelisah. Pintu di depannya tidak juga kunjung terbuka. "Na—." Baru saja dia hendak kembali berseru, tiba-tiba terdengar anak kunci diputar. Najwa berdiri di hadapannya tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Bersiaplah! Kita keluar!" ujar Farhan memberi perintah. "Aku tidak mau," sahut Najwa. Farhan menatap wanita di hadapannya seraya berusaha menahan emosinya. "Aku tidak menerima penolakan. Kuberi waktu lima menit. Segeralah bersiap kalau tidak mau aku seret dengan penampilan seadanya!" Usai mengatakan hal itu, Farhan segera melangkah meninggalkan wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut. Alih-alih kembali ke kamar, Farhan memilih menunggunya di ruang tamu. Sementara itu, Najwa kembali menutup pintu kamarnya dengan kesal.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Bab 102

Bab 102“Kak Hera nyariin kamu,” sahut Nindy akhirnya.“Terus, masalahnya apa?” tanya Najwa.“Kamu lupa dengan kejadian perundungan waktu itu?” tanya Nindy balik.“Katanya kalian tidak takut,” goda Najwa pada kedua sahabatnya tersebut.“Ini bukan masalah takut dan tidak, tapi masalahnya dia bawa bala bantuan,” sahut Nindy.“Kalian itu bicara apa sih? Aku gak ngerti deh!” sahut Najwa masih dengan mimik penuh kebingungan."Sudahlah … yang penting kita disini dulu saja sampai Dira kasih kabar. Dia tadi kita suruh nyariin Kak Jonathan," ujar Nindy."Kenapa harus libatin Kak Jonathan sih?" "Mau gimana lagi. Masalah ini terjadi gara-gara dia. Coba kalau dia gak deketin kamu, pasti masalah ini tidak akan terjadi," sahut Nindy sewot. Najwa menghela nafas panjang sejenak.'Benar juga ucapan Nindy. Sejak kenal Kak Jonathan, aku sering terkena masalah. Bukan hanya di kampus, di rumah pun Om Farhan juga suka marah,' ujar Naj
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Bab 103

Bab 103"Jonathan!" seru wanita tersebut seraya menghampiri mereka, lalu memeluknya."Kamu kemana saja? Lama gak mampir kesini," ujar wanita tersebut."Maaf, Tan, di kampus lagi banyak tugas," sahut Jonathan sambil cengengesan."Memang dasar kamu ya!" ujar wanita tersebut. Tiba-tiba, perhatiannya beralih pada gadis yang berada di belakang Jonathan. Untuk beberapa saat, dia tertegun. Cukup lama dia menatap Najwa dan tatapan mereka saling beradu "Oh ya, Tan, kenalkan, ini teman kuliah aku, namanya Najwa," ujar Jonathan memperkenalkan diri. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan menarik tersebut pun kembali tersadar, lalu mengulas sebuah senyuman."Halo, Cantik. Saya Fara, tantenya Jonathan," ujar wanita tersebut seraya mengulurkan tangan pada Najwa. Najwa yang masih tertegun di tempatnya, menatap uluran tangan tersebut dengan perasaan yang entah, sulit dijelaskan."Wa," bisik Jonathan seraya menyenggol lengan Na
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Bab 104

Bab 104"Coba juga yang ini. Selain black forest, red velvet juga termasuk dalam jajaran favorit disini ," ujar Jonathan seraya menyodorkan piring yang lain. Tanpa canggung, Najwa segera mencicipi kue tersebut. Dia yang pada dasarnya penyuka cake, sangat menikmati momen tersebut."Ini juga luar biasa!" ujar Najwa tanpa melepaskan senyum di wajahnya."Aku senang kalau kamu menyukainya. Katakan saja kalau kamu mau belajar, aku yakin Tante Fara pasti dengan hati mengajari kamu," ujar Jonathan. Mendengar nama wanita tersebut, mood Najwa anjlok seketika. Entah kenapa, meskipun berusaha menepis, namun dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika mereka begitu mirip. Meskipun setelah sekian tahun tidak bertemu dan penampilannya jauh berbeda, namun Najwa tidak mungkin melupakan wajah itu, wajah yang selalu dia rindukan siang dan malam."Kenapa? Ada yang salah?" tanya Jonathan heran kala menyadari perubahan ekspresi gadis di hadapannya ter
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Bab 105

Bab 105Jonathan melajukan motornya membelah jalanan. Bayangan wajah sendu Najwa terus berkelebat dalam benaknya. Gadis itu jelas terpukul, dan ia ingin tahu alasannya.Tidak bisa mengabaikan rasa penasaran yang mengganggunya, ia kembali menuju bakery milik tantenya. Saat tiba, suasana toko sudah masih tampak ramai. Jonathan segera melangkah menuju ruangan tantenya. “Tante,” panggil Jonathan.Fara menoleh, sedikit terkejut melihat keponakannya berdiri di ambang pintu. Ia mencoba tersenyum, tetapi jelas ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.“Kamu masih di sini? Ada yang bisa Tante bantu?” tanyanya, berusaha terdengar biasa saja.Jonathan berjalan mendekat, sorot matanya serius. “Aku ingin bertanya tentang Najwa.”Fara terdiam seketika.“Apa hubungan Tante dengan Najwa?” Jonathan langsung ke intinya."A—apa maksudmu, Jo?" tanya Fara gugup.“Najwa terlihat begitu marah dan terluka tad
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Bab 106

Bab 106Kamu Tidak SendirianFarhan duduk di ruang makan, menatap Najwa yang tengah menyiapkan makanan tanpa suara. Wajah gadis itu sembab, mata yang biasanya cerah kini tampak redup dan lelah. Ada sesuatu yang jelas mengganggunya, tetapi ia berusaha menutupi dengan pura-pura sibuk di dapur.Farhan memperhatikannya dengan penuh perhatian. Gerak-geriknya tampak sedikit lebih lambat dari biasanya, seolah pikirannya sedang melayang ke tempat lain. Namun, ketika ia menyadari Farhan sedang menatapnya, Najwa buru-buru memalingkan wajah."Wa, kamu sakit?" tanya Farhan, suaranya terdengar datar tapi penuh kekhawatiran.Najwa tersentak kecil. "Ha? Apa, Om?" sahutnya dengan ekspresi bingung. Ia segera menggeleng. "Owh, gak. Aku baik-baik saja," lanjutnya dengan senyum yang terlalu dipaksakan.Farhan tidak percaya begitu saja. "Duduk!" perintahnya tegas.Najwa menoleh sekilas, lalu menggeleng halus sambil berusaha tetap tersen
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Bab 107

Bab 107Najwa berhenti sejenak, tapi wajahnya tetap tertutup, ekspresinya keras dan dingin. Ia menghela napas, mencoba menahan emosi yang ingin keluar. "Maaf, Jo, aku sudah hampir terlambat masuk kelas," sahut Najwa, lalu kembali mengayunkan langkahnya."Lima menit saja," ujar Jonathan lagi seraya menahan pergelangan tangan Najwa. Spontan, Najwa menghentakkan pegangan Jonathan hingga terlepas."Maaf," ujar Jonathan merasa tidak enak."Tolong beri aku waktu sebentar saja. Tante Fara....""Aku tak ingin membahas masalah itu lagi. Anggap saja kita tidak pernah kesana." Usai mengatakan hal itu, Najwa segera berlari meninggalkan pria tersebut.Najwa melangkah pergi tanpa menunggu respon dari Jonathan, meninggalkan pria itu terdiam di tempatnya. Jonathan berdiri di sana, menatap punggung Najwa yang semakin menjauh. Ia merasa ada jurang yang tak terlihat, yang semakin lebar di antara mereka.***Farhan baru saja pulang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Bab 108

Bab 108Najwa menatap pria itu sejenak sebelum menjawab, "Aku melamar pekerjaan."Alis Farhan bertaut. "Apa?"Najwa menegakkan bahunya. "Aku ingin bekerja, Om. Aku tidak bisa terus bergantung padamu."Farhan menatapnya lama, lalu mengusap wajahnya dengan frustrasi. "Najwa, kenapa tiba-tiba begini?""Ini bukan tiba-tiba," Najwa berkata dengan nada pelan tapi tegas. "Aku harus mandiri, Om. Aku harus mulai mencari jalan sendiri."Farhan menghela napas panjang, mencoba menahan emosinya. "Kamu tahu kalau aku bisa mencukupi semua kebutuhanmu, kan? Kamu tidak perlu bekerja.""Itu bukan soal uang," kata Najwa. "Ini tentang harga diriku. Aku tidak mau terus hidup dalam perlindunganmu tanpa bisa berbuat apa-apa untuk diriku sendiri."Farhan menatapnya tajam.Mungkin ini pertama kalinya Najwa berbicara dengan keyakinan seperti itu."Apa kamu sudah memikirkan ini baik-baik?"Najwa mengangguk manta
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Bab 109

Bab 109Najwa melangkah masuk ke dalam butik bersama Farhan, matanya berkeliling menelusuri interior butik yang elegan dengan desain modern. Rak-rak pakaian tertata rapi, menampilkan koleksi busana eksklusif dengan pencahayaan yang mempertegas keindahan setiap potongannya. Aroma lembut parfum ruangan menyambutnya, menambah kesan mewah yang kental di butik itu."Om, ini butik milik Tante Sonya?" tanya Najwa pelan, sedikit ragu.Farhan mengangguk. "Iya. Dulu dia yang mengelolanya, tapi sejak dia sakit, butik ini dikelola oleh orang kepercayaannya."Najwa terdiam sejenak, mencoba menata pikirannya. Ia tahu tentang Sonya, mantan istri Farhan, tetapi ia tidak pernah menyangka akan bekerja di tempat yang pernah menjadi bagian dari hidup wanita itu."Najwa."Suara Farhan membuyarkan lamunannya. Ia menoleh dan melihat seorang wanita berusia sekitar akhir tiga puluhan berjalan mendekat. Wanita itu berpenampilan profesional dengan kemeja putih yang dipadukan dengan celana bahan hitam, rambutny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Bab 110

Bab 110Suasana butik cukup ramai sore itu. Najwa, yang masih belajar, berusaha membantu sebisanya. Namun, saat ia sedang membereskan rak baju, seorang pelanggan datang dengan ekspresi tidak sabar.“Mbak! Sini sebentar!” suara perempuan paruh baya dengan dandanan mencolok itu terdengar nyaring.Najwa segera menghampiri. “Iya, ada yang bisa saya bantu, Nyonya?”Pelanggan itu menghela napas panjang, seolah kelelahan hanya karena menunggu. “Saya sudah keliling butik ini, tapi nggak ada yang benar-benar cocok. Kamu bisa kasih rekomendasi atau nggak?”Najwa menelan ludah, mencoba mengingat instruksi Alya tadi. "Nyonya mencari baju untuk acara apa?”“Ya jelas pesta lah!” katanya, memutar bola matanya. “Saya butuh sesuatu yang elegan tapi tetap menonjol. Jangan yang pasaran!”Najwa segera mencari beberapa pilihan, tetapi setiap kali ia menunjukkan sesuatu, pelanggan itu selalu menggeleng dengan ekspresi tidak puas.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status