Bab 59Lisa menarik napas dalam-dalam, merasa hatinya mencelos, lalu mengangguk pelan. "Iya, Nak. Ini papa kamu."Farhan menatapnya dengan mata yang penuh air mata, lalu kembali memeluk anak itu. Kali ini, lebih erat, lebih dalam, seolah dia berusaha menyalurkan semua perasaan yang tertahan bertahun-tahun. Ada perasaan hangat yang menyeruak di dalam hatinya. Farhan tahu, ini bukan pelukan yang biasa. Ini adalah pelukan seorang ayah yang baru menemukan kembali anaknya, dan pelukan itu penuh dengan harapan, cinta, dan penyesalan.Di dalam pelukan itu, Farhan merasa sebuah kekosongan besar dalam hidupnya mulai terisi. Ada sesuatu yang dulu hilang dan kini kembali. Namun, bersama kebahagiaan itu, muncul pula rasa bersalah yang menggigit. Dia menyadari, kenapa tidak sejak awal? Kenapa tidak sejak mengetahui fakta bahwa Davin adalah putranya, dia segera menemui anak itu? Kenapa malah membiarkan ego dan rasa marahnya menguasai dirinya, hi
Last Updated : 2025-02-16 Read more