All Chapters of Lima Tahun Usai Berpisah: Chapter 51 - Chapter 60

128 Chapters

Bab 51

Bab 51Mendengar nama Farhan membuat Lisa terdiam. Dia tahu bahwa kenyataan Farhan adalah ayah Davin kini menghantuinya setiap saat. Namun, yang lebih menakutkan adalah pikiran bahwa mungkin Farhan tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Lisa kembali.---Sementara itu, di sisi lain kota, Farhan duduk di ruang kantornya dengan ekspresi penuh tekad. Surat hasil tes DNA ada di tangannya. Dia sudah menghubungi pengacaranya, bersiap untuk langkah berikutnya. Dia tidak akan membiarkan Lisa membawa pergi anaknya begitu saja. Jika Lisa menolak rujuk dengannya, maka dia akan memperjuangkan hak asuh Davin di pengadilan.Farhan tahu bahwa perjuangannya untuk mendapatkan Davin tidak akan mudah. Lisa pasti akan melakukan apa saja untuk mempertahankan anak mereka. Tapi setelah mengetahui bahwa Davin adalah anaknya, Farhan merasa dia berhak untuk memperjuangkan hak asuhnya.Namun, di tengah semua rencananya, Farhan masih merasa ada sesuatu ya
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 52

Bab 52Lisa menggigit bibir bawahnya, pikirannya berputar. "Aku tidak tahu. Farhan memang ingin hak asuh Davin, tapi aku tidak berpikir dia akan mengancamku seperti ini. Setidaknya, bukan dengan cara yang pengecut seperti ini."Kenzi mengangguk pelan, mencoba menganalisis situasi dengan lebih tenang. "Kalau begitu, kita harus berjaga-jaga. Siapa pun pengirimnya, kita tidak bisa meremehkan ancaman ini. Saya akan memastikan keamanan di sekitar tuan muda diperketat."Lisa mengangguk, tapi wajahnya masih tampak cemas. "Aku hanya ingin memastikan Davin aman. Aku tidak peduli dengan diriku sendiri. Aku hanya... aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padanya.""Anda jangan khawatir. Saya akan memastikan semuanya aman."Mata Lisa berkaca-kaca, tapi dia berusaha menahan air mata. “Terima kasih, Mas.”Kenzi menatap Lisa sendu. Seandainya bisa, dia ingin membawa wanita yang sudah mengisi hatinya itu ke dalam pelukann
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 53

Bab 53Keesokan harinya, di kantor, Lisa duduk gelisah di kursinya, memandangi ponselnya yang sejak tadi tidak berhenti berdering. Pesan ancaman dari nomor tak dikenal terus masuk, memerintahkannya untuk menjauhkan Davin dari Farhan atau dia akan mengambil langkah drastis. Lisa tidak tahu harus bagaimana lagi.Di tengah kegelisahannya, tiba-tiba ponselnya berdering. Tubuh Lisa berjingkat seketika saking terkejutnya. Dia menatap layar ponselnya. Hatinya semakin gundah saat menyadari siapa yang sedang melakukan panggilan."Halo," ujar Lisa."Aku tunggu di cafe depan kantormu jam makan siang. Jangan sampai terlambat." Belum sempat Lisa mengatakan apapun, panggilan sudah dimatikan.Lisa menghela nafas panjang sejenak, lalu melirik layar ponselnya. Sudah waktunya makan siang. Tanpa banyak pertimbangan, Lisa segera bangkit dan menerima ajakan pertemuan tersebut.Mau tidak mau, suka tidak suka, dia tahu dia harus berangkat. Lisa tidak m
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 54

Bab 54Saat jam istirahat hampir usai, pria tersebut mendekati Davin, berpura-pura menjadi seseorang yang hendak menjemput. "Nak, ayo pulang. Aku diutus untuk membawamu."Davin, yang tak mengenal pria itu, hanya mengernyit. "Tapi... aku masih mau main, Om. Aku belum boleh pulang."Melihat interaksi itu, Kenzi bergegas menghampiri. "Tuan Muda! Ayo, kita ke kelas sekarang." Suaranya sedikit tegas namun penuh perhatian. Dia meraih tangan Davin dan mencoba menjauh dari pria misterius itu.Pria tersebut tak menyerah, mencoba bersikap santai. "Aku di sini untuk menjemput dia. Atas perintah keluarganya," katanya sambil tersenyum lebar yang terasa dipaksakan.Kenzi tak terpancing. "Cukup, dia dalam pengawasanku. Kalau ada urusan, bicarakan dengan pihak sekolah."Pria itu semakin frustrasi, dan ketika dia mencoba mendekati Davin lagi, Kenzi dengan sigap memberikan isyarat pada satpam sekolah yang langsung mendekat. Melihat situa
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 55

Bab 55Lisa, yang sejak awal sidang berusaha tetap tenang, kini mulai merasa emosinya tak terkendali. Dia mencengkeram pinggiran bangku, matanya menatap lurus pada Farhan. "Farhan, kamu tidak bisa begitu saja merebut Davin dariku! Aku yang membesarkannya! Di mana kamu selama ini?" suaranya mulai gemetar.Farhan menoleh perlahan ke arah Lisa. "Aku tidak tahu dia anakku, Lisa. Kalau aku tahu dari awal, aku pasti akan ada di sana. Kamu yang menyembunyikan ini dariku!"Kenzi yang duduk di samping Lisa, langsung meraih tangannya. "Tenang, Nona. Ini bukan tempatnya untuk emosi. Kita harus tetap fokus."Namun, amarah Lisa sulit dibendung. Dia mengalihkan pandangannya kepada Farhan dengan penuh luka. "Kamu selalu begitu, Farhan. Selalu berpikir semuanya bisa kamu kendalikan! Davin bukan hanya sekadar hasil dari sebuah tes DNA! Dia anakku!"Satria, yang duduk di sisi lain Lisa, mencoba ikut menenangkannya. "Lisa, kita masih punya kesempatan. Jangan terpancing emosi. Kita akan mengumpulkan bu
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 56

Bab 56Hari-hari menjelang sidang berikutnya semakin membuat Lisa tertekan. Davin masih kecil untuk mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi instingnya cukup tajam untuk merasakan ketegangan yang menghantui ibunya. Setiap malam, Lisa terjaga, memikirkan ancaman gugatan hak asuh dari Farhan. Satria dan Kenzi selalu ada untuk mendukungnya, tetapi perasaan takut kehilangan Davin tetap menghantuinya.Suatu sore, di kantor, Lisa duduk termenung di ruangannya. Pikiran tentang sidang yang akan datang terus berputar-putar di kepalanya. Tiba-tiba, pintu terbuka dan Satria masuk dengan ekspresi serius."Lisa, kamu baik-baik saja?" tanyanya sambil duduk di depan mejanya.Lisa tersenyum lemah. "Aku hanya memikirkan Davin. Apa yang akan terjadi jika aku kalah? Bagaimana jika Farhan benar-benar mendapatkan hak asuhnya?"Satria meraih tangan Lisa, mencoba memberinya dukungan. "Aku tahu kamu takut, Lisa. Tapi kamu harus ingat, kamu adalah ibu yang luar b
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 57

Bab 57Hari ini, Kakek Rio mengadakan konferensi pers di hotel mewah yang dimiliki keluarganya. Ruangan dipenuhi wartawan, para pengusaha, dan beberapa tokoh penting dari berbagai kalangan. Berita tentang pengumuman besar ini sudah tersebar luas, dan banyak spekulasi yang berkembang mengenai apa yang akan dikatakan oleh Rio Ghaisan Yudhistira, pengusaha ternama yang selama ini jarang muncul di hadapan publik.Kakek Rio, dengan penampilan rapi dan penuh wibawa, berjalan ke podium, didampingi oleh Lisa dan Satria yang berdiri di sampingnya. Setelah mengatur mikrofon, Rio memulai pidatonya.“Saya ingin berterima kasih kepada semua yang hadir di sini hari ini,” ujar Kakek Rio dengan suara yang tenang namun tegas. “Saya ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting, tidak hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk keluarga besar Yudhistira.”Seluruh ruangan hening, semua mata tertuju padanya. Kenzi yang juga hadir di konferensi pers tersebut, berdiri
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 58

Bab 58"Mama tidak mau tahu. Pokonya, kamu Haris mendekati Lisa lagi. Mama sudah memberikan restu. Masalah Sonya, biar jadi urusan mama," ujar Arum dengan tegas.“Aku akan pikirkan,” jawab Farhan akhirnya sebelum menutup telepon.Setelah percakapan itu, Farhan duduk diam di kursinya, memandangi jendela kantornya yang besar. Pikiran tentang Lisa, Davin, dan ibunya berputar di kepalanya. 'Apakah aku harus mengejar cintaku kembali?' tanya Farhan dalam hati.Di tempat lain, Lisa duduk di balkon kamarnya, menatap langit malam yang gelap, dipenuhi bintang. Udara malam terasa sejuk, namun pikirannya tak bisa tenang. Pikiran tentang Satria dan Kenzi terus menghantui dirinya, di tengah semua masalah yang dia hadapi dengan Farhan dan Davin. Hatinya terasa berat, bingung dengan perasaannya sendiri.***Pagi itu, Lisa sedang menyiapkan sarapan ketika bel pintu berbunyi. Dia menoleh, sedikit terkejut karena tidak mengharapkan tamu pagi-pagi b
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Bab 59

Bab 59Lisa menarik napas dalam-dalam, merasa hatinya mencelos, lalu mengangguk pelan. "Iya, Nak. Ini papa kamu."Farhan menatapnya dengan mata yang penuh air mata, lalu kembali memeluk anak itu. Kali ini, lebih erat, lebih dalam, seolah dia berusaha menyalurkan semua perasaan yang tertahan bertahun-tahun. Ada perasaan hangat yang menyeruak di dalam hatinya. Farhan tahu, ini bukan pelukan yang biasa. Ini adalah pelukan seorang ayah yang baru menemukan kembali anaknya, dan pelukan itu penuh dengan harapan, cinta, dan penyesalan.Di dalam pelukan itu, Farhan merasa sebuah kekosongan besar dalam hidupnya mulai terisi. Ada sesuatu yang dulu hilang dan kini kembali. Namun, bersama kebahagiaan itu, muncul pula rasa bersalah yang menggigit. Dia menyadari, kenapa tidak sejak awal? Kenapa tidak sejak mengetahui fakta bahwa Davin adalah putranya, dia segera menemui anak itu? Kenapa malah membiarkan ego dan rasa marahnya menguasai dirinya, hi
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Bab 60

Bab 60Farhan tersenyum. "Iya, Papa juga suka."Suasana berubah lebih santai. Farhan menikmati setiap momen bersama Davin, sementara Lisa, yang duduk tidak jauh dari mereka, merasa perasaannya bercampur aduk. Melihat Davin bahagia membuat hatinya lega, tapi dia tidak bisa menghilangkan perasaan was-was yang terus menghantuinya.Saat sore menjelang, mereka kembali ke rumah. Farhan menurunkan Davin dari mobilnya, lalu menatap Lisa yang berdiri di samping mereka."Terima kasih, Lisa. Aku tidak akan melupakan hari ini," kata Farhan dengan nada tulus.Lisa mengangguk singkat, meski masih merasa berat. "Ini bukan tentang kamu, Farhan. Ini tentang Davin. Aku hanya ingin yang terbaik untuknya."Farhan tersenyum samar, memahami maksud Lisa. "Aku tahu. Dan aku akan melakukan yang terbaik untuknya, Lisa."Mereka saling berpandangan dalam keheningan yang terasa begitu berat. Mata Lisa menatap dalam-dalam ke arah Farhan, seolah menc
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more
PREV
1
...
45678
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status