Все главы Lima Tahun Usai Berpisah: Глава 21 - Глава 30

128

Bab 21

Bab 21VONIS DOKTERSepanjang perjalanan, pria tersebut tampak sedang memikirkan sesuatu. Semakin dia pikirkan, hatinya terasa semakin gelisah.“Ken!” ujar kakek tua tersebut pada Kenzi, asisten pribadinya, pria muda yang mendampinginya kemana pun beliu pergi.“Selidiki latar belakang wanita tadi!” ujar kakek tua tersebut.“Baik, Tuan!” sahut Kenzi mantap.*****Tiga hari sudah, Davin dirawat di rumah sakit. Berarti sudah tiga hari juga, Sonya mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.“Mas, kapan aku bisa pulang? Aku bosan disini!” rengek wanita tersebut.“Sabar dulu. Kita harus menunggu hasil pemeriksaan,” ujar Farhan.“Hasil pemeriksaan apaan sih, Mas? Aku gak papa. Bilang sama dokternya, pokoknya aku mau pulang sekarang,” seru Sonya lagi.“Gak bisa, dokter belum memberikan izin.”“Mas!”“Sudahlah, jangan seperti anak kecil,” sahut Farhan dengan tegas. Lama-lama, dia merasa jengah juga dengan sikap manja sang istr
last updateПоследнее обновление : 2025-02-04
Читайте больше

Bab 22

Bab 22“Apa tidak ada cara lain, Dok?” tanya Farhan.“Kita tidak tahu seberapa ganas sel kankernya. Bisa saja kita melakukan terapi, hanya saja, semakin kita tunda, khawatirnya sel kanker tersebut akan menyebar dengan cepat dan itu bisa berakibat fatal,” ujar sang dokter memberikan penjelasan.Untuk beberapa lama, Farhan terdiam. Dia tampak menimbang-nimbang keputusan apa yang harus dia ambil. “Baik, Dok, jika memang itu jalan terbaik, saya sebagai suami menyetujui. Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya,” kata Farhan hingga Arum yang masih syok menatap putranya tersebut dengan tatapan tak percaya.Arum memukul Farhan dan menggeleng sebelum histeris. “Tidak! Kamu tidak bisa membiarkan rahim Sonya diangkat! Kamu harus memiliki anak, aku harus memiliki cucu,” ucap Arum dengan kesal sebelum menatap dokter.“Ma—”“Farhan, jangan bodoh kamu! Bilang sama dokter kalau kamu tidak setuju! Bilang kalau … kalau Sonya pasti masih bisa memil
last updateПоследнее обновление : 2025-02-04
Читайте больше

Bab 23

Bab 23PERMOHONAN SONYA“Farhan, jangan diam saja. Cepat katakan, apa kata dokter? Sonya baik-baik saja kan?” desak pria paruh baya tersebut.Farhan menghembuskan nafas panjang sejenak sebelum akhirnya dia menceritakan pembicaraannya dengan sang dokter. Papa Sonya terhenyak seketika. Dia tidak menyangka jika putrinya akan mengidap penyakit seserius ini. Tanpa mereka sadari, ada sepasang telinga yang mencuri dengar pembicaraan mereka.“Apa rencanamu sekarang?” tanya pria paruh baya tersebut. Di satu sisi, dia tahu betul bagaimana perjuangan putrinya agar segera diberi keturunan, namun disisi lain, dia tidak rela jika sampai terjadi sesuatu pada putri semata wayangnya tersebut“Tidak ada pilihan lain, Pa. Rahim Sonya harus diangkat demi keselamatannya,” ujar Farhan lirih.“Tidak.” Sebuah seruan dari atas brankar, mengagetkan mereka seketika. “Sonya,” ujar Farhan dan Papa Sonya lirih seraya menatap wanita tersebut.Mereka t
last updateПоследнее обновление : 2025-02-04
Читайте больше

Bab 24

Bab 24FARHAN KEMBALI BERULAH“Maaf,” ujar Lisa dengan gugup. Dia berusaha melepaskan pelukan pria tersebut, lalu berdiri dengan tegak seraya merapikan penampilan untuk menguraikan kegugupannya.“Maaf, saya tidak bermaksud ….” Ucapan pria tersebut menggantung kala menyadari wanita yang berdiri di hadapannya.“Lisa? Kamu Lisa kan?” tanya pria tersebut memastikan. Spontan, Lisa mendongakkan kepalanya menatap pria tersebut dengan intens.Untuk beberapa lama, dia menatap pria tersebut seraya berusaha menggali memorinya.“Satria?” ujar Lisa kala berhasil mengenali pria tersebut. Pria di hadapan Lisa tersebut terkekeh sejenak memamerkan senyumannya.“Ini beneran kamu, Sat?” tanya Lisa. Dia masih belum bisa percaya akan kembali dipertemukan dengan pria dari masa lalunya tersebut. “Ya Tuhan … sudah berapa lama ya, kita ga ketemu?” ujar pria tersebut seraya terkekeh. “Entahlah, rasanya aku hampir tidak ingat punya temen
last updateПоследнее обновление : 2025-02-05
Читайте больше

Bab 25

Bab 25“Apa yang kalian lakukan?” sentak seorang pria paruh baya yang tiba-tiba memasuki ruangan."Pa—papa!" ujar Farhan tergeragap. Spontan, dia melepaskan cengkeramannya pada Lisa dan menjauh. Papa Sonya mengayunkan langkah lebar dan menghampiri Farhan. Tanpa ba-bi-bu, dia meraih kerah kemejanya, lalu melayangkan bogem mentah."D@sar b@jing@n!" ujarnya penuh amarah. Farhan yang tidak siap dengan serangan tiba-tiba, tubuhnya terhuyung hingga akhirnya terjatuh.Tanpa ampun, pria paruh baya tersebut menghampiri Farhan, lalu kembali melancarkan bogemnya.Sementara itu, Lisa yang masih berada di posisinya, menatapnya dengan ngeri."Putriku sudah memberikan apapun yang keluargamu inginkan, begini balasanmu?" ujar Papa Sonya tanpa menghentikan aksinya."Ampun, Pa. Ampun!" ujar Farhan lirih."Dia sudah berjuang melakukan berbagai pengobatan agar bisa punya anak dari kamu, begini balasanmu?""Dia kini sedang berjua
last updateПоследнее обновление : 2025-02-05
Читайте больше

Bab 26

Bab 26 "Mama kok sudah pulang?" tanya Davin dengan suara khasnya. "Iya, Sayang. Seneng gak Mama pulang cepat?" "Tentu saja. Aku jadi banyaaak waktu mainan sama Mama," sahut Davin dengan suara cerianya. Spontan, Lisa membentangkan kedua lengannya dan membawa putra kesayangannya itu ke dalam pelukannya. "Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan?" usul Lisa. "Mau mau mau," sahut Davin antusias. Melihat wajah gembira putranya, senyum Lisa mengembang seketika. Rasanya beban di hatinya melayang seketika melihat senyum penuh kebahagiaan itu. "Oke, jagoan Mama sekarang siap-siap sama Mbak ya. Mama juga mau mandi dulu!" "Siap." Usai mengatakan hal itu, Davin segera berlari menyusul pengasuhnya yang tengah membuatkannya susu di belakang. Sementara itu, Lisa memilih melangkahkan kakinya menuju kamar. Tak ingin putranya menunggu lama, dia segera masuk ke kamar mandi. Lisa memejamkan matanya saat tetesan air shower mengguyur tubuhnya Tiba-tiba, kilasan kejadian di ruangan mantan suami
last updateПоследнее обновление : 2025-02-05
Читайте больше

Bab 27

Bab 27 FAKTA BARU"Tolong bersihkan itu!""Baik, Tuan!" "Kemarilah, ada yang ingin saya tanyakan sama kamu!" ujar Tuan Rio pada Lisa. Lisa menatap pria tersebut beberapa saat. Namun, selang tak berapa lama kemudian, dia mengikuti langkah sang tuan tersebut. Rupanya, pria tersebut membawa Lisa ke ruang kerjanya."Ma—maaf, Tuan, dimana Davin?" tanya Lisa."Jangan pikirkan dia. Dia sedang bersenang-senang di belakang bersama orang suruhanku!""Tapi, Tuan ....""Lihat!" ujarnya seraya memperlihatkan layar monitor yang memperlihatkan Davin tengah bermain. Sepertinya itu memang di ruang bermain karena di ruangan tersebut terdapat banyak sekali mainan. Lisa menghembuskan nafas lega mengetahui keberadaan putranya. "Sudah puas kan?""Sudah, Tuan. Terima kasih banyak sudah memberikan kebahagiaan untuk putra saya," sahut Lisa dengan senyum mengembang."Mengapa kamu sekarang memanggil saya tuan? Seingatku, kamu me
last updateПоследнее обновление : 2025-02-06
Читайте больше

Bab 28

Bab 28"Jadi benar kamu anaknya Revan? Terima kasih ya, Tuhan!" ujar pria tersebut seraya menghembuskan nafas lega."Tuan ...." Lisa tampak semakin kebingungan."Mendekatlah!" pinta pria tersebut. Lisa melirik Kenzi sejenak, lalu melangkah mengikuti permintaan pria tersebut."Lisa, sejak awal saya sudah curiga. Wajah kalian benar-benar mirip. Ternyata memang benar kamu cucu yang selama ini Kakek cari," ujar pria tersebut."A—apa? Cucu?""Iya, Sayang. Sini peluk kakek," ujar pria tersebut dengan tidak sabar."Tunggu sebentar. Ini ...." Lisa tampak kebingungan."Iya, Sayang. Dulu mamamu sering mengirim foto kalian. Entah kenapa waktu itu tiba-tiba berhenti. Bahkan, di alamat yang dia berikan pun, kalian ternyata sudah tidak tinggal di sana. Selama ini, Kakek sudah berusaha mencari kalian, tapi belum ketemu," ujar pria tua tersebut. Lisa tampak semakin kebingungan."Nona, Tuan Devan Putra Yudhistira itu putra tunggal Tuan Rio Ghai
last updateПоследнее обновление : 2025-02-06
Читайте больше

Bab 29

Bab 29ASA DAN HARAPAN Nona Lisa!" "Iya, Pak.""Tuan Muda Davin sedang bermain dengan pelayan. Sekarang sebaiknya saya mengantar Anda pulang," ujar Kenzi."Maksudnya?" tanya Lisa bingung."Tadi kakek berpesan agar aku gak kemana-mana," lanjutnya. "Tuan Rio pasti menginginkan Nona Lisa tinggal bersama di sini. Jadi, saya akan mengantar Nona mengambil barang-barang yang diperlukan," ujar Kenzi."Tapi itu banyak sekali. Tidak bisa dadakan," sahut Lisa."Bawa barang pribadi saja. Untuk barang-barang yang lain, bisa Nona hibahkan atau dijual karena perkakas yang di rumah ini sudah lebih dari cukup. Saya akan kirim orang untuk membantu," ujar Kenzi memberikan penjelasan."Tapi ....""Apa yang membuat Nona ragu? Tuan sudah lama mencari keberadaan Nona. Sayangnya, tidak ada petunjuk apapun selain kabar kematian kedua orang tuamu," sahut Kenzi."Kakek mencariku?""Benar, Nona. Beliau mencari hampir ke semua
last updateПоследнее обновление : 2025-02-06
Читайте больше

Bab 30

Bab 30CALON SUAMI"Bisa saja kan? Pokoknya aku akan minta Papa nyuruh orang buat ngawasin kamu. Aku gak mau kecolongan dan kamu pergi dengan wanita lain!" ujar Sonya.Mendengar kata wanita lain, Farhan kembali teringat dengan mantan istrinya. Sejak kejadian kemarin, dia belum sempat menghubungi wanita itu. Hari ini pun dia tidak datang ke kantor.Apa dia benar-benar ke luar?"Mas Farhan!" seru Sonya lagi."Ada apa sih? Gak usah teriak-teriak. Kamu lagi sakit juga!" protes Farhan."Habisnya kamu ngelamun lagi. Kamu masih dengerin aku kan?" tanya Sonya."Iya, dengerin. Gak akan ada wanita lain. Sudah, jangan mikir macam-macam," sahut Farhan. "Oke, aku pegang ucapanmu," sahut Sonya dengan senyum mengembang. Meskipun ragu, dia berusaha untuk percaya pada ucapan sang suami."Mas!""Apa?""Kalau aku perginya lama, apa kamu juga bakalan kangen sama aku?" tanya Sonya seraya menatap sang suami dengan intens.
last updateПоследнее обновление : 2025-02-06
Читайте больше
Предыдущий
123456
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status