Share

Bab 29

Author: Rara Qumaira
last update Last Updated: 2025-02-06 16:00:37

Bab 29

ASA DAN HARAPAN

Nona Lisa!"

"Iya, Pak."

"Tuan Muda Davin sedang bermain dengan pelayan. Sekarang sebaiknya saya mengantar Anda pulang," ujar Kenzi.

"Maksudnya?" tanya Lisa bingung.

"Tadi kakek berpesan agar aku gak kemana-mana," lanjutnya.

"Tuan Rio pasti menginginkan Nona Lisa tinggal bersama di sini. Jadi, saya akan mengantar Nona mengambil barang-barang yang diperlukan," ujar Kenzi.

"Tapi itu banyak sekali. Tidak bisa dadakan," sahut Lisa.

"Bawa barang pribadi saja. Untuk barang-barang yang lain, bisa Nona hibahkan atau dijual karena perkakas yang di rumah ini sudah lebih dari cukup. Saya akan kirim orang untuk membantu," ujar Kenzi memberikan penjelasan.

"Tapi ...."

"Apa yang membuat Nona ragu? Tuan sudah lama mencari keberadaan Nona. Sayangnya, tidak ada petunjuk apapun selain kabar kematian kedua orang tuamu," sahut Kenzi.

"Kakek mencariku?"

"Benar, Nona. Beliau mencari hampir ke semua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 30

    Bab 30CALON SUAMI"Bisa saja kan? Pokoknya aku akan minta Papa nyuruh orang buat ngawasin kamu. Aku gak mau kecolongan dan kamu pergi dengan wanita lain!" ujar Sonya.Mendengar kata wanita lain, Farhan kembali teringat dengan mantan istrinya. Sejak kejadian kemarin, dia belum sempat menghubungi wanita itu. Hari ini pun dia tidak datang ke kantor.Apa dia benar-benar ke luar?"Mas Farhan!" seru Sonya lagi."Ada apa sih? Gak usah teriak-teriak. Kamu lagi sakit juga!" protes Farhan."Habisnya kamu ngelamun lagi. Kamu masih dengerin aku kan?" tanya Sonya."Iya, dengerin. Gak akan ada wanita lain. Sudah, jangan mikir macam-macam," sahut Farhan. "Oke, aku pegang ucapanmu," sahut Sonya dengan senyum mengembang. Meskipun ragu, dia berusaha untuk percaya pada ucapan sang suami."Mas!""Apa?""Kalau aku perginya lama, apa kamu juga bakalan kangen sama aku?" tanya Sonya seraya menatap sang suami dengan intens.

    Last Updated : 2025-02-06
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 31

    Bab 31Dia menatap kontrakan Lisa sejenak sebelum akhirnya meninggalkannya dengan sejuta pikiran yang berkecamuk dalam dadanya.Sementara itu, melihat kepergian mantan suaminya, Lisa menghembuskan nafas lega seketika."Terima kasih atas bantuannya, Pak Kenzi," ujar Lisa dengan tulus."Tidak masalah. Nona bisa memanggil saya kapan saja jika mantan suami Anda datang mengganggu," sahut Kenzi."Ma—mantan suami? Kamu tahu?" tanya Lisa shock."Saya sudah bilang tadi, saya tahu lebih dari yang Anda tahu," sahut Kenzi seraya menampilkan senyum misterius.Lisa terpaku di tempatnya seraya Kenzi dengan tatapan tak percaya. Batinnya kembali berkecamuk. "Sejauh apa mereka menyelidiki aku?" ujar Lisa dalam hati."Saya memang tampan, Nona, tapi tolong jangan menatap saya seperti itu. Takutnya nanti Nona jatuh cinta," ujar Kenzi tanpa menatap lawan bicaranya. Mendapat teguran seperti itu, Lisa terkesiap seketika. Waja

    Last Updated : 2025-02-07
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 32

    Bab 32"Aku tidak menyangka kalau kamu cucu yang selama ini Kakek cari. Padahal kita teman sejak SMU," ujar Satria. Saat ini, mereka tengah berbincang ringan di gazebo belakang. Sementara itu, Davin sudah tertidur setelah makan siang tadi."Mungkin memang jalannya seperti ini. Aku sendiri pun juga tidak menyangka. Mama dan papa pergi tanpa meninggalkan alamat kakek. Saat itu, aku yang sebatang kara akhirnya di rawat oleh sahabat mama, pemilik panti asuhan di sebuah kota kecil," sahut Lisa seraya menerawang."Aku masih ingat peristiwa itu. Kecelakaan yang merenggut kedua orang tuamu, membuat kakek terpuruk dan harus dirawat di rumah sakit selama hampir tiga bulan. Beliau pun mengerahkan anak buahnya mencari kamu hampir di semua panti asuhan, tapi tidak ditemukan," ujar Kenzi."Panti asuhan tempatku tinggal memang jauh dari kota dan hanya panti asuhan kecil. Sejak panti digusur, kami beberapa kali pindah tempat sebelum akhirnya menetap di rumah yang

    Last Updated : 2025-02-07
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 33

    Bab 33"Saya Lisa Anindya Yudhistira dan saya sudah membuat janji.""Baik, silahkan tunggu sebentar, saya cek dulu.""Maaf, tapi kata asistennya, beliau tidak ada janji dengan orang yang bernama Lisa. Jadi silahkan pulang!" ujar sang resepsionis."Saya membuat janji pribadi. Bisa langsung hubungi beliaunya?" pinta Lisa."Eh, Nona, denger ya. Ini bukan kantor moyang kamu, ngapain nyuruh-nyuruh kami. Makanya, jadi orang gak usah belagu, pakai acara bohong sudah buat janji pribadi segala.""Tahu tuh. Lebih baik kamu pulang saja deh, dari pada nanti diusir sama petugas keamanan," sahut resepsionis yang lain."Saya memang sudah membuat janji pribadi," sahut Lisa kekeuh."Apa buktinya? Kalau memang kamu membuat janji pribadi, bisa dong, menghubungi beliau secara pribadi," sahut resepsi pertama.Lisa tertegun di tempatnya. Pasalnya, dia tidak memiliki nomor ponsel Satria. Mereka kemarin hanya berbincang ringan tanpa sem

    Last Updated : 2025-02-07
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 34

    Bab 34JEMPUT PAKSA"Ta—tapi, Pak ....""Kenapa? Ada masalah?" tanya Satria dengan wajah dingin."Ti—tidak, Pak. Baik, akan saya serahkan pada Lisa," sahut Salma akhirnya. Dengan berat hati, wanita tersebut pun menyerahkan berkas agenda kegiatan atasannya pada Lisa. Setelah meninggalkan ruangan Satria, Salma beranjak menuju toilet. Dadanya bergemuruh sejak tadi menahan amarah. "S1@l! Bagaimana bisa wanita itu tiba-tiba datang dan merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku?" ujarnya dengan geram."Dari mana wanita itu kenal dengan Pak Satria? Tidak. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus bisa merebut posisi itu kembali," lanjutnya pada dirinya sendiri.Saat tengah bermonolog, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia pun segera mengambil ponselnya dari saku, lalu menghubungi seseorang.Tuuut ... tuuut ... tuuut ....Panggilan pertama, diabaikan. Panggilan kedua, juga diabaikan. Setelah menunggu beb

    Last Updated : 2025-02-08
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 35

    Bab 35"Mas Farhan," ujar Lisa lirih."Aku antar pulang," ujar Farhan."Tidak perlu. Aku sudah pesan taksi.""Tolong. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," pinta Farhan penuh harap."Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan," sahut Lisa dingin."Tidak, Lis. Kita harus bicara, aku mohon.""Cukup. Pergilah!" sentak Lisa dengan suara tertahan. Meskipun kesal, namun dia tidak ingin menjadi pusat perhatian di kantor barunya."Lisa, a—." Ucapan Farhan terhenti kala terdengar suara klakson panjang."Hei, cepat jalan. Mobilmu menghalangi," seru seorang pria dari balik kemudi."Maaf. Sebentar lagi!" seru Farhan."Ayo, aku tidak mau diamuk massa karena membuat kemacetan," ujar Farhan lagi pada Lisa."Bukan urusanku!""Lisa, aku tidak pergi kalau kamu tidak mau ikut denganku."Tin tin tiiin ....Terdengar bunyi klakson panjang membuat suasana semakin riuh dan memanas.Farhan melangkah ke bal

    Last Updated : 2025-02-08
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 36

    Bab 36 KEGUNDAHAN FARHAN "Jangan membentakku, Mas. Pelakor seperti dia memang pantas diberi pelajaran," sahut Sonya tidak terima."Jaga bicaramu!" "Apa aku salah? Dia berusaha menggoda suamiku, apa aku harus diam saja?" Farhan melirik sekelilingnya sejenak. Kini mereka menjadi pusat perhatian karena keributan yang ditimbulkan oleh istrinya tersebut. Bahkan ada beberapa orang yang dengan sengaja merekamnya."Ayo kita pulang!" ujar Farhan."Gak. Aku harus memberi pelajaran pada pelakor ini!" sahut Sonya."Siapa yang pelakor? Aku atau kamu?" tanya Lisa dengan tenang."Tentu saja kamu. Dasar wanita murahan!" umpat Sonya dengan geram.Lisa tersenyum miring mendengar ucapan wanita di hadapannya tersebut."Siapa yang murahan? Jangan lupa, kalian bertunangan saat statusku masih istri sah Mas Farhan. Jadi, siapa di sini yang sebenarnya pelakor?" ujar Lisa lagi."Kamu!" "Kenapa? Apa aku salah?" ta

    Last Updated : 2025-02-08
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Nab 37

    Bab 37"Dok, bagaimana kondisi mama saya?" tanya Farhan. Setelah mamanya pingsan tadi, Farhan segera melarikan mamanya ke rumah sakit. Bayangan kehilangan satu-satunya orang tua yang tersisa membayang di pelupuk matanya."Kondisi Ibu Arum sudah stabil. Tolong jauhkan dari kabar yang mengejutkan yang sekiranya membahayakan jantungnya," sahut sang dokter memberikan nasehatnya."Baik, Dok. Terima kasih," sahut Farhan lirih. Setelah kepergian dokter dan perawat, Farhan melangkah menghampiri mamanya. Ditatapnya wanita paruh baya yang tengah terbaring lemah tersebut."Ma, tolong jangan seperti ini. Apakah aku harus terjebak selamanya dalam ikatan yang menyakitkan ini? Asal mama tahu, di sini bukan hanya aku yang tersiksa, tapi Sonya juga," ujar Farhan lirih. Pagi harinya, Sonya terbangun disambut dengan suasana yang sepi. Dia menatap tempat tidur di sebelahnya. Kosong. Bahkan spreinya tampak masih rapi pertanda belum ditempati sang empuny

    Last Updated : 2025-02-09

Latest chapter

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 128

    Bab 128Tubuh Najwa menegang, tetapi bukan karena ketakutan. Ada sesuatu yang asing menjalar di dalam dirinya. Sensasi yang membuatnya bingung.Tangan Farhan yang semula hanya mengusap pipinya, kini bergerak turun, meremas gundukan kenyal dengan lembut. Tanpa sadar, Najwa mendesis lirih.Merasa mendapat respon, Farhan semakin intens melancarkan serangannya. Sementara itu, Najwa semakin tak dapat mengendalikan diri merasakan sensasi baru yang terasa candu.Tiba-tiba, Farhan mengehentikan aksinya. Ditatapnya gadis di bawahnya dengan intens. Sementara itu, Najwa balik menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya."Wa, bolehkah?" tanya Farhan dengan suara berat. Untuk sesaat, Najwa meragu. Meskipun belum berpengalaman, namun dia paham arah pembicaraan pria di hadapannya tersebut.Beberapa saat kemudian, Najwa menganggukkan kepalanya. Akhirnya, Farhan kembali melancarkan aksinya dengan lembut dan hati-hati. Dia paham betul jika ini pengalaman pertama bagi wanita di hadapannya tersebut.Aksi

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 127

    BAB 127PERASAAN YANG TAK TERDUGASesampainya di apartemen, Najwa segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan sedikit lebih keras dari biasanya. Ia berjalan menuju ranjangnya, lalu duduk di tepinya dengan wajah kesal. Pikirannya masih dipenuhi dengan kejadian di kafe tadi.Bayangan Farhan bersama wanita lain terus mengusik benaknya. Tatapan mata wanita itu, senyum genitnya, cara dia menyentuh lengan Farhan, semua itu membuat dadanya terasa sesak.Najwa menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Namun, perasaan aneh yang menggelayuti hatinya tak kunjung pergi.Tak lama kemudian, suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu.Tok tok tok...."Najwa?"Najwa mendongak sejenak, mengenali suara itu. Namun, alih-alih menjawab, ia malah memalingkan wajahnya.Farhan, yang tak mendapat respons, akhirnya memutuskan untuk masuk. Dengan langkah perlahan, ia menghampiri gadis itu hingga hanya berjarak dua jengkal."Kamu kenapa?" tanyanya tenang.Najwa tetap tak melihat ke arahny

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 126

    Bab 126Rahasia yang TerpendamFarhan menyesap kopinya perlahan, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang tiba-tiba merayapi benaknya. Ia menatap David yang duduk di hadapannya, pria itu terlihat tenang, tetapi jelas sedang mengamati setiap gerak-geriknya."Jadi?" David mengangkat alisnya. "Aku hanya ingin memastikan sesuatu, Farhan. Apa hubunganmu dengan Najwa?"Farhan menaruh cangkir kopinya dengan gerakan yang terkendali. "Maaf, tapi itu bukan urusan Anda."David tersenyum tipis. "Sebenarnya, itu urusanku. Najwa adalah anak tiriku sekarang dan aku ingin memastikan dia berada di tangan yang tepat."Farhan tertawa kecil, tetapi tidak ada humor di sana. "Anda tidak perlu khawatir soal itu. Najwa baik-baik saja."David mencondongkan tubuhnya, tatapannya semakin tajam. "Dengar, aku tidak bodoh, Farhan. Fara sudah memberitahuku bahwa mantan suaminya tidak memiliki kerabat. Jadi bagaimana mungkin kau bisa menjadi 'om' bagi Najwa?"Farhan tetap tenang, tetapi jari-jarinya mengepal di bawa

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 125

    Bab 125Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Fara masih dihantui rasa bersalah.Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari. Dari dalam laci, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang sudah lama ia simpan. Perlahan, ia membuka tutupnya, memperlihatkan sebuah foto usang, foto dirinya bersama Najwa dan Suratman.Air matanya langsung mengalir. Ia menyusuri wajah kecil Najwa dalam foto itu dengan jemarinya yang bergetar."Najwa, sedikit saja, apakah tidak ada perasaan rindu untuk ibu?"Pertanyaan itu terus mengganggunya sejak pertama kali dia bertemu kembali dengan putrinya. Putri kecilnya yang kini telah beranjak dewasa.***Farhan masih sibuk memeriksa laporan keuangan ketika suara pintu ruang kerjanya terbuka tanpa izin."Farhan!" suara Arum terdengar tajam. Wanita paruh baya itu berjalan masuk dengan wajah kesal.Farhan menutup map di hadapannya dan mengusap wajah dengan lelah. "Ada apa, Ma?""Apa maksudmu bertanya ada apa?" Arum melipat tangan di depan dada. "Uang yan

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 124

    Bab 124SURAT CERAITangannya bergetar saat menatap lembaran itu. Nama Fara tertera jelas di sana. Ia nyaris tidak bisa percaya dengan apa yang ia baca."Ini tidak mungkin. Fara tidak mungkin melakukan ini," gumam Suratman dengan suara bergetar."Sudah cukup. Jangan cari dia lagi. Kalian sudah bukan siapa-siapa."Suratman menatap pria tua itu dengan mata membelalak. "Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan pada Fara?"Pak Karim tidak menjawab. Ia hanya menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan sebelum akhirnya menutup pintu tanpa sepatah kata lagi.Suratman berdiri di sana, masih memegang surat cerai itu dengan tangan gemetar.Dengan langkah gontai, ia kembali ke rumahnya. Sepanjang jalan, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan yang tak terjawab. Bagaimana mungkin Fara meninggalkannya begitu saja? Kenapa tanpa penjelasan?Ketika ia tiba di rumah, Najwa berlari menghampirinya. "Ayah! Ibu sudah pulang?"Suratman menatap wajah polos putrinya dan seketika dadanya sesak. I

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 123

    Bab 123SAAT-SAAT TERAKHIRHari demi hari berlalu, dan kondisi Najwa semakin membaik. Warna di wajahnya mulai kembali, senyum kecilnya sudah lebih sering muncul, dan suaranya tak lagi selemah dulu. Fara selalu berada di sampingnya, membacakan cerita sebelum tidur, menyuapinya makan, dan menggenggam tangannya setiap kali Najwa merasa kesakitan.Namun, di balik senyum yang ia tampilkan, ada kesedihan yang semakin dalam. Setiap kali melihat Suratman tertidur di kursi samping ranjang Najwa, Fara ingin menangis. Setiap kali pria itu bangun dan tersenyum padanya, seolah mereka adalah keluarga yang utuh, hatinya semakin hancur.Di saku tasnya, surat panggilan dari pengadilan agama telah berulang kali ia lipat dan sembunyikan. Ia tahu waktunya semakin sedikit. Proses perceraiannya dengan Suratman hampir selesai, dan saat Najwa benar-benar pulih, ia harus pergi.***Suatu sore, ketika Suratman pulang sebentar untuk mengambil beberapa barang di rumah, Fara duduk di samping Najwa yang tengah ter

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 122

    Bab 122TAWARANFara berdiri di depan rumah orang tuanya dengan dada sesak. Tangannya gemetar saat hendak mengetuk pintu. Selama ini, ia sudah dianggap tidak ada oleh keluarganya setelah memutuskan menikah dengan Suratman, seorang pedagang keliling yang menurut mereka tidak pantas untuknya.Namun, sekarang ia tidak punya pilihan lain.Ia mengetuk pintu dengan ragu. Tak lama, suara langkah kaki terdengar dari dalam, lalu pintu terbuka, memperlihatkan wajah sang ibu, Bu Halimah, yang langsung berubah dingin begitu melihatnya."Untuk apa kamu kemari?" suara wanita paruh baya itu terdengar tajam.Fara menggigit bibirnya, menahan air mata yang hampir jatuh."Ma, aku butuh bantuan," suaranya bergetar.Bu Halimah melirik anaknya dari ujung kepala hingga kaki, lalu mendengus. "Jadi sekarang kamu ingat keluarga setelah sekian lama menghilang?"Fara menggeleng cepat. "Aku nggak pernah melupakan papa dan mama. Aku hanya… aku hanya tidak punya keberanian untuk kembali.""Tapi sekarang kamu kembal

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 121

    BAB 121SEPULUH TAHUN YANG LALULangit sore mulai meredup ketika suara tawa anak-anak masih terdengar di gang sempit perkampungan kecil di pinggiran kota. Najwa, bocah perempuan berusia delapan tahun, berlari kecil mengejar bola plastik yang meluncur ke jalan raya. Tanpa sadar, langkah kakinya melampaui batas aman dari gang sempit itu.Tiba-tiba, suara klakson yang keras menggema di udara. Dalam sekejap, tubuh kecil Najwa terpental ke aspal, diikuti oleh jeritan histeris dari anak-anak lain yang menyaksikan kejadian itu. Mobil yang menabraknya melaju kencang tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan, menghilang di belokan sebelum ada yang sempat mencatat nomor platnya."Najwa!"Seorang wanita berlari dari dalam rumah, wajahnya pucat pasi saat melihat tubuh kecil putrinya tergeletak tak bergerak di jalan. Darah mengalir dari pelipis dan hidungnya, membentuk genangan kecil di aspal.Orang-orang mulai berdatangan. Beberapa ibu berteriak panik, sementara beberapa bapak berusaha menenangkan i

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 120

    BAB 120KERINDUAN YANG TAK TERPADAMKANFara duduk di sofa ruang keluarga dengan wajah yang dipenuhi kesedihan. Matanya yang sembab menunjukkan bahwa ia sudah menangis cukup lama. Di tangannya, ia menggenggam erat selembar foto lama, foto seorang gadis kecil dengan senyum polos yang begitu dirindukannya.David duduk di sampingnya, tangannya dengan lembut mengusap punggung istrinya, berusaha menenangkan. Namun, Fara tetap terisak, rasa sesak yang menghimpit dadanya tak kunjung mereda."Aku tidak bisa terus seperti ini, Mas. Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin memeluknya setidaknya sekali saja. Aku ingin menebus semua kesalahan yang telah aku buat," ujar Fara dengan suara bergetar.David menarik napas dalam. Ia paham betul bagaimana perasaan istrinya. Setiap malam, ia melihat Fara duduk termenung di depan jendela, matanya menerawang jauh, pikirannya entah ke mana."Sayang, aku mengerti perasaanmu. Tapi kita harus bersabar sedikit lagi. Jangan gegabah, kita harus menunggu waktu yang te

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status