Share

Nab 37

Author: Rara Qumaira
last update Last Updated: 2025-02-09 08:00:23

Bab 37

"Dok, bagaimana kondisi mama saya?" tanya Farhan. Setelah mamanya pingsan tadi, Farhan segera melarikan mamanya ke rumah sakit. Bayangan kehilangan satu-satunya orang tua yang tersisa membayang di pelupuk matanya.

"Kondisi Ibu Arum sudah stabil. Tolong jauhkan dari kabar yang mengejutkan yang sekiranya membahayakan jantungnya," sahut sang dokter memberikan nasehatnya.

"Baik, Dok. Terima kasih," sahut Farhan lirih.

Setelah kepergian dokter dan perawat, Farhan melangkah menghampiri mamanya. Ditatapnya wanita paruh baya yang tengah terbaring lemah tersebut.

"Ma, tolong jangan seperti ini. Apakah aku harus terjebak selamanya dalam ikatan yang menyakitkan ini? Asal mama tahu, di sini bukan hanya aku yang tersiksa, tapi Sonya juga," ujar Farhan lirih.

Pagi harinya, Sonya terbangun disambut dengan suasana yang sepi. Dia menatap tempat tidur di sebelahnya. Kosong. Bahkan spreinya tampak masih rapi pertanda belum ditempati sang empuny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 38

    Bab 38TABRAK LARI"Aku hanya takut, Ma," sahut Sonya."Takut apa?""Takut ... kalau seandainya aku pergi, Mas Farhan akan berpaling sama wanita lain.""Ya sudah, biarin aja. Kamu bisa cari yang baru," sahut mama Sonya santai."Mama ...," rengek Sonya tidak terima dengan jawaban ibu kandungnya tersebut."Habisnya kamu jadi orang bodoh banget. Sudah tahu si Farhan gak pernah cinta sama kamu, masih saja dipertahankan. Cinta boleh, tapi bodoh jangan," omel mamanya."Lagian apa yang kamu pertahankan dari dia? Sudah gak bisa menghargai perasaan kamu, keluarganya benalu lagi.""Tapi kan dia baik, Ma, perhatian juga, gak pernah kasar sama aku," sahut Sonya."Makan tuh perhatian," sentak mamanya dengan kesal. Papa Sonya yang duduk di bangku depan bersama sang sopir, hanya bisa geleng-geleng kepala. Bukan sekali dua kali anak istrinya berdebat untuk hal yang sama. Sayangnya, putrinya yang terlanjur cinta mat

    Last Updated : 2025-02-09
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 39

    Bab 39"Eh iya, aku belum izin. Satria pasti nyariin kenapa aku belum datang.""Sudah saya izinkan, Nona. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaiknya Nona istirahat saja," ujar Kenzi."Baiklah kalau begitu." "Em ... pak Kenzi," ujar Lisa setelah hening beberapa saat."Iya, Nona? Ada yang perlu saya lakukan lagi?""Eh, tidak. Aku mau bilang terima kasih karena Pak Kenzi sudah beberapa kali menyelamatkan saya," ujar Lisa tulus."Anda sudah berkali-kali mengucapkan terima kasih, Nona," sahut Kenzi seraya mengulas sebuah senyuman."He .... mau bagaimana lagi. Pak Kenzi sudah banyak membantu saya beberapa hari ini," ujar Lisa."Itu sudah tugas saya, Nona. Kalau boleh saya mengajukan permintaan, ....""Katakan saja. Kalau aku bisa, pasti aku kabulkan," sahut Lisa dengan cepat."Kalau boleh, tolong jangan panggil saya pak. Saya belum setua itu. Anda boleh langsung memanggil nama saja," pinta Kenzi."Em ..

    Last Updated : 2025-02-09
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 40

    Bab 40Setelah berbincang dengan suamiku di taman rumah sakit, aku meninggalkannya dan melangkah menuju ruangan mertuaku dirawat. Mama dan papa pasti juga masih menunggu di sana."Sudah berpamitan sama suamimu?" tanya papa saat aku datang menghampiri."Sudah, Pa, di taman tadi," sahutku."Sonya, kalau Farhan punya salah, tolong dimaafkan ya!" pinta mertuaku."Maksud Mama apa?" tanyaku pura-pura tidak paham."Namanya orang berumah tangga kan, tidak selalu mulus. Pasti ada aja cobaannya. Kalau Farhan berbuat kesalahan, tolong diluruskan dan dimaafkan," ujar mama mertua lagi."Tergantung kesalahannya sih, Ma. Kalau kesalahan kecil sih tidak masalah, tapi kalau sudah menyangkut perselingkuhan, aku tidak akan memaafkannya," sahutku dengan tegas. Aku ingin melihat apakah mertuaku sudah tahu mengenai keberadaan mantan istri mas Farhan atau belum."Ti—tidak. Mama yakin dia tidak mungkin mengkhianati kamu.""Oya? Bisa jadi kan

    Last Updated : 2025-02-10
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 41

    Bab 41Satria menatap wanita di hadapannya dengan tajam."Kalau kamu tidak tahu apa-apa, lebih baik diam. Jangan sampai ucapanmu menjadi bumerang untuk kamu sendiri," ujar Satria, lalu melangkah meninggalkan mantan adik ipar Lisa tersebut."Ish, dikasih tahu juga, malah ngeyel. Gimana ya, cara dapetin dia? Biar pun Pak Satria itu dingin, tapi kan tampan, tajir lagi," gumam Salma pada dirinya sendiri.Satria melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Lisa dirawat. Meskipun harus berdebat sengit dengan Kenzi, namun akhirnya dia berhasil mendapatkan nama rumah sakitnya.Satu jam kemudian, dia sudah tiba di lokasi. Dengan tergesa dia segera melangkah menuju ruangan Lisa."Gimana kondisi kamu?" tanya Satria. Diamatinya Lisa yang tengah terbaring dengan beberapa perban di beberapa tempat."Aku gak papa, cuma memang harus nunggu hasil pemeriksaan dokter aja, takutnya ada yang serius. Akhirnya harus rawat inap deh," sahut Lisa.

    Last Updated : 2025-02-10
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 42

    Bab 42MUNGKINKAH?"Anda bisa bicara dengan Lisa jika dia mengizinkan," sahut Kenzi seraya melirik Lisa yang masih mendekap Davin. Spontan, Lisa menggelengkan kepalanya. Sementara itu, Satria masih menjadi penonton perdebatan mereka. "Lisa, kita harus bicara!" seru Farhan tidak terima dengan penolakan mantan istrinya tersebut. Lagi, Lisa hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan dekapannya pada Davin.Farhan menatap mantan istrinya tersebut dengan tatapan nelangsa. Melihat ekspresi ketakutannya, perlahan Farhan berusaha meredam emosinya."Lisa, tolonglah, kita harus bicara. Aku ingin tahu status anak itu," pinta Farhan dengan memelas."Dia bukan anakmu. Pergilah!" sahut Lisa tanpa berani menatap Farhan."Lisa ....""Dia sudah memberikan jawabannya. Pergilah sebelum saya panggilkan satpam karena membuat keributan di ruangan pasien," ancam Kenzi.Keheningan menyelimuti ruangan. Farhan menatap mereka berd

    Last Updated : 2025-02-10
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 43

    Bab 43TAWARAN SATRIADi ruang tunggu bandara, Sonya duduk dengan tenang meski wajahnya tampak lelah. Papa Bagas menemaninya, tampak serius namun berusaha tenang.“Jaga dirimu baik-baik di sana, ya. Semuanya sudah diurus. Kau hanya perlu fokus sembuh,” kata Papa Bagas sambil menggenggam tangan Sonya.Sonya tersenyum lemah. “Aku akan baik-baik saja, Pa. Jangan khawatir.”Papa Bagas melirik Farhan yang berdiri di sudut. Ia kemudian berkata tegas, “Kami akan pergi. Tapi jangan pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan. Aku akan mengawasi setiap langkahmu. Jangan coba-coba macam-macam selama Sonya pergi.”Farhan hanya bisa mengangguk, “Saya mengerti, Pa.”Sesaat kemudian, Sonya dan Papa Bagas berangkat menuju pesawat. Farhan berdiri di tempatnya dengan perasaan berkecamuk. Pikirannya kembali pada Lisa dan Davin. Wajah Davin yang begitu mirip dengannya di masa kecil tidak bisa ia lupakan.---Di lain tempat, Lisa

    Last Updated : 2025-02-11
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 44

    Bab 44Lisa mendesah berat, merasa lelah dengan sikap Farhan yang terus-menerus mencoba mendekatinya. “Aku tidak punya waktu, Farhan. Apa pun yang ingin kau katakan, aku sudah mendengarnya sebelumnya.”Farhan tidak mundur. “Ini penting, Lisa. Aku hanya butuh beberapa menit saja.”Lisa menatapnya dengan dingin. “Aku tidak punya apa pun untuk dibicarakan denganmu, Farhan. Kita sudah selesai.”“Kau tidak mengerti, Lisa! Aku hanya ingin meminta penjelasan—”“Tidak ada yang perlu dijelaskan!” potong Lisa, nadanya mulai naik. “Aku sudah lelah, Farhan. Tolong, hentikan ini.”Satria, yang mendengarkan perdebatan itu, maju satu langkah untuk menengahi. “Farhan, Lisa sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin bicara. Hargai keputusannya.”Farhan melirik Satria dengan tidak senang. “Ini bukan urusanmu, Satria. Ini antara aku dan Lisa.”Satria tetap tenang, meskipun wajahnya tegas. “Lisa sekarang adalah bagian dari tanggung jaw

    Last Updated : 2025-02-11
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 45

    Bab 45KENANGAN DI AKHIR PEKAN Ibu Farhan mendekat dengan mata menyala penuh kemarahan. “Kau berani menuntut Salma? Kau pikir bisa sembarangan mempermalukan keluarga kami?! Kau memang perempuan yang tega menghancurkan rumah tangga anakku, dan sekarang kau ingin menghancurkan hidup anakku yang lainnya ?!”"Maaf, Nyonya, saya tidak mengerti maksud Anda," sahut Lisa berusaha tenang."Tidak mengerti? Jangan pura-pura bodoh. Salma di bawa ke kantor polisi karena dituduh melakukan tabrak lari. Kamu kan yang melakukannya?" sentak wanita paruh baya tersebut.Lisa pun mulai paham arah pembicaraan wanita di hadapannya tersebut. Semalam Kenzi sudah memberitahu dirinya mengenai masalah ini. Hanya saja, dia tidak menyangka jik pelakunya adalah. Salma, adik Farhan.Lisa berdiri dari kursinya, menatap ibu Farhan dengan tegas. “Nyonya Arum yang terhormat, ini masalah hukum. Apa yang Salma lakukan adalah sebuah pelanggaran, dan saya hanya ingin keadilan.”

    Last Updated : 2025-02-11

Latest chapter

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 128

    Bab 128Tubuh Najwa menegang, tetapi bukan karena ketakutan. Ada sesuatu yang asing menjalar di dalam dirinya. Sensasi yang membuatnya bingung.Tangan Farhan yang semula hanya mengusap pipinya, kini bergerak turun, meremas gundukan kenyal dengan lembut. Tanpa sadar, Najwa mendesis lirih.Merasa mendapat respon, Farhan semakin intens melancarkan serangannya. Sementara itu, Najwa semakin tak dapat mengendalikan diri merasakan sensasi baru yang terasa candu.Tiba-tiba, Farhan mengehentikan aksinya. Ditatapnya gadis di bawahnya dengan intens. Sementara itu, Najwa balik menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya."Wa, bolehkah?" tanya Farhan dengan suara berat. Untuk sesaat, Najwa meragu. Meskipun belum berpengalaman, namun dia paham arah pembicaraan pria di hadapannya tersebut.Beberapa saat kemudian, Najwa menganggukkan kepalanya. Akhirnya, Farhan kembali melancarkan aksinya dengan lembut dan hati-hati. Dia paham betul jika ini pengalaman pertama bagi wanita di hadapannya tersebut.Aksi

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 127

    BAB 127PERASAAN YANG TAK TERDUGASesampainya di apartemen, Najwa segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan sedikit lebih keras dari biasanya. Ia berjalan menuju ranjangnya, lalu duduk di tepinya dengan wajah kesal. Pikirannya masih dipenuhi dengan kejadian di kafe tadi.Bayangan Farhan bersama wanita lain terus mengusik benaknya. Tatapan mata wanita itu, senyum genitnya, cara dia menyentuh lengan Farhan, semua itu membuat dadanya terasa sesak.Najwa menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Namun, perasaan aneh yang menggelayuti hatinya tak kunjung pergi.Tak lama kemudian, suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu.Tok tok tok...."Najwa?"Najwa mendongak sejenak, mengenali suara itu. Namun, alih-alih menjawab, ia malah memalingkan wajahnya.Farhan, yang tak mendapat respons, akhirnya memutuskan untuk masuk. Dengan langkah perlahan, ia menghampiri gadis itu hingga hanya berjarak dua jengkal."Kamu kenapa?" tanyanya tenang.Najwa tetap tak melihat ke arahny

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 126

    Bab 126Rahasia yang TerpendamFarhan menyesap kopinya perlahan, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang tiba-tiba merayapi benaknya. Ia menatap David yang duduk di hadapannya, pria itu terlihat tenang, tetapi jelas sedang mengamati setiap gerak-geriknya."Jadi?" David mengangkat alisnya. "Aku hanya ingin memastikan sesuatu, Farhan. Apa hubunganmu dengan Najwa?"Farhan menaruh cangkir kopinya dengan gerakan yang terkendali. "Maaf, tapi itu bukan urusan Anda."David tersenyum tipis. "Sebenarnya, itu urusanku. Najwa adalah anak tiriku sekarang dan aku ingin memastikan dia berada di tangan yang tepat."Farhan tertawa kecil, tetapi tidak ada humor di sana. "Anda tidak perlu khawatir soal itu. Najwa baik-baik saja."David mencondongkan tubuhnya, tatapannya semakin tajam. "Dengar, aku tidak bodoh, Farhan. Fara sudah memberitahuku bahwa mantan suaminya tidak memiliki kerabat. Jadi bagaimana mungkin kau bisa menjadi 'om' bagi Najwa?"Farhan tetap tenang, tetapi jari-jarinya mengepal di bawa

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 125

    Bab 125Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Fara masih dihantui rasa bersalah.Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari. Dari dalam laci, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang sudah lama ia simpan. Perlahan, ia membuka tutupnya, memperlihatkan sebuah foto usang, foto dirinya bersama Najwa dan Suratman.Air matanya langsung mengalir. Ia menyusuri wajah kecil Najwa dalam foto itu dengan jemarinya yang bergetar."Najwa, sedikit saja, apakah tidak ada perasaan rindu untuk ibu?"Pertanyaan itu terus mengganggunya sejak pertama kali dia bertemu kembali dengan putrinya. Putri kecilnya yang kini telah beranjak dewasa.***Farhan masih sibuk memeriksa laporan keuangan ketika suara pintu ruang kerjanya terbuka tanpa izin."Farhan!" suara Arum terdengar tajam. Wanita paruh baya itu berjalan masuk dengan wajah kesal.Farhan menutup map di hadapannya dan mengusap wajah dengan lelah. "Ada apa, Ma?""Apa maksudmu bertanya ada apa?" Arum melipat tangan di depan dada. "Uang yan

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 124

    Bab 124SURAT CERAITangannya bergetar saat menatap lembaran itu. Nama Fara tertera jelas di sana. Ia nyaris tidak bisa percaya dengan apa yang ia baca."Ini tidak mungkin. Fara tidak mungkin melakukan ini," gumam Suratman dengan suara bergetar."Sudah cukup. Jangan cari dia lagi. Kalian sudah bukan siapa-siapa."Suratman menatap pria tua itu dengan mata membelalak. "Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan pada Fara?"Pak Karim tidak menjawab. Ia hanya menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan sebelum akhirnya menutup pintu tanpa sepatah kata lagi.Suratman berdiri di sana, masih memegang surat cerai itu dengan tangan gemetar.Dengan langkah gontai, ia kembali ke rumahnya. Sepanjang jalan, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan yang tak terjawab. Bagaimana mungkin Fara meninggalkannya begitu saja? Kenapa tanpa penjelasan?Ketika ia tiba di rumah, Najwa berlari menghampirinya. "Ayah! Ibu sudah pulang?"Suratman menatap wajah polos putrinya dan seketika dadanya sesak. I

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 123

    Bab 123SAAT-SAAT TERAKHIRHari demi hari berlalu, dan kondisi Najwa semakin membaik. Warna di wajahnya mulai kembali, senyum kecilnya sudah lebih sering muncul, dan suaranya tak lagi selemah dulu. Fara selalu berada di sampingnya, membacakan cerita sebelum tidur, menyuapinya makan, dan menggenggam tangannya setiap kali Najwa merasa kesakitan.Namun, di balik senyum yang ia tampilkan, ada kesedihan yang semakin dalam. Setiap kali melihat Suratman tertidur di kursi samping ranjang Najwa, Fara ingin menangis. Setiap kali pria itu bangun dan tersenyum padanya, seolah mereka adalah keluarga yang utuh, hatinya semakin hancur.Di saku tasnya, surat panggilan dari pengadilan agama telah berulang kali ia lipat dan sembunyikan. Ia tahu waktunya semakin sedikit. Proses perceraiannya dengan Suratman hampir selesai, dan saat Najwa benar-benar pulih, ia harus pergi.***Suatu sore, ketika Suratman pulang sebentar untuk mengambil beberapa barang di rumah, Fara duduk di samping Najwa yang tengah ter

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 122

    Bab 122TAWARANFara berdiri di depan rumah orang tuanya dengan dada sesak. Tangannya gemetar saat hendak mengetuk pintu. Selama ini, ia sudah dianggap tidak ada oleh keluarganya setelah memutuskan menikah dengan Suratman, seorang pedagang keliling yang menurut mereka tidak pantas untuknya.Namun, sekarang ia tidak punya pilihan lain.Ia mengetuk pintu dengan ragu. Tak lama, suara langkah kaki terdengar dari dalam, lalu pintu terbuka, memperlihatkan wajah sang ibu, Bu Halimah, yang langsung berubah dingin begitu melihatnya."Untuk apa kamu kemari?" suara wanita paruh baya itu terdengar tajam.Fara menggigit bibirnya, menahan air mata yang hampir jatuh."Ma, aku butuh bantuan," suaranya bergetar.Bu Halimah melirik anaknya dari ujung kepala hingga kaki, lalu mendengus. "Jadi sekarang kamu ingat keluarga setelah sekian lama menghilang?"Fara menggeleng cepat. "Aku nggak pernah melupakan papa dan mama. Aku hanya… aku hanya tidak punya keberanian untuk kembali.""Tapi sekarang kamu kembal

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 121

    BAB 121SEPULUH TAHUN YANG LALULangit sore mulai meredup ketika suara tawa anak-anak masih terdengar di gang sempit perkampungan kecil di pinggiran kota. Najwa, bocah perempuan berusia delapan tahun, berlari kecil mengejar bola plastik yang meluncur ke jalan raya. Tanpa sadar, langkah kakinya melampaui batas aman dari gang sempit itu.Tiba-tiba, suara klakson yang keras menggema di udara. Dalam sekejap, tubuh kecil Najwa terpental ke aspal, diikuti oleh jeritan histeris dari anak-anak lain yang menyaksikan kejadian itu. Mobil yang menabraknya melaju kencang tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan, menghilang di belokan sebelum ada yang sempat mencatat nomor platnya."Najwa!"Seorang wanita berlari dari dalam rumah, wajahnya pucat pasi saat melihat tubuh kecil putrinya tergeletak tak bergerak di jalan. Darah mengalir dari pelipis dan hidungnya, membentuk genangan kecil di aspal.Orang-orang mulai berdatangan. Beberapa ibu berteriak panik, sementara beberapa bapak berusaha menenangkan i

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 120

    BAB 120KERINDUAN YANG TAK TERPADAMKANFara duduk di sofa ruang keluarga dengan wajah yang dipenuhi kesedihan. Matanya yang sembab menunjukkan bahwa ia sudah menangis cukup lama. Di tangannya, ia menggenggam erat selembar foto lama, foto seorang gadis kecil dengan senyum polos yang begitu dirindukannya.David duduk di sampingnya, tangannya dengan lembut mengusap punggung istrinya, berusaha menenangkan. Namun, Fara tetap terisak, rasa sesak yang menghimpit dadanya tak kunjung mereda."Aku tidak bisa terus seperti ini, Mas. Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin memeluknya setidaknya sekali saja. Aku ingin menebus semua kesalahan yang telah aku buat," ujar Fara dengan suara bergetar.David menarik napas dalam. Ia paham betul bagaimana perasaan istrinya. Setiap malam, ia melihat Fara duduk termenung di depan jendela, matanya menerawang jauh, pikirannya entah ke mana."Sayang, aku mengerti perasaanmu. Tapi kita harus bersabar sedikit lagi. Jangan gegabah, kita harus menunggu waktu yang te

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status