All Chapters of Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda: Chapter 61 - Chapter 70

108 Chapters

Bab 61

Amber memulai latihannya. Dia melakukan peregangan, kemudian berlanjut melatih kekuatannya."Kalau kau mau jadi petarung MMA, latihan kekuatan dasar itu wajib," kata Amber sambil memberikan isyarat dengan tangannya agar Marko mengikuti gerakannya.Marko mengangguk. "Baik, Nona Amber."Sebenarnya latihan seperti ini makanan sehari-hari seorang Marko Davies. Dia paham betul semua latihan yang diperlukan oleh calon atlet MMA. Tapi, dia pura-pura tidak tahu agar dia bisa mengambil keuntungan melihat tubuh sintal Amber lebih lama."Dimulai dari angkat beban supaya ototmu tidak cuma jadi pajangan," ucap Amber lagi. Marko terkekeh pelan. "Baik, Nona pelatih."Amber mendengus geli, lalu dia menunjuk ke arah barbel yang sudah dipasang beban. "Oke. Kita mulai dengan latihan deadlift. Ini gerakan penting untuk melatih kekuatan punggung dan kaki," jelas Amber mengajari Marko dengan profesional.Amber mengambil posisi menunduk untuk menggenggam barbel dengan kedua tangan. Sementara Marko berada
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 62

Marko dan Amber melakukan seks panas mereka di toilet. Mereka seks sampai sepuluh ronde, dan baru berhenti saat Marko mendapatkan pesan dari pelanggan Fast Foodnya.Marko menyudahi sesi bercintanya dengan Amber, lalu memakai pakaiannya kembali."Besok aku akan ke sini lagi, Nona pelatih," ucap Marko tersenyum. Dia meninggalkan Amber yang masih telanjang di toilet. Sementara Amber menatap kepergian Marko dengan tidak rela. Sepertinya dia menyukai Marko.***Di tengah perjalanan menuju rumah pelanggan Fast Food, Marko bersiul senang. Tubuhnya terasa lebih sehat dan kuat seiring bertambahnya waktu.Bahkan latihan tadi tidak membuat tubuhnya kelelahan sama sekali.Marko tiba di depan rumah pelanggannya lima menit kemudian. Dia hendak turun dari motornya, tapi pesan masuk dari Bryan membuat Marko berubah pikiran.[Tolong aku, Marko. Hanya kau yang bisa menolongku]."Sialan! Siapa lagi yang mencoba mengganggu temanku," geram Marko mencengkeram kuat hpnya. Dia lalu menghubungi kurir Fast F
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 63

Marko membawa Bryan ke rumah sakit lagi. Kali ini ke rumah sakit yang lebih bagus agar penanganannya lebih baik.Tapi, Bryan meronta-ronta saat perawat mendorongnya menggunakan brankar."Marko, aku tidak mau berobat di sini. Di sini sangat mahal," ucap Bryan khawatir."Aku yang akan membayarnya, Bryan. Tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu menurut saja," balas Marko yang ikut mendorong brankar.Saat Bryan sudah dibawa masuk ke ruangan unit darurat, dia menghela napas lega.Marko kemudian pergi ke bagian administrasi setelah Bryan ditangani.Di bagian administrasi, seorang petugas wanita menatap Marko tanpa senyuman.Begitu Marko duduk di kursi yang disediakan, petugas wanita itu menyerahkan selembar kertas padanya."Ini rincian biaya perawatan Tuan Bryan. Totalnya sepuluh ribu dolar. Kau harus melunasinya hari ini," tukas pertugas wanita itu."Maaf, Nona. Di sakuku hanya tinggal seratus dolar. Bolehkah aku mengambil uangku dulu di bank baru aku ke sini lagi untuk membayarnya?" balas M
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 64

"Baiklah. Jika itu yang Anda inginkan. Saya akan ikut Anda ke bank terdekat," balas Boris.Marko mengangguk senang. "Tapi, kau naik motor bututku. Tidak masalah kan?"Willow hendak berucap untuk mengatai Marko yang kurang ajar terhadap atasannya. Memangnya siapa gembel itu?! Batinnya geram.Tapi, Boris yang tahu itu segera menghentikan Willow dengan gerakan tangannya."Kita berangkat sekarang, Tuan?""Ya." Marko dan Boris kemudian naik motor tua Marko menuju ke bank terdekat.Selama perjalanan, Boris merasa bernostalgia zaman dia masih remaja. Dia dulu bahkan tidak bisa membeli motor, dan pergi ke mana-mana dengan berjalan kaki. Dia berpikir pemuda di depannya ini pasti bisa sukses seperti dirinya. Atau bahkan lebih."Sudah sampai, Pak," tukas Marko menghentikan motornya di area parkir bank."Iya." Boris turun dari motor, lalu menyerahkan helmnya kepada Marko. Dia menunggu Marko menjagang motornya. Barulah dia berjalan mengikuti Marko ke pintu masuk bank.Marko berjalan santai memasu
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 65

Marko dan Boris kembali ke rumah sakit setelah mengambil uang. Willow menatap sinis Marko saat Marko berderap ke arahnya. "Lama sekali. Kau pasti mau menipu Pak Boris kan?"Boris bergeleng pelan. "Jangan berbicara tidak sopan di depannya, Willow.""Kenapa Anda membelanya, Pak Boris? Jelas-jelas dia berniat menipu kita, dan ingin kabur agar dia tidak membayar biaya rumah sakit," balas Willow tidak terima.Boris geram dan berucap lebih keras. "Aku sudah bilang padamu layani pengunjung rumah sakit dengan baik! Jangan membeda-bedakan mereka apalagi menuduh yang tidak-tidak!""Tapi, Pak Boris ....""Diam! Aku tidak mau mendengar alasanmu!" sentak Boris kesal. Kalau bukan karena dia memiliki hutang budi pada ibunya Willow, dia tidak sudi memperkerjakan wanita angkuh itu. Banyak laporan jelek mengenai Willow yang suka membeda-bedakan pasien, sekarang Boris bisa melihatnya secara langsung betapa buruknya pelayanan Willow."Panggilkan aku Sofiya. Aku lebih suka dilayani olehnya," tukas Marko
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 66

"Aku benci laki-laki yang suka memukul wanita!" sentak Marko sambil memelintir tangan kekasih Sofiya. "Lebih baik kau lawan aku yang sepadan denganmu, dan bukannya memukul wanita yang lemah!"Arghh! Lepaskan, Sialan!" Kekasih Sofiya berteriak semakin keras, dan berusaha lepas dari tangan Marko. Sialnya cengkeraman Marko terlalu kuat."Aku tahu kesalahanku. Aku minta maaf," tukas kekasih Sofiya pura-pura menyesal agar Marko mau melepaskannya. Karena Marko sangat kuat, dan dirinya pasti tidak mampu mengalahkannya. Jadi, lebih baik dia menunjukkan penyesalan agar masalah bisa selesai lebih cepat. Barulah setelah Marko pulang, dia akan memberi pelajaran pada Sofiya!"Kau salah meminta maaf padaku! Minta maaflah pada Sofiya!" balas Marko mengencangkan cengkeramannya di tangan kekasih Sofiya."Arghh!!! Iya. Maaf! Maafkan aku, Sofiya!" "Dengan sopan! Ulangi lagi!" sentak Marko menekan bagian tulang kekasih Sofiya yang tadi dia patahkan."Arghh!!!" Kekasih Sofiya berteriak lebih keras. Rasa
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 67

Marko dan Sofiya melanjutkan seks mereka sampai malam. Marko lalu berpamitan pulang karena dia harus pergi ke kantornya Stella, untuk memastikan Kevin tidak mengganggu istrinya itu lagi.Sofiya tampak sedih saat Marko pulang. Dia berharap Marko mau menemuinya lagi dan melakukan seks bersamanya.***Marko mengendarai motornya kencang menuju kantornya Stella. Kurang dua puluh menit lagi istrinya itu pulang.Setibanya Marko di seberang kantor Stella, dia menjagang motornya, dan duduk di atasnya sambil menunggu Stella keluar.Menunggu lima menit, beberapa karyawan kantor perempuan tampak keluar dari gedung kantor, termasuk Stella.Stella berjalan cepat menuju mobilnya, tapi tiba-tiba temannya, Lela, menjegal kakinya sampai dia jatuh."Upss .... Tidak sengaja. Aku kira tadi tidak ada orang."Stella meringis menahan sakit di kakinya karena terbeset kerikil di jalanan. Tapi, dia tidak memarahi Lela karena wanita itu memiliki hubungan dengan saudara direktur sehingga jika Stella membuat Lela
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 68

Karyawan laki-laki yang baru saja keluar dari kantor langsung menggoda Lela yang telanjang. Mereka menghentikan langkah, dan menikmati pemandangan indah itu."Wow!""Tubuhmu lumayan juga, Lela. Bagaimana kalau kau tidur denganku?""Lela, aku jadi ingin merasakan kewanitaanmu. Apa senikmat kelihatannya?"Bahkan ada beberapa karyawan laki-laki yang memfoto tubuh telanjang Lela untuk dijadikan kenangan, dan alat perangsang saat mereka melakukan masturbasi.Lela berusaha menutupi bagian intimnya dari kejaran mata pria-pria itu. Dia lalu menatap Marko meminta belas kasihan."Kau sudah berhasil memalukanku. Lalu, apa yang kau inginkan lagi? Kau juga mau melihat mereka memerkosaku?" tanya Lela dengan mata berkaca-kaca."Aku hanya ingin kau menyesali perbuatanmu. Kalau kau sudah menyesal, kau boleh memakai pakaianmu kembali, Nona," balas Marko mengalihkan pandangannya dari tubuh telanjang Lela. Dia tidak mau terangsang melihat wanita itu.Marko lalu membantu Stella bangkit berdiri. "Nona Cant
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Bab 69

"Kau tadi bilang apa, Stella?" tanya Marko mengerutkan dahi."Bukan apa-apa!" balas Stella mendengus. Dia lalu buru-buru menendang selimut, dan pura-pura tidur.Di dalam selimut, Stella merutuki dirinya. Bisa-bisanya dia tadi mengira Marko adalah si Kuda Hitam. Mana mungkin Marko si Kuda Hitam. Kaos mereka hanya kebetulan sama.Marko menatap Stella dengan sedih. Dia selalu saja gagal tidur dengan istri cantiknya itu.Merasakan hp jadulnya bergetar di saku celananya, Marko membuka hpnya, dan langsung berjingkrak senang. Tapi, karena takut mengganggu tidur Stella, Marko memilih keluar dari kamar untuk membaca lanjutan isi pesan misterius yang baru saja dia terima.[Selamat! Naik level!].[Level Pro tercapai!].[Tantangan meniduri sepuluh wanita: selesai!].[Tantangan baru: seks dengan lebih banyak wanita].Marko merasa senang dia sudah naik level. Sekarang waktunya dia terjun ke dunia MMA yang sudah lama menantikan come back seorang Marko Davies!Tapi, sekarang dia bukan lagi Marko Davi
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Bab 70

Marko menoleh ke belakang, dan matanya bertemu dengan seorang pria yang bersandar di dinding dengan ekspresi meremehkan.Pria itu adalah Jake, salah satu atlet di club MMA Top Team.Marko mendengus pelan. Dia sangat bisa mengenali atlet seperti apa Jake itu. Di setiap club, pasti ada atlet yang suka menguji anak baru. Mereka merasa berhak, dan merasa lebih berkuasa.Jake memasukkan permen karet yang baru ke dalam mulut, mengunyahnya dengan santai, lalu menyeringai menatap Marko. "Bagaimana?""Kau menantangku bertarung?" tanya Marko datar.Jake melangkah maju, otot-otot di bawah kaos tanpa lengan itu mengencang. "Dengar, Bocah!" ucapnya, mengabaikan pertanyaan Marko barusan. "Setiap orang yang masuk club Top Team harus melalui satu ujian."Marko mengangkat sebelah alis. "Ujiannya bertarung denganmu?"Jake terkekeh sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Ya, tentu saja. Kau harus melakukan sparring denganku. Sekarang!"Marko menatap Jake sejenak. Dia sebenarnya malas meladeni atl
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more
PREV
1
...
56789
...
11
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status