Share

Bab 66

Author: Cececans
last update Last Updated: 2025-03-08 18:54:59

"Aku benci laki-laki yang suka memukul wanita!" sentak Marko sambil memelintir tangan kekasih Sofiya. "Lebih baik kau lawan aku yang sepadan denganmu, dan bukannya memukul wanita yang lemah!

"Arghh! Lepaskan, Sialan!" Kekasih Sofiya berteriak semakin keras, dan berusaha lepas dari tangan Marko. Sialnya cengkeraman Marko terlalu kuat.

"Aku tahu kesalahanku. Aku minta maaf," tukas kekasih Sofiya pura-pura menyesal agar Marko mau melepaskannya. Karena Marko sangat kuat, dan dirinya pasti tidak mampu mengalahkannya. Jadi, lebih baik dia menunjukkan penyesalan agar masalah bisa selesai lebih cepat. Barulah setelah Marko pulang, dia akan memberi pelajaran pada Sofiya!

"Kau salah meminta maaf padaku! Minta maaflah pada Sofiya!" balas Marko mengencangkan cengkeramannya di tangan kekasih Sofiya.

"Arghh!!! Iya. Maaf! Maafkan aku, Sofiya!"

"Dengan sopan! Ulangi lagi!" sentak Marko menekan bagian tulang kekasih Sofiya yang tadi dia patahkan.

"Arghh!!!" Kekasih Sofiya berteriak lebih keras. Rasa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 67

    Marko dan Sofiya melanjutkan seks mereka sampai malam. Marko lalu berpamitan pulang karena dia harus pergi ke kantornya Stella, untuk memastikan Kevin tidak mengganggu istrinya itu lagi.Sofiya tampak sedih saat Marko pulang. Dia berharap Marko mau menemuinya lagi dan melakukan seks bersamanya.***Marko mengendarai motornya kencang menuju kantornya Stella. Kurang dua puluh menit lagi istrinya itu pulang.Setibanya Marko di seberang kantor Stella, dia menjagang motornya, dan duduk di atasnya sambil menunggu Stella keluar.Menunggu lima menit, beberapa karyawan kantor perempuan tampak keluar dari gedung kantor, termasuk Stella.Stella berjalan cepat menuju mobilnya, tapi tiba-tiba temannya, Lela, menjegal kakinya sampai dia jatuh."Upss .... Tidak sengaja. Aku kira tadi tidak ada orang."Stella meringis menahan sakit di kakinya karena terbeset kerikil di jalanan. Tapi, dia tidak memarahi Lela karena wanita itu memiliki hubungan dengan saudara direktur sehingga jika Stella membuat Lela

    Last Updated : 2025-03-08
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 68

    Karyawan laki-laki yang baru saja keluar dari kantor langsung menggoda Lela yang telanjang. Mereka menghentikan langkah, dan menikmati pemandangan indah itu."Wow!""Tubuhmu lumayan juga, Lela. Bagaimana kalau kau tidur denganku?""Lela, aku jadi ingin merasakan kewanitaanmu. Apa senikmat kelihatannya?"Bahkan ada beberapa karyawan laki-laki yang memfoto tubuh telanjang Lela untuk dijadikan kenangan, dan alat perangsang saat mereka melakukan masturbasi.Lela berusaha menutupi bagian intimnya dari kejaran mata pria-pria itu. Dia lalu menatap Marko meminta belas kasihan."Kau sudah berhasil memalukanku. Lalu, apa yang kau inginkan lagi? Kau juga mau melihat mereka memerkosaku?" tanya Lela dengan mata berkaca-kaca."Aku hanya ingin kau menyesali perbuatanmu. Kalau kau sudah menyesal, kau boleh memakai pakaianmu kembali, Nona," balas Marko mengalihkan pandangannya dari tubuh telanjang Lela. Dia tidak mau terangsang melihat wanita itu.Marko lalu membantu Stella bangkit berdiri. "Nona Cant

    Last Updated : 2025-03-09
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 69

    "Kau tadi bilang apa, Stella?" tanya Marko mengerutkan dahi."Bukan apa-apa!" balas Stella mendengus. Dia lalu buru-buru menendang selimut, dan pura-pura tidur.Di dalam selimut, Stella merutuki dirinya. Bisa-bisanya dia tadi mengira Marko adalah si Kuda Hitam. Mana mungkin Marko si Kuda Hitam. Kaos mereka hanya kebetulan sama.Marko menatap Stella dengan sedih. Dia selalu saja gagal tidur dengan istri cantiknya itu.Merasakan hp jadulnya bergetar di saku celananya, Marko membuka hpnya, dan langsung berjingkrak senang. Tapi, karena takut mengganggu tidur Stella, Marko memilih keluar dari kamar untuk membaca lanjutan isi pesan misterius yang baru saja dia terima.[Selamat! Naik level!].[Level Pro tercapai!].[Tantangan meniduri sepuluh wanita: selesai!].[Tantangan baru: seks dengan lebih banyak wanita].Marko merasa senang dia sudah naik level. Sekarang waktunya dia terjun ke dunia MMA yang sudah lama menantikan come back seorang Marko Davies!Tapi, sekarang dia bukan lagi Marko Davi

    Last Updated : 2025-03-09
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 70

    Marko menoleh ke belakang, dan matanya bertemu dengan seorang pria yang bersandar di dinding dengan ekspresi meremehkan.Pria itu adalah Jake, salah satu atlet di club MMA Top Team.Marko mendengus pelan. Dia sangat bisa mengenali atlet seperti apa Jake itu. Di setiap club, pasti ada atlet yang suka menguji anak baru. Mereka merasa berhak, dan merasa lebih berkuasa.Jake memasukkan permen karet yang baru ke dalam mulut, mengunyahnya dengan santai, lalu menyeringai menatap Marko. "Bagaimana?""Kau menantangku bertarung?" tanya Marko datar.Jake melangkah maju, otot-otot di bawah kaos tanpa lengan itu mengencang. "Dengar, Bocah!" ucapnya, mengabaikan pertanyaan Marko barusan. "Setiap orang yang masuk club Top Team harus melalui satu ujian."Marko mengangkat sebelah alis. "Ujiannya bertarung denganmu?"Jake terkekeh sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Ya, tentu saja. Kau harus melakukan sparring denganku. Sekarang!"Marko menatap Jake sejenak. Dia sebenarnya malas meladeni atl

    Last Updated : 2025-03-10
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 71

    Arnold kembali ke ruangan latihan dengan wajah cemas."Bagaimana ini? Kompetisi tinggal tiga hari lagi, tapi Leon justru kecelakaan. Kekasihnya baru mengabariku. Katanya tangan dan kakinya patah. Dia tidak akan bisa pulih dalam waktu tiga hari saja."Sontak beberapa atlet juga ikut merasa panik. "Kami belum siap ke kompetisi, Pak Pelatih. Kami tidak mau membuat club Top Team malu karena kemampuan kami masih kurang.""Iya, benar, Pak Pelatih.""Hanya Jake yang bisa menandingi kekuatan Leon untuk maju ke kompetisi. Tapi, dia sudah babak belur karena Marko," balas yang lain.Menyebut nama Marko, mereka semua jadi teringat pada Marko.Perhatian mereka segera berpindah ke arah Marko. Mereka nyaris lupa kalau ada satu atlet lagi yang kuat di sini. "Marko, maukah kau menggantikan Leon di kompetisi lokal yang akan diselenggarakan tiga hari lagi?" tanya Arnold menghampiri Marko."Ayolah, Marko. Tinggal kau harapan kami.""Marko, kau kan sudah berhasil mengalahkan Jake. Cuma kau yang paling k

    Last Updated : 2025-03-11
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 72

    "Sunny, aku sudah membawa Marko. Cepat bilang padanya bagian mana kakimu yang terkilir," tukas Flora kesal. Bayang-bayang kejantanan Marko masih tercetak di kepalanya, membuat gairahnya sulit disurutkan. Dia semakin geram saat melihat Sunny ternyata belum memakai pakaiannya sama sekali saat dia mengajak Marko kembali ke ruangan mereka.Sunny tersenyum melihat kedatangan Marko. "Marko, bisakah kau menolongku? Kakiku sangat sakit saat dipakai untuk latihan. Aku yakin kakiku pasti terkilir.""Bagian mana yang sakit, Nona?" tanya Marko berjongkok di samping Sunny. Sekarang Sunny duduk dengan kedua kaki diluruskan sehingga di saat Marko berjongkok di sisinya, Marko bisa melirik celah sempit di antara kedua kaki Sunny."Bagian sini, Marko," jawab Sunny menekuk salah satu kakinya, dan menunjukkan pergelangan kakinya yang memerah pada Marko."Aku akan membantu meringankan sakitnya, Nona." Marko berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari kewanitaan Sunny yang sekarang tampak menggoda di matan

    Last Updated : 2025-03-12
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 73

    Flora memilih menunggu di luar kamar hotel selagi Jasmine bergabung dengan Marko dan Sunny di dalam sana.Sementara di dalam kamar hotel, seisi ruangan dipenuhi dengan aroma percintaan yang pekat.Marko terus menghunjam Sunny sambil tangannya memainkan payudara Jasmine."Ahh .... Ahh ...." Desahan-desahan mereka saling bersahutan. Marko kemudian melumat bibir Jasmine yang ranum dengan liar.Ciuman mereka terlepas, lalu Marko gantian menghunjam Jasmine.Marko senang karena gairahnya yang besar bisa terpuaskan oleh dua wanita ini. Dia terus melakukan seks dengan Sunny dan Jasmine sampai kedua wanita itu kelelahan.***Marko pulang ke rumah dan terkejut menemukan Wennie yang baru saja mandi, keluar dari kamarnya dengan telanjang bulat."Astaga, Marko! Kau mengejutkanku! Aku kira kau tadi Stella," ucap Wennie menghela napas lega setelah tahu yang datang adalah Marko.Melihat payudara dan daerah intim Wennie, membuat batang Marko kembali bangun. "Kak Wennie, kau tak takut ada pria asing

    Last Updated : 2025-03-12
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 74

    Marko menatap Roman tajam. "Baik, aku terima tantanganmu."Para atlet yang mengelilingi Marko mulai berbisik-bisik. Mereka akan tetap memihak pada Roman sampai Marko dapat membuktikan kalau Roman memang bersalah."Aku percaya jika Roman tidak bersalah.""Aku juga. Roman itu sangat baik pada kita. Mana mungkin dia berniat meracuni si anak baru," balas atlet lainnya."Marko pasti hanya membual saja."Roman terlihat begitu percaya diri, dia yakin bahwa Marko tidak akan bisa membuktikan tuduhannya.Jake yang masih terkejut dengan tuduhan racun itu mengernyitkan dahi. "Kau yakin, Marko? Bagaimana kau bisa membuktikannya?"Marko menghela napas dan melihat ke sekitar. "Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah minuman ini mengandung racun atau tidak.""Beberapa racun tertentu bisa dideteksi dengan tes sederhana menggunakan garam dapur atau cuka. Jika cairannya berubah warna, berarti ada zat berbahaya di dalamnya," sambung Marko dengan suara tegas.Roman terkekeh, berpura-pura tetap tenang.

    Last Updated : 2025-03-13

Latest chapter

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 108 (TAMAT)

    Seminggu kemudian. Marko Hubert dan Victor akhirnya bertemu untuk pertama kalinya di turnamen UFC. Meski, bagi Marko ini tidak benar-benar pertama kalinya.Marko Hubert kini berdiri di belakang panggung arena UFC, mengenakan celana pendek pertarungan hitam dengan garis emas di sisi. Tangannya telah dibalut dengan perban putih, siap untuk menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya. Victor.Sorakan dari ribuan penonton menggema di dalam arena. Lampu sorot menerangi oktagon di tengah stadion, sementara layar raksasa menampilkan wajah Marko dan Victor berdampingan.Di sisi lain ruangan, Victor tengah melakukan pemanasan, tubuhnya penuh dengan otot keras hasil latihan bertahun-tahun. Dia adalah juara bertahan, seorang petarung dengan rekor tak terkalahkan. Mata tajamnya menatap lurus ke arah layar, lalu beralih ke Marko yang berdiri di seberang lorong.Seorang official menghampiri mereka. "Saatnya masuk."Marko menarik napas panjang, lalu melangkah ke dalam lorong panjang yang akan memba

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 107

    Marko berjalan dengan langkah mantap di antara mayat-mayat yang berserakan di markas Rio Davies. Tangannya masih berlumuran darah, tapi bukan darahnya sendiri, melainkan darah para lawannya yang telah dia habisi tanpa ampun. Tubuhnya terasa ringan, tidak ada luka yang berarti, meskipun dia baru saja menghadapi pasukan pembunuh bayaran terbaik yang dimiliki Rio Davies.Di gendongannya, Stella menggeliat pelan. Matanya yang masih sedikit sayu menatap wajah Marko dengan kebingungan."Marko, kau mau membawaku ke mana?" Suara Stella lemah, tapi masih terdengar jelas di tengah keheningan yang mencekam ini.Marko tidak langsung menjawab. Dia hanya mempererat genggamannya pada tubuh Stella dan terus berjalan keluar dari bangunan yang kini dipenuhi oleh mayat.Di luar, udara malam terasa dingin, berbeda dengan panasnya pertarungan brutal yang baru saja dia lalui. Bintang-bintang bertaburan di langit, seolah mengamati setiap langkahnya dengan diam.Marko menemukan sebuah mobil yang masih dalam

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 106

    Dorrr!!!Peluru itu melesat cepat menuju kepala Marko.Rio Davies tersenyum penuh kemenangan.Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.Clangg!!!Peluru itu mengenai kulit Marko, namun bukannya menembus, peluru itu justru terpental seolah menabrak baja yang tak terlihat.Mata Rio Davies membelalak. "Apa-apaan ini?!"Marko hanya tersenyum miring. Dia menurunkan kepalanya sedikit, menatap Rio dengan sorot mata dingin. Level legendanya membuat Marko mendapatkan kemampuan baru yang membuat dirinya tidak mempan ditembak ataupun ditusuk pisau.Rio menembak lagi.Dorr!!! Dorr!!! Dorrr!!!Satu, dua, tiga peluru ditembakkan, semuanya mengenai tubuh Marko.Namun, hasilnya sama.Peluru itu tak mampu melukai Marko."Bajingan!" Rio Davies melompat dari kursinya, menggertakkan giginya. Dia memutar badannya, memberikan kode dengan tangannya.Dari balik pintu samping, muncul delapan orang berpakaian hitam dengan wajah tanpa ekspresi.Mereka bukan anak buah biasa.Mereka adalah Shadow Unit, unit pembun

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 105

    Malam ini. Angin bertiup kencang di sekitar pelabuhan tua. Markas Rio Davies berdiri megah di atas tanah luas yang menghadap langsung ke lautan hitam yang bergelombang. Bangunan beton itu lebih mirip benteng daripada gudang biasa, dengan penjagaan ketat di setiap sudutnya.Dari kejauhan, Marko bisa melihat para penjaga bersenjata mondar-mandir di sekitar gerbang. Mereka semua terlihat waspada, seolah tahu bahwa bahaya bisa datang kapan saja.Marko menarik napas dalam. Dia tahu bahwa menerobos ke dalam akan menjadi hal yang mustahil.Tapi Marko tidak perlu menerobos karena dia memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Yaitu sertifikat pulau. Marko akan memancing Rio Davies menggunakan sertifikat itu.Dengan langkah mantap, Marko berjalan ke depan gerbang, sengaja membiarkan dirinya terlihat oleh para penjaga.Butuh waktu kurang dari sepuluh detik sebelum seseorang menyadari kehadirannya."Hei! Siapa yang di sana?! Pergi sebelum kutembak kepalamu!" Salah satu penjaga mengangkat senjatanya,

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 104

    "Kau ...."Marko berdiri mematung melihat pria yang kini berdiri tegap di depannya.Jantung Marko berdegup semakin kencang, tapi tubuhnya terasa membeku.Di hadapannya seorang pria yang sama sekali tidak asing menatapnya dengan sorot mata tak terbaca. Pria itu adalah tubuhnya sendiri. Marko Davies.Jika sekarang Marko Davies yang sebenarnya berada di tubuh Marko Hubert. Lalu, siapa yang ada di dalam tubuhnya itu?Marko buru-buru bergeleng. "Tidak. Tidak mungkin," gumamnya tidak ingin percaya dengan apa yang ada di hadapannya.Pria di depan Marko itu mengulas senyum. "Apanya yang tidak mungkin?"Marko menatap tajam pria itu. "Siapa kau?! Kenapa kau memakai tubuhku, Sialan?!"Si pria tertawa kecil. "Padahal aku telah lama menunggu waktu bertemu denganmu. Tapi, reaksimu ini sungguh membuatku kecewa, Marko."Marko semakin geram. "Siapa kau, Keparat?! Bagaimana bisa kau memakai tubuhku?! Dan, apa yang kau lakukan di apartemenku?! Apa kau juga yang mengirimkan pesan misterius?!"Si pria ber

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 103

    "Sialan!"Marko memukul setir mobilnya dengan geram. Mobil yang membawa Jake, Daniel, dan Arnold sudah menghilang di tengah lalu lintas.Dia telah kehilangan jejak mereka.Lalu lintas di kota begitu padat, membuat pengejarannya sia-sia. Rio Davies jelas sudah merencanakan semuanya dengan rapi. Pria itu sangat licik dan memiliki segala taktik untuk melancarkan keinginannya.Marko menarik napas panjang, menenangkan pikirannya. Tidak ada gunanya mengutuk keadaan. Dia harus bergerak cepat.Mata tajamnya menyapu jalanan yang dipenuhi mobil-mobil dan lampu kota yang berkedip. Jika dia tidak bisa mengejar mereka sekarang, dia harus mencari kelemahan lain dalam rencana Rio Davies.Dan ada satu hal yang muncul dalam pikirannya. Sertifikat pulau.Marko lalu berbalik arah, dan menginjak pedal gas. Mobilnya langsung melesat cepat ke arah apartemen milik Marko Davies. Itu adalah satu-satunya tempat yang memiliki sesuatu yang diinginkan Rio Davies selama bertahun-tahun.Sebuah sertifikat pulau yang

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 102

    Dinginnya malam merayap ke dalam jaket Marko saat dia berdiri di depan kantor Stella. Matanya masih menatap tajam simbol ular melingkar di dinding luar gedung. Nafasnya berat, uap hangat keluar dari bibirnya saat amarah menggelegak di dadanya.Stella diculik orang-orang yang ada di organisasi mafia yang dipimpin oleh Rio Davies, raja mafia yang merupakan kerabat dekat Marko Davies. Nama Rio Davies dulu hanya sekadar legenda di dunia kriminal. Sebuah bayangan yang mengendalikan segalanya dari balik layar terutama di dunia MMA. Namun kini, bayangan itu merayap ke hidup Marko Hubert. Padahal Marko paling menghindari berurusan dengan Rio Davies.Jantung Marko berdebar kencang. Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Stella telah diculik, dan dia tahu ini bukan sekadar penculikan. Ini adalah perangkap.Rio Davies dan anak buah pria itu pasti ingin menarik Marko masuk ke perangkapnya dan membuat Marko tidak bisa lagi kembali ke dunia MMA. Seperti yang dulu terjadi

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 101

    Di tengah malam yang dingin, sebuah limusin hitam meluncur melewati jalanan sepi. Mobil itu melaju ke arah sebuah bangunan besar di pusat kota yang tidak memiliki plang atau tanda identitas apa pun. Dari luar, gedung itu tampak seperti kantor biasa, tetapi di dalamnya adalah pusat kendali organisasi mafia terbesar di Amerika.Di lantai paling atas, terdapat sebuah ruangan eksklusif dengan pemandangan langsung ke arah kota. Ruangan itu luas, dengan kaca besar yang mencerminkan cahaya lampu kota di kejauhan. Sebuah meja panjang dari kayu hitam berdiri megah di tengah ruangan, dikelilingi oleh kursi kulit mahal.Di ujung meja, seorang pria duduk dengan tenang. Rio Davies.Sosok itu adalah Don, pemimpin tertinggi mafia di seluruh Amerika Serikat. Dia mengenakan setelan hitam yang sempurna, rambutnya rapi, dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi. Di tangannya ada sebuah cincin emas dengan lambang keluarga Davies, simbol kekuasaannya.Di hadapannya, Vladimir Ivanov berdiri dengan penuh horm

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 100

    Kemenangan Marko membuat para petinggi MMA sedikit terusik. Mereka segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas atlet bernama Marko Hubert itu.Suasana mencekam di sebuah ruangan eksklusif, tempat para petinggi MMA berkumpul.Ruangan itu luas, dengan desain klasik yang dipenuhi ornamen kayu mahal. Lampu gantung kristal menggantung di langit-langit, menciptakan pencahayaan redup yang menambah kesan eksklusif dan rahasia. Asap rokok melayang di udara, menciptakan atmosfer yang berat dan menekan.Di tengah ruangan, sebuah meja panjang dari kayu mahoni berdiri megah, dikelilingi oleh beberapa pria berjas hitam. Mereka bukan sembarang orang. Mereka adalah mafia yang selama ini menguasai dunia pertarungan MMA di balik layar.Mereka adalah orang-orang yang mengatur segalanya dari hasil pertandingan, petarung mana yang boleh naik, siapa yang harus jatuh, hingga taruhan ilegal yang menghasilkan miliaran.Dan malam ini, mereka semua memiliki satu masalah yang sama.Yaitu atlet dari club Bla

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status