All Chapters of Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda: Chapter 81 - Chapter 90

108 Chapters

Bab 81

Langit sudah gelap saat Marko akhirnya tiba di depan rumah keluarga Dawson. Udara dingin begitu menusuk kulitnya, tetapi amarah yang menggelegak di dadanya membuatnya merasa panas. Mata Marko menyipit begitu melihat dua wanita paruh baya yang duduk di ruang tamu bersama Nyonya Dawson.Kedua wanita itu adalah Jill dan Margot. Mereka adalah kerabat keluarga Dawson yang sombong.Suara Jill dan Margot terdengar jelas bahkan sebelum Marko masuk ke dalam."Bagaimana suamimu yang tidak berguna itu, Stella? Apa dia masih menjadi kurir?""Kami akan mengenalkan kau dengan pria kaya. Memang sih dia lebih tua darimu dua puluh tahun, tapi setidaknya kau akan berjaya dan tidak perlu pusing memikirkan uang kalau kau mau jadi istri kelimanya."Marko mengetatkan rahangnya. Tangannya mengepal erat. Napasnya perlahan menjadi lebih berat, tetapi dia menahan diri. Langkahnya tetap santai saat dia memasuki rumah.Begitu Marko muncul di ambang pintu, dua wanita itu langsung melayangkan tatapan sinis padany
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 82

Hening sejenak. Liam lalu tertawa keras. Suaranya memenuhi ruangan showroom yang luas dan elegan."Astaga, Marko! Kau sedang halu, ya? Mana mungkin kau bisa membeli mobil mahal ini? Menjual dirimu saja tidak cukup untuk membayarnya!"Pelayan di samping Liam ikut tertawa mengejek. Matanya menyapu Marko dari atas hingga bawah, menilai pria yang hanya mengenakan jaket kurir Fast Food itu dengan penuh penghinaan."Kau tahu, Tuan Liam?" Pelayan itu menyeringai. "Mobil Bugatti La Voiture Noire ini hanya ada satu unit di dunia, dan harganya mencapai delapan belas juta dolar. Tidak mungkin pria seperti dia bisa membelinya."Liam mendengus sambil menyilangkan tangan. "Persis seperti pikiranku! Aku yakin dia hanya ingin menarik perhatian. Mungkin dia ingin terlihat hebat di depan kita!"Marko tetap berdiri dengan wajah tanpa ekspresi. Dia sudah terbiasa dengan orang-orang sombong seperti Liam dan si pelayan yang hanya bisa menilai seseorang dari penampilan luar."Aku sudah memesannya sejak bebe
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 83

Ketika menjelang malam. Di kediaman keluarga besar Cohen, pesta makan malam berlangsung dengan sangat megah.Lampu kristal besar menggantung di tengah aula, memantulkan cahaya ke segala arah, menciptakan suasana mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas. Para tamu mengenakan gaun dan setelan mahal, membaur dalam percakapan yang penuh dengan sanjungan palsu dan pamer kekayaan.Di salah satu sudut ruangan, Stella duduk dengan ekspresi kaku.Gaun sutra biru tua yang Stella kenakan membuatnya tampil anggun dan menawan. Gaun itu dibelikan oleh Marko, harganya mencapai ribuan dolar dengan desain eksklusif yang hanya tersedia untuk klien VIP butik ternama di New York.Namun, alih-alih mendapat pujian, Stella justru menjadi sasaran hinaan para kerabatnya.Di hadapan Stella, duduk Jill dan Margot. Kedua kerabat keluarga Dawson itu menatap Stella dengan tatapan merendahkan.Mereka tersenyum sinis, memandang gaun Stella seolah-olah Stella adalah sampah yang tersesat di antara mereka."A
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 84

Marko dan Stella pulang lebih dulu dari acara makan malam keluarga Cohen. Saat Marko hendak pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya, Stella dengan cepat menahan tangannya."Kita perlu bicara, Marko."Stella berucap tegas. Wajahnya menyiratkan sesuatu yang membuat Marko langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini akan tertuju.Marko menghela napas pelan. Dia bisa menebak Stella pasti hendak menanyakan perihal mobilnya.Marko berbalik, menatap istrinya yang berdiri tegak di sampingnya. Gaun sutra biru tua yang Stella kenakan masih melekat sempurna di tubuh wanita itu. Tatapan penuh kecurigaan kemudian Stella lemparkan pada Marko."Tentang apa?" tanya Marko dengan nada santai.Stella mendesah pelan. "Jangan pura-pura tidak tahu, Marko."Marko tetap diam. Sebelah alisnya terangkat."Lagipula, kau pasti tahu aku akan menanyakan hal ini, bukan?" lanjut Stella.Marko hanya tersenyum kecil. "Kalau aku tahu, kenapa aku masih pura-pura tidak tahu, Stella? Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?""J
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 85

Keesokan harinya, di markas Black Alpha, Marko baru saja menyelesaikan sesi latihan paginya ketika seorang atlet menyampaikan pesan dari Sierra untuknya."Nona Sierra ingin bertemu denganmu," kata pria itu dengan nada datar.Marko mengangkat alisnya. "Untuk apa?"Pria itu hanya mengangkat bahu. "Tidak tahu. Tapi dia sudah menunggumu di ruangannya."Tanpa banyak bertanya lagi, Marko mengambil handuk kecil dan mengelap keringat di wajahnya sebelum berjalan menuju ruangan Sierra.Begitu tiba di depan ruangan, dia mengetuk pintu tiga kali sampai terdengar sahutan dari Sierra."Masuk!Marko pun mendorong pintu terbuka, dan melangkah masuk ke ruangan Sierra.Di dalam, Sierra sudah menunggunya.Wanita itu duduk di atas meja, mengenakan blazer putih yang elegan dengan rok ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Rambutnya diikat rapi, dan tatapan matanya seperti biasanya. Tajam dan penuh percaya diri."Marko," Sierra menyapanya dengan tersenyum kecil. "Ada perlu apa, Nona Sierra? Sampai kau
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

Bab 86

Malamnya. di Ballroom Hotel Langston, acara pelelangan amal perhiasan kelas atas berlangsung dengan penuh kemewahan.Langit-langit ruangan dihiasi lampu kristal raksasa yang memancarkan kilauan lembut ke seluruh penjuru ruangan. Meja-meja bundar dengan taplak satin putih tertata rapi, masing-masing ditempati oleh para tamu yang berpakaian formal dan berasal dari kalangan elit New York.Para pria mengenakan tuxedo hitam yang elegan, sementara para wanita tampil anggun dengan gaun malam berhiaskan berlian dan emas. Malam ini setiap orang yang hadir adalah orang penting seperti pebisnis, pengusaha, hingga bangsawan yang mengendalikan industri besar.Dan di antara mereka, Marko dan Sierra cukup mencuri perhatian.Marko mengenakan setelan hitam yang pas dengan tubuh atletisnya, sementara Sierra tampil luar biasa dalam gaun merah tua dengan belahan tinggi yang dipilih Marko sebelumnya.Mereka berjalan berdampingan menuju tempat duduk mereka, dan seketika, mata-mata para tamu mulai tertuju p
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

Bab 87

Sierra lalu membuka matanya perlahan, dan menangis tersedu-sedu. "Marko, tubuhku sangat panas. Kewanitaanku berdenyut-denyut. Ini sangat menyiksa.""Siapa yang telah melakukan ini, Nona Sierra?" tanya Marko sambil memegang kedua bahu Sierra.Sierra bergeleng lemah. "Aku tidak tahu, Marko. Ada seseorang yang sengaja memasukkan obat perangsang ke dalam minumanku. Tapi, aku tidak tahu siapa dia."Mendengarnya Marko menjadi murka. "Aku akan mencari orang itu, Nona Sierra!""Jangan, Marko! Percuma. Banyak sekali orang di sini. Lagi pula dia pasti menyuruh orang lain. Kau tidak akan bisa menemukannya dengan mudah," jawab Sierra dengan tubuh bergetar. Sentuhan Marko di kulitnya membuat gairah Sierra memuncak, dan dia jadi kehilangan kewarasannya.Sebelum Marko sempat berucap lagi, Sierra membungkam bibir Marko dengan bibirnya."Marko, aku ingin kau memasukiku sekarang. Aku mohon," pinta Sierra dengan suara pelan. Dia nyaris gila saat menginginkan sentuhan dari Marko.Marko tentu saja tidak
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

Bab 88

Setelah seks dengan Sierra, Marko mendapatkan perlakuan khusus di club Black Alpha. Seperti hari ini. Dia yang baru masuk ke dalam club langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter Black Alpha secara rutin.Marko baru saja berlatih sparring bersama atlet senior lain saat seorang dokter wanita memasuki ruangan latihan.Wanita berseragam dokter itu sungguh cantik, dan bertubuh seksi. Marko sampai menelan ludahnya melihat tubuh molek wanita itu. Saat pandangan Marko menembus payudara dan kewanitaannya, Marko jadi ingin menidurinya. "Dia dokter di sini?" tanya Marko pada atlet Black Alpha senior yang duduk di sisinya. "Dia yang akan memeriksa kita?""Iya. Namanya Dokter Tira."Marko mengangguk paham. Dia lalu bergumam pelan. "Dokter Tira, kau harus jadi wanitaku."Tira berdiri dengan pandangan tajam. Dia wanita yang berwibawa sehingga tidak ada yang berani mengganggunya. Bahkan semua atlet Black Alpha yang bertubuh dua kali lebih besar dari Tira, cukup menyegani wanita itu."Jadi siapa y
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

Bab 89

Marko merasa senang dengan jawaban Tira. Dia lalu duduk di pinggir brankar agar Tira bisa lebih mudah menyentuh kemaluannya.Sementara Tira ikut turun dari brankar, dan dia duduk di kursi tepat di depan kejantanan Marko. Dia lalu mulai menyentuh benda tumpul milik Marko dengan gerakan lembut.Tira takjub pada milik Marko karena dia tidak bisa menangkup batang pria itu meski dengan kedua tangannya."Marko, bagaimana bisa milikmu sebesar ini? Mantanku saja yang pernah melakukan pengobatan tidak bisa sebesar milikmu," ucap Tira melihat batang Marko yang kini ada di kedua tangannya tanpa berkedip.Marko mengulas senyum bangga. "Aku sama sekali tidak melakukan operasi ataupun pengobatan, Nona Dokter. Aku memang terlahir dengan penis luar biasa besar.""Apa kau menyukainya, Nona Dokter?" tanya Marko memancing Tira. Dia sudah tidak sabar tidur dengan Tira. Sentuhan wanita itu di kemaluannya semakin membuat Marko ingin menelanjangi Tira sekarang!Tira mengangguk pelan. "Iya, Marko."Marko lal
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

Bab 90

Sepulangnya latihan dari markas club Black Alpha, Marko diajak Jake ke sebuah club malam yang ada di pusat kota."Kau perlu bersenang-seneng juga, Bung! Jangan terlalu menekan dirimu dengan latihan terus. Kau bisa stress nanti," tukas Jake pada Marko.Marko hanya mengiyakan ucapan Jake. Tatapannya sekarang terarah ke bangunan club yang tampak ramai saat malam semakin larut. Rasanya sudah lama Marko tidak pergi ke tempat hiburan seperti ini sejak dia berada di tubuh Marko Hubert.Musik yang berdentum keras menyambut kedatangan Marko dan Jake. Club dipenuhi lampu neon merah dan ungu yang berkedip-kedip. Serta aroma alhokol, parfum, dan rokok yang sangat pekat.Marko menatap sekeliling, melihat orang-orang sedang meliukkan tubuh mereka di lantai dansa. Ada juga yang sedang bercumbuan di pojok ruangan yang gelap.Ternyata mengikuti ajakan Jake bukanlah hal yang buruk. Marko jadi bisa bersenang-senang di sini, dan dia bisa juga meniduri beberapa wanita yang dia inginkan.Marko dan Jake la
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more
PREV
1
...
67891011
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status