All Chapters of Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda: Chapter 71 - Chapter 80

108 Chapters

Bab 71

Arnold kembali ke ruangan latihan dengan wajah cemas."Bagaimana ini? Kompetisi tinggal tiga hari lagi, tapi Leon justru kecelakaan. Kekasihnya baru mengabariku. Katanya tangan dan kakinya patah. Dia tidak akan bisa pulih dalam waktu tiga hari saja."Sontak beberapa atlet juga ikut merasa panik. "Kami belum siap ke kompetisi, Pak Pelatih. Kami tidak mau membuat club Top Team malu karena kemampuan kami masih kurang.""Iya, benar, Pak Pelatih.""Hanya Jake yang bisa menandingi kekuatan Leon untuk maju ke kompetisi. Tapi, dia sudah babak belur karena Marko," balas yang lain.Menyebut nama Marko, mereka semua jadi teringat pada Marko.Perhatian mereka segera berpindah ke arah Marko. Mereka nyaris lupa kalau ada satu atlet lagi yang kuat di sini. "Marko, maukah kau menggantikan Leon di kompetisi lokal yang akan diselenggarakan tiga hari lagi?" tanya Arnold menghampiri Marko."Ayolah, Marko. Tinggal kau harapan kami.""Marko, kau kan sudah berhasil mengalahkan Jake. Cuma kau yang paling k
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Bab 72

"Sunny, aku sudah membawa Marko. Cepat bilang padanya bagian mana kakimu yang terkilir," tukas Flora kesal. Bayang-bayang kejantanan Marko masih tercetak di kepalanya, membuat gairahnya sulit disurutkan. Dia semakin geram saat melihat Sunny ternyata belum memakai pakaiannya sama sekali saat dia mengajak Marko kembali ke ruangan mereka.Sunny tersenyum melihat kedatangan Marko. "Marko, bisakah kau menolongku? Kakiku sangat sakit saat dipakai untuk latihan. Aku yakin kakiku pasti terkilir.""Bagian mana yang sakit, Nona?" tanya Marko berjongkok di samping Sunny. Sekarang Sunny duduk dengan kedua kaki diluruskan sehingga di saat Marko berjongkok di sisinya, Marko bisa melirik celah sempit di antara kedua kaki Sunny."Bagian sini, Marko," jawab Sunny menekuk salah satu kakinya, dan menunjukkan pergelangan kakinya yang memerah pada Marko."Aku akan membantu meringankan sakitnya, Nona." Marko berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari kewanitaan Sunny yang sekarang tampak menggoda di matan
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 73

Flora memilih menunggu di luar kamar hotel selagi Jasmine bergabung dengan Marko dan Sunny di dalam sana.Sementara di dalam kamar hotel, seisi ruangan dipenuhi dengan aroma percintaan yang pekat.Marko terus menghunjam Sunny sambil tangannya memainkan payudara Jasmine."Ahh .... Ahh ...." Desahan-desahan mereka saling bersahutan. Marko kemudian melumat bibir Jasmine yang ranum dengan liar.Ciuman mereka terlepas, lalu Marko gantian menghunjam Jasmine.Marko senang karena gairahnya yang besar bisa terpuaskan oleh dua wanita ini. Dia terus melakukan seks dengan Sunny dan Jasmine sampai kedua wanita itu kelelahan.***Marko pulang ke rumah dan terkejut menemukan Wennie yang baru saja mandi, keluar dari kamarnya dengan telanjang bulat."Astaga, Marko! Kau mengejutkanku! Aku kira kau tadi Stella," ucap Wennie menghela napas lega setelah tahu yang datang adalah Marko.Melihat payudara dan daerah intim Wennie, membuat batang Marko kembali bangun. "Kak Wennie, kau tak takut ada pria asing
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 74

Marko menatap Roman tajam. "Baik, aku terima tantanganmu."Para atlet yang mengelilingi Marko mulai berbisik-bisik. Mereka akan tetap memihak pada Roman sampai Marko dapat membuktikan kalau Roman memang bersalah."Aku percaya jika Roman tidak bersalah.""Aku juga. Roman itu sangat baik pada kita. Mana mungkin dia berniat meracuni si anak baru," balas atlet lainnya."Marko pasti hanya membual saja."Roman terlihat begitu percaya diri, dia yakin bahwa Marko tidak akan bisa membuktikan tuduhannya.Jake yang masih terkejut dengan tuduhan racun itu mengernyitkan dahi. "Kau yakin, Marko? Bagaimana kau bisa membuktikannya?"Marko menghela napas dan melihat ke sekitar. "Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah minuman ini mengandung racun atau tidak.""Beberapa racun tertentu bisa dideteksi dengan tes sederhana menggunakan garam dapur atau cuka. Jika cairannya berubah warna, berarti ada zat berbahaya di dalamnya," sambung Marko dengan suara tegas.Roman terkekeh, berpura-pura tetap tenang.
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 75

Suara lonceng menggema di dalam arena, menandakan dimulainya pertarungan. Marko melangkah maju dengan penuh percaya diri, matanya tak lepas dari sosok lawannya, Rocco. Sementara, Rocco berdiri tegak di seberang ring, tubuhnya besar dan berotot, rahangnya mengeras dengan ekspresi penuh aura kesombongan yang memancar. Dari luar, siapa pun akan mengira Rocco unggul secara fisik. Tapi, sebenarnya dia tidak sekuat Marko. Apalagi perihal strategi. Tentu, Marko Davies lebih unggul!Rocco mengangkat kedua tangannya dalam posisi siap tempur, lalu mulai mendekat dengan langkah mantap.Marko menatap Rocco dengan tenang. Dia akan menunggu lawannya itu maju duluan, sambil dia membaca teknik yang akan digunakan Rocco untuk menyerangnya.Dan seperti yang sudah dia perkirakan, Rocco memulai pertarungan dengan mengeluarkan energi yang sangat besar. Pria bertubuh besar itu meluncur dengan pukulan kanan yang kuat, mengincar wajah Marko. Tapi Marko sudah siap. Dengan refleks tajam, Marko memiringkan
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 76

Marko berderap keluar dari markas Top Team dengan langkah tegas. Hatinya dipenuhi kemarahan dan kecemasan. Arnold diculik, Jake terluka, dan clubnya dihancurkan. Ini sudah keterlaluan. Ini sama saja dengan mengajak Marko untuk berperang!Marko tahu siapa dalangnya. Black Alpha.Black Alpha adalah sebuah club MMA terbesar di New York yang terkenal dengan taktik kotor mereka dalam merekrut atlet berbakat dari club kecil. Mereka tak segan-segan menghancurkan club yang mereka anggap sebagai penghalang.Dulu di saat Marko masih menjadi Marko Davies, dia paling anti dengan club Black Alpha.Marko mengepalkan tinjunya. Jika mereka pikir bisa mempermainkan Top Team begitu saja, mereka salah besar.Tanpa ragu, Marko bergegas pergi menuju markas Black Alpha yang ada di pusat kota New York.Gedung markas Black Alpha berdiri megah di tengah kota. Berbeda jauh dari Top Team yang sederhana, tempat ini terlihat lebih seperti pusat kebugaran mewah. Lampu-lampu neon biru menerangi logo besar di atas
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 77

"Nona Sierra, aku punya dua permintaan sebelum aku menandatangani surat perjanjian ini," ucap Marko dengan tenang. Sekarang di ruangan ini tinggal dirinya dan Sierra. Arnold sudah dipulangkan oleh anak buah Sierra setengah jam yang lalu.Sierra bersandar di kursinya, menatap Marko dengan tatapan penuh selidik."Permintaan?" Sierra menyeringai tipis. "Bukannya kau sudah mengiyakan tawaran untuk bergabung tadi? Kenapa tiba-tiba kau punya permintaan?"Marko mengangkat kedua alisnya sambil menghela napas pelan. "Aku hanya ingin memastikan jika aku bergabung, aku mendapatkan apa yang kuinginkan juga."Sierra terkekeh pelan, lalu melipat tangannya di atas meja. "Memangnya apa yang kau inginkan, Marko?""Aku ingin Arnold tetap melatihku di sini," kata Marko tanpa ragu. "Dan aku ingin semua atlet Top Team juga bergabung dengan Black Alpha."Sierra langsung tertawa kecil. "Astaga, kau benar-benar berpikir kau bisa menawariku sesuatu? Ini bukan pasar, Marko."Marko tidak bereaksi. Tatapannya te
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 78

Keesokan harinya. Marko sudah berdiri tegak di tengah tempat gym Black Alpha. Dia melihat sekeliling dengan senang. Akhirnya, permintaannya dikabulkan. Arnold dan para atlet Top Team telah dibawa ke markas Black Alpha. Itu berarti mereka tidak akan kehilangan tempat untuk berlatih, setidaknya untuk sementara.Sierra telah memenuhi janjinya, tetapi Marko tahu ini bukan tindakan baik hati. Pasti ada maksud di baliknya. Namun, untuk saat ini, dia memilih untuk menikmati kemenangan kecilnya.Arnold berdiri di sampingnya, wajahnya terlihat tidak begitu senang. Sejak awal, dia tidak pernah setuju dengan keputusan Marko untuk bergabung dengan Black Alpha, tapi sekarang mereka sudah berada di sini. Tidak ada jalan untuk kembali."Ini tempat baru kita, Pak Pelatih," tukas Marko, mencoba mengangkat semangat Arnold. "Bukan Top Team, tapi setidaknya kita masih bersama."Arnold menghela napas. "Ya, tapi ini bukan tempat kita, Marko. Aku tidak yakin mereka akan menerimaku dan atlet Top Team dengan
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 79

Setelah pertarungannya dengan Conal kemarin, semua atlet Black Alpha jadi menghormati Marko. Tidak ada lagi yang berani menyinggung Marko ataupun mematik emosinya. Mereka bahkan tidak berani menatap mata Marko secara terang-terangan.Marko menjalani hari-harinya dengan tenang. Dia menyibukkan diri dengan latihan di markas Black Alpha, lalu berlanjut bekerja sebagai kurir Fast Food.Sebenarnya Marko tidak kekurangan uang sampai dia memilih tetap bekerja di Fast Food. Marko hanya ingin menutupi identitasnya untuk sementara dengan menjadi kurir biasa.Siang ini Marko pergi menuju tempat SPA khusus wanita untuk mengantarkan pesanan pelanggannya.Udara siang terasa menyengat saat Marko memarkirkan motornya di depan sebuah bangunan mewah dengan papan nama berwarna emas bertuliskan 'Luna Bliss SPA'. Dari luar saja, tempat ini sudah terlihat eksklusif. Jendela kaca besar yang dihiasi tirai sutra berwarna gading, serta pintu masuk yang dipenuhi tanaman hias menambah kesan elegan.Marko melepa
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 80

"Ahhh .... Marko. Lebih cepat lagi," desah Flora di pangkuan Marko. Dia sangat menikmati hunjaman yang Marko berikan pada kewanitaannya. Ternyata memang senikmat itu! Sampai membuat Sunny, dan Jasmine ketagihan!"Nona, kau sudah cum tiga kali. Apa kau tidak lelah?" tanya Marko sambil terus menggerakkan kejantanannya di lubang Flora. Sebelah tangannya menyingkirkan rambut Flora agar dia bisa melihat wajah terangsang wanita itu yang menggemaskan.Flora bergeleng pelan. "Aku memang sedikit lelah, tapi aku ingin terus seks denganmu, Marko.""Oke. Jika itu yang kau mau, Nona. Aku akan melakukannya denganmu sampai kau pingsan!" Marko mengulas senyum miring, lalu melumat bibir Flora dengan ganas. Flora membalas lumatan Marko, dan memberikan kesempatan Marko menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Flora.Keduanya saling melumat, lalu ciuman mereka baru terlepas saat kehabisan napas.Napas Flora terengah-engah. Dia ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti gerakan Marko. Sampai keduanya mencapai kli
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more
PREV
1
...
67891011
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status