Revita meletakkan dua cangkir teh ke meja, setelah sebelumnya cuci muka dan menyibukkan diri membuat teh di dapur. Sebenarnya dia kesal mendapati situasi ini, melihat Gavin dan Mahesa bersamaan di rumahnya. Dari pakaian yang mereka kenakan, keduanya langsung datang ke rumah ini setelah pulang ngantor. "Makasih, Revita," ucap Mahesa seraya tersenyum. "Uhm, tadi aku sekalian beli donat buat kamu sama Nana. Mungkin kalian lapar jadi aku—" "Ma! Lihat deh!" seru Reina tiba-tiba dan langsung mengalihkan atensi Revita padanya. "Warnanya jadi bagus gini. Kayak nyata kan, Ma? Ini warna atas rekomendasi Om Gavin. Aku nggak tau kalau Om Gavin ternyata pandai memilih warna," ujar anak itu sambil memandang gambarnya dengan takjub. Di posisinya Revita sedikit mengernyit lalu melirik Gavin sejenak, dan beralih kepada Mahesa yang cuma bisa menghela napas. "Iya, bagus banget gambarnya, Na," sahut Revita, memaksakan sedikit senyum. Dia kembali menatap dua pria yang sekarang sudah duduk beriringan d
Last Updated : 2025-02-10 Read more